Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Semua tanggung jawab terkait ini sudah diserahkan penuh ke pihak hosting provider. ×

[REPORT] SAPD (gue mao nanya apakah PD ga ada rasa takut? / non rp fear)


Recommended Posts

Posted

Saya sebagai Darrance Demarion,jadi si bang theo press dari gudang belakang,terus suspec haikal turun kebawah nah saya ketemu saama si haikal terjadilah shout dan dia mati,pas saya masuk kedalam sandra sudah mati duluan

Posted
1 hour ago, Barry_Holmwood said:

Saya sebagai Darrance Demarion,jadi si bang theo press dari gudang belakang,terus suspec haikal turun kebawah nah saya ketemu saama si haikal terjadilah shout dan dia mati,pas saya masuk kedalam sandra sudah mati duluan

Coba cek log ada atau enggak /s dari pelapor ini, kalau gak ada ya berarti misskomunikasi dong dan kalau mau dijail ya dijail semua yang ada di TKP meski gak salah 100 persen tetapi masih ditemukan kesalahan dari point yang diambil sejauh ini.

Posted
13 minutes ago, riobos said:

Coba cek log ada atau enggak /s dari pelapor ini, kalau gak ada ya berarti misskomunikasi dong dan kalau mau dijail ya dijail semua yang ada di TKP meski gak salah 100 persen tetapi masih ditemukan kesalahan dari point yang diambil sejauh ini.

 

Saya (Deonne Dottie) akan menaggapi perihan pertanyaan tersebut, untuk pembahasannya ada dibawah.

 

On 5/15/2019 at 12:37 PM, HaikAlparizi said:

[7:14:4] [WT:111] {75AE5D}Hector Cruella: ada pc
[7:14:4] * Mask 620241 menghidupkan handphone
[7:14:5] [WT:111] {75AE5D}Hector Cruella: ada pd
[7:14:7] [WT:111] {75AE5D}Haikal Alparizi: dimane
[7:14:14] {8D8DFF}911: {FFFFFF}You have reached the 911 Emergency Service.
[7:14:14] {8D8DFF}911: {FFFFFF}Do you need a police or a paramedic ?
[7:14:16] Mask_620241 [phone]: police
[7:14:16] {8D8DFF}PD: {FFFFFF}You've reached the Police Service, how can we help you?
[7:14:28] Mask_620241 [phone]: anda nembak sandra pada mati
[7:14:28] {8D8DFF}PD: {FFFFFF}Thank you for reporting this incident, we'll send an availabe unit to your location!
[7:14:28] Telepon terputus...
[7:14:31] [WT:111] {75AE5D}Hector Cruella: di depan
[7:14:49] * Mask 620241 grabs M1887 from back body - ready to shoot.
[7:15:2] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!
[7:15:5] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!
[7:15:6] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!
[7:15:13] Hector Cruella Shouts: anda tembak!
[7:15:13] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!
[7:15:20] Hector Cruella Shouts: sandra mati semua!
[7:15:40] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!
[7:15:53] Mask 620241 Shouts: dor semua sandra!
[7:16:19] [WT:111] {75AE5D}Haikal Alparizi: jaga belakang

 

Diatas adalah chatlog milik @HaikAlparizi

 

[7:13:51] 911: Crime: [ ada robber di MC 2 orang ]
[7:13:51] 911: Reporter: [ Tony Marvin ] Phone: [ 1010961 ]
[7:14:7] [RADIO] PO-I Deonne Dottie: STAFF-4 respond niner, code 3
[7:14:12] 911: Crime: [ ada robber di MC 2 orang ]
[7:14:12] 911: Reporter: [ Tony Marvin ] Phone: [ 1010961 ]
[7:14:23] * Deonne Dottie unstucks USP.45 from utility belt - flicks the safety to [OFF] 
[7:14:28] 911: Crime: [ anda nembak sandra pada mati ]
[7:14:28] 911: Reporter: [ Haikal Alparizi ] Phone: [ 565650 ]
[7:14:34] * Theo Dempsey unstucks HK45c from utility belt, flick safety OFF ready to shoot anytime. 
[7:14:41] * Theo Dempsey holster his HK45c back to utility belt and switch the safety to ON
[7:14:42] * Theo Dempsey slings his M4, and switch the safety to ON
[7:14:43] * Theo Dempsey unslings his M4, flick safety OFF ready to shoot anytime. 
[7:15:13] Hector Cruella Shouts: anda tembak!
[7:15:17] * Darrance Demarion takes smith & wesson model 457 from the utility belt - Flicks safety [OFF]
[7:15:20] Hector Cruella Shouts: sandra mati semua!
[7:15:40] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!

