Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

[NEWS] “Goyangan” Bulan dan Dampaknya Bagi Bumi


Recommended Posts

Posted
Image
CRIMINALITY  POLITIC & DEPARTMENT  VACATION  SPORT  AUTOMOTIVE  EVENT & COMMUNITY
“Goyangan” Bulan dan Dampaknya Bagi Bumi
Written by Rafael Cummings

Image
Photographed by : SHUTTERSTOCK
SPACER(Los Santos, 19 Juli 2021) Berbagai tempat di dunia diprediksi mengalami banjir parah akibat kenaikan air laut. NASA memprediksi hal ini karena adanya "goyangan" pada orbit bulan bersamaan dengan naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim. Studi baru dari NASA dan University of Hawaii yang baru diterbitkan pada jurnal Nature Climate Change ini sekaligus memperingatkan, perubahan yang datang di orbit bulan bisa menyebabkan rekor banjir di Bumi dalam dekade berikutnya.

SPACERMelalui pemetaan skenario kenaikan permukaan air laut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), ambang banjir dan siklus astronomi, para peneliti memprediksi banjir di kota-kota pesisir Amerika bisa beberapa lebih buruk pada 2030-an, yakni ketika "goyangan" bulan berikutnya dimulai. Namun, "goyangan" bulan merupakan kejadian yang alami. Kejadian ini pertama dilaporkan pada 1728. Orbit bulan diketahui bertanggung jawab atas periode pasang surut yang lebih tinggi dan lebih rendah, namun tidak membahayakan.


Image
Photographed by : pixabay
SPACERNASA menjelaskan, pada paruh siklus lainnya, pasang surut diperkuat, pasang naik lebih tinggi dan pasang surut turun. Nah, kenaikan permukaan laut global mendorong pasang naik hanya ke satu arah atau lebih tinggi. "Jadi setengah dari siklusi bulan 18,6 tahun melawan efek kenaikan permukaan air laut pada pasang dan separuh lainnya meningkatkan efeknya," kata pihak NASA.
SPACERDengan kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim, banjir bandang berikutnya diperkirakan lebih intens dan lebih sering dibanding sebelumnya. Dampaknya pun lebih buruk dibandingkan prediksi yang sudah ada. NOAA melaporkan lebih dari 600 kejadian banjir di tahun 2019. Para ilmuwan memperkirakan banjir akan mencapai tiga sampai empat kali dari jumlah di atas pada pertengahan 2030-an, setelah permukaan air laut naik.

Image
Photographed by : AP
SPACERMenurut penelitian, banjir ini akan melebihi ambang batas banjir di kota-kota yang memang sering terdampak bajir. Bahkan kondisi ini bisa berlangsung tiap hari, tergantung dari posisi bulan, Bumi, dan matahari. "Daerah dataran rendah di dekat laut kian berisiko dan menderita karena meningkatnya banjir. Hal ini diprediksi makin bertambah buruk," kata Administrator NASA Bill Nelson.

SPACERIa mengatakan, kombinasi tarikan gravitasi bulan, naiknya permukaan laut, dan perubahan iklim akan memperburuk kondisi banjir pesisir di garis pantai di seluruh dunia. Dampak ini bakal dialami oleh hampir semua garis pantai AS, Hawaii, dan Guam. Kenaikan permukaan laut diperkirakan membuat ratusan ribu mil garis pantai tak bisa dihuni. 100 juta orang di seluruh dunia diprediksi akan tergusur akibat banjir. Para ilmuwan berharap, temuan dan prediksi mereka bisa menginisiasi lebih banyak upaya pencegahan.

 

Spoiler

Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut,

Email : 

Comment : 

 

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...