Popular Post $Krisna19$ Posted June 16, 2018 Popular Post Posted June 16, 2018 Perawalan Coba kalian pikirkan tentang JGRP dan roleplay secara umum. Roleplay, sebagaimana yang kita tau adalah bermain peran, secara teknis, berarti roleplay ialah drama. Apabila kalian pernah melihat drama, atau film atau apalah yang berhubungan dengan screenplay, kalian pasti akan menemukan unsur intrinsik di dalamnya, antara lain: pertokohan dan watak (karakter), masalah yang diderita oleh karakter (konflik) dan bagaimana cara tokoh mengatasi konflik yang dideritanya (resolusi). Di dalam dunia roleplay, satu-satunya yang bisa kalian berikan ke dunia drama ialah karakter kalian (dalam hal ini, dunia roleplay JGRP). Kalian sebagai player ingin menunjukan ke orang lain bagaimana karakter kalian berinteraksi dengan lingkungannya, dengan karakter lain, dan juga hubungan timbal balik antar player di dalamnya. Yang jadi masalah ialah kalian hanya dapat memainkan karakter kalian, tanpa bisa memainkan lingkungan/karakter lain, inilah yang nanti memunculkan "roleplay" di dalam dunia drama JGRP, suatu reaksi yang entah diharapkan/tidak diharapkan oleh para kalian sebagai player. Pembuatan Karakter Kita akan ke karakter sekarang, dan dalam dunia JGRP yang paling penting ialah character development, di mana kalian "membangun" karakter kalian, hal ini adalah hal yang paling dasar ketika kalian ingin memainkan drama. Buatlah sebuah background cerita karakter kalian, yang mendefinisikan karakter kalian. Kita ingin memainkan karakter kita sebagai manusia normal dan nyata, itu lah kenapa kita perlu membuat personalitas dan background karakter kita sehingga kita dapat memiliki tulang belakang atau landasan dalam memainkan karakter kita. Mungkin kalian punya ide bagaimana karakter kalian nanti. Kita ingin karakter yang kita mainkan realistis, maka dari itu kita berikan karakter kita sebuah kecacatan atau flaws. Sebagai contoh, ambil karakter Jordan Belfort dari film The Wolf of Wall Street (ini contoh berdasarkan dari film produksi Hollywood), bahwa ia punya segalanya, ia berhasil merangkak dari orang yang tidak punya apa-apa hingga menjadi salah satu orang terkaya di muka bumi hingga uang aja ga berarti untuk dia; tapi dia punya kecacatan, seperti ia adalah drug addict dan sex addict, tanpa keduanya, ia akan tidak memiliki kontrol atas dirinya dan keadaan sekitarnya. Contoh lain secara praktikal di dalam drama JGRP ialah, umpama, kita membuat karakter kita beri nama John Doe, lalu kita berpikir, untuk membuat karakter John Doe ini realistis, kita beri dia sebuah "kecacatan", seperti depression, anxiety dan paranoid. Lalu bagaimana kalian sebagai player memberitahukan ke orang lain bahwa karakter kalian mempunyai hal seperti itu? Apakah kalian akan membuat screenshot lalu mempostnya ke forum? Oke, itu ialah hal yang bagus, tapi yang jadi masalah ialah, bahwa di forum banyak yang tidak peduli. Akan tetapi sebagai roleplayer, tetap tugas kita untuk melakukan agar karakter kita terlihat seperti apa yang kita lakukan, tapi bagaimana cara memperlihatkan karakter kalian tersebut? Ya tentu dengan me-roleplay-kan kejadian di sekitar karakter kalian, contoh dari John Doe di atas, kita bikin kejadian yang menerangi karakter kita, kita nggak pengen dikasih tau kalo karakter kalian itu punya depresi, tapi kita pengen bikin kesimpulan dari apa yang dilakuin karaktermu. Pada pembuatan karakter juga, kalian harus membuat personalitas seperti pada paragraf pertama, akan tetapi yang saya observasi selama