 

Diatas adalah chatlog milik saya (Deonne Dottie)

 

Pertama, /s pelapor masuk ke chatlog saya yang dimana kronologinya sebagai berikut :

Pada saat saya bersama Theo Dempsey tiba menggunakan unit SAPD diantara kedua garasi, kami langsung ditembaki oleh suspect.

Kemudian saya sebagai driver unit tersebut langsung mundur dan memasukan kendaraan ke garasi sebelah kanan (ada sela pintu disana yang mengarah ke gudang/parkiran MC) pada saat kami didalam garasi tersebut kami masih mendapatkan tembakan dari suspect, tentunya dengan reflek saya langsung mengeluarkan senjata dan Theo Dempsey-pun sama.

 

Sempat terjadi baku tembak disana, akhirnya saya memutuskan untuk melewati pintu yang berada di sebelah kanan garasi tersebut dan mendekat kearah depan gudang tanpa memberikan tembakan. Pada saat disitulah Chatlog tersebut masuk. Karena dirasa masih berbahaya, saya bersembunyi dibalik tembok dan suspect tetap memberikan tembakan kepada saya. Lagi - lagi upaya negosiasi gagal kembali, dikarenakan suspect masih menembaki saya. Hingga pada saat saya mencoba bergerak kedepan gedung dari tembok tempat saya berlindung dan tanpa memberikan tembakan apapun, saya masih ditembaki pada saat berada didepan gedung.

 

Posted
13 minutes ago, denwests said:

Sempat terjadi baku tembak disana, akhirnya saya memutuskan untuk melewati pintu yang berada di sebelah kanan garasi tersebut dan mendekat kearah depan gudang tanpa memberikan tembakan. Pada saat disitulah Chatlog tersebut masuk

Ini dia masalahnya, terlapor ngebahas RP Fear, Behaviour dan sebagainya padahal mereka justru menembaki dan tidak melakukan Roleplay sebagai penyandra, tidak berupaya meminta sesuatu dengan memanfaatkan sandra malah justru menembaki polisi dan memberi statemen "ada bukti kalau kami yang menembak duluan?"

 

Jujur gua sangat kontra sama perilaku kalian --pihak terlapor-- sebagai SAPD yang tidak mau mengalah dan malah melanjutkan tembak-tembakan, ya gua tau ini karena kesalah pahaman tapi kalian itu masuk ke dalam golongan orang-orang yang diperhatikan. Kita di SAPD untuk ber-Roleplay dengan suspect, bukan hanya untuk menangkap suspect.

 

Pihak pelapor @HaikAlparizi bagaimana apakah mau olah TKP biar semua jelas? Gua mau semua kejelasan bukan cuman keterangan-keterangan yang merujuk ke beberapa point opini masing-masing.

Posted
On 5/17/2019 at 1:25 AM, riobos said:

Beberapa point penjelasan mengenai thread ini.

1. Pelapor yang ber-Roleplay menyandra seseorang kurang berperan penuh dalam Roleplaynya sebagai pemegang sandra apalagi malah menembaki SAPD yang mencoba untuk ber-negosiasi.

2. SAPD malah menerobos masuk dan balas menembaki pelapor yang memiliki sandra tanpa memikirkan panjang lebar peristiwa setelah kejadian tersebut.

