Leaderboard
Popular Content
Showing content with the highest reputation on 03/01/2026 in all areas
-
33 points
-
2 points
-
Terribly sorry for the issue caused over past three days. We handled it internally and make sure the server wont deal with shits again. 2 years reached. Big shoutout to everyone involved in and out the faction. Still going strong and further. Me personally owe you boys a big big damn thanks. Namoy!2 points
-
Guide about a Criminal Syndicate or commonly known as Drug Trafficking Organization Hai teman-teman, kali ini gua mau bahas tentang Drug Traffickers, atau yang biasa disebut Organized Crime Syndicate. Kenapa disebut Organized Crime Syndicate? Karena berbeda dengan organized crime berbasis mafia pada umumnya, sebuah crime syndicate tidak berfokus pada satu ras atau latar belakang tertentu. Fokus utama mereka bukan membangun kekuasaan jangka panjang berbasis keluarga atau darah, tapi profit jangka pendek dan efisiensi distribusi. Orang-orang di dalam crime syndicate yang menyalurkan barang ilegal hanya dipakai “seperlunya”. Sampai titik tertentu, selama masih berguna dan tidak membawa masalah, mereka akan tetap dipakai. Tapi ketika sudah tidak dibutuhkan atau mulai membahayakan kepentingan bersama, individu tersebut bisa langsung dibuang tanpa banyak pertimbangan. Agar mempermudah para pembaca, gua akan membuat struktur guide ini berdasarkan beberapa bagian yaitu : I. RECRUITMENT II. OPERATING PROCEDURE III. STRUCTURE IV. CONSEQUENCES V. PURPOSE VI. MAIN FOCUS Oke, langsung aja kita mulai ke pembahasan gabut ini. I. RECUITMENT Seperti yang sudah gua jelaskan sebelumnya, crime syndicate tidak pernah dibangun di atas loyalitas. Loyalitas itu mahal, ribet, dan berisiko. Hal-hal kayak darah, ras, atau sejarah keluarga yang masih diagung-agungkan di mafia tradisional seperti LCN di sini justru dianggap beban. Dalam Drug Trafficking Organization atau crime syndicate, identitas personal tidak punya nilai. Nama, asal, latar belakang, semua itu cuma noise. Yang dicari cuma satu: fungsi. Selama seseorang bisa menjalankan fungsi itu, dia dipakai. Begitu fungsinya berhenti atau mulai jadi risiko, dia langsung kehilangan nilai. Sesederhana itu. Marcello Fiorentino adalah contoh yang pas. Dia seorang soldier yang dikirim keluarganya ke sebuah kota katakanlah Los Santos bukan untuk membangun nama, bukan untuk membesarkan family, tapi murni untuk satu tujuan: mengalirkan barang. Crack yang ia terima bukan simbol kepercayaan, tapi titipan dagang. Selama barang bergerak dan uang kembali ke atas, Marcello dianggap sukses. Selebihnya tidak penting. Masalahnya, distribusi seperti ini tidak bisa dijalankan sendirian. Bukan karena butuh tim, tapi karena butuh tameng. Dan di sinilah proses rekrutmen mulai berjalan: bukan mencari orang terbaik, tapi mencari orang yang paling bisa dikorbankan. Target rekrutmen crime syndicate hampir selalu datang dari lapisan yang sama: 1. Seorang jobless yang dipecat, lalu terjerumus jadi drug addict sampai kehilangan fungsi sosial. Orang seperti ini bukan cuma butuh uang cepat, tapi juga sudah terbiasa hidup di bawah tekanan. 2. Anak muda 15–18 tahun dari lingkungan ghetto, yang sejak awal sudah hidup dekat dengan kriminal kecil dan street gang. Mereka belum punya apa-apa, jadi tidak ada yang perlu dijaga. 3. Seorang hooker korban human trafficking, yang tubuh dan hidupnya sudah lebih dulu dikapitalisasi oleh sistem lain. Menjual barang terlarang hanyalah lapisan eksploitasi berikutnya. 