Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

[NEWS] NASA Tunda Misi Pendaratan ke Bulan hingga 2025


Recommended Posts

Posted
Image

CRIMINALITY  POLITIC & DEPARTMENT  VACATION  SPORT  AUTOMOTIVE  EVENT & COMMUNITY

NASA Tunda Misi Pendaratan ke Bulan hingga 2025
Written by Bianca Salvatrice

 


Image
Photographed by : canaltech
SPACER(Los Santos, 13 November 2021) Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengumumkan tidak akan mengirim astronot kembali ke bulan setidaknya hingga tahun 2025. Sejak misi terakhir pendaratan manusia ke Bulan pada tahun 1972, belum pernah ada lagi misi serupa yang diluncurkan, baik oleh Amerika Serikat (AS) melalui NASA maupun negara lain. Astronot AS, Gene Cernan adalah manusia terakhir yang menjejakkan kaki di bulan pada 14 Desember 1972.

SPACERSederet Presiden AS di masa pemerintahan mereka sempat mengungkapkan niat untuk kembali mengirim misi ke bulan. Namun, hingga era Donald Trump selesai, misi lanjutan ke bulan belum juga terwujud. Trump sempat menargetkan misi ke bulan pada 2024, tapi NASA menyebut keinginan itu tidak didasarkan pada kelayakan teknis.

SPACER“NASA mendorong kembali rencana untuk mengembalikan astronot ke bulan setidaknya satu tahun hingga 2025. Tujuan ambisius pemerintahan Trump tidak didasarkan pada kelayakan teknis," kata Administrator NASA, Bill Nelson, Rabu (10/11/2021).


Image
Photographed by : sindonews
SPACER“Kami memperkirakan tidak lebih awal dari 2025 untuk Artemis 3, yang akan menjadi pendarat manusia di pendaratan demonstrasi pertama yang dimenangkan dalam kompetisi oleh SpaceX,” kata Administrator NASA Bill Nelson, dikutip dari AFP pada Rabu (10/11/2021). Dia secara khusus menyebutkan keterlambatan dalam pengembangan kapsul kru Orion dan Sistem Pendaratan Manusia jadi penyebab terus tertundanya misi ke bulan.

SPACER"Setelah melihat baik-baik selama 6 bulan terakhir ini, jelas bagi saya bahwa badan tersebut perlu membuat perubahan serius untuk keberhasilan program jangka panjang," kata Nelson. Menurutnya, salah satu faktor utama penundaan tersebut juga disebabkan oleh gugatan atas pemilihan SpaceX pada bulan April silam untuk membangun Sistem Pendaratan Manusia untuk membawa astronot ke permukaan bulan, yang ditolak minggu lalu.

SPACER"Kami telah kehilangan hampir tujuh bulan dalam litigasi, dan itu kemungkinan telah mendorong pendaratan manusia pertama, kemungkinan tidak lebih awal dari tahun 2025," lanjut Nelson. Ia juga mengungkapkan, target pendaratan di bulan pada tahun 2024 yang ditetapkan oleh pemerintahan Trump terlalu optimis, mengingat semua komponen yang harus dikembangkan dan diuji. Pernyataan Nelson ini juga berarti bahwa perlombaan AS melawan China untuk mempertaruhkan kehadiran yang lebih permanen di permukaan bulan telah memanas.

Image
Photographed by : [fotografer]
SPACER"Program luar angkasa China semakin mampu mendaratkan astronot China jauh lebih awal dari perkiraan semula," kata Nelson. "Tapi apa pun, kami akan menjadi seagresif mungkin dengan cara yang aman dan layak secara teknis untuk mengalahkan pesaing dengan sepatu bot di bulan," kata Nelson.

SPACER"Kami menghadapi program luar angkasa China yang sangat agresif dan bagus," tambah Nelson, melihat kembali stasiun luar angkasa baru China, Rover yang mendarat di Mars dan misi robot yang akan datang untuk mengembalikan sampel Mars. "Mereka akan pergi ke kutub selatan bulan. Kami memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa kami memiliki pesaing, pesaing yang sangat agresif, di China. Kami ingin berada di sana terlebih dahulu," ucapnya.

SPACERPada September, NASA telah memutuskan untuk membagi departemen luar angkasa menjadi dua entitas terpisah, yang satu berfokus pada misi besar ke bulan dan Mars sementara yang lain berfokus pada pekerjaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan operasi lain yang lebih dekat ke Bumi. Reorganisasi tersebut mencerminkan hubungan yang berkembang antara perusahaan swasta seperti SpaceX yang semakin mengkomersialkan perjalanan ruang angkasa dan badan antariksa yang telah menjalankan monopoli AS atas penerbangan luar angkasa selama beberapa dekade.
 
Spoiler

 

Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut,

Email : 

Comment :

 

  • 3 weeks later...
  • 3 weeks later...

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...