Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

Arya_Arthallah [Arya_Arthallah]


Recommended Posts

Posted

Character: Arya_Arthallah

Story:

Character Name : Arya_Arthallah

Origin : American

Story :

 

2w7olco.jpg

 

 

 

   Pada malam minggu tanggal 6 oktober 1992 di Amerika terlahir seorang anak di keluarga sederhana. Anak itu tumbuh dengan tanpa adanya sosok ayah yang selalu menemani, karena setiap hari ayahnya jarang berada dirumah. Arya Arthallah selalu bertanya kepada ibunya apa yang dilakukan ayahnya sampai hampir tidak pernah berada dirumah, ibunya hanya menjawab "ayah hanya bekerja, kalau kamu sudah besar jangan seperti ayahmu ya". Pada saat Arya Arthallah berusia 8 tahun dia bermain bola dan tidak sengaja memasuki gudang di ruang bawah tanah rumahnya. Gudang yang gelap dan berdebu. Gudang itu terlihat menakutkan, tetapi rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya. Akhirnya dia memasuki gudang tersebut. Dia melihat ada sebuah lemari yang sangat besar. Pandangannya teralihkan ketika dia melihat ada sebuah celah kecil yang berada dibelakang lemari tersebut. Setelah itu, dia memasuki celah tersebut dan dia terkejut karena dia menemukan sebuah ruangan kerja.

 

   Dia tertarik melihat sebuah berkas yang ada diatas meja, dan akhirnya dia mengambil berkas tersebut. Dia sangat terkejut ketika melihat sebuah foto yang tidak layak untuk dilihat anak-anak. Ada foto yang berisi orang-orang memakai jas yang terlihat menakutkan, prostitusi, dan gambar gambar club malam. Tetapi, ada sebuah foto yang membuat pandangannya teralihkan yaitu, foto-foto orang yang dibunuh dengan keji. Ketika sikecil Arya Arthallah melihat foto tersebut dia langsung berlari keluar dari gudang yang ada di bawah tanah rumahnya sambil membawa berkas tersebut. Dia menyembunyikan berkas tersebut didalam tasnya, untuk diperlihatkan pada temannya yang ada disekolah. Ketika dia berada disekolah dia menunjukkannya pada satu-satunya teman terbaiknya. Temannya langsung ketakutan ketika melihatnya, tetapi ada satu hal yang membuat temannya merasa aneh pada foto yang memperlihatkan pria-pria berjas itu. Temannya menyadari bahwa salah satu dari pria yang memakai jas tersebut adalah ayahnya. Dia tidak memberitahu Arya Arthallah bahwa salah satu dari pria tersebut adalah ayahnya, dan langsung meminta foto tersebut dari Arya Arthallah. Dengan polosnya, Arya Arthallah memberikan foto tersebut kepada temannya itu.

 

   Singkat cerita, pada minggu malam yang gerimis. Suasana malam yang sunyi dan tenang dihiasi dengan suara hujan gerimis yang lembut. Arya Arthallah sedang menikmati makan malam bersama ibunya, lalu Dia mendengar suara langkah kaki berat didepan rumahnya. Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dengan keras seperti bunyi dobrakan. Rupanya itu adalah ayahnya yang sedang berlumuran darah, dan langsung berteriak dengan keras "SEMBUNYI!", tanpa pikir panjang ibu langsung membawa Arya Arthallah ke loteng rumah Yang hanya muat satu orang. Ibu berkata kepada Arya Arthallah, "Apapun yang terjadi jangan keluar dari loteng", setelah itu tedengar suara tembakan, "DOORR!!!". Arya Arthallah langsung gemetar sambil menggigit lidahnya karena ketakutan. Lalu datanglah segerombolan pria berjas tersebut membawa ayahnya dan memegangi ibunya. Setelah itu dengan kejamnya segerombolan pria tersebut menembaki ibu dan ayahnya dengan keji. Arya Arthallah menangis terhisak sambil berusaha menyembunyikan suara isak tangisnya karen syok melihat kejadian keji tersebut.

 

   Para segerombolan pria tersebut menggeledah rumah itu, mereka mencari sebuah berkas tersembunyi dirumah tersebut. Salah seorang dari pria itu mengacak-acak tas sekolahnya Arya Arthallah dan tidak menemukan apa-apa. Arya Arthallah mengingat sebelumnya dia menaruh berkas yang disimpannya di loker sekolahnya.  Suara sirine tiba-tiba muncul yang menandakan bahwa datangnya polisi. Para pria berjas itu akhirnya meninggalkan rumah itu, dan terjadilah baku tembak antara para polisi dan pria-pria berjas tersebut. Pria berjas tersebut berhasil kabur dari polisi tersebut, tetapi 2 orang dari pria berjas tertangkap dan diamankan. Pada akhirnya polisi mengecek seisi rumah. Mereka melihat ada kedua pasangan suami dan istri yang sedang sekarat, mereka adalah orangtua  Arya Arthallah. Ibu Arya Arthallah dengan sekuat tenaga mengerahkan tenaga terakhir yang ada pada tubuhnya menunjuk ke arah loteng. Lalu dengan sigap polisi tersebut mengamankan kedua orang itu dan mengecek loteng tersebut.

