Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

[NEWS] Apa Itu Spyware Pegasus dan Bagaimana Cara Kerjanya?


Recommended Posts

Posted
Image

CRIMINALITY  POLITIC & DEPARTMENT  VACATION  SPORT  AUTOMOTIVE  EVENT & COMMUNITY

Apa Itu Spyware Pegasus dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Written by Reagan Theodor

 


Image
Photographed by : Google
SPACER(Los Santos, 26 July 2021) Perangkat lunak spyware buatan Israel, Pegasus, kembali menjadi perbincangan di dunia maya. Pegasus diketahui digunakan untuk memata-matai politisi, aktivis, jurnalis, hingga pemerintah di beberapa negara di dunia.

SPACERAwalnya, Pegasus versi pertama yang ramai diperbincangkan pada 2016 lalu menjangkit perangkat menggunakan metode spear phishing, alias teknik manipulasi supaya korban meng-klik tautan (link) berbahaya yang berisi spyware Pegasus. Namun, seiring berjalannya waktu, penyebaran Pegasus kini makin canggih. Pasalnya, spyware tersebut kini bisa dipasang mengandalkan celah keamanan dalam sejumlah aplikasi umum yang terpasang di smartphone. Di antaranya seperti aplikasi SMS, E-mail, bahkan aplikasi populer seperti WhatsApp, dan iMessage.

 


Image
Photographed by : Google
SPACERPegasus yang telah menjangkit sekitar 50.000 perangkat, merupakan spyware yang tergolong berbahaya. Sebab, apabila sukses terpasang di smartphone, maka pengirim Pegasus bisa memata-matai, mencuri data, serta mengendalikan perangkat tersebut tanpa pengguna tahu. Beberapa yang bisa dilakukan adalah mengaktifkan mikrofon dan kamera untuk mengintai aktivitas dan pembicaraan korban, menyadap teks percakapan yang ada di aplikasi chatting, mengetahui lokasi pengguna, dan masih banyak lagi. Intinya, Pegasus bisa mengirimkan seluruh data yang tersimpan di dalam smartphone kepada penyebar spyware tersebut.

SPACERSpyware tersebut terus berupaya untuk membuat Pegasus sulit dideteksi, salah satunya dengan membuatnya berjalan di ruang penyimpanan sementara (RAM), alih-alih di media penyimpanan (storage). Artinya, ketika perangkat dimatikan, maka seluruh jejak dari Pegasus akan hilang, seakan smartphone tidak pernah terjangkit spyware tersebut. Selain itu, belum ada antivirus yang bisa mendeteksi Pegasus sebagaimana program berbahaya lainnya macam trojan atau malware. Pasalnya, spyware tersebut memang mengandalkan bug terselubung yang ada di dalam sistem perangkat yang belum diperbaiki.

Image
Photographed by : Google
SPACERAmnesty International sendiri sebenarnya telah membuat sebuah alat (tool) untuk mendeteksi Pegasus yang bernama Mobile Verification Toolkit (MVT). Hanya saja, tool yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS tersebut masih sekadar kumpulan kode yang tersimpan di pustaka source code GitHub dan belum berupa aplikasi yang bisa dipasang di smartphone. Sederhananya, MVT bakal mengidentifikasi dan memindai perangkat apakah ada aktivitas pemindahan data dari dalam smartphone ke pihak ketiga atau tidak. Proses ini sendiri konon hanya bisa dijalankan menggunakan komputer dengan OS Linux atau macOS.

SPACERHingga berita ini ditulis, belum ada solusi mudah yang bisa dilakukan untuk memberantas Pegasus dari sebuah perangkat. Apabila kita menggunakan MVT dan ternyata perangkat kita terjangkit spyware tersebut, maka satu-satunya cara menghilangkannya adalah mengganti perangkat dengan yang baru, seperti yang dilakukan Presiden Perancis, Emmanuel Macron beberapa waktu lalu.
 
Spoiler

Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut,

Email : 

Comment :

 

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...