Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

[NEWS] Mengenal Lebih Dekat Rasa Sedih


Recommended Posts

Posted
Image

CRIMINALITY  POLITIC & DEPARTMENT  VACATION  SPORT  AUTOMOTIVE  EVENT & COMMUNITY

Mengenal Lebih Dekat Rasa Sedih
Written by Beatrice Madalyn

 


Image
Photographed by : google.com
(Los Santos, 22 Agustus 2022) Menghadapi kesedihan, kehilangan, dan duka tidak pernah terasa mudah. Kesedihan yang Anda rasakan bisa saja baru hilang setelah bertahun-tahun. Semua ini sangatlah wajar, sebab kita sedang berusaha menghadapi satu dari lima tahap kesedihan. Tahap-tahap kesedihan ini akan membawa seseorang dalam proses yang sama, yakni dari amarah yang meluap hingga akhirnya mencapai penerimaan.

SPACERFaktanya, menghadapi kesedihan tidak sesederhana itu. Mengutip Heal Grief, kelima tahap tersebut sangat subjektif dan tidak dapat diterapkan pada semua orang. Karena tiap orang punya cara dan waktunya sendiri untuk melewati kesedihannya. Meski begitu, memahami kelimanya bisa membantu Anda dalam menghadapi masa sulit.

SPACERSeorang psikiater sekaligus penulis asal Amerika-Swiss, Elisabeth Kübler-Ross, pada tahun 1969 mengusulkan teori yang dikenal sebagai The Five Stages of Grief. Teori ini menyatakan bahwa setiap orang mengalami 5 tahapan dalam menghadapi kedukaan. Secara umum, tahap-tahap kesedihan terdiri dari:


Image
Photographed by : google.com
SPACERTahap pertama yakni Penyangkalan (Denial). Pada tahap ini, seseorang cenderung berpura-pura tidak tahu atau tidak mau mengakui bahwa sesuatu telah terjadi. Ketika mendapatkan hal-hal buruk, kita berusaha menyangkal fakta tersebut, bahkan menganggap bahwa hal itu merupakan sebuah kesalahan yang dapat diperbaiki, meskipun tidak akan pernah bisa. Denial merupakan bentuk mekanisme perlindungan terhadap perubahan emosional yang mendadak, sehingga hal ini wajar terjadi. Karena penyangkalan membantu mengurangi rasa sakit dari kesedihan yang dialami.

SPACERSelanjutnya yaitu Amarah (Anger). Penyangkalan adalah upaya otak Anda untuk melindungi diri, sedangkan marah adalah tahap ketika Anda melampiaskan emosi yang muncul. Pada tahap ini, Sobat bisa saja menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan atas kejadian yang menimpa. Karena saat emosi, kesadaran Anda untuk berpikir logis seperti terkikis oleh amarah Anda.


SPACERLalu terdapat Tawar-Menawar (Bargaining). Ini adalah tahap kesedihan yang membuat kita ingin kembali memperoleh kontrol atas hidup Anda. Bargaining mendorong manusia untuk berandai-andai akan adanya kesempatan kedua agar bisa memperbaiki keadaan. Sehingga, muncul asumsi jika segala sesuatunya dilakukan dengan cara berbeda, mungkin saja peristiwa tersebut takkan terjadi.

Image
Photographed by : google.com
SPACERSetelah itu muncul Depresi (Depression). Pada tahap-tahap sebelumnya, kesedihan membuat kita lebih aktif bereaksi terhadap lingkungan di sekitar, seperti marah. Namun, pada tahap Depression, Anda bakal menjauh dari orang-orang dan berdiam diri. Depression di sini bukanlah gangguan kesehatan mental, asalkan tidak berrlarut-larut. Bila Anda kesulitan, cobalah meminta bantuan kepada seorang psikolog atau minimal berbicara kepada orang yang Anda percayai.

SPACERTerakhir bernama Penerimaan (Acceptance). Penerimaan tidak berarti Anda telah move on sepenuhnya, melainkan inti dari keikhlasan. Pada tahap ini, Anda menerima bahwa hal buruk telah terjadi serta memahami artinya bagi hidup. Anda bisa jadi merasa berbeda karena telah melewati perubahan hidup yang besar ketika Anda bangkit kembali. Walau tidak mudah, ini menandakan bahwa Anda percaya ada banyak hari yang lebih baik di luar sana.

SPACERPada akhirnya, Anda akan berkembang menjadi seseorang yang jauh lebih tangguh karena telah berhasil menghadapi masa-masa sulit. Karena dunia ini sangat luas, Anda akan menemukan opsi-opsi lain dalam mewujudkan mimpimu meskipun tidak sesuai apa yang kita ekspektasikan. Tapi kalau mau nangis dulu tidak masalah, jangan dipendam rasa sedihnya, oke?
 
Spoiler

Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut,

Email : 

Comment :

 

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...