3. Ini merupakan game peran, dimana peran yang dijalankan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan atau bisa dibilang ini persatuan dari fiksi dan nyata karena terbentur oleh peraturan yang dibuat.

 

Point teori yang diambil dari film-film atau tayangan

1. Polisi sering berfikir apabila melepaskan perampok dan mem-prioritaskan sandra akan berakibat fatal sebab kebanyakan polisi berfikir bahwa berakhir atau tidaknya negosiasi permapok akan tetap mengeksekusi sandra, ini terburuknya.

Terbaiknya perampok akan kembali memanfaatkan sandra untuk recana jahat selanjutnya dan usaha negosiasi akan --bisa dibilang-- sia-sia.

2. Perampok bersenjata ini tergolong meresahkan, sebagian anggota polisi pasti berfikir untuk berusaha meminimalisir korban selanjutnya dengan melumpuhkan para komplotan perampok dengan resiko sekecil mungkin --ada pelapor yang bilang sandra selamat-- meski harus ada korban yang jatuh.

 

Point mengenai peraturan yang dilanggar dan opini mengenai situasi

1. Pelapor dan terlapor bisa dibilang sama-sama melanggar peraturan, Non RP Behaviour sebagai penyandra dan sebagai polisi.

- Penyandra menembaki polisi padahal masih memiliki sandra dan belum ada ancaman serius atau belum ada permintaan tertentu yang belum ditanggapi oleh SAPD.

- SAPD menerobos masuk, tidak sabaran dan tidak mau menahan diri serta tidak menggunakan media yang ada --/m(egaphone)-- untuk melakukan Roleplay negosiasi.

2. Pelapor dan terlapor tidak memerankan karakternya ketika tertembak dibagian tertentu --dilihat dari SS--, misal kaki, tangan atau bagian badan yang lainnya.

- Untuk point ke-dua, saya kira jarang ada yang mau me-Roleplaykan kecuali itu bawaan fiture server.

 

Inti penjelasan.

1. Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar.

2. Saya berusaha mengambil keputusan seadil-adilnya, tanpa berpihak dan tanpa merugikan salah satu pihak.

3. Saya berani mengambil alih thread ini karena saya pikir seluruh kegiatan 'tembak-tembakan' antara perampok dan polisi harus dikurangi, apalagi yang kalah sampai report atau yang kalah menghukum yang menang.

4. Apabila point-point di atas kurang jelas, mari kita atur jadwal untuk melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara, bukan RE-RP tapi OLAH TKP agar semuanya jelas dan tidak ada yang dirugikan atau merasa dipinggirkan.

 

Hi, saya Evolution, alias Samuel Lockhart selaku High Command SAPD , saya ingin melakukan klarifikasi setelah hal ini menyangkut nama baik SAPD (sesuai judul thread, SAPD sebagai terlapor), setelah saya melakukan analisis terhadap kasus ini, saya menyimpulkan bahwa seperti kata Admin Riobos, bahwa kedua belah pihak tidak mempunyai bukti yang kuat mengenai siapa yang menembak duluan. Sedangkan jika kita tinjau permasalahan yang ada, yang dipermasalahkan oleh pelapor adalah Non RP Behavior, bukan?

 

Lalu berdasarkan inti penjelasan Admin Riobos dalam statement yang saya quote ini, terutama yang saya tekankan pada poin pertama.

"Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar."

 

Saya yakin, Admin Riobos tentu mengutamakan pula roleplay yang se-nyata mungkin, bukan begitu? Kalau begitu roieplay yang dilakukan pelapor sendiri dari awal menurut saya sudah termasuk Non-RP Sense, Non RP Fear dan Non-RP Behavior, dimana menurut penjelasan pelapor, pelapor melakukan kegiatan robbing lalu dengan sengaja membawa sandra masuk ke warehouse sebelum SAPD datang, dimana menurut saya ini adalah tindakan melanggar peraturan yang saya sebutkan tadi, mengapa demikian? Karena tidak ada orang yang dengan sengaja menyandra orang ketika merampok dan kondisi polisi belum datang ke TKP, karena setiap orang yang habis melakukan tindakan kriminal pasti insting utama mereka adalah kabur, kecuali memang sempat terjadi pengejaran dan berakhir di warehouse MC.