ini kebanyakaan masih membuat personalitas dalam segi fisik, masih belum dalam sisi psikologis dari karakter tersebut. Mainkan sisi psikologis dari karaktermu, seperti bawaan bahwa dia orangnya pemarah, atau memang cuek, dan mainkan juga bagaimana bermain psikologis di sekitar, seperti bagaimana respon karakter kamu terhadap karakter lain. Konflik Dalam RP, komoditas utama ialah konflik, bukan menang/kalah ataupun duit; sebagai contoh silahkan liat film/TV series, di dalam tiap episode-nya, pasti akan ada konflik, kenapa begitu? Karena kalau nggak ada konflik, maka nggak bakal laku dramanya. Ambil contoh karakter Kelly Severide dari Chicago Fire yang dalam massive trauma dan depresi setelah sahabatnya meninggal (ambil ini sebagai aja biar lebih gampang paham konteks soal bagaimana psikologis manusia bekerja); hal ini lah yang ngebuat karakter kita jadi semakin manusiawi. Dalam konflik, anggaplah karaktermu sebagai protagonis, dan buatlah antagonis dalam ber-roleplay, antagonis tidak hanya soal karakter lain ataupun musuh, tetapi juga bisa lingkungan, keadaan, dan sebagainya yang menghalangi karaktermu menuju apa yang diinginkan. Pikirkan skema seperti di bawah: Dalam segi praktikal di dunia JGRP, pikirkan lah karakter kalian agar mendapatkan konflik, seperti bahwa karakter kalian orang nggak berada dan selalu bekerja keras untuk mendapatkan uang dan jadi kaya. Tentu aja setelah karakter kamu jadi kaya dan dapat yang diinginkan, akan ada perasaan senang karena udah berhasil resolving konflik di dalam karakter kamu. Tapi apakah hanya sampai demikian? Sure, kalian bisa muter-muter pake mobil mahal ampe bosen, dan di situ poinnya, konflik lah yang ngebuat kita masih ada semangat untuk in-game dan melakukan roleplay agar karakter kita dan kita sebagai player, punya purpose atau tujuan untuk berhasil resolving conflict. Roleplay bukan masalah kalian menang atau kalah, bukan masalah kalian deathmatch/shootout terus kalian menang atau kalah ngelawan musuh. Ini tentang bagaimana karakter kita stay in conflict dan berusaha untuk resolving the conflict; maka kepuasaannya ialah untuk menikmati prosesi di dalam konflik dan di dalam roleplay. Sekian dari saya, terima kasih. 4 4 3
$casualmind$ Posted June 16, 2018 Posted June 16, 2018 yoman, intinya menikmati peran yang sedang kita mainkan. Sekarang tinggal balik lagi ke pribadi kita, kita harus bisa membedakan perasaan IC dengan OOC kita >,< you know la kris. wkkw
$Krisna19$ Posted June 16, 2018 Author Posted June 16, 2018 50 minutes ago, casualmind said: yoman, intinya menikmati peran yang sedang kita mainkan. Sekarang tinggal balik lagi ke pribadi kita, kita harus bisa membedakan perasaan IC dengan OOC kita >,< you know la kris. wkkw Yep, banyak yg gara2 urusan IC terus baper dibawa ke OOC. Masalah IC terus di-/report atau bawa ke forum; atau cuman gara2 masalah OOC sepele yg bisa diomongin dengan kepala dingin.
$Zappx$ Posted June 16, 2018 Posted June 16, 2018 Intinya jangan baperan aja sih, inget boi hanya sebatas game 2004. Tapi emang utk development character hrs baper dulu biar dpt feelingnya.
Felix Limbong Posted June 16, 2018 Posted June 16, 2018 ini apa bang, jk 3 hours ago, Zappx said: Intinya jangan baperan aja sih, inget boi hanya sebatas game 2004. Tapi emang utk development character hrs baper dulu biar dpt feelingnya. Yup, ini. Ditambah dengan keterlibatan lu dengan "sesuatu" yang legal ataupun illegal, maka itu akan membuat karakter lu makin lama makin berkembang developmentnya dan mengarah kemana.
