Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

machismo

Verified Member
  • Posts

    1,118
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    15

machismo last won the day on October 24 2023

machismo had the most liked content!

Profile Information

Recent Profile Visitors

20,144 profile views

machismo's Achievements

Forumer

Forumer (4/7)

480

Reputation

  1. Guide ini akan banyak membahas mengenai elemen character development, dan immersion roleplay Text-based roleplay game seperti game mode jogjagamers reality project sangat erat kaitannya dengan permainan dan pendalaman karakter. Guide ini menargetkan player-player baru dalam segmen pembacanya. Keseluruhan guide ini merupakan basis atau dasar dari ber-roleplay, sebelum nantinya setiap pemain mulai memainkan peran ke dalam sebuah implementasi yang jauh lebih spesifik misalnya, berroleplay sebagai Italian American, Irish American, Russian, street gang, mobster,dan sebagainya dengan tambahan-tambahan culture dan detail detail yang baru. Immersive Roleplay Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya center, atau highlight dalam permainan roleplay adalah karakter kita sendiri, lengkap dengan interaksi seperti reaksi, emosi, cara-cara serta metodenya dalam menanggapi suatu keadaan, dan dalam kehidupan bersosialnya sehari-hari. Interaksi-interaksi tersebut, akan berusaha gua gabungkan dengan elemen-elemen penting dalam pembentukan seorang karakter. Gua secara pribadi banyak mengamati player-player yang dalam development karakternya sering kehilangan arah, dan cenderung mencampurkan (me-mix) relasi antara keberadaan atau eksistensi OOC (IRL) ke dalam eksistensi karakternya secara In-Character. Pencampuran ini yang sebenarnya menjadi faktor utama kegagalan pendalaman karakter development. Immersion atau Immersive roleplay adalah cara-cara yang kita lakukan untuk membedakan antara diri kita sebagai player atau pengontrol karakter, dan karakter kita di dalam game sebagai orang lain yang kita kendalikan. Sebagai player kita harus menciptakan jurang pemisah, antara background atau latar belakang kita sebagai orang yang bermain game, dan karakter yang kita ciptakan lengkap dengan latar belakangnya sendiri. Gerbang pertama untuk character development yang baik harus melalui fase-fase memahami immersion roleplay terlebih dahulu. Kita harus sanggup meninggalkan ego kita sebagai player, dan menyerahkan semuanya ke dalam karakter yang kita ciptakan di dalam game. Immersion roleplay akan membantu kita untuk jauh lebih mengenal karakter yang kita miliki. Dalam Roleplay game ada elemen narasi dan simulasi yang akan dibahas untuk mendapatkan penggambaran lebih sempurna pada bagian ini; Narrative / Narasi, Narasi adalah sebuah penciptaan jalan cerita, contoh yang paling sederhana dari narasi ini adalah Character Story. Selain daripada character story, naratif juga bisa digunakan untuk menciptakan motif dari sebuah karakter. Motif-motif ini nantinya akan ditentukan dengan narasi-narasi sebelumnya yang telah diciptakan melalui karakter development. Motif akan digunakan ketika karakter yang kita ciptakan menghadapi sebuah konflik atau tantangan yang implementasinya terjadi secara In-Character sebagai sebuah aksi dan reaksi. Output atau hasil dari skema ini adalah development baru untuk karakter yang telah kita ciptakan. Perubahan-perubahan itu dapat bertahan sementara waktu, ataupun secara permanen tergantung pada seberapa besar dampaknya pada karakter kita. Flow Chart: Character Development — — Character Motive — —- Action-Reaction — — Character Alteration Implementasi Roleplay : Raymond Parisi adalah seorang associate dari Massimo Crime Family, sudah lima tahun menjadi associate (Development) dan punya keinginan besar untuk menjadi made-member di Crime Family tersebut (Motive). Salah satu syarat untuk menjadi made member adalah membunuh, Raymond Parisi kemudian ditugaskan untuk membunuh seseorang yang berkhianat di dalam familinya, karena ambisinya untuk bergabung ke dalam Crime Family Raymond dengan mudah menyetujui perintah untuk membunuh tersebut (Action-Reaction). Raymond Parisi telah berhasil membunuh member yang berkhianat tersebut. Hanya tinggal menunggu waktu untuk akhirnya diinisiasi ke dalam Massimo Crime Family. Pasca pembunuhan ada perubahan signifikan yang dialami oleh Raymond Parisi karena itu merupakan pembunuhan pertamanya (Character Alteration). Simulasi/Simulationism, Simulasi adalah cara memainkan karakter yang telah kita ciptakan. Cara memainkan karakter ini berkaitan narasi-narasi yang sudah diset tadi di awal dengan konsisten. Hal yang paling penting dalam memainkan karakter ini adalah asumsi atau anggapan bahwa karakter yang kita ciptakan haruslah independent, artinya dalam setiap tindakan harus terpisah dari segala macam unsur-unsur out of character. Untuk dapat mencapai tingkat ini, ada satu attitude yang harus kita tanamkan dalam diri kita, yaitu: “Bahwa kita bukan karakter yang sedang kita mainkan, dan sebaliknya” “Abay Handap bukan Orlando Campagna, dan sebaliknya” “Dito bukan Tyrone Williams”. Implementasi dalam Roleplay: Aspek OOC: Abay yang memainkan Killiom Kareem adalah seorang mahasiswa fakultas hukum saat ini di semester akhir dan Dito adalah anak DKV. Aspek IC: “Killion Kareem adalah seorang pemuda African-American berumur 15 tahun, sedang nongkrong di wilayah gang yang dalam pantauan polisi. SAPD telah mengeluarkan sebuah dekrit bahwa wilayah Idlewood masuk ke dalam daftar gang-injunction, dimana setiap orang dan individu yang kelihatan berada di lokasi tersebut akan segera diproses secara hukum. Tyrone Williams sebagai salah satu member Gang-Unit datang ke lokasi Killion Kareem, dan langsung memproses Killion Kareem. Sebagai reaksi Killiom Kareem protes, dan berdebat dengan Tyrone Williams dalam aspek hukum. Pembahasan: Yang dilakukan Abay sebagai Killion Kareem disini adalah suatu hal yang salah, dan bertentangan dengan prinsip Immersive Roleplay. Abay membawa egonya yang play to win, dengan membawa pengetahuannya secara OOC sehingga menciptakan environment role play yang tidak seimbang, karena dalam perdebatan IC mungkin Dito yang anak DKV tidak tahu banyak tentang hukum, dan Abay banyak mengikuti diskusi diskusi hukum dan rasisme di USA. Secara IC, tidak sepantasnya Killion Kareem yang masih berumur 15 tahun tidak mungkin sanggup membahas mengenai aspek hukum gang-injunction tersebut. Karena idealnya anak 15 tahun masih duduk dibangku SMP. Namun apabila Killion Kareem sewaktu diproses hanya mendebat soal isu isu seperti “ Ini kan lingkungan rumah gua, masa gua gak bisa nongkrong sih” atau hal-hal lain yang masuk di akal untuk di roleplay kan anak berusia 15 tahun itu adalah hal yang wajar. Character Development: Character Development adalah segala keseluruhan yang melekat untuk membangung karakter yang kita miliki. Character Development di dalam game ini secara esensial dimulai dari unplayed storyline, atau jalan cerita yang kita sendiri tidak bisa mainkan, namun hanya bisa kita bayangkan (Character Story) atas dasar ini kedudukan Character Story dalam pembentukan