agus dapvagokil Posted June 12, 2021 Posted June 12, 2021 Agus Dapva Agus Dapvariandi, atau lebih dikenal dengan nama Agus Dapva, lahir di Medan, pada 5 Oktober 1989. Tinggal bersama seorang ayah yang bernama Hartono Wijayanto Riandi yang memiliki profesi sebagai karyawan swasta dan seorang ibu yang bernama Siti Nurjannah yang berprofesi sebagai juru masak. Namun mereka bercerai saat Agus masih berumur 6 tahun, karena mereka memiliki pendapat dan rencana yang berbeda-beda, maka Agus terpaksa harus tinggal bersama adik dari ayahnya bernama Joko Wijayanto yang berprofesi sebagai penjual narkotika/bandar narkoba, Agus dan pamannya tinggal bersama di sebuah kampung kecil di Padang selama kurang lebih 8 tahun. Sejak Agus masih berusia 7 tahun, pamannya lah yang bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan Agus, mulai dari pendidikan hingga kebutuhan sehari hari. Kehidupan Agus berubah saat pamannya tertangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkotika, kala itu Agus berumur 14 tahun, dimana ia harus menjalani hidupnya tanpa seorang orang tua, layaknya seekor serigala yang pergi tanpa kawanan. Sejak umur 4 tahun, orang tua Agus tidak sempat menyekolahkan Agus karena sibuk pada urusan masing masing, sehingga tidak sempat menyekolahkan Agus, sehingga Agus tidak pernah merasakan bagaimana rasanya masuk TK pada saat itu. Pada umur 7 tahun, Agus bersekolah di SD Angkasa I Padang, disana Agus mulai belajar bagaimana rumitnya menjalani hidup yang keras tanpa orang tua. Bahkan, Agus kerap menjadi sasaran bulan bulanan teman sekolahnya saat itu, namun Agus tidak memikirkan itu semua, dan fokus ke masa depan-nya. Selama bersekolah di SD Angkasa I, Agus tergolong sebagai anak yang rajin dan cerdas, tak jarang ia mendapat ranking 1 di kelasnya. Bahkan, ia kerap dipuji hingga diberikan hadiah oleh pamannya karena ia sering kali mendapat ranking 1 dan hasil yang sempurna di setiap kelasnya. 6 tahun kemudian, Agus lulus dari SDnya, ia pun berencana melanjutkan ke jenjang SMP. Dengan nilai terbaik di SDnya, Agus berhasil masuk ke salah satu SMP favorit di kota-nya, yaitu SMP Negeri 1 Padang, Agus mulai bersosialisasi di sekolahnya, karena justru di SMP-nya, Agus memiliki lebih banyak teman daripada di SD-nya. Disinilah kehidupan Agus mulai berubah, Agus bertemu dengan dua teman-nya bernama Ricky dan Tony yang memiliki nasib sial layaknya Agus, tanpa orang tua dan tanpa rasa kasih sayang, Mereka pun merubah pola fikir Agus yang awalnya adalah anak culun yang kutu buku menjadi anak nakal yang suka membantah. Maka Agus dan dua orang temannya pun tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,Ricky tinggal bersama neneknya yang tak jauh dari kampung dimana Agus dan pamannya tinggal, sedangkan Tony tinggal bersama kakaknya yang seorang pecandu alkohol. Namun, mereka bertiga malah menjadi teman akrab, mereka kerap melakukan hal hal yang seharusnya seorang remaja tidak melakukannya, mereka merokok, minum minuman keras, mencuri, membantah, melanggar aturan, memakai narkotika yang Agus curi dari tempat pamannya menyembunyikannya, dan lain - lain. Hal itu membuat Agus menjadi remaja yang berbeda, bukan seperti remaja pada umumnya. Pada 2006, paman-nya Agus, yakni Joko tertangkap oleh polisi karena menggunakan obat-obatan terlarang. Agus sempat ditahan, namun ia berhasil merlarikan diri, ia pun segera menghampