TheKontok Posted January 2, 2022 Posted January 2, 2022 Zacharie_Zadie Pada suatu hari ada seseorang anak kecil yang bernama Zacharie Zadie, ia lahir pada tanggal 03 November 1998, di Las Venturas. Ayahnya seorang petinju dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Ia sebagai anak tidak pernah merasa menyesal berada dikeluarga tersebut, ia selalu bersyukur apa adanya. Saat ia menduduki masa remaja ke umur 18 tahun, ia selalu melihat ayahnya bertanding dengan orang lain dengan 100 kemenangan dan belum pernah kalah. Ia selalu mempunya mimpi menggantikan ayahnya, namun tekatnya langsung down akibat ayahnya yang koma saat bertanding dan ia merasa shock dan menangis sambil menghampiri ayahnya. Saat ayahnya sampai rumah sakit, ayahnya sudah meninggal, ia dan ibunya menangis tanpa henti dan bertatap kepada lawan sang ayah yang bertanding saat itu. Zacharie Zadie sangat bertekat akan mengalahkan lawan ayahnya. Saat ia berlatih ia dipanggil oleh teman ayahnya yang seorang petinju juga dan berkata “nak kemarilah ada yang ingin kusampaikan” dan Zacharie Zadie menghampiri teman ayahnya tersebut dan teman ayahnya tersebut menunjuk kepada lawan ayahnya saat bertanding lalu berkata kamu lihat dia. Zacharie Zadie merasa sangat marah dan ingin memukulnya sampai mati, namun teman ayahnya berkata ”nak kau terlalu mudah untuk mati” namun Zacharie Zadie merasa sangat marah, teman ayahnya tersebut berkata ”jika kau ingin membunuhnya bukan sekarang waktu yang tepat, mari ikut saya”. Zacharie Zadie pun mengikuti teman ayahnya tersebut ke suatu tempat. Sampai disana ia terkaget bahwasanya dia dibawa ke tempat latihan tinju yang sangat megah dan berupa banyak piagam dan piala. Saat ia melihatnya ia menangis, karena ia melihat nama ayahnya di piala tersebut, lalu teman ayahnya berkata ”kau lihat sendiri kan nak ini lah prestasi selama ini yang kita sama-sama tau bahwa ayahmu The Best of Champion”. Lalu Zacharie Zadie pun langsung berlatih dengan penuh tangis dan amarah. Saat ia beranjak umur 20 ia sudah bertanding 99 kali tanpa kalah 1 kali pun, ia sangat gigih akan membalaskan untuk ayahnya. Ia akan bertanding kepada lawan ayahnya, ia bersiap-siap dan di beritahu teman ayahnya bahwa lawan mu yang ke 100 adalah lawan tanding ayahmu yang berumur 45 tahun, dia sudah tua tapi jangan anggap remeh. Teman ayahnya tersebut membisikkan namanya yaitu Zacharie Zadie, ayah mu memberi namu sama sepertiku karena ia sangat akrab denganku jadi ku harap kau balaskan dendam temanku dan juga dendam ayahmu. Zacharie Zadie pun merasa sangat optimis akan menang dan berkata ”baik om Zadie aku akan balaskan dendamnya" tak lama pertandingan pun dimulai dan mereka saling pukul hingga babak belur. Saat ronde kedua teman ayahnya berkata ”saat aku perhatikan dia lemah saat di pukul di bagian lengan kanan dan kiri kau bisa pukul bagian situ terlebih dahulu”, Zacharie Zadie pun sangat fokus akan memukul titik kelemahan lawannya tersebut. Saat ia memukul lengan lawannya, lawannya merasa sangat tidak bisa menggerakkan tangannya, Zacharie Zadie pun merasa girang dan memukulnya tanpa henti, namun ia sangat terburu-buru sehingga lawannya memukul kepalanya hinnga jatuh. Stadium pun sangat heboh untuk berteriak ”Ayo bangkit!” teman ayahnya pun berkata ”Ayo bangkit! Karirmu belum berhenti disini, balaskan lah dendam ayahmu” dengan tekat yang kuat Zacharie Zadie pun bangkit dan berkata ”mari kita selesaikan”. Zacharie Zadie pun lebih fokus saat memukul dengan tidak membabibuta saat memukul. Saat lawannya lengah ia tidak lagi memukul lengannya, namun ia memukul bagian perut dan rahang bawah, akibat itu lawannya down dan seketika Zacharie Zadie ingin membunuh nya seperti yang lawannya lakukan kepada ayahnya. Namun ia bukan manusia seperti itu, ia mengajukan tangan kanannya dan berkata ”mari kubantu kau untuk berdiri”, berkat respect yang ia berikan stadium pun berteriak keras dengan sangat ricuh dengan respect yang ia berikan. 1 tahun kemudian ia pensiun dan pergi dari kota tersebut. Sebelum ia pergi, teman ayahnya menjumpainya dan berkata ternyata respect itu lebih tinggi dari pada balas dendam terima makasih sudah mengigatkanku akan hal itu. Zacharie Zadie pun memberi salam dan berkata ”tanamkan juga di hati anakmu om bahwa hidup butuh respect" setelah itu Zacharie Zadie pun pergi dengan ibunya ke bis. Saat sampai di tempat tujuan ia merasa koper tasnya sangat berat dan mengeceknya, ternyata isinya penuh dengan uang dan ada tulisan ”Terimakasih atas respect mu dan maaf soal ayahmu, ini bukan uang untuk menggantikan ayahmu tetapi rasa respect ku kepada mu, terima kasih banyak nak”. Zacharie Zadie sambil tersenyum bahagia bercampur sedih, hingga saat itu ia berhenti menjadi petinju dan hidup bahagia bersama ibunya. Questions Character Story Pertama: Yes Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: ada 2 tapi yang 1 lagi kena ban gatau kenapa padahal saya baru buat masih lvl 1 Account Forum yang saya miliki:Abdul Aziz Rahman XII iis4 Saya Abdul Aziz Rahman XII iis4 selaku pemilik account UCP UcokBulu bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Zacharie_Zadie) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
TheKontok Posted January 6, 2022 Author Posted January 6, 2022 @Tenesin yang ini bang saya bikin CS nya
Nadeez Posted January 10, 2022 Posted January 10, 2022 Jogjagamers Reality Project Helper Team Character Story Dear @Abdul Aziz Rahman XII iis4, I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to ACCEPT your request. Please read this guide to activate your character story In-Game via our UCP Website. We hope that you may use this character story to further develop your character. Sincerely,@xDannz JG:RP Helper Team
Recommended Posts