 

Inti dari statement saya adalah, bahwa dari awal roleplay yang dilakukan oleh pelapor sendiri tidak masuk akal, karena tidak ada orang yang mau berada di situasi terpojok sehingga harus mengambil sandra agar dapat bernegosiasi dengan penegak hukum, kecuali memang orang tersebut memiliki tujuan yang ingin ia penuhi dari menyandra tadi.

Posted (edited)
2 hours ago, Evolution said:

 

Hi, saya Evolution, alias Samuel Lockhart selaku High Command SAPD , saya ingin melakukan klarifikasi setelah hal ini menyangkut nama baik SAPD (sesuai judul thread, SAPD sebagai terlapor), setelah saya melakukan analisis terhadap kasus ini, saya menyimpulkan bahwa seperti kata Admin Riobos, bahwa kedua belah pihak tidak mempunyai bukti yang kuat mengenai siapa yang menembak duluan. Sedangkan jika kita tinjau permasalahan yang ada, yang dipermasalahkan oleh pelapor adalah Non RP Behavior, bukan?

 

Lalu berdasarkan inti penjelasan Admin Riobos dalam statement yang saya quote ini, terutama yang saya tekankan pada poin pertama.

"Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar."

 

Saya yakin, Admin Riobos tentu mengutamakan pula roleplay yang se-nyata mungkin, bukan begitu? Kalau begitu roieplay yang dilakukan pelapor sendiri dari awal menurut saya sudah termasuk Non-RP Sense, Non RP Fear dan Non-RP Behavior, dimana menurut penjelasan pelapor, pelapor melakukan kegiatan robbing lalu dengan sengaja membawa sandra masuk ke warehouse sebelum SAPD datang, dimana menurut saya ini adalah tindakan melanggar peraturan yang saya sebutkan tadi, mengapa demikian? Karena tidak ada orang yang dengan sengaja menyandra orang ketika merampok dan kondisi polisi belum datang ke TKP, karena setiap orang yang habis melakukan tindakan kriminal pasti insting utama mereka adalah kabur, kecuali memang sempat terjadi pengejaran dan berakhir di warehouse MC.

 

Inti dari statement saya adalah, bahwa dari awal roleplay yang dilakukan oleh pelapor sendiri tidak masuk akal, karena tidak ada orang yang mau berada di situasi terpojok sehingga harus mengambil sandra agar dapat bernegosiasi dengan penegak hukum, kecuali memang orang tersebut memiliki tujuan yang ingin ia penuhi dari menyandra tadi.

Maap ye sebelumnye, gue menyandra orang di MC karna udah ada orang yg lolos dari gue,dan kantor PD ke MC ngga terlalu jauh, kemungkin kalo gue ngelakuin diluar gudang MC pasti gue bakal mati ama PD karna diposisi itu sangat luas, nah mangkanye gue menyandra karna gue pengen bebas dari kejaran polisi.

Gue menyandra bukan untuk kesenengan diri gue sndiri kyk minta tebusanlah apalah

kalo gini caranye mending damai aje dah ga ada abisnye juga ,yang ada gue dikeroyok

Edited by HaikAlparizi
Posted
On 5/17/2019 at 1:25 AM, riobos said:

Beberapa point penjelasan mengenai thread ini.

1. Pelapor yang ber-Roleplay menyandra seseorang kurang berperan penuh dalam Roleplaynya sebagai pemegang sandra apalagi malah menembaki SAPD yang mencoba untuk ber-negosiasi.

2. SAPD malah menerobos masuk dan balas menembaki pelapor yang memiliki sandra tanpa memikirkan panjang lebar peristiwa setelah kejadian tersebut.