4. Ex-convict yang gagal kembali ke kehidupan normal. Dengan catatan kriminal di belakang, pilihan mereka tinggal sedikit, dan crime syndicate tahu itu. Orang-orang ini direkrut bukan untuk berkembang, tapi untuk menyerap risiko. Mereka adalah lapisan yang paling dekat dengan konsumen, hukum, dan kematian. Kalau tertangkap, mereka tidak membawa informasi penting. Kalau hilang, tidak ada yang bertanya. Dan kalau mati, jaringan tetap jalan. Di titik ini, konsep “naik pangkat” sebenarnya sudah salah kaprah. Crime syndicate tidak pernah berniat menaikkan siapa pun. Tidak ada jalur karier, tidak ada masa depan, dan tidak ada posisi aman. Yang ada cuma orang-orang yang untuk sementara belum diganti. “Naik Pangkat” dalam Crime Syndicate: Ilusi Berbeda dengan mafia tradisional yang mengenal jabatan dan hierarki, posisi di crime syndicate ditentukan oleh satu hal: seberapa besar kamu bisa membangun jarak antara dirimu dan risiko. Carlitos Conzaguita adalah contoh yang tepat. Awalnya dia cuma antek Marcello penjual crack per kilo, setor kick-up, selesai. Tapi Carlitos punya satu kelebihan: dia tidak berhenti di posisi paling kotor. Dia mulai menarik orang lain untuk menggantikan peran yang paling berisiko. Perlahan, Carlitos membentuk sistem versinya sendiri: Harga tetap mengikuti Marcello sebagai supplier utama Konsumen difokuskan ke pembelian besar agar perputaran cepat Penyalur lain direkrut untuk menutup jarak dengan jalanan Distribusi tetap jalan tanpa perlu Carlitos turun langsung Di titik ini, Carlitos tidak “naik pangkat”. Yang terjadi adalah: dia berhenti jadi expendable. Dia masih bisa dibuang, tapi biayanya jadi lebih mahal. Dan dalam crime syndicate, itulah satu-satunya bentuk “kenaikan posisi” yang nyata. Crime syndicate tidak tumbuh lewat loyalitas atau struktur sakral, tapi lewat seleksi alam yang brutal. Yang bertahan bukan yang paling setia, tapi yang paling cepat memindahkan risiko ke orang lain. Sisanya? Habis. Diganti. Dilupakan. II. OPERATING PROCEDURE Fokus utama dari Operating Procedure adalah satu hal: cashflow harus tetap jalan. Selama uang muter dan barang bisa disalurkan, berarti sistem masih hidup. Di crime syndicate, konsep legal front sebenarnya bukan sesuatu yang wajib, berbeda dengan organisasi kriminal tradisional yang memang butuh kedok jelas dan tempat tetap. Crime syndicate tidak punya base atau tempat nongkrong tetap. Mereka tidak berkumpul untuk sekadar ngobrol atau menunjukkan eksistensi. Pertemuan hanya terjadi kalau memang diperlukan, selebihnya masing-masing jalan sendiri. Bahkan di luar urusan organisasi, antar anggota bisa saling tidak kenal. Dan itu memang disengaja. Dalam beberapa kondisi, bukan hal aneh kalau individu-individu yang berada di bawah payung yang sama bisa konflik, bahkan tembak-tembakan, tanpa ada yang tahu kalau mereka sebenarnya satu jaringan. Karena itulah operating procedure di crime syndicate bukan aturan ketat, tapi lebih ke formalitas minimum supaya semua tetap berjalan di jalurnya. Operating procedure ini bukan untuk membangun loyalitas, tapi untuk: memastikan distribusi tidak terputus membatasi informasi yang beredar membuat setiap orang hanya fokus ke tugasnya masing-masing Legal Front (Jika Diperlukan) - TIDAK WAJIB!! Walaupun tidak wajib, crime syndicate tetap bisa menggunakan legal front, tapi fungsinya bukan sebagai identitas organisasi. Legal front hanya dipakai sebagai alat, dan bisa dibuang kapan saja kalau sudah tidak aman. Contoh legal front yang sering dipakai: Bar atau tempat hiburan Tidak membutuhkan pendidikan tinggi untuk bekerja, mudah dimasuki siapa saja, dan perputaran uangnya cepat. Cocok untuk distribusi kecil dan perekrutan informal. Tempat judi atau komunitas tertentu Bisa berupa tempat taruhan, ruang judi, atau perkumpulan yang terlihat “biasa”. Tempat ini sering dijadikan titik temu sementara atau jalur masuk uang tunai. Toko kecil atau usaha cash-based Seperti pawnshop, toko barang bekas, atau usaha lain yang wajar menerima uang tunai. Digunakan untuk memutar uang dan menyamarkan aktivitas individual. Legal front ini tidak bersifat permanen. Begitu terlalu panas atau mulai menarik perhatian, tempat tersebut bisa langsung ditinggalkan tanpa berdampak besar ke organisasi. III. STRUCTURE Struktur dalam sebuah Organized Crime Syndicate tidak berjalan secara vertikal seperti mafia tradisional. Tidak ada sistem pangkat resmi, tidak ada upacara pengangkatan, dan tidak ada hierarki berbasis darah. Struktur di sini terbentuk secara fungsional, berdasarkan peran, koneksi, dan seberapa besar kontribusi seseorang terhadap cashflow. Secara umum, struktur crime syndicate bisa digambarkan sebagai jaringan berlapis, bukan piramida kekuasaan. 1. Supplier / Handler Posisi ini biasanya diisi oleh pihak yang memiliki akses langsung ke barang. Mereka bisa berasal dari keluarga kriminal lain, organisasi di luar kota, atau jaringan yang lebih besar. Supplier tidak terlibat langsung di jalanan, dan jarang terlihat. Dalam konteks contoh sebelumnya, keluarga Marcello berperan sebagai supplier. Mereka menyediakan barang, menentukan kualitas, serta harga dasar. Hubungan mereka dengan distributor bersifat bisnis, bukan emosional. Ciri utama: Tidak turun langsung ke lapangan Memegang kontrol atas suplai Minim eksposur Bisa mengganti distributor kapan saja 2. Distributor / City Operator Distributor adalah tulang punggung dari crime syndicate di tingkat kota. Mereka menerima barang dari supplier dan bertanggung jawab atas peredaran di wilayah tertentu. Marcello Fiorentino berada di posisi ini. Tugas utamanya adalah memastikan barang tersebar dan uang kembali ke atas. Marcello tidak perlu mengontrol semua orang secara langsung, yang penting target distribusi tercapai. Ciri utama: Beroperasi di satu kota Mengatur jalur distribusi Merekrut penyalur tingkat bawah Menjadi penghubung antara supplier dan street-level 3. Independent Cell / Sub-Distributor Di posisi inilah Carlitos Conzaguita berada. Awalnya hanya bekerja di bawah Marcello, tapi karena memiliki koneksi sendiri, Carlitos membentuk cell independen. Cell ini tidak sepenuhnya terpisah, tapi juga tidak sepenuhnya dikontrol. Selama Carlitos masih: membeli barang dari Marcello mengikuti harga dasar menyetor kick-up sesuai kesepakatan maka dia tetap dianggap bagian dari jaringan. Ciri utama: Punya jaringan sendiri Bisa merekrut orang lain Mengatur sistem internal masing-masing Bisa berkembang atau hancur tanpa memengaruhi struktur utama 4. Street-Level Operatives Ini adalah lapisan terbawah dan paling disposable. Mereka berhadapan langsung dengan konsumen dan risiko hukum paling tinggi. Orang-orang di level ini biasanya: Tidak mengenal struktur di atasnya Hanya tahu siapa yang memberi barang Mudah diganti Jarang bertahan lama Recruitment di level ini sudah dijelaskan di bagian sebelumnya: jobless, anak muda ghetto, korban trafficking, dan individu bermasalah lainnya. 5. Facilitator (Tidak Wajib) Dalam beberapa kondisi, crime syndicate juga menggunakan pihak pendukung yang tidak terlibat langsung dalam distribusi. Contohnya: Pemilik bar Pengelola tempat judi Pemilik toko cash-based Perantara keuangan Mereka bukan anggota, tapi punya fungsi penting. Jika terjadi masalah, hubungan bisa langsung diputus tanpa dampak besar ke struktur utama. Struktur crime syndicate bertahan karena: tidak terpusat, minim komunikasi langsung, berbasis fungsi, bukan loyalitas, setiap lapisan bisa diganti. Jika satu cell tertangkap atau hancur, lapisan lain tetap bisa berjalan. Inilah yang membuat crime syndicate sulit diberantas secara menyeluruh. IV. CONSEQUENCES Konsekuensi? Kalau kamu mengira bahwa setiap orang yang berada di bawah jaringan Organized Crime Syndicate memiliki semacam “perlindungan” dari organisasi, itu salah besar. Berbeda dengan made man di sebuah family tradisional yang masih punya nilai loyalitas dan kepedulian internal, di crime syndicate konsekuensi adalah fondasi utama organisasi. Justru karena tidak ada loyalitas, maka kontrol hanya bisa dijaga lewat rasa takut dan risiko. Disposal di sini sangat gampang terjadi. Anggota diperlakukan layaknya aset sekali pakai. Selama masih berguna, dipakai. Begitu menjadi beban, langsung dibuang. Seseorang yang terhubung dengan crime syndicate, bahkan hanya karena melakukan “sedikit” kesalahan, sudah cukup untuk menghilangkan dirinya dari jaringan. Dalam kondisi tertentu, konsekuensi paling ekstrem adalah dibunuh, tergantung situasi dan tingkat risiko yang ditimbulkan. Beberapa konsekuensi yang terpikir oleh gua sejauh ini antara lain: Hilangnya barang yang seharusnya didistribusikan, baik karena dicuri, disalahgunakan, atau dijual di luar jalur. Tertangkapnya seorang distributor oleh kepolisian, atau indikasi bahwa individu tersebut masuk atau mencoba masuk ke witness protection program. Terhubung dengan jaringan kompetitor, distributor lain, atau pihak luar tanpa izin. Bentuknya bisa macam-macam, mulai dari jual barang silang sampai berbagi informasi. Gagal setor atau manipulasi kick-up, baik disengaja maupun karena ketidakmampuan individu mengelola jalurnya sendiri. Membawa perhatian berlebihan, entah itu karena gaya hidup mencolok, kekerasan terbuka, atau tindakan ceroboh yang membuat jalur distribusi “panas”. Kenapa Konsekuensi Ini Penting Seperti yang sudah disebutkan, Crime Syndicate adalah organisasi dengan risiko tinggi, baik bagi individu yang masuk ke dalamnya, maupun bagi jaringan itu sendiri. Oleh itu, hal paling penting yang selalu dihindari adalah bocornya informasi supplier. Supplier adalah titik paling sensitif. Selama identitas dan jalur supplier aman, maka organisasi masih bisa bertahan, meskipun beberapa cell di bawahnya hancur. Inilah alasan kenapa chain-of-command harus tetap terputus-putus. Dalam contoh sebelumnya, Marcello sebagai jalur tengah tidak bertemu langsung dengan banyak pihak. Ia hanya berhubungan dengan pembeli skala besar atau sub-distributor seperti Carlitos. Di bawah itu, informasi dipotong lagi. Semakin ke bawah posisi seseorang, semakin sedikit yang ia ketahui. Dan semakin sedikit yang ia ketahui, semakin kecil kerusakan yang bisa ditimbulkan jika ia tertangkap atau menghilang. Inti dari Consequences pada point ini adalah : Tidak ada perlindungan Tidak ada toleransi kesalahan besar Tidak ada jaminan umur panjang Semua bisa diganti Dalam crime syndicate, kesalahan tidak selalu dibalas dengan peringatan. Dalam banyak kasus, kesalahan langsung dibalas dengan penghapusan. Pada point ini biar mempermudah kejelasan perbedaan paling utama dengan DTO (Drug Trafficking Organization) dan Traditional Organized Crime adalah dengan table sebagai berikut. Aspek Utama DTO - Crime Syndicate Traditional Organized Crime Identitas & Ikatan Tidak ada identitas personal. Individu hanyalah fungsi operasional. Identitas melekat pada keluarga, nama, dan darah. Nilai Loyalitas Loyalitas bersifat sementara dan transaksional. Loyalitas mutlak dan seumur hidup. Konsekuensi & Perlindungan Tidak ada perlindungan disposal cepat dan pragmatis. Dilindungi oleh struktur family; hukuman lewat