San Andreas Network Posted October 19, 2022 Posted October 19, 2022 CRIMINALITY — POLITIC & DEPARTMENT — VACATION — SPORT — AUTOMOTIVE — EVENT & COMMUNITYAstronom Bangun Kamera Digital RaksasaWritten by Miguel Pareja Photographed by : google.com (Los Santos, 16 Oktober 2022) Luar angkasa yang luas dan masih penuh misteri tentunya membuat para astronom semakin gencar menemukan dan menciptakan peralatan-peralatan yang makin canggih agar dapat digunakan untuk mempelajari apa saja yang ada di luar angkasa sana. SLAC National Accelerator Laboratory di California, Amerika Serikat telah meluncurkan kamera digital terbesar di dunia yang memiliki tinggi kurang lebih 1,65 meter. Kamera digital terbesar di dunia tersebut rencananya akan dibangun pada akhir tahun 2024 mendatang. Kamera digital tersebut akan menjadi bagian dari Observatorium Vera C. Rubin yang terletak di puncak Cerro Pachón, Pegunungan Andes, Chile. Dengan menggunakan kamera ini, para astronom dapat mengabadikan galaksi-galaksi baru yang selama ini belum ditemukan. Photographed by : google.com SPACERKamera digital raksasa ini dapat membuat katalog yang berisi sekitar 20 milliar galaksi selama 10 tahun kedepan. Hal ini merupakan salah satu rangkaian proyek besar yang disebut sebagai Legacy Survey of Space and Time (LSST). Kamera digital raksasa LSST ini akan dapat mengumpulkan puluhan terabyte data pada setiap malamnya, hal ini tentunya sangat berdampak terhadap kemajuan pengetahuan manusia tentang alam semesta kita ini. Hal ini juga dapat membantu para peneliti dan astronom mencari tahu hal-hal yang masih misterius dan juga untuk mengetahui lebih pasti bagaimana galaksi dan alam semesta ini terbentuk.SPACERKamera LSST ini memiliki kemiripan dengan kamera digital lainnya yang ada di dunia ini, hanya saja kamera LSST ini memiliki ukuran yang sangat besar. Kamera LSST ini memiliki sensor sebanyak 189, sensor-sensor inilah yang dapat mengambil cahaya dari benda-benda langit seperti bintang, lalu sensor ini jugalah yang nantinya merubah cahaya yang ditangkap tersebut menjadi sinyal listrik yang kemudian dapat diubah menjadi gambar digital. Setiap sensor yang ada di kamera LSST ini berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 42 milimeter dan mengemas lebih banyak piksel daripada kamera di ponsel Iphone 13. Secara keseluruhan, kamera LSST ini memiliki 3,2 gigapiksel dan dapat mengambil gambar-gambar benda diluar angkasa dengan resolusi yang lebih tinggi, hal ini membuat kamera LSST dapat melihat partikel debu yang ada di bulan. Lensa pada kamera LSST ini memiliki ukuran dengan diameter 1,57 meter, membuat lensa pada kamera ini adalah yang terbesar di jenisnya. Photographed by : google.com SPACERVincent Riot, Manajer proyek kamera LSST, mengatakan bahwa sensor-sensor yang ada di kamera raksasa ini sangat mahal untuk dibuat. Selain sangat mahal, sensor ini juga sangat sensitif, kesalahan kecil saja yang terjadi dalam proses perakitannya dapat membuat kerusakan. "Jadi menyatukannya seperti memarkir Lamborghini yang terpisah hanya beberapa milimeter" ujar Vincent Riot. Sebelum lensa atau penutup dipasang pada kamera, para peneliti SLAC telah menguji sensor pada kamera tersebut dengan cara mengambil beberapa objek gambar, salah satunya yaitu mengambil gambar kepala brokoli Romanesco memalui lubang jarum yang sangat kecil. Saat ini kamera LSST telah terakit dengan sempurna, kamera LSST ini akan diuji secara ketat selama lima bulan kedepan. "Sehingga saat telah terpasang di puncak gunung nanti tak ada lagi masalah yang harus dipecahkan" ujar Vincent Riot. Kamera digital raksasa ini akan diangkut menggunakan pesawat Boeing 747 lalu dipindahkan ke kereta cargo dan menuju ke puncak Cerro Pachon. Dari puncak tersebutlah kamera raksasa ini akan dapat mengamati keindahan dan kejadian alam semesta di luar angkasa sana. Spoiler Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut, Email : Comment :
$Pr00fessortrill$ Posted October 20, 2022 Posted October 20, 2022 Email : [email protected] Comment : masa depan yang menarik ya, jadi ngga sabar melihat masa depan nantinya seperti apa ya.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now