3. Ini merupakan game peran, dimana peran yang dijalankan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan atau bisa dibilang ini persatuan dari fiksi dan nyata karena terbentur oleh peraturan yang dibuat.

 

Point teori yang diambil dari film-film atau tayangan

1. Polisi sering berfikir apabila melepaskan perampok dan mem-prioritaskan sandra akan berakibat fatal sebab kebanyakan polisi berfikir bahwa berakhir atau tidaknya negosiasi permapok akan tetap mengeksekusi sandra, ini terburuknya.

Terbaiknya perampok akan kembali memanfaatkan sandra untuk recana jahat selanjutnya dan usaha negosiasi akan --bisa dibilang-- sia-sia.

2. Perampok bersenjata ini tergolong meresahkan, sebagian anggota polisi pasti berfikir untuk berusaha meminimalisir korban selanjutnya dengan melumpuhkan para komplotan perampok dengan resiko sekecil mungkin --ada pelapor yang bilang sandra selamat-- meski harus ada korban yang jatuh.

 

Point mengenai peraturan yang dilanggar dan opini mengenai situasi

1. Pelapor dan terlapor bisa dibilang sama-sama melanggar peraturan, Non RP Behaviour sebagai penyandra dan sebagai polisi.

- Penyandra menembaki polisi padahal masih memiliki sandra dan belum ada ancaman serius atau belum ada permintaan tertentu yang belum ditanggapi oleh SAPD.

- SAPD menerobos masuk, tidak sabaran dan tidak mau menahan diri serta tidak menggunakan media yang ada --/m(egaphone)-- untuk melakukan Roleplay negosiasi.

2. Pelapor dan terlapor tidak memerankan karakternya ketika tertembak dibagian tertentu --dilihat dari SS--, misal kaki, tangan atau bagian badan yang lainnya.

- Untuk point ke-dua, saya kira jarang ada yang mau me-Roleplaykan kecuali itu bawaan fiture server.

 

Inti penjelasan.

1. Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar.

2. Saya berusaha mengambil keputusan seadil-adilnya, tanpa berpihak dan tanpa merugikan salah satu pihak.

3. Saya berani mengambil alih thread ini karena saya pikir seluruh kegiatan 'tembak-tembakan' antara perampok dan polisi harus dikurangi, apalagi yang kalah sampai report atau yang kalah menghukum yang menang.

4. Apabila point-point di atas kurang jelas, mari kita atur jadwal untuk melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara, bukan RE-RP tapi OLAH TKP agar semuanya jelas dan tidak ada yang dirugikan atau merasa dipinggirkan.

 

Maaf ikut nimbrung. Sudah jelas yg dijelaskan oleh Admin Riobos bahwa keduanya memang salah, 1. nonrp behaviour (pelapor) dan 2. Powergaming (terlapor). Jika kalian tidak ingin diberi hukuman, lebih bik damai sebagai jalan keluar. Toh cuma game, ini bisa dijadikan pelajar buat kalian agar bisa memperbaikinya. Bagaimana jika damai?

Posted
6 minutes ago, Gollum said:

 

Maaf ikut nimbrung. Sudah jelas yg dijelaskan oleh Admin Riobos bahwa keduanya memang salah, 1. nonrp behaviour (pelapor) dan 2. Powergaming (terlapor). Jika kalian tidak ingin diberi hukuman, lebih bik damai sebagai jalan keluar. Toh cuma game, ini bisa dijadikan pelajar buat kalian agar bisa memperbaikinya. Bagaimana jika damai?

Iye mending damai dah biar clear.kapok akuhh

Posted
7 hours ago, denwests said:

 

Saya (Deonne Dottie) akan menaggapi perihan pertanyaan tersebut, untuk pembahasannya ada dibawah.