sebuah character development sangatlah penting. Character Development tidak hanya berhenti pada storyline-storyline tersebut, namun melingkupi juga sifat-sifat dasar, personal traits, archetype, physical appearance, dan detail-detail lain yang dapat melengkapi karakter yang kita miliki. Character Design as a part of Character Development: Structure dasar dalam pembuatan sebuah character character design: Physiology Aspect Sociology Aspect Psychology Aspect Gender Kelas Sosial Standard Moral Umur Pekerjaan atau kesibukan Tujuan dan Ambisi Tinggi, dan berat badan Tingkat pendidikan Temperament, tingkat emosi Warna kulit, mata, rambut, dsb Hubungan, atau kondisi dalam rumah Attitude, atau cara menghadapi kehidupan Posture Ras dan Agama Obsesi, dan ketakutan Penampilan, tanda lahir, tato dan lain-lain Afiliasi Politis terhadap suatu spektrum politik Level of intelligence Kondisi tubuh yang tidak normal, penyakit bawaan,dll. Status, tingkat di lingkungan sosial Imaginasi, penilaian, dan kebijaksanaan. Keseluruhan struktur dasar karakter ini, secara in game sangat dapat diimplementasi dengan command /me misalnya : Raymond Parisi is an Italian-American (ras), currently undergoing the mid-life crisis problem tipping his 40’s (Age, attitude), he looks younger than his actual age (penampilan). Raymond Parisi towering around 6’1’’ (Height), struggles to carry his 180lbs weight (Weight), seems to be respected among the other people around (status dan tingkat di lingkungan sosial). Raymond Parisi is all about respect, and a very straight laced person (standar moral). Is a short-fuse when people around the cosa nostra breach the rules (tingkat emosi). Character abilities, and incompetencies. Dalam menciptakan sebuah karakter tentunya kita harus siap dengan kekurangan-keruangan yang dimilikinya. Kekurangan ini dapat datang dari mana saja, misalnya, dari latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, umur, kondisi fisik, dan kondisi psikologis tertentu. Misalnya, Raymond Parisi yang diroleplaykan berumur 40 tahun untuk endurance akan kalah dengan remaja-remaja atau yang adult yang umurnya jauh dibawahnya. Sehingga untuk pekerjaan yang melibatkan dan membutuhkan fisik yang prima, Raymond Parisi selalu membawa enforcernya. Ini yang disebut incompetencies, dan cara Raymond Parisi untuk mengatasi incompetency tersebut. Raymond Parisi seorang yang technophobe dan bummer, karena umur dan latar belakangnya, sangat sulit untuknya bisa cepat mengikuti perkembangan zaman terutama di bidang gadget dan electronics device. Dalam roleplay, sering sekali HP Raymond Parisi mengeluarkan brightness yang menganggu matanya sendiri bahkan orang orang di sekelilingnya. Incompetencies dapat juga berasal dari kondisi-kondisi psikologis, misalnya Raymond Parisi memiliki sifat yang sangat overprotective terhadap perempuan, dan cenderung bertindak ulta-machoist ketika ada perempuan atau wanita di sekelilingnya. Incompetencies, dan abilities dapat kita ciptakan sesuai dengan kebutuhannya. Pentingnya Goal, atau tujuan dari karakter dalam Character Design: Goal dari seorang karakter merupakan suatu cara untuk memperoleh, atau mendapatkan sebuah gambaran penting dalam pengambilan keputusan, dan pengalaman emosional. Menciptakan sebuah goal, dapat membawa karakter kita ke dalam sebuah tantangan baru yang tentunya membuat permainan roleplay semakin menarik untuk dikembangkan ke dalam sebuah kompleksitas-kompleksitas yang lain. Cara menciptakan goal karakter dapat dilakukan dan diperoleh dari sifat-sifat dasar (nature) seorang