San Andreas Network Posted April 8, 2022 Posted April 8, 2022 CRIMINALITY — POLITIC & DEPARTMENT — VACATION — SPORT — AUTOMOTIVE — EVENT & COMMUNITYRawan Self-Diagnose, Pahami Tips Mencari Info Gejala Medis di InternetWritten by Lucio Valentino Photographed by : Goolge (Los Santos, 30 Maret 2022) Zaman kiwari, informasi apa saja ada di internet, termasuk perkara gejala berbagai penyakit kali. Cukup dengan mengetik kata kunci, berbagai informasi gejala penyakit hadir berderet di dalam layar komputer. Kebiasaan itu pula yang kerap dilakukan banyak orang di zaman kiwari.SPACERMengutip Psych Central, sebuah jajak pendapat menemukan bahwa 90 persen masyarakat Amerika Serikat mencari informasi mengenai gejala yang dialami melalui Google sebelum memeriksakan diri ke dokter. Sayangnya, kebiasaan itu rawan terhadap self-diagnose atau mendiagnosis diri sendiri tanpa yang melalui proses pemeriksaan medis. Photographed by : Goolge SPACERBetapa tidak, berbagai informasi yang hadir di internet tak bisa dikatakan 99 persen benar. Kebiasaan ini dikenal juga dengan istilah cyberchondria. Nama terakhir merupakan kondisi saat ini seorang mengkhawatirkan kesehatannya dan mencari gejala penyakit melalui internet, untuk kemudian mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapat di internet. Alih-alih membuat pikiran tenang dan bergerak untuk memeriksakan diri ke dokter, cyberchondria justru bisa membuat seorang panik atau tak karuan. Jadi, bagaimana Anda bisa menggunakan informasi di internet dengan efektif? Berikut beberapa tips yang bisa diikuti, mengutip Huffington Post.1. Mulailah dengan situs web organisasi kesehatan resmiSPACERInformasi kesehatan yang kurang akurat bisa ada di mana. Tahun lalu, ahli bedah Amerika Serikat, Vivek Murthy, mengidentifikasi misinformasi sebagai salah satu krisis kesehatan masyarakat. Salah satu cara untuk menghindari misi informasi adalah dengan meningkatkan literasi informasi. Mulailah mencari informasi melalui sumber terpercaya. Misalnya saja, situs-situs resmi organisasi kesehatan seperti WHO, CDC, dan lainnya. Photographed by : Goolge SPACERNamun, sebelum mempelajari lebih lanjut, Anda disarankan untuk lebih teliti memahami studi. Salah satu hal utama yang diperlukan dalam peluncuran hasil penelitian adalah proses per review. Per review merupakan proses tinjauan yang dilakukan oleh ahli-ahli di bidang terkait, di luar tim penelitian untuk mengecek kualitas dan akurasi. Hati-hati memahami hasil studi yang belum melalui proses per review.2. Berhenti mencari saat mulai merasa cemasSPACERJika pencarian justru membuat Anda stres dan cemas, maka hentikan pencarian informasi. Alih-alih membiarkan diri terlarut dalam rasa panik, Anda disarankan untuk menghubungi profesional medis demi mendapatkan jawaban yang baik.3. Kroscek dengan dokterSPACERAnda juga disarankan untuk menyimpan hasil pencarian yang dilakukan. Setelah disimpan, diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan jawaban mengenai kondisi kesehatan Anda yang ga baik. Spoiler Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut, Email : Comment :
$Sobersanta$ Posted April 8, 2022 Posted April 8, 2022 Email : [email protected] Comment : Terimakasih atas informasinya.
Gisfan Azka Posted April 8, 2022 Posted April 8, 2022 Email : [email protected] Comment emang kalo nyari di web malah jadi kepikiran trus
Adikusumah Posted April 12, 2022 Posted April 12, 2022 e-mail: [email protected] comment: Harus pintas-pintar milah info dari web sih.
Jeffrey_Philips Posted April 18, 2022 Posted April 18, 2022 Email : [email protected] Comment : Ingat, semua yang ada di web itu tidak 100persen benar!
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now