 

 

Diatas adalah chatlog milik @HaikAlparizi

 

[7:13:51] 911: Crime: [ ada robber di MC 2 orang ]
[7:13:51] 911: Reporter: [ Tony Marvin ] Phone: [ 1010961 ]
[7:14:7] [RADIO] PO-I Deonne Dottie: STAFF-4 respond niner, code 3
[7:14:12] 911: Crime: [ ada robber di MC 2 orang ]
[7:14:12] 911: Reporter: [ Tony Marvin ] Phone: [ 1010961 ]
[7:14:23] * Deonne Dottie unstucks USP.45 from utility belt - flicks the safety to [OFF] 
[7:14:28] 911: Crime: [ anda nembak sandra pada mati ]
[7:14:28] 911: Reporter: [ Haikal Alparizi ] Phone: [ 565650 ]
[7:14:34] * Theo Dempsey unstucks HK45c from utility belt, flick safety OFF ready to shoot anytime. 
[7:14:41] * Theo Dempsey holster his HK45c back to utility belt and switch the safety to ON
[7:14:42] * Theo Dempsey slings his M4, and switch the safety to ON
[7:14:43] * Theo Dempsey unslings his M4, flick safety OFF ready to shoot anytime. 
[7:15:13] Hector Cruella Shouts: anda tembak!
[7:15:17] * Darrance Demarion takes smith & wesson model 457 from the utility belt - Flicks safety [OFF]
[7:15:20] Hector Cruella Shouts: sandra mati semua!
[7:15:40] Mask 620241 Shouts: anda tembak sandra mati!

 

Diatas adalah chatlog milik saya (Deonne Dottie)

 

Pertama, /s pelapor masuk ke chatlog saya yang dimana kronologinya sebagai berikut :

Pada saat saya bersama Theo Dempsey tiba menggunakan unit SAPD diantara kedua garasi, kami langsung ditembaki oleh suspect.

Kemudian saya sebagai driver unit tersebut langsung mundur dan memasukan kendaraan ke garasi sebelah kanan (ada sela pintu disana yang mengarah ke gudang/parkiran MC) pada saat kami didalam garasi tersebut kami masih mendapatkan tembakan dari suspect, tentunya dengan reflek saya langsung mengeluarkan senjata dan Theo Dempsey-pun sama.

 

Sempat terjadi baku tembak disana, akhirnya saya memutuskan untuk melewati pintu yang berada di sebelah kanan garasi tersebut dan mendekat kearah depan gudang tanpa memberikan tembakan. Pada saat disitulah Chatlog tersebut masuk. Karena dirasa masih berbahaya, saya bersembunyi dibalik tembok dan suspect tetap memberikan tembakan kepada saya. Lagi - lagi upaya negosiasi gagal kembali, dikarenakan suspect masih menembaki saya. Hingga pada saat saya mencoba bergerak kedepan gedung dari tembok tempat saya berlindung dan tanpa memberikan tembakan apapun, saya masih ditembaki pada saat berada didepan gedung.

 

Dari sini aje die membuat statment ditembak duluan yg ga ada bukti kuat kyk gitu. Ditembak atau menembak, Riobos: Tolong lah statement-statement kayak begitu gak usah dipakai buat ngasih penjelasan di thread report player

Posted
3 minutes ago, HaikAlparizi said:

Dari sini aje die membuat statment ditembak duluan yg ga ada bukti kuat kyk gitu. Ditembak atau menembak, Riobos: Tolong lah statement-statement kayak begitu gak usah dipakai buat ngasih penjelasan di thread report player

Ya maka dari itu kalo menurut saya pribadi emang kita ga bisa saling membuktikan siapa yang nembak duluan, kita punya statement masing-masing.

Posted
3 minutes ago, DePR12 said:

Ya maka dari itu kalo menurut saya pribadi emang kita ga bisa saling membuktikan siapa yang nembak duluan, kita punya statement masing-masing.

Kenape gue membuat statment itu sekali langsung " statment statment begitu ga usa dibawa ke thread report " sedangkan anda membawa statment itu terus menerus bahwasanya statment anda dan temen anda itu benar

Disini gue pengen damai, tapi tolong jelaskan kesalahan gue dan penyebab kesalahan gue.