karakter, misalnya, seorang karakter yang memiliki karakter rakus, dan haus akan kekuasaan akan melakukan hal-hal yang penting dilakukan untuk mencapai ambisinya tersebut. Karakteristik greedy, rakus, dan tamak ini dapat dikombinasikan dengan karakteristik-karakteristik yang lain. Misalnya, seorang yang rakus, dan memiliki sifat machievelis cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai puncak kekuasaan. Jenis roleplay seperti ini akan sangat baik apabila diimplementasikan dalam sebuah stage roleplay faction. Tentunya pasti akan ada character-character lain dari sesama player yang karakteristik dasarnya berbeda untuk mengcounter, atau hadir sebagai kontra terhadap agenda-agenda yang karakter kita miliki. Makan faction tersebut akan memiliki dinamika dan faction developmentnya sendiri. Ini yang saat ini berusaha kita jalankan di Faction Massimo West Coast Mafia. Karakter yang tidak memiliki goal menurut gua akan berjalan atau bergerak tanpa arah. Goal pada akhirnya akan membawa kita kepada sebuah habitus (habitat) atau kebiasaan-kebiasaan di dalam tindakan untuk mencapai goal tersebut. Habitus merupakan sebuah metode, untuk mencapai goal-goal tersebut. Karakter Development yang dibuat dengan sangat matang memiliki behavior behaviornya sendiri untuk dapat menghadapi sebuah situasi tertentu, bahkan lebih jauh lagi, habitus membantu kita untuk mengeksploitasi situasi-situasi tersebut menjadi sebuah advantage. Dalam roleplay mafia/mobster dikenal ada dua tipe soldier atau associate, earner, dan errand boy. Masing-masing archetype ini memiliki cara-caranya masing-masing untuk mencapai tujuan sebagai mademan. Ketika dia menciptakan karakter yang physically weak, tapi smart dalam hal street-wise, dia tidak akan pernah berhenti memberikan soldier koneksi untuk berbisnis karena dia sadar untuk melaksanakan errand yang berkaitan dengan kekerasan sangat sulit untuk dia lakukan. Tetapi ketika seorang associate lack in business connection, dia hanya bisa menunjukkan loyalitas, dan dedikasinya untuk melaksanakan setiap tugas-tugas berat yang diberikan atasan. Guide ini tentunya memiliki banyak kekurangan, diskusi, masukan dapat dilakukan dengan langsung mem-PM forum gua. @machismo
  2. PREFACE Tujuan penulisan guide ini adalah untuk membuka visi atau pandangan yang jauh lebih besar terhadap roleplay-roleplay yang melibatkan distribusi narkotika di dalamnya. Berdasarkan pengamatan saya sendiri, pot, dan crack yang merupakan objek perwujudan dari drug system di server digunakan hanya sebagai sarana untuk mengisi armour atau darah putih belaka fungsinya pun menurut saya cenderung direduksi, dipersempit hanya untuk kebutuhan tembak-menembak saja. Penggunaan darah putih atau armour memang hanya berlaku untuk kegiatan tembak-menembak, roleplay bare-fist fight, brawl, atau yang melibatkan meele weapons sebenarnya tidak memiliki pengaruh apapun terhadap darah putih. Satu hal yang sangat jelas, kita tidak bisa menuntut banyak kepada server untuk mengakomodir kepentingan dan keinginan kita dalam roleplay, apabila server tidak bisa mengakomodir setidaknya kita masih memiliki imajinasi untuk membuat harapan-harapan kita dalam roleplay dapat terwujud dan dinikmati oleh roleplayer lainnya. Intinya hanya kreatifitas. Setelah saya menelusuri guide-guide yang ada di server saya banyak melihat guide guide yang bagus mengenai jenis-jenis narkoba, cara penggunaannya, dan efeknya apa terhadap individu tetapi saya melihat kekurangan, belum ada guide yang menulis mengenai distribusi narkoba dan dampaknya pada