San Andreas Network Posted August 10, 2022 Posted August 10, 2022 CRIMINALITY — POLITIC & DEPARTMENT — VACATION — SPORT — AUTOMOTIVE — EVENT & COMMUNITYBadai Matahari Hantam Bumi Rabu Hari Ini, Hasilkan Aurora Ganggu GPSWritten by Haya Giovan Photographed by : google.com (Los Santos, 3 Agustus 2022) Badai Matahari dengan kecepatan tinggi diprediksi tiba di medan magnetik Bumi pada hari Rabu minggu ini. Hal itu biasanya akan memicu badai geomagnetik minor G-1. Lubang-lubang koronal adalah area di mana atmosfer bagian dari atas Matahari yang menjadi tempat gas terelektrifikasi atau plasma yang lebih padat dan dingin. Lubang-lubang tersebut juga merupakan tempat dari medan magnet Matahari berada, lubang-lubang tersebut bergerak keluar ke angkasa. Efek dari hal tersebut membuat material tenaga surya mencelat keluar dengan kecepatan sangat tinggi hingga 2,9 juta km/jam. Dikarenakan medan magnet suatu planet sangat kuat, material-material itu lalu terserap oleh planet tersebut seperti Bumi dan memicu badai yang disebut badai geomagnetik. Photographed by : google.com SPACERSelama badai tersebut masih berlangsung, medan magnetik Bumi akan sedikit terkompresi oleh gelombang partikel energi yang tinggi. Partikel-partikel itu membuat garis medan magnet di bagian kutub serta memicu molekul di atmosfer. Partikel yang dilepaskan tersebut merupakan energi dalam bentuk cahaya dan membuat aurora berwarna-warni. Aurora yang mirip dengan aurora borealis yang berada di Kutub Utara. Badai yang dipicu oleh partikel masuk dalam golongan yang lemah. Diklasifikasi sebagai badai geomagnetik G1, badai tersebut berpotensi menyebabkan berdampaknya kepada beberapa fungsi satelit, termasuk ponsel dan sistem GPS serta fluktuasi minor di jaringan listrik. Photographed by : google.com SPACERMengutip dari beberapa sumber, badai Matahari dengan skala kecil dapat melepaskan energi 100 ribu kali lebih banyak daripada yang mampu dihasilkan oleh seluruh pembangkit listrik yang berada di Bumi selama satu tahun. Jelasnya, menurut astrofisikawan dan kosmolog dari Australian National University, Brad Tucker, penduduk Bumi akan lebih sering melihat badai seperti itu yang disebabkan siklus Matahari saat ini. "Badai seperti ini tidaklah langka karena Matahari punya siklus 11 tahun, dengan periode yang diisi sedikit atau lebih banyak aktivitas. Saat ini, ada aktivitas yang lebih banyak," ujarnya. Bulan lalu, badai Matahari skala kecil ini juga sudah terjadi. Dampaknya terhadap kehidupan manusia masih terlalu kecil, namun hal itu tetap mengganggu sinyal GPS serta radio. Spoiler Kamu dapat memberikan komentar untuk berita ini di bawah dengan format berikut, Email : Comment :
$Sobersanta$ Posted August 10, 2022 Posted August 10, 2022 Email : [email protected] Comment : Waduh waduh.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now