Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

[CN] Emir_Sarfaraz to Erwin_Whiteford (Zidxux)


Recommended Posts

Posted

UCP Name: Zidxux

Old Character: Emir_Sarfaraz

Old Character Story:

 

 


New Character: Erwin_Whiteford

Gender: Laki-laki (Male)

Origin: United States Of America

 


Reason for name change request:

Menghapus Crime Record Dan Mengganti Nama Dan Origin

 

Screenshots of '/myid' and '/mp':

Bukti

 

OOC JAIL:

sa-mp-052.png

/MYID:

sa-mp-053.png

/MP:

sa-mp-054.png

 

 

CK Story:

Spoiler

Pada Sore Hari, Emir Sarfaraz tiba di rumah kecilnya setelah seharian mengawasi jalannya pekerja di perusahaan kecilnya. Pagar pendek kelihatan samar-samar dalam remang cahaya lampu depan yang temaram. Ia tidak langsung istirahat melainkan duduk sesaat, kemudian ke kamar mandi dan mandi untuk sesaat setelah seharian capek bekerja di siang hari. Lalu tanpa alasan khusus, pikirannya membawa tubuhnya menuju minimarket yang serba ada yang letaknya tak jauh dari situ. Jalanan sunyi, langit terang. Ia mengenakan baju hitam menempel ringan di badan saat ia melangkah pergi. Celana hitam dipakai begitu saja. Sepatu hitam yang sudah usang mulai ia gunakan dibawa keluar dari rumah. Kunci cadangan rumah ia simpan di saku belakang setelah pintu dikunci pelan. Seperti biasa, jalanan di pemukiman ini sepi sekali. Sesekali motor lewat cepat, mungkin pengemudi yang sedang kejar waktu. Emir melangkah pelan, ia lalu masuk ke dalam mobilnya. Ia memutar radio di mobilnya, suara musik membuat dunianya sendiri. Ia tak sadar setelah ia meninggalkan rumah, mobil misterius yang mencurigakan sudah mengintai jauh di belakang. Jalanan yang sepi jadi tempat pertemuan sunyi. Di sana, seseorang duduk didalam mobil misterius tertutup bayangan, wajah ditutupi masker. Matanya kelihatan tajam, warna hitam pekat seperti lubang gelap. Pakaiannya terlihat rapi, tangan dilindungi sarung tangan serba hitam. Sudah empat belas hari ia mencatat setiap langkah Emir, hafal kapan pria itu keluar, pulang, bahkan duduk di depan pintu. Semua diketahuinya tanpa suara.





Berjalan pelan, Emir melintasi jalan demi jalan pecah menuju minimarket yang selalu buka setiap saat, letaknya kira-kira satu kilometer dari tempat tinggalnya. Terkadang dia diam sebentar menoleh ke lampu spion mengecek keberadaan orang misterius itu  yang membuntuti tak menyadari tiap langkah bawa dirinya lebih dekat pada bahaya. Saat sampai di jalanan yang sering dilaluinya sebagai pintas, seorang laki-laki pakai penutup wajah tiba-tiba keluar dari bayangan gelap, menghadang depan. "Ponsel dan dompet! Berikan!" teriak si maskman dengan suara kasar dibuat-buat. Ia tersentak, nafsu jantung langsung memburu tak karuan. Berdiri tegak meski suara gemetar, dia bilang pelan kalau hanya pegawai biasa tanpa simpanan besar. Lalu salah satu penyerbu menjepit perutnya pakai senjata api, langsung menyambar telepon serta tas uang dari sakunya. Barang kecil seperti arloji murahan dan kalung tipis ikut lenyap dibawa kabur mereka. Tubuhnya goyah karena ketakutan bercampur panas dalam dada, namun napas tetap dicekik agar tidak terlihat lemah. Begitu si robber mundur selangkah, ruang sempit itu terbuka sedikit. Ia memanfaatkan momen tersebut dengan dorongan keras ke tubuh lawannya, kemudian ia lari melesat di sore yang gelap. Langkah cepat dipacu semaksimal mungkin, berpacu dengan bayangan sendiri demi sampai ke jalanan utama yang masih hidup oleh cahaya dan manusia.