Posted
3 minutes ago, HaikAlparizi said:

Kenape gue membuat statment itu sekali langsung " statment statment begitu ga usa dibawa ke thread report " sedangkan anda membawa statment itu terus menerus bahwasanya statment anda dan temen anda itu benar

Disini gue pengen damai, tapi tolong jelaskan kesalahan gue dan penyebab kesalahan gue.

Beberapa point penjelasan mengenai thread ini.

1. Pelapor yang ber-Roleplay menyandra seseorang kurang berperan penuh dalam Roleplaynya sebagai pemegang sandra apalagi malah menembaki SAPD yang mencoba untuk ber-negosiasi.

2. SAPD malah menerobos masuk dan balas menembaki pelapor yang memiliki sandra tanpa memikirkan panjang lebar peristiwa setelah kejadian tersebut.

3. Ini merupakan game peran, dimana peran yang dijalankan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan atau bisa dibilang ini persatuan dari fiksi dan nyata karena terbentur oleh peraturan yang dibuat.

 

Point teori yang diambil dari film-film atau tayangan

1. Polisi sering berfikir apabila melepaskan perampok dan mem-prioritaskan sandra akan berakibat fatal sebab kebanyakan polisi berfikir bahwa berakhir atau tidaknya negosiasi permapok akan tetap mengeksekusi sandra, ini terburuknya.

Terbaiknya perampok akan kembali memanfaatkan sandra untuk recana jahat selanjutnya dan usaha negosiasi akan --bisa dibilang-- sia-sia.

2. Perampok bersenjata ini tergolong meresahkan, sebagian anggota polisi pasti berfikir untuk berusaha meminimalisir korban selanjutnya dengan melumpuhkan para komplotan perampok dengan resiko sekecil mungkin --ada pelapor yang bilang sandra selamat-- meski harus ada korban yang jatuh.

 

Point mengenai peraturan yang dilanggar dan opini mengenai situasi

1. Pelapor dan terlapor bisa dibilang sama-sama melanggar peraturan, Non RP Behaviour sebagai penyandra dan sebagai polisi.

- Penyandra menembaki polisi padahal masih memiliki sandra dan belum ada ancaman serius atau belum ada permintaan tertentu yang belum ditanggapi oleh SAPD.

- SAPD menerobos masuk, tidak sabaran dan tidak mau menahan diri serta tidak menggunakan media yang ada --/m(egaphone)-- untuk melakukan Roleplay negosiasi.

2. Pelapor dan terlapor tidak memerankan karakternya ketika tertembak dibagian tertentu --dilihat dari SS--, misal kaki, tangan atau bagian badan yang lainnya.

- Untuk point ke-dua, saya kira jarang ada yang mau me-Roleplaykan kecuali itu bawaan fiture server.

 

Inti penjelasan.

1. Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar.

2. Saya berusaha mengambil keputusan seadil-adilnya, tanpa berpihak dan tanpa merugikan salah satu pihak.

3. Saya berani mengambil alih thread ini karena saya pikir seluruh kegiatan 'tembak-tembakan' antara perampok dan polisi harus dikurangi, apalagi yang kalah sampai report atau yang kalah menghukum yang menang.

4. Apabila point-point di atas kurang jelas, mari kita atur jadwal untuk melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara, bukan RE-RP tapi OLAH TKP agar semuanya jelas dan tidak ada yang dirugikan atau merasa dipinggirkan.

-Riobos.

Posted
2 minutes ago, DePR12 said:

Beberapa point penjelasan mengenai thread ini.

1. Pelapor yang ber-Roleplay menyandra seseorang kurang berperan penuh dalam Roleplaynya sebagai pemegang sandra apalagi malah menembaki SAPD yang mencoba untuk ber-negosiasi.

2. SAPD malah menerobos masuk dan balas menembaki pelapor yang memiliki sandra tanpa memikirkan panjang lebar peristiwa setelah kejadian tersebut.

