adit0078 Posted June 11, 2023 Posted June 11, 2023 PENGERTIAN DASAR BAGI YANG MEMPUNYAI SERTIFIKAT BASIC LIFE SUPPORT UNTUK KEDIHUPAN SEHARI-HARI A. Apa itu Basic Life Support? Bantuan hidup dasar atau basic life support adalah serangkaian pertolongan pertama dimana dilakukan untuk membantu siapapun yang sedang mengalami kondisi henti napas dan henti jantung. Bantuan ini sendiri tidak hanya dilakukan oleh petugas medis tetapi dapat dilakukan oleh setiap warga umum. Tindakan penanganan yang dilakukan dengan sesegera mungkin dan bertujuan untuk menghentikan proses yang menuju kematian, tindakan BLS ini dapat disingkat dengan teknik ABC yaitu airway atau membebaskan jalan nafas, breathing atau memberikan nafas buatan, dan circulation atau pijat jantung pada posisi shock. B. Kenapa Basic Life Support itu penting? Karena perannya yang penting maka setiap orang hendaknya harus mempelajari dengan baik bagaimanakah langkah-langkah dalam melakukannya. Penyebab seseorang mengalami henti napas dan henti jantung sendiri cukup beragam. Mulai dari karena kecelakaan, serangan jantung, tersedak, stroke, tenggelam hingga sumbatan jalan napas. Apabila seseorang yang mengalami henti napas dan jantung tidak segera mendapatkan penanganan maka otak dan jantung akan mengalami kerusakan bahkan kehilangan fungsinya hanya dalam 6 menit untuk dapat pulih kembali. Pertolongan untuk keadaan henti jantung membutuhkan rantai tindakan yang dimulai dari BLS oleh orang yang pertama kali menemukan hingga pertolongan tahap lanjut di rumah sakit. Keseluruhan rantai pertolongan memegang peranan yang kritis dalam menentukan keselamatan penderita henti jantung. Untuk itu keterampilan BLS menjadi sangat penting untuk dikuasai dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. C. Siapa saja yang dapat memiliki sertifikat Basic Life Support? Pelatihan Basic Life Support dapat dibuka secara umum. Semua kalangan dapat berpartisipasi dalam pelatihan ini, termasuk anggota pemerintah dan anggota masyarakat. Dengan memegang sertifikasi ini, setiap orang dapat dengan cepat melakukan prosedur bantuan hidup dasar bagi mereka yang membutuhkan pertolongan pertama. Basic Life Support sangat penting bagi masyarakat awam dan sangat penting bagi calon tenaga medis ataupun tenaga medis yang sudah bekerja karena kejadian kegawat daruratan dapat di jumpai di mana saja dan kapan saja. Sehingga dapat menjadi bekal untuk menolong orang lain. Basic Life Support merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi organ vital pada korban henti jantung dan henti nafas dengan memberikan kompresi dada atau resusitasi jantung paru dan pemberian nafas bantuan. Dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan seperti saat terjadinya kecelakaan atau terkena benda tajam seperti pisau, peluru. Menuntut individu atau kelompok yang menemukan korban untuk segera memberikan pertolongan. Akan tetapi jika penolong tidak mengetahui cara yang baik dan benar dalam memberikan bantuan hidup dasar maka bisa berakibat fatal pada korban. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat : Dapat melaksanakan tindakan kegawat daruratan pada pasien henti nafas dan henti jantung. Melaksanakan komunikasi kegawat daruratan secara efektif dan efesien. Memahami dan melaksanakan tindakan kesedak secara mandiri. Melaksanakan tindakan pembidaian dan pembalutan di unit gawat darurat. Mampu mengenali tanda-tanda bahaya yang mengancam nyawa. Dapat menghentikan pendarahan. D. Teknik Dasar Basic Life Support Airway Korban dengan tidak ada/tidak dicurgai cedera tulang belakang maka bebaskan jalan nafas melalui head tilt– chin lift. Caranya dengan meletakkan satu tangan pada dahi korban, lalu mendorong dahi korban ke belakang agar kepala menengadah dan mulut sedikit terbuka (Head Tilt) Pertolongan ini dapat ditambah dengan mengangkat dagu (Chin Lift). Namun jika korban dicurigai cedera tulang belakang maka bebaskan jalan nafas melalui jaw thrust yaitu dengan mengangkat dagu sehingga deretan gigi Rahang Bawah berada lebih ke depan daripada deretan gigi Rahang Atas. Breathing Pastikan jalan pernafasan terbuka dan tidak terhalang, anda dapat terus mendengarkan dan merasakan nafas korban, serta dapat menghitung nafas per menit untuk mengetahui apakah pasien bernafas normal atau tidak. Pernapasan normal manusia adalah 12-20 L/M. Jika pernapasan berada di luar kisaran normal, yaitu di bawah 12 atau di atas 20, maka diperlukan bantuan pernapasan. Circulation Teknik tersebut digunakan untuk mengetahui detak jantung atau denyut nadi korban. Cari posisi nadi pasien, bisa di arteri radialis/ nadi di pergelangan tangan (bila ada luka di bagian ini, maka bagian ini tidak akan diperiksa) & nadi di arteri karotis atau leher pergelangan tangan (bila ada ada luka di bagian ini, jangan inspeksi di titik ini). Denyut nadi normal orang dewasa adalah Dewasa : 60-100 per menit Reference: Indonesian Trust Health Journal Thank to @Chitato Keju as Richard Asahavey for be an object Instructor. Thanks to @RvL_ as Logan Moura be an object Participant. Thanks to @Flint Yang memberi masukan. 2 1 4
$FixxBoy$ Posted June 11, 2023 Posted June 11, 2023 Nice Guide bang parhan. Jadi makin paham seputar BLS dan sertifikatnya.
$babyciao$ Posted June 11, 2023 Posted June 11, 2023 Naini emang perlu bgt bgtt punya skill BLS, nice guide.
LadyDeath Posted June 11, 2023 Posted June 11, 2023 @adit0078 izin nanya bro. Sekarang prosedur BLS sudah resmi ada perubahan flowchart? Soalnya terakhir saya ada di SAFD dan diskusi bareng Clarentine Ainsley (Ex. Assistant Chief) seputar perombakan handbook BLS gak ada sama sekali perubahan prosedur dari CAB ke ABC. https://www.acls-pals-bls.com/algorithms/bls/ Mungkin bisa bantu konfirmasi, soalnya beberapa member PD (termasuk saya sendiri) yang udah trained BLS masih suka pada pakai prosedur CAB. Sekalian minta penjelasannya terkait hal tersebut karena akan saya sounding ke member PD lain untuk menerapkan RP BLS dengan flowchart ABC kedepannya, thanks.
adit0078 Posted June 11, 2023 Author Posted June 11, 2023 37 minutes ago, LadyDeath said: @adit0078 izin nanya bro. Sekarang prosedur BLS sudah resmi ada perubahan flowchart? Soalnya terakhir saya ada di SAFD dan diskusi bareng Clarentine Ainsley (Ex. Assistant Chief) seputar perombakan handbook BLS gak ada sama sekali perubahan prosedur dari CAB ke ABC. https://www.acls-pals-bls.com/algorithms/bls/ Mungkin bisa bantu konfirmasi, soalnya beberapa member PD (termasuk saya sendiri) yang udah trained BLS masih suka pada pakai prosedur CAB. Sekalian minta penjelasannya terkait hal tersebut karena akan saya sounding ke member PD lain untuk menerapkan RP BLS dengan flowchart ABC kedepannya, thanks. Sudah terjadi perubahan mengenai prosedur BLS di SAFD, sekarang yang digunakan yaitu ABC
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now