Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

[NEWS] Banjir dan Longsor akibat Hujan Deras di Pegunungan, 13 Orang Tewas termasuk 2 Anak


Recommended Posts

Posted
Image

CRIMINALITY  POLITIC & DEPARTMENT  VACATION  SPORT  AUTOMOTIVE  EVENT & COMMUNITY

Banjir dan Longsor akibat Hujan Deras di Pegunungan, 13 Orang Tewas termasuk 2 Anak
Written by Abel Rikkard

 


Image
Photographed by : Google
SPACER(Los Santos, 25 Agustus 2021) Caracas - Puluhan orang tewas akibat hujan deras yang menerjang Andes Venezuela memicu longsoran lumpur dan bebatuan sepanjang akhir pekan lalu. Hujan deras yang tak berhenti turun berpotensi membuat sungai di Caracas meluap. Perdana Menteri Venezuela melangsungkan pertemuan khusus yang membicarakan penanggulangan bencana dan berjanji untuk melakukan yang terbaik dalam operasi penyelamatan dan bantuan bagi penduduk yang terdampak

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (25/8/2021), peristiwa hujan deras yang tak berhenti turun berpotensi membuat sungai di Caracas meluap. Mocoties, daerah pertanian di negara bagian Merida, barat berjatuhan ke lereng gunung hingga menghalangi jalan. Saat ini, otoritas Venezuela sudah mengeluarkan perintah evakuasi.

Hujan deras yang mengakibatkan longsor dan banjir total menewaskan 13 orang. Sementara 18 orang lainnya tinggal menunggu konfirmasi untuk dimasukkan dalam daftar korban jiwa. Gubernur Merida Ramon Guevara menyebut 13 orang tewas berada di Desa Tovar dan 2 anak meninggal di Pinto Salinas.


Image
Photographed by : Google
SPACER "Saya menyampaikan belasungkawa bagi mereka meninggal akibat hujan deras ini," kata Suga seperti dikutip dari Reuters. Caracas menambahkan, saat ini pemerintah sudah mengerahkan 40 ribu anggota pasukan bela diri untuk membantu misi kemanusiaan.

Kantor berita Vanezuela menyebut, data penduduk yang diperintahkan untuk segera meninggalkan rumahnya sebanyak 100 ribu.

"Ini adalah situasi yang dramatis, sedih dan putus asa. Tidak mudah kehilangan segalanya, lebih buruk lagi kehilangan anggota keluarga," kata Jesus Quintero, seorang jurnalis di Merida, kepada AFP.

Image
Photographed by : Google
SPACERBanjir kali ini merupakan bencana alam terburuk di Venezuela setelah Topan Hagibis pada Oktober 2019. Kala itu, Hagibis menyebabkan 100 orang tewas.

Otoritas cuaca setempat telah mengingatkan ada enam sungai yang terancam meluap. Sementara, negara bagian Bolivar, Guarico, dan Zulia sudah mendapat red alert. "Ini adalah pengulangan dari tragedi 2005."

Tahun itu, 100 orang tewas dan 30 hilang setelah hujan deras di Merida. Hujan deras juga mempengaruhi bagian lain Venezuela, termasuk ibu kota Caracas.

Lembaga meteorologi pemerintah telah memperingatkan bahwa 6 sungai mungkin meluap. Sementara 3 negara bagian- Bolivar, Guarico dan Zulia-dalam siaga merah.
 
Spoiler

Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut,

Email : 

Comment :

 

  • 3 weeks later...
  • 1 month later...
  • 4 weeks later...

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...