San Andreas Network Posted April 8, 2022 Posted April 8, 2022 CRIMINALITY — POLITIC & DEPARTMENT — VACATION — SPORT — AUTOMOTIVE — EVENT & COMMUNITYWaspada, Teralu Banyak Mengonsumsi Pemanis Buatan Bisa Picu KankerWritten by Fiete Steinhaeusser Photographed by : google.com (Los Santos, 2 April 2022) Pemanis buatan adalah sebuah bahan makanan pelengkap yang dikonsumsi oleh jutaan orang setiap hari, baik lewat makanan maupun minuman. Saat ini ada sebuah studi baru yang mengumumkan bahwa mengonsumsi pemanis buatan dapat memicu risiko kanker, utamanya kanker payudara dan kanker lain yang terkait dengan kelebihan berat badan.SPACERStudi ini berasal dari jurnal PLOS Medicine yang meneliti pemanis buatan dalam banyak produk. Penelitian ini dilakukan di French National Institute for Health and Medical Research dan Sorbonne Paris Nord University yang menganalisis data dari 108.865 orang dewasa Prancis yang berpartisipasi dalam studi NutriNet-Sante.SPACERMenurut Science Daily, studi NutriNet-Sante adalah kohort berbasis situs web yang dimulai pada 2009 dan masih berlangsung. Studi diinisiasi oleh Nutritional Epidemiology Research Team (EREN). Photographed by : google.com SPACERPeserta studi menyerahkan data mengenai riwayat medis, sosio demografis, pola makan, gaya hidup, dan data kesehatan. Setelah data peserta studi terkumpul, peneliti pun mengumpulkan data mengenai asupan pemanis buatan dari catatan pola makan selama 24 jam penuh. Selain catatan pola makan, dikumpulkan pula informasi mengenai diagnosis kanker yang dialami peserta.SPACERHasil dari pengamatan, peneliti menemukan partisipan yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah besar, terutama aspartam dan acesulfame-K. Adanya hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa peserta yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah besar, berisiko lebih tinggi terkena kanker dibanding mereka yang tidak terbiasa dengan pemanis buatan. Photographed by : google.com SPACER"Hasil dari kohort Nutri-Net Sante menunjukkan bahwa pemanis buatan yang ditemukan di banyak merek makanan dan minuman di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, sejalan dengan beberapa studi eksperimental in vivo/in vitro. Temuan ini memberikan informasi baru untuk evaluasi ulang bahan tambahan makanan oleh lembaga kesehatan," kata peneliti.SPACERTetapi, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Misalnya, asupan makanan yang dilaporkan secara mandiri, peserta kurang beragam. Karena data peserta yang dijadikan bahan penelitian adalah mayoritas perempuan dan orang-orang yang berpendidikan tinggi. Sehingga data peserta yang ada adalah data orang-orang yang sadar akan kesehatan. Menurut peneliti, penemuan dari kegiatan ini cukup memberikan informasi tentang potensi kerugian kesehatan akibat mengonsumsi terlalu sering pemanis buatan. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat, menurut peneliti membutuhkan studi lain yang cakupannya lebih luas. Spoiler Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut, Email : Comment :
$Sobersanta$ Posted April 8, 2022 Posted April 8, 2022 Email : [email protected] Comment : Harus mengurangi konsumsi nya nih.
Adikusumah Posted April 12, 2022 Posted April 12, 2022 e-mail: [email protected] comment: Hmm harus dibatasi.
Jeffrey_Philips Posted April 18, 2022 Posted April 18, 2022 Email : [email protected] Comment : Wah, sekarang gua minimalisir deh konsumsi pemanis buatan
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now