 

   Terguling gemetaran seorang anak yang telah mengalami terburuk dalam hidupnya. Polisi itu langsung mengangkat anak tersebut keluar dari loteng dan membawanya ke ayahnya yang sudah tidak bisa terselamatkan. Ayahnya berkata "Arya, maafkan ayah karena kau harus mengalami kejadian ini. Dan maafkan ayah karena ayah tidak bisa berada disampingmu saat kau tumbuh. Arya, kau tidak perlu menjadi seperti ayah, kau harus hidup bebas" sambil memegang kepala Arya Arthallah. Pada akhirnya pria tua itu menghembuskan nafas terakhirnya. Keadaan ibu Arya Arthallah sangat kritis, sehingga dia mengalami koma. Pada akhirnya Arya Arthallah hidup bersama teman baik ayahnya yaitu Seorang penjual senjata. Seorang penjual senjata tersebut menceritakan siapa ayahnya sebenernya dan apa yang telah dilakukan ayahnya selama ini. Ayah Arya Arthallah adalah detektif kota itu, dia menyelidiki kasus-kasus gang-gang mafia, pembunuhan dan hal-hal gelap lainnya. Dia selalu memnyelesaikan kasusnya dengan baik dan menyelamatkan banyak orang, sebelum identitasnnya terbongkar. Seorang penjual senjata itu juga tidak tahu kenapa identitas detektif bisa itu terbongkar.

 

   8 tahun kemudian, Arya Arthallah telah menjadi seorang remaja yang mulai mengenal dunia. Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk pulang kerumahnya yang sekarang adalah rumah Seorang penjual senjata, dia melihat teman baiknya sedang berdiri terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Arya Arthallah pun berniat untuk menghampirinya. Ketika Arya Arthallah mulai menghampiri teman baiknya, dia pun terhenti karena melihat seseorang yang tidak asing menemui temannya tersebut. Dia pun tertegun melihat orang tersebut adalah pria berjas yang menyuruh anak buahnya menembak orangtuannya. Arya Arthallah mulai gemetar mengingat keajdian pahit tersebut. Tidak lama kemudian Arya Arthallah mendengar teman baiknya memanggil pria tersebut dengan sebutan "ayah".

 

   Perlahan-lahan dia mulai paham apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya. Ketika dia telah mendapatkan kesimpulan, dia mulai meneteskan air mata. Dia menyadari bahwa kematian ayahnya dan kondisi kritis ibunya yang masih dalam keadaan koma adalah salahnya. Pandangannya mulai gelap, dia mulai menyesali kebodohan yang dilakukannya pada waktu kecil. Setelah mengingat itu semua, dia menyadari bahwa teman baiknya mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang Arya Arthallah langsung bergegas menemui Seorang penjual senjata tersebut dan meminta untuk melatihnya bagaimana cara membunuh dengan menggunakan senjata. Seorang penjual senjata itu langsung terkejut, dan meminta alasan kenapa Arya Arthallah ingin melatihnya. Dengan penuh perasaan dendam, amarah, sedih, dan kesal dia memberitahu tentang apa penyebab sebenarnya kejadian tersebut. Setelah mendengar apa yang dikatan Arya Seorang penjual senjata itupun langsung setuju untuk melatih Arya Arthallah untuk menjadi seperti ayahnya yaitu detektif handal. 5 tahun pun berlalu Seorang penjual senjata telah mati karena penyakit jantungnya. Arya Arthallah telah diasah dan menjadi seorang yang terlatih dalam memegang senjata. Dan pada akhirnya tujuannya hanyalah satu yaitu membalaskan dendam ayahnya. Dia pun hidup sendiri, melakukan pekerjaan ilegal dan sedang mencari orang-orang yang telah membunuh ayahnya.

 

 

Saya arya_arthallah selaku pemilik account UCP Arya_Arthallah bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Arya_Arthallah) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Posted

Hi,

Saya telah mereview character story kamu dan menemukan bahwa story kamu sudah memenuhi kriteria yang kami berikan. Dengan itu kami telah ACCEPT character story yang kamu buat. Mohon ikuti panduan di bawah ini untuk mengaktifkan character story kamu:

 

 

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...