3. Ini merupakan game peran, dimana peran yang dijalankan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan atau bisa dibilang ini persatuan dari fiksi dan nyata karena terbentur oleh peraturan yang dibuat.

 

Point teori yang diambil dari film-film atau tayangan

1. Polisi sering berfikir apabila melepaskan perampok dan mem-prioritaskan sandra akan berakibat fatal sebab kebanyakan polisi berfikir bahwa berakhir atau tidaknya negosiasi permapok akan tetap mengeksekusi sandra, ini terburuknya.

Terbaiknya perampok akan kembali memanfaatkan sandra untuk recana jahat selanjutnya dan usaha negosiasi akan --bisa dibilang-- sia-sia.

2. Perampok bersenjata ini tergolong meresahkan, sebagian anggota polisi pasti berfikir untuk berusaha meminimalisir korban selanjutnya dengan melumpuhkan para komplotan perampok dengan resiko sekecil mungkin --ada pelapor yang bilang sandra selamat-- meski harus ada korban yang jatuh.

 

Point mengenai peraturan yang dilanggar dan opini mengenai situasi

1. Pelapor dan terlapor bisa dibilang sama-sama melanggar peraturan, Non RP Behaviour sebagai penyandra dan sebagai polisi.

- Penyandra menembaki polisi padahal masih memiliki sandra dan belum ada ancaman serius atau belum ada permintaan tertentu yang belum ditanggapi oleh SAPD.

- SAPD menerobos masuk, tidak sabaran dan tidak mau menahan diri serta tidak menggunakan media yang ada --/m(egaphone)-- untuk melakukan Roleplay negosiasi.

2. Pelapor dan terlapor tidak memerankan karakternya ketika tertembak dibagian tertentu --dilihat dari SS--, misal kaki, tangan atau bagian badan yang lainnya.

- Untuk point ke-dua, saya kira jarang ada yang mau me-Roleplaykan kecuali itu bawaan fiture server.

 

Inti penjelasan.

1. Menurut saya ini murni masalah pemikiran player bahwa apa yang ada di dunia nyata harus diperankan dengan baik di dalam dunia peran padahal belum tentu apa yang dilihat atau yang dijadikan referensi itu seluruhnya benar.

2. Saya berusaha mengambil keputusan seadil-adilnya, tanpa berpihak dan tanpa merugikan salah satu pihak.

3. Saya berani mengambil alih thread ini karena saya pikir seluruh kegiatan 'tembak-tembakan' antara perampok dan polisi harus dikurangi, apalagi yang kalah sampai report atau yang kalah menghukum yang menang.

4. Apabila point-point di atas kurang jelas, mari kita atur jadwal untuk melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara, bukan RE-RP tapi OLAH TKP agar semuanya jelas dan tidak ada yang dirugikan atau merasa dipinggirkan.

-Riobos.

Udah lah mas kalo keabisan kata" jan copas kata" orang terus, udah damai,,damai,,,,DAMAI!

Posted
1 minute ago, HaikAlparizi said:

Udah lah mas kalo keabisan kata" jan copas kata" orang terus, udah damai,,damai,,,,DAMAI!

Siap, kalo gitu tunggu aja keputusan admin Riobos gimana.

Posted

Kesimpulan gua dari kasus ini simple.

 

1. Robber kurang pemahaman apa itu RP sandra dan lebih mementingkan menembak.

2. Mungkin karena panik jadi main tembak dan alur rp berabtakan.

3. SAPD gagal jadi penengah roleplay.

4. Kurangnya komunikasi karena ketika lu /s jaraknya biar keliatan harus lumayan deket biar keliatan.

5. RP pun menjadi FAIL Rp karena gak ada yang mau kalah.

6. Sandra jadi gak ada gunanya dalam RP ini. Karena mereka lebih mentingin tembak menembak daripada negoisasi.

 

 

Itu kesimpulan saya. So lain kali kalo mau RP sandra pahamin dulu apa itu "MENYANDRA".

  • Top 2
Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...