Gentarou Posted June 16, 2018 Posted June 16, 2018 Ah lebih asik cari duit ahh, IRL kan gapunya duit, boleh dong RP MM.
Hreesang Posted June 19, 2018 Posted June 19, 2018 contohnya kurang bang, saya rada-rada ga paham, kasih tau contohnya lagi dong
$Krisna19$ Posted June 19, 2018 Author Posted June 19, 2018 5 minutes ago, Hreesang said: contohnya kurang bang, saya rada-rada ga paham, kasih tau contohnya lagi dong Contoh gampangnya ya bikin karakter kita kaya manusia, itu secara simpelnya aja. Kita "mainin" karakter kita, dengan cara mainin interaksi karakter kita dengan sekitarnya/karakter lain. Contoh gampangnya, kita harus bisa 'masang' emosi ke karakter kita yang tergantung dengan keadaan di sekitarnya. Kalo untuk yg konflik, karakter kita harus punya 'konflik' sehingga kita (player) masih ada semangat buat main, contoh di atas mungkin kurang jelas, kurang lebih seperti ini, karakter kamu pengen jadi sesuatu, katakanlah jadi orang bandar narkoba yang sukses monopoli perdagangan narkoba ampe kaya, setelah karakter kamu berhasil, oke kamu bisa nikmatin duit kamu dan tinggal di mansion yang harganya ratusan ribu ampe bosen, tapi apakah cuman segitu? Nggak kan, kita sebagai player masih butuh 'konflik' agar karakter kita tetep bisa berjalan, kaya ada bandar narkoba baru yang bisa aja ngelemahin posisi karaktermu, atau apapun itu yang kita sebagai player nggak bosen main dan tetep berusaha buat resolving conflict dari karakter kita.
Cruzhter Posted June 19, 2018 Posted June 19, 2018 Yang kaya gini nih harus bener diterapin. Males aja ngeliatnya ada konflik ujung2nya manggil temen terus tembak2an.
Hreesang Posted June 20, 2018 Posted June 20, 2018 20 hours ago, Krisna19 said: Contoh gampangnya ya bikin karakter kita kaya manusia, itu secara simpelnya aja. Kita "mainin" karakter kita, dengan cara mainin interaksi karakter kita dengan sekitarnya/karakter lain. Contoh gampangnya, kita harus bisa 'masang' emosi ke karakter kita yang tergantung dengan keadaan di sekitarnya. Kalo untuk yg konflik, karakter kita harus punya 'konflik' sehingga kita (player) masih ada semangat buat main, contoh di atas mungkin kurang jelas, kurang lebih seperti ini, karakter kamu pengen jadi sesuatu, katakanlah jadi orang bandar narkoba yang sukses monopoli perdagangan narkoba ampe kaya, setelah karakter kamu berhasil, oke kamu bisa nikmatin duit kamu dan tinggal di mansion yang harganya ratusan ribu ampe bosen, tapi apakah cuman segitu? Nggak kan, kita sebagai player masih butuh 'konflik' agar karakter kita tetep bisa berjalan, kaya ada bandar narkoba baru yang bisa aja ngelemahin posisi karaktermu, atau apapun itu yang kita sebagai player nggak bosen main dan tetep berusaha buat resolving conflict dari karakter kita. oh paham saya paham, saya masukin ke thread fam saya bang
$huntsu.$ Posted June 20, 2018 Posted June 20, 2018 sangat membantu sekali guidenya, semoga aja yang baru ingin bermain bisa dibaca ini terlebih dahulu yaa
$apayah$ Posted June 20, 2018 Posted June 20, 2018 Wajib dibaca! saya harap para player JGRP membaca ini dengan fokus. guidenya bagus
$alvian1998$ Posted June 20, 2018 Posted June 20, 2018 A decent guide, mantap krisna. Ini nih yang terkadang orang orang lupain, malah terkesan mereka jadiin karakter mereka kayak robot, ngelakuin hal repetitive sampe bosen, ujung ujungnya DM.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now