komunitas. Guide ini akan menyasar cakupan roleplay yang lebih luas tidak hanya berlaku terhadap individu melainkan akan berperan besar terhadap pembangunan lore (environment roleplay) yang kedepannya diharapkannya dapat melibatkan institusi-institusi resmi di dalam server, faksi-faksi illegal, SAPD, dan SAFD, atau roleplayer-roleplayer yang memiliki ke-inginan untuk membuat panti rehabilitasi narkoba swasta, atau Yayasan-yayasan swasta yang bergerak di bidang sosial miliknya sendiri. Memang kedengaran agak sulit melihat server belum memiliki sistem adiksi, namun kembali lagi dengan kreatifitas, dan sentuhan character development ini semua bisa terwujud. Dalam guide ini saya akan berbicara banyak mengenai skema distribusi narkoba Open-air drugs market, dan closed-air drug market. Saya juga akan berbicara mengenai pada lapisan masyarakat mana narkoba umumnya beredar, secara geografi dan kewilayahan daerah-daerah yang seperti apa yang pada umumnya sering secara masif melakukan distribusi narkoba, keterlibatan organisasi kriminal di dalam distribusinya, dampaknya kepada komunitas masyarakat dan lain sebagainya. Harapan saya setelah terbitnya guide ini pertama, orang orang yang datang ke markas-markas faksi illegal dan bertanya “ Bos, ada barang ga?” bisa hilang secara perlahan, dan punya perspektif yang lebih baik lagi tentang bagaimana transaksi narkoba sebenarnya dilakukan. Kedua, drugs system tidak hanya digunakan untuk keperluan shootout saja, melaikan ada elemen karakter development yang dilibatkan di dalamnya, seperti adiksi, implementasi efek dari narkoba baik secara fisik maupun psikis, dan yang lebih penting lagi, dan luas lagi, dampaknya narkotika pada masyarakat sekitar, dan komunitas dimana banyak narkoba beredar yang nantinya akan mentrigger roleplay-roleplay menumpasan narkoba dari pihak SAPD, roleplay-roleplay yang berkaitan dengan medis dari SAFD. OPEN-AIR NARCOTICS MARKET dan CLOSED NARCOTICS MARKET Apa yang dengan Open-air narcotics market? Apabila ditranslasikan Open-air narcotics market dapat diartikan sebagai pasar terbuka distribusi narkoba. Open-air markets ini merepresentasikan, atau menggambarkan distribusi narkoba dalam bentuk dan skalanya yang paling kecil. Dalam transaksi narkotika pembeli harus mampu menemukan dan melokasikan bandar-bandar narkobanya terlebih dahulu untuk melakukan transaksi. Walaupun disebut dengan pasar terbuka, bandar-bandar ini pastinya tidak secara terang-terangkan menawarkan komoditasnya apalagi ketika narkoba merupakan suatu komoditas yang dilarang oleh aturan hukum. Pada open-air narcotics market pada umumnya terdapat dua tipe distribusi narkoba secara retail; Person-specific, untuk dijelaskan lebih lanjut person-specific yang berarti bahwa bandar atau distributor sudah pasti orangnya. Person specific mengandalkan jaringan sosial sebagai media promosi, dan informasi yang berkaitan dengan harga dan bagaimana metode atau nature dalam bisnisnya. Person specific, biasanya digunakan oleh bandar-bandar kecil yang dalam operasinya hanya mengandalkan satu orang atau lebih. Place-specific, tipe ini mengandalkan kondisi geografi dari area operasi bisnis. Biasanya terletak di tempat-tempat yang mudah untuk diidentifikasi, atau dijelaskan lokasinya agar mempermudah pembeli untuk melokasikan dimana bandarnya berada. Place-specific ini pada dasarnya melibatkan banyak orang atau manpower, dan biasanya menggunakan sistem shift, artinya place-specific secara umum dilakukan oleh mereka yang berada dalam kelompok kriminal. Selain dua tipe retail