Bukan main napas Emir, sesak sekali berkelebat di jalan gelap. Kena batu kakinya, nyaris jatuh, tetapi tetap dipaksakan melangkah. Dari arah belakang muncul suara keras, amarah bercampur debaman suara sepatu cepat mendekat. Salah satu pengejar dengan wajah tertutup masker berseru dengan lantang "Diam kalau nggak mau kena peluru!" Tetap saja tubuhnya tak berbalik, nafsu darah menggedor dada hingga rasanya bisa pecah dari dalam. Bukan belokan biasa, melainkan lompatan nekat ke kiri, menembus harapan sempit menuju jalan lebar. Tapi jalan itu punya rahasia sendiri di balik bayangan paling pekat, sosok dengan topeng hitam sudah menunggu, tegak seperti patung penjaga. Tangannya perlahan naik, senapan pendek mengarah tanpa ragu dari dalam sarung tangan coklat. Usaha Emir untuk mundur pupus saat kakinya tersandung batu diam-diam. Lalu datang suara aneh, mirip benda basah terlepas dari sisinya, hanya sekali, hangat dan cepat lenyap ditelan udara dingin. Terlepas dari rasa nyeri yang tiba-tiba, Emir limbung saat peluru menerjang paha kanannya. Lalu ia terjatuh, lututnya membentur aspal yang lembap. Sakit itu cepat menyebar, seperti listrik yang memenuhi urat syaraf. Bangun kembali tampak mustahil begitu penyerang melangkah lebih dekat, sikunya lurus, kakinya mantap. Dibalik wajah tertutup, suara datar berkata: kamu sebaiknya tidak kabur. Napasnya pendek-pendek ketika matanya bertemu lubang gelap di balik topeng. Darah mulai keluar dalam aliran tipis namun tak henti. Meski tubuh enggan diajak bekerja sama, ujung jarinya tetap menyentuh permukaan tanah yang basah sambil perlahan menjauh.





Cepat, tak ada raut wajah yang berubah saat pria bertopeng itu mengacungkan senjata ke arah dada Emir Sarfaraz sasaran malam ini. Suara tembakan redup muncul dua kali dorr, lalu dorr lagi. Di bagian kiri dada, peluru pertama masuk, menusuk paru sekaligus jantung. Tembakan kedua melintasi leher, memotong aliran darah. Tiba-tiba Emir Sarfaraz jatuh ke belakang, bola matanya melebar campuran ngeri dan syok. Dari mulut serta hidungnya keluar darah yang merah pekat, tubuhnya tersentak-sentak singkat sebelum benar-benar membeku. Maskman hanya berdiam sesaat untuk memastikan nyawanya telah pergi, setelah itu ia menyeka bekas langkah kakinya tanpa buru-buru dan lenyap dalam gelap gulita. Teronggok begitu saja di jalanan sempit, mayat Emir dikelilingi ceceran merah yang menjalar pelan di atas permukaan jalanan basah. Sore yang semula sunyi ternyata berubah menjadi penutup hidupnya. Pelan, suara malam menahan napas. Tidak ada jeritan memecah senyap, tidak satu pun mata yang melihat hanya udara lembab bercampur aroma besi dari darah, mengendap di atas tanah yang masih basah oleh gerimis tadi siang. Dari jarak yang samar, cahaya putih minimarket tetap menyala, dingin dan acuh, padahal misi Emir Sarfaraz untuk sampai ke sana sudah tertunda selamanya. Ia bukan korban rampok biasa, ia orang yang nekat lari saat dilerai pisau, dan kini tubuhnya diam, lebih sunyi dari semuanya yang terlepas.

 

CK Screenshots:

Bukti

 

1:

Whats-App-Image-2026-04-30-at-19-21-57.j

2:

21d1f31e-e352-464c-a70b-90655072211b.jpg

3:

7e68d496-8e43-48fe-823e-f0a7685d9cf2.jpg

4:

f5302270-eb48-4c1a-aaef-9ad61f25aabe.jpg

5:

f0a49f59-e171-4225-9f69-faf3bd7e108b.jpg

6:

86d46486-9406-4df5-a26c-594bb89ef675.jpg

7:

b088a63f-df77-46f7-b949-7be9cfd04df4.jpg

8:

dc087d95-90fd-4a87-ba36-4660317a6419.jpg

9:

297bda01-8272-48d2-9631-7504f4f95ac2.jpg

10:

17e1a15c-1096-4b5d-a0b0-1ab7d2b5b2c5.jpg

 

Posted

Sebelum melanjutkan pemeriksaan permohonan CN kamu, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan ke kamu:

  1. Apakah jumlah story anda sudah sesuai dengan ketentuan?
  2. Apakah jumlah SS sudah sesuai dengan ketentuan?
  3. Apakah /mp anda sudah dalam kondisi bersih?
  4. Jenis kasus apa yang anda buat untuk melakukan CK?
  5. Apakah karakter anda sudah di dalam penjara?

 

PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini!

  1. Pastikan karakter kamu sudah tidak memiliki property ( isi command /mp harus kosong )
  2. Pastikan karakter kamu tidak memiliki warrant ( bukan buronan SAPD ) dengan status aktif.
  3. Anda harus memiliki cerita yang kreatif dan valid untuk melakukan CK.
  4. Tidak boleh melakukan RP buat CK seperti bunuh diri, kecelakaan, sakit, ataupun hutang piutang.
  5. Story CK harus terdiri dari 300 kata yang terdiri dari 2-3 paragraf.
  6. Jumlah Screenshoot CK minimal 10.
  7. Anda tidak perlu /charity, karena /autocn akan terpotong secara automatis uang anda.
  8. Pastikan karakter anda sudah di dalam penjara OOC.
Posted

Your name change has been approved, please use command '/autocn' while inside Admin-Jail to automatically process your name change.

×
×
  • Create New...