Jump to content

Ashabi

Verified Member
  • Content Count

    114
  • Joined

  • Last visited

Community Reputation

1 Normal JG member!

6 Followers

About Ashabi

  • Rank
    Member
  • Birthday 01/15/2000

Profile Information

Recent Profile Visitors

1,192 profile views
  1. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Menyiram tanaman.Screenshot:
  2. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Membersihkan karpet Limited Edition.Screenshot:
  3. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Pengecekan kebersihan furniture. Screenshot:
  4. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Membersihkan mini kursi bar.Screenshot:
  5. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Membersihkan tong sampah. Screenshot:
  6. Barrie_Ryder 19 Januari 1991 Barrie Ryder lahir di Playa Del Carmen, Quintana Roo, Mexico. Barrie Ryder merupakan anak dari pasangan Paul Ryder dan Lizbeth Amanda. Barrie Ryder adalah anak satu-satunya dari pasangan Paul Ryder dan Lizbeth Amanda. Paul Ryder merupakan ayah dari Barrie Ryder yang merupakan pecandu alkohol dan sering melakukan tindakan kriminal dikotanya, sedangkan Lizbeth Amanda yang merupakan ibu Barrie Ryder bekerja di Xcaret Hotel yang tidak jauh dari rumahnya. Barrie Ryder adalah anak laki-laki yang sangat patuh kepada ibunya saja karena semasa kecilnya Barrie selalu dirawat oleh ibunya saja, ayah Barrie tidak pernah peduli dengan Barrie dan hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri. Barrie Ryder tidak pernah mengeluh atas apa yang telah ayahnya lakukan dan ibunya lakukan kepadanya. Keluarga Barrie Ryder sangat tidak tentram karena ayah Barrie yang merupakan pecandu alkohol dan sering bermain wanita. Ayahnya sering kali merampas dan memukuli ibu Barrie. Hingga disuatu hari ketika Barrie menginjak usia 17 tahun, Barrie melihat ayahnya sedang memukuli ibunya secara langsung didepan matanya sendiri. Seketika Barrie naik darah dan mulai merasa kesal sekali karena melihat kelakuan ayahnya yang sangat tidak menghargai ibunya sebagaimana mestinya. Ketika melihat kejadian tersebut Barrie pun kaget dan langsung menghampiri ayahnya kemudian memukul dan mendorong ayahnya karena kesal melihat ibunya diperlakukan tidak baik. Sontak ayah Barrie langsung menatap wajah Barrie kemudian ayahnya pun memukuli Barrie. Barrie melawan ayahnya karena ia tahu bahwa ayahnya bukan orang yang baik dan sering memukuli ibunya. Seketika Barrie dan ayahnya berkelahi, Barrie sangat marah dan kesal karena kelakuan ayahnya, dan tanpa pikir panjang Barrie memukuli terus ayahnya demi membela ibunya. Ayah Barrie pun melawan dan memukuli Barrie hingga Barrie kalah kemudian Barrie pun terbujur dan tidak berdaya karena ayahnya yang kuat dan juga merupakan member dari salah satu gang ternama di Mexico. Setelah beberapa bulan kejadian tersebut Barrie semakin sering melihat ayahnya memukuli ibunya, dan Barrie pun dendam kepada ayahnya. Barrie memutuskan rencana untuk membunuh ayahnya. Barrie pun pergi ke salah satu tempat penjualan senjata illegal di daerah perumahannya dan membeli salah satu senjata yaitu sebuah Pistol Silencer yang merupakan senjata laras pendek dan memiliki peredam suara yang berfungsi meredam suara senjata agar tidak bising ketika ditembak, dan Barrie pun menyimpannya senjata tersebut didalam kamarnya. Barrie telah merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri karena perlakuan ayahnya yang tidak baik kepada ibunya. Ketika malam hari tepatnya ketika ayahnya sedang tertidur pulas di kamar tidurnya Barrie pun mengambil senjata genggam yang telah dibelinya beberapa hari yang lalu kemudian Barrie masuk kedalam kamar ayahnya dengan perlahan lahan. Ketika melihat ayahnya sedang tertidur pulas Barrie pun mengarahkan senjatanya tersebut kearah kepala ayahnya dan kemudian menarik pelatuk tersebut sebanyak 4 kali. Ketika pelatuk ditarik sebanyak 4 kali Barrie pun mengecek dan memegang denyut nadi ayahnya, dan Barrie pun mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal. Barrie mulai panik dan melarikan diri dari rumah setelah kejadian tersebut. Barrie berlari sejauh mungkin dan berusaha agar tidak terlihat warga sekitarnya, kemudian Barrie mengingat bahwa dia memiliki salah satu teman di kota Los Santos yaitu Lambert Ferguso. Diapun menghubungi Lambert dan meminjam beberapa uang untuk pergi ke Los Santos dengan alasan agar bisa bertemu dengan Lambert untuk kepentingan bisnis. Barrie pun meninggalkan ayahnya yang telah meninggal dan meninggalkan ibunya sendiri. Setelah menelpon Lambert, Barrie pun mendapat uang dan pergi meninggalkan kotanya dan menjalani kehidupan barunya di kota Los Santos. Saya Ashabi selaku pemilik account UCP ashabi bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Barrie_Ryder) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  7. Questions Tujuan membuat character story: Agar dapat melakukan hal yang tidak bisa dilakukan disaat sebelum membuat character story. Account UCP yang saya miliki: ashabi Account Forum yang saya miliki: Ashabi Berapa lama saya sudah main di JGRP: 2 tahun lebih Saya biasa main JGRP di: Hanya di rumah
  8. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Mengecek stock component dan wood.Screenshot:
  9. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Proses produksii kursi bar kecil. Screenshot:
  10. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Menyalakan lampu ruangan. Screenshot:
  11. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Proses produksi TV set. Screenshot:
  12. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Proses produksi speaker besar.Screenshot :
  13. Employee Name: Barrie Ryder Activity: Menguji mesin fotocopy. Screenshot:
  14. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Proses produksi meja kantor.Screenshot :
  15. Employee Name: Barrie RyderActivity Description: Pengecekan bohlam lampu yang mati.Screenshot
×
×
  • Create New...