tersebut, penting juga untuk mengetahui keberadaan atau eksistensi struktur atau tipe dan pola distribusi narkoba apabila dilakukan secara berkelompok. Distributor retail yang freelence. Karakter utama dalama model ini adalah tidak adanya hirerakri, atau garis aliansi karena pada umumnya penjual retail ini dilakukan oleh seorang individu saja, atau lebih. Penjual jenis ini juga memiliki stock supplai yang terbatas, dan biasanya tidak cepat karena dia bergantung pada distributor besar di-atassnya, damun diantara mereka tidak adaikatan yang dalam selain daripada transaksi jual-beli dari bandar besar ke bandar kecil. Untuk mereka yang ingin ber-roleplay sebagai bandar kecil dapat menggunakan pola ini. Distributor yang sifatnya family-based. Ini biasanya dapat dilihat, dari bandar-bandar narkoba lokal di satu daerah, yang masih melibatkan anggota keluarga sedarahnya saja, atau teman-teman dekan mereka. Distributor jenis ini sudah memiliki divisi atau pembagian kerja sendiri, barang dan cakupan pasarnya juga relatif lebih besar. Distributor yang sifatnya organized-crime based. Structurenya jauh lebih kuat, besar dan ketat. Distributor ini yang biasanya menjadi distributor untuk model family-based dan retail freelance. Tentunya diperlukan informasi secara In-character yang lengkap agar tidak melanggar pasal Metagaming di dalam server untuk memperoleh dua tipe pasar yang sudah disebutkan di atas. Kita tidak bisa misalnya pergi ke hood milik ESL setelah menonton livenya Clamours. Kedatangan kita ke hood ESL harus dibarengi dengan roleplay baik /me ataupun dialog yang jelas mengenai dari mana kita memperoleh pengetahuan keberadaan ESL sebagai bandar narkoba. Tentunya akan ada halangan-halangan kecil ketika kita ingin membeli narkoba dari kedua tipe pasar tersebut misalnya, seberapa meyakinkan kita bahwa kita bukan polisi, informan, atau mungkin kita orang yang gampang buka mulut ketika ditangkap polisi. Mengingat, kedua jenis pasar ini cenderung rentan terhadap gangguan dari kepolisan atau pihak berwajaib lainnya. Kedua tipe ini juga pastinya memiliki keraguan tertentu untuk melakukan dealing dengan strangers, setiap bandar pasti memiliki ke-khawatiran tertentu akan adanya ancaman perampokan dan lain sebagainya. Roleplay perspective: Joseph Gagliardi got his addiction kicking in, he’s somewhat confused, looking between the hood, and the screen on his phone. Joseph Gagliardi is in fact guided by his friend to travel towards ESL’s hood to satisfying his drugs need. Joseph Gagliardi: Yo, I’m Mick’s friend, said he knows people around, goes by the name of Tweety. Said that Tweety might trap me off some good shit tonight. Feedback (1) : Joaquin Carrasquillo would be confronting Joseph with hostile attitude. He’s showing nothing but high level of awareness. Joaquin Carrasquillo: ‘ho the fuck are you homeboy? I on’t even know anyone called Tweety here, get lost mano! Feedback (2): Gabriel Campos seems to be assessing the physical presence of Joseph Gagliardi. He uses his instinct, and his knowledge to peel Joseph’s identification. Gabriel Campos: You lookin’ fo’ something good, homeboy? I know Mick myself, but how can I trust you when you not dragging Mick here with you? Feedback (3): Gabriel Campos: You connected with Mick, eh? Mick been a loyal buyer for us. You stay here, I’ll be linking you up with Tweety soon. Kondisi diatas menunjukkan Joseph Gagliardi yang memperoleh informasi keberadaan ESL dari temannya Mick. Joseph yakin untuk menjual nama temannya Mick, karena dia tau, Mick sudah sering berbelanja