hierarki. V. PURPOSE Akhirnya kita sampai ke Purpose / Tujuan. Jujur aja, gua udah capek ngetik. Tapi justru bagian ini adalah point paling PENTING dari DTO (Drug Trafficking Organization). Kenapa? Karena DTO itu krusial buat setiap rantai yang berhubungan dengan narkotika. Hilangnya fungsi dari sebuah DTO bukan cuma berdampak ke satu organisasi, tapi bisa menciptakan domino effect ke banyak aspek, mulai dari logistik ilegal sampai perputaran ekonomi gelap di suatu negara atau kota. Drug sendiri punya banyak fungsi bagi penggunanya. Secara garis besar, narkotika dipakai untuk memicu adrenalin, menenangkan pikiran, atau melarikan diri dari tekanan hidup. Itu sebabnya, sampai sekarang, konsumsi narkoba masih terus terjadi. Walaupun barang tersebut ilegal, tetap bisa terdistribusi secara luas. Pertanyaannya: kenapa itu bisa terjadi? Jawabannya satu: karena ada DTO. Tiga Entitas Utama dalam Rantai Drug Trafficking Untuk memahami purpose dari DTO, kita bisa membagi peran organisasi ke dalam tiga kategori besar. 1. Cartel (Production Level) Cartel berperan sebagai produsen utama. Mereka menguasai sumber bahan mentah dan proses awal produksi. Contohnya cartel dari Meksiko yang: menanam tanaman bahan baku memprosesnya di fasilitas tertutup mengubahnya menjadi produk siap edar Bukan “pabrik” dalam arti formal, tapi lebih ke fasilitas produksi tersembunyi yang dijaga ketat dan jauh dari pengawasan hukum. Fokus cartel bukan distribusi kecil, tapi kuantitas besar dan kontinuitas suplai. 2. Crime Enterprise Crime enterprise adalah organisasi yang menghubungkan dunia produksi dengan dunia distribusi. Bentuknya bisa bermacam-macam, dan biasanya sudah eksis sebelum masuk ke bisnis narkotika. Contoh paling umum: Motorcycle Club (MC) Street Gang Organized Crime berbasis tradisional Organisasi ini punya: wilayah manpower jaringan kekerasan Drug hanyalah salah satu komoditas, bukan identitas utama mereka. 3. Drug Trafficking Organization (DTO) DTO biasanya tidak muncul dari nol, tapi lahir dari konflik, kebutuhan, atau celah di antara organisasi lain. DTO bisa tercipta karena: sebuah family mengirim soldier perpecahan internal organisasi, kolaborasi pragmatis antar kelompok Contoh paling sederhana: Gang A bertemu dengan Gang B. Lalu terciptalah “Gang AB”, bukan untuk perang wilayah, tapi fokus menjual satu produk tertentu. Soal sistem, jalur, dan aturan bisa diatur belakangan yang penting profit jalan dulu. Sub-point penting: Dari sinilah biasanya terjadi rekrutmen di tengah jalan, di mana anggota DTO bukan berasal dari Gang A maupun Gang B, melainkan orang luar yang direkrut murni berdasarkan fungsi. VI. MAIN FOCUS Pada akhirnya, fokus utama Drug Trafficking Organization atau crime syndicate dalam konteks ini sebenarnya hanya satu: profit. Namun profit yang dimaksud bukan jangka panjang, bukan stabilitas, dan bukan keberlanjutan. Yang dikejar adalah keuntungan cepat, jangka pendek, dan bisa diputus kapan saja. Organisasi ini memang tidak pernah dirancang untuk hidup lama. Tidak ada ambisi menjadi legenda, tidak ada kepentingan membangun nama besar, dan tidak ada kebutuhan menjaga eksistensi. Jika sebuah DTO hancur dalam semalam, itu bukan kegagalan itu justru bagian dari cara kerjanya. Di sinilah perbedaannya dengan MC, street gang, atau mafia tradisional. Organisasi-organisasi tersebut dibangun di atas ritual, simbol, identitas, dan loyalitas. DTO tidak memiliki itu semua. Tidak ada prosesi, tidak ada pengangkatan resmi, dan tidak ada ikatan emosional antar individu. Justru karena kesederhanaan inilah DTO mudah dibuang dan diganti. Namun di titik ini muncul twist yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira DTO lemah karena tidak punya struktur sakral, tidak punya loyalitas, dan tidak punya sejarah. Padahal kenyataannya, di situlah letak kekuatannya. DTO tidak bisa dihancurkan dengan cara yang sama seperti organisasi lain, karena yang dihancurkan biasanya hanya permukaannya. Yang jatuh bukan sistemnya, melainkan nama, lokasi, dan orang-orang expendable di lapisan bawah. Ketika satu DTO runtuh, jalur distribusi, koneksi, dan alur uangnya tidak benar-benar hilang. Semuanya hanya berpindah wadah. Besok bisa muncul DTO baru dengan nama berbeda, wajah berbeda, dan orang berbeda, tetapi memainkan fungsi yang sama. Yang berubah hanyalah kulit luarnya.Pada tahap ini, crime syndicate tidak lagi bisa dipahami sebagai organisasi, melainkan sebagai mekanisme. Sesuatu yang bisa dihidupkan dan dimatikan sesuai kebutuhan. Tidak perlu dipertahankan, karena sejak awal memang tidak pernah diniatkan untuk bertahan lama. Itulah sebabnya DTO menjadi bentuk organisasi yang paling sering digunakan. Bukan karena narkoba satu-satunya bisnis, melainkan karena DTO adalah wadah paling efisien untuk memutar uang dengan cepat, meminimalkan eksposur, menghindari keterikatan, dan mudah di-reset kapan saja. Dan di sinilah plot twist terakhirnya. Justru karena DTO bisa dibuang sewaktu-waktu, orang-orang di lapisan atas nyaris tidak pernah tersentuh. Yang tertangkap, yang tumbang, dan yang dikorbankan selalu lapisan bawah. DTO hanyalah alat, bukan tujuan. Maka ketika sebuah crime syndicate runtuh, pertanyaan yang tepat bukan “kenapa gagal?”, melainkan “apakah memang sudah waktunya dibuang?”. Intinya, crime syndicate tidak mengejar stabilitas, kehormatan, atau loyalitas. Selama masih untung, jalan. Begitu berhenti untung, buang. Akhir kata, dari saya pribadi, guide ini masih jauh dari kata sempurna. Thread ini diterbitkan bukan sebagai kebenaran mutlak, melainkan sebagai ruang diskusi terbuka agar kita bisa saling bertukar sudut pandang secara santai dan spontan. Jika ada hal yang ingin dibahas lebih lanjut atau disampaikan secara pribadi, saya membuka ruang bagi seluruh teman-teman komunitas JGRP untuk mengirimkan pesan pribadi melalui forum, termasuk kritik maupun masukan. Terima kasih atas seluruh kontribusi dan partisipasi dari semua pemain JGRP, dan khususnya yang saya sebut dibawah ini. Honorable Mention Mobster Tingkat keras!: @Naradax @temamilsa @be4zsty @Saintdom Thanks for bapak-bapak yang dari awal udah RP sama gua : @humbleson@boogeygod Thanks for support all this time: @MuhammadMisbahG My beloved crew who stand with me so far! : @NathanDwiPutra @Rizky Gunawan @Aco Baruga Source : Drug Trafficking Organizations - FBI Goverment Records.1 point
-
1 point
-
1 point
-
1 point
-
1 point
-
Dismissal Yukii10 from A1/JH Reason: Harassment and disrespect other staff member and player. Blacklisted1 point
-
Untuk faction sendiri memiliki RP yang berbeda beda, untuk ilegal faction tentu nya pasti melakukan RP criminal tidak hanya RP chit chat saja banyak RP yang bisa dilakukan sesuai dengan jenis FnG tersebut atau behavior dari FnG itu. Sedangkan untuk Faction legal seperti SAPD, SAFD, SANEWS ataupun beroleplay sebagai anggota company, untuk faction pemerintah kayak SAPD misal nya, ya biasa nya mereka beroleplay layak nya SAPD di dunia nyata seperti patroli, menilang orang. Dan tidak hanya berfokus di ingame saja untuk faction legal ini, biasa nya faction legal itu dia juga harus membagi fokus ke foruming. Foruming itu untuk merespon pelayanan seperti license atau juga sebagai laporan biasa nya. Inti nya setiap faction itu berbeda beda keseruannya dan benefit yang bisa didapatkan. Tentu nya jika mengincar uang saya sarankan untuk ikut di faction legal, tetapi faction ilegal pun bisa mendapatkan lebih banyak uang daripada faction legal, kalau pinter cara ber RP nya.1 point
-
A Step-by-Step Roleplay Guide and Command /me and /do using mentioned '@' __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Latar belakang dan masalah umum Apakah kamu masih menerapkan penggunaan /me dan /do ke lawan Roleplay kamu dengan mengetik nama depan/belakangnya? Apakah kamu tau bahwa di server JGRP sudah ada fitur yang bisa mem-mention nama lawan roleplay kamu hanya menggunakan '@'? Iya itu adalah fitur yang baru-baru ini saja diterapkan ke server JGRP SAMP yang diteruskan dari JGVRP GTA 5. So bagaimana penggunaan rinci Command ini? Ikuti penjelasan dan Guide nya! Pendahuluan️️ Halo! Selamat pagi/siang/sore/malam para player patriot Jogjagamers! Pada kesempatan dan peluang saya kali ini ingin membuatkan Guide/Panduan cara menggunakan Command /me dan /do menggunakan '@' untuk mem-mention lawan roleplay kita sebagaimana mestinya digunakan dan cara menggunakannya. Alasan saya membuat Guide ini yang pastinya agar player baru ataupun yang belum paham betul mengenai fitur CMD baru ini. Kebanyakan orang masih menganggap bahwa penggunaan /me dan /do untuk me-mention lawan roleplay menggunakan '@' ini hanyalah fitur yang basic dan boring. Namun jika tidak kalian gunakan, untuk apa fitur ini dibuat dan dikembangkan dengan baik untuk server? Jadi saya disini akan mengembangkan sekaligus memberikan tata cara penggunaannya secara rinci. Guide ini jelas diperuntukkan untuk bukan hanya untuk player baru saja, namun player yang sudah lama bermain pun masih bisa dan mampu mengembangkan prioritas penggunaan CMD ini untuk Roleplay daripada tidak ada mobilitas Roleplay sama sekali. Utama nya untuk kalian yang masih sering Roleplay /me dan /do masih memasukkan nama player / lawan roleplay kalian langsung, tanpa menggunakan '@'. Perlu diingatkan kembali, bahwa penggunaan '@' untuk me-mention player menggunakan /me dan /do bukanlah hal yang wajib digunakan, sebenarnya kalau kalian masih terbiasa dengan cara kalian sendiri ya itu kembali kepada kalian. Namun jika kalian ingin mengembangkan command server dan fitur baru yang ada mengenai penggunaan command wajib roleplay ini, wajib ikuti tata caranya. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Bagaimana cara penggunaan '@' untuk menyebutkan lawan roleplay/nama player Dalam dunia roleplay yang semakin realistis, sistem dan pengembangan /me dan /do juga menjadi salah satu fitur yang mendukung suasan roleplay sehari-hari layaknya aktifitas di dalam realita seperti berinteraksi dengan orang sekitar. Salah satu fitur penting yang perlu dipahami oleh setiap player adalah penggunaan perintah /me dan /do untuk me-mention nama player dengan menggunakan '@' 2. /me fitur roleplay /me adalah fitur yang sudah umum dan universal bagi kalangan roleplayer, /me ini digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas karakter kita, namun disini point nya adalah mengenai penggunaannya menggunakan '@' yang bertujuan untuk menyebutkan nama lawan roleplay hanya menggunakan ID player (Saat sedang login). Salah satu fungsi nya agar memacu jalannya roleplay agar tetap konsisten sesuai dengan jalannya waktu, tanpa hambatan karena lama mengetik nama player. Contoh kasus situasi chatting penggunaan command /me menggunakan '@': Kamu sedang berkeliling di area kota, lalu tiba-tiba ada seorang polisi yang memberhentikan dan menepikan kendaraanmu. Lalu polisi tersebut menghampirimu dan disitulah terjadi adanya contact roleplay dan menjadi lawan roleplay kamu saat ini (Si Polisi). Disetiap apapun situasinya disini kamu diharuskan untuk beroleplay, tidak hanya di chat IC namun aktifitas nya menggunakan /me. Salah satu nya dengan me-mention nama polisi tersebut dengan dalih memberikan indikat bahwa kita sedang beroleplay dengan dia. Lalu saat polisi meminta kalian untuk memperlihatkan lisensi maka disinilah /me digunakan untuk memberikan indikat '@' bahwa kalian sedang beroleplay dengan polisi tersebut. Namun perlu diingat teman-teman patriot, tidak disetiap situasi kalian harus menggunakan /me dengan komponen '@' ini. Fitur ini jelas hanya diperuntukkan saat kalian beroleplay dengan seseorang atau lawan roleplay kalian saat ini. Contoh cara penggunaan Roleplay menggunakan /me untuk mention seseorang '@': 2. /do Sama hal nya dengan /me cuma perbedaan disini adalah cara penggunaannya, seperti pada caranya, /do digunakan untuk mendeskripsikan keadaan sekitar/situasi roleplay sekitar serta keadaan diri sendiri, biasanya penggunaan /do menggunakan mention '@' untuk menggambarkan situasi roleplay atau keadaan diri sendiri. Contoh referensi penggunaan Roleplay /do untuk mention seseorang/biasanya diri sendiri menggunakan '@': __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer dan informasi tambahan Guide ini disusun berdasarkan pengalaman umum dan penggunaannya yang dianggap baik dalam modernisasi dunia roleplay khususnya di bidang fitur. Namun perlu dipahami bahwa tidak semua situasi roleplay bersifat kaku atau memiliki satu cara benar secara mutlak. Oleh karena itu, guide ini bukanlah aturan baku yang wajib diikuti secara mentah, melainkan sebagai pedoman belajar dan berlatih membangun RP yang lebih jelas, tertib, dan komunikatif. Tambahan informasi teman-teman patriot. Penggunaan '@' untuk me-mention player dalam situasi Roleplay yang berjalan sangat berguna bagi kemudahan jalannya situasi roleplay kita, namun kita perlu mengingat bahwa fitur ini jangan sampai mengidentifikasi penggunaannya. Jangan sampai ada salah paham karena salah me-mention yang ditujukan ke player yang tidak terlibat dalam roleplay kalian (Salah input ID saat menggunakan '@'). Dan Fitur ini juga tidak memaksakan kalian untuk mengubah gaya roleplay siapapun. Saya tau bahwa player memiliki cara ber-roleplay yang berbeda tergantung pengalaman dan gaya khas nya masing-masing. Jika ada perbedaan sudut pandang dalam menggunakan /me dan /do, itu sah-sah aja selama tetap menjaga kualitas roleplay kita dan mengikuti prosedur dan aturan server. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Penutupan dan kesimpulan Fitur '@' untuk me-mention player menggunakan /me dan /do dibuat untuk mendukung terbentuknya suasana penggunaan aktifitas Roleplay yang lebih rapih dan teratur, Penggunaan fitur baru ini tidak hanya menunjukkan inovasi terhadap mekanisme roleplay tersebut, tetapi juga mencerminkan kreatifitas Roleplay kita sebagai seorang player. Jadi. Selalu pastikan kita selalu Roleplay menggunakan /me, /ame, /do dimanapun dan kapanpun. Karena ini adalah server Roleplay bukan server Roam, so gunakanlah fitur baru ini dengan baik dan cermat. Karena tidak semua fitur bisa kalian sebut kurang menarik dan tidak ada perkembangan untuk kemajuan kreatifitas roleplay kita yang ingin menginginkan inovasi baru dari server tercinta ini. Semoga dengan GUIDE yang saya buatkan dapat digunakan dengan baik dan dimanfaatkan sebagaimana penggunaannya terkhusus untuk seluruh player JGRP tanpa memandang apapun, akhir kata dari saya kurang lebih nya mohon maaf. Terima kasih! Credit and author: @Lixzyyyyy1 point
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