narkoba di hood ESL, dan Mick mengenal sesorang dengan nama Tweety. Tentunya setelah Joseph Gagliardi secara roleplay melibatkan anak-anak ESL ke dalam permainannya mereka pastinya akan memberikan feedback, dan ke-tiga feedback yang dijelaskan merupakan respon-respon yang logis. Feedback pertama, Joaquin Carassquillo bisa dibilang tidak senang dengan kehadiran Joseph, sehingga dia memilih untuk ber-reaksi sedikit keras, dan langsung mengusirnya hal tersebut bisa terjadi karena alasan apapun misalnya Joaquin yang memang orangnya sangat hati-hati, atau sudah ada pengalaman dan kejadian yang membuat bencana ketika menjual barang kepada stranger. Feedback kedua, Gabriel Campos memang mengenali figure Mick, tetapi dia tetap tidak yakin ke-pada Joseph, Gabriel Campos mengiginkan hal lebih dari pada sekedar sebuah nama. Dia secara tidak langsung meminta agar Joseph membawa Mick ketika mengiginkan barang tersebut. Feedback ketiga, Gabriel Campos yang langsung percaya kepada Joseph, karena Mick sudah sering bertransaksi, dan punya koneksi yang dalam kepada Gabriel sendiri, ada keyakinan dari Gabriel untuk menganggap teman-teman Mick seloyal Mick sendiri. Feedback pastinya diberikan dengan cara-cara yang beragam, tergantung pada circumstansinya masing-masing. Hal tersebut yang tentunya akan memperkaya character development, dan relation development antara bandar dan pelanggan dalam roleplay. Sekarang kita harus membayangkan, bagaimana apabila ESL yang sebelumnya menggunakan sistem open-air narcotics market memiliki satu orang member yang kemudia ditangkap oleh pihak ke-polisian karena distribusi narkoba illegal. Pastinya ada reaksi yang beragam dari boss, atau top-tiers level ESL reaksinya pun sudah pasti beragam, mereka bisa saja menutup bisnis narkoba sementara hingga cooling down, atau mereka merubah metode bisnisnya dari sistem open-market ke sistem closed-market. Lalu, apa yang dimaksud dengan Closed-Market system? Closed-market adalah dimana bandar hanya melakukan transaksi kepada orang-orang yang dia kenal saja, atau setidak-tidaknya mereka melakukan transaksi dengan stranger tapi harus ada jaminan pihak ke-tiga (vouch) dari pihak yang sudah mereka kenal dekat lebih dahulu. Dalam sistem pasar ini bandar narkoba sudah tidak melakukan bisnis secara retail atau dengan turun ke jalan-jalan, membuka “shop” di “corner” atau pojok-pojok block neighborhood dimana mereka berkuasa. Dalam hal ini, akses orang awam tentunya akan semakin sulit untuk memperoleh narkoba, apa dampaknya? Harga retail akan semakin tinggi, karena hanya beberapa orang yang memiliki suplai akan barang tersebut. Irish Nation merupakan salah satu faction yang menggunakan sistem ini teman-teman di FNG pasti merasakan bagaimana ketatnya Irish Nation dalam ber-transaksi, dan cenderung menjual harga barang dengan murah, alasannya sederhana karena resiko besar tidak pada Irish, namun pada wholebuyer atau faction pelanggan Irish Nation seperti Summerhose DTO, Kingpin, dan lain-lain. Dari satu kasus di-atas yang dapat saja menyebabkan tingginya harga barang di pasar retail sudah pasti ada konsekuensinya salah satunya adalah terjadinya kriminal-kriminal lain yang berkaitan dengan distribusi narkotika baik langsung mau-pun tidak langsung. Salah satunya adalah organized crime war, atau perang antara beberapa gang yang merupakan supplier besar narkotika, perang atau aksi kekerasan ini dilakukan semata-mata untuk mempertahankan wilayah dan pasar dimana mereka bisa mendistribusikan barangnya. Perang-perang ini kemudian akan mentrigger, dan menarik perhatian dari pihak kepolisian, nah pola ini akan membawa pada engagement roleplay yang lebih luas lagi ke pihak SAPD, baik Patrol Officer maupun divisi Gang and Narcotics. Walaupun memang yang diangkat kesini adalah shootout culture, tapi setidaknya ada alasan yang fundamental kenapa penembakan tersebut dapat terjadi, bukan hanya karena adu mulut sampah belaka yang kemudian memancing tembak-menembak. Selain terhadap sesame gang atau organized crime, narkotika juga memiliki dampak ter terhadap komunitas namun untuk dapat memperoleh dampaknya secara baik dan roleplay abis kita perlu keluar dari bayang-bayang drug system di server kita ini. Pola yang saya pelajari dari kebanyakan roleplayer adalah: Money making dengan gigih, beli narkoba, beli senjata, lalu melakukan roleplay robbery, atau ambil paket. Ini merupakan pola-pola yang tidak kreatif, dan tentunya tidak make sense. Memang ada benturan antara dua aliran roleplay, bermain roleplay untuk senang-senang (have fun) atau main roleplay ala-ala akbar elitis yang mementingkan realisme. Kenapa kita tidak mengubah konsepsi beroleplay kita dengan bermain roleplay untuk senang-senang, tapi tidak lupa unsur realismenya? Akan lebih baik, apabila kita merubah pola yang sebelumnya, dengan pola baru. Kekurangan uang untuk beli narkoba, lalu melakukan petty crime dengan cara mugging, extortion, dan lain sebagainya untuk membeli narkoba. Apabila dikonkritkan ke dalam roleplay. Joseph Gagliardi is shooting up a face of an addict. He’s currently under an influence of cocaine. The adrenaline on his bloodstream is tightly kicking. Joseph Gagliardi glances to his left where he found his friend, staring blank to the wall, and suggest a thing; Joseph Gagliardi says: Tony fuck, fuck, Tony, I want it more, man. I’m dry on my pockets. Let’s fuck up some other junkies, grab their money, and make us another lines all day, all night? Dalam contoh roleplay ini, Joseph Gagliardi mengiginkan narkoba itu lagi, dan kemudian mensugesti temannya untuk mencari mangsa agar bisa memperoleh uang untuk mebeli narkobanya lagi. Contoh roleplay ini jauh lebih menarik, korban yang kita mug paling tidak dapat menemukan flow atau alur roleplay yang kita buat sehingga kita berakhir dengan merampoknya di tengah jalan. Roleplay ini tentunya dapat menginfluence orang tersembut untuk merasakan dampang langsung yang ditrigger oleh narkoba kepada dirinya. Dari pada kesal dan berteriak Joko Sojoko says: Ngent*t mobil lo Sultan tapi lo ngerob! dia akan hanyut dalam character development yang kita buat. Keresahan yang dia punya bukan tidak mungkin dia suarakan kepada SAPD sebagai faction legal, dimana hal tersebut akan memaksa SAPD untuk memberikan feedback dalam hal penumpasan narkotika. Beberapa hal tersebut, tentunya dapat memancing roleplay dengan kreatifitas ke dalam lore atau roleplay environment yang melibatkan narkoba ini. Misalnya, apabila enforcement atau penegakan hukum yang dilakukan oleh SAPD tidak juga memberikan hasil, roleplayer-roleplayer lain mungkin saja membuka yayasan-yayasan sosial untuk menyelesaikan masalah narkotika ini dengan menjaring banyak pecandu narkoba untuk diobati, dan dididik. Kita bisa melihat, bagaimana roleplay drug-system yang pada umumnya hanya menarik bagi mereka yang ada pada faction Illegal, legal, dan orang-orang yang memiliki ketertarikan khusus dalam dunia kriminal saja, kini dapat menarik bagi player-player biasa yang tidak kepikiran untuk melakukan tindak kriminal dengan cara membuka yayasan dan lain sebagainya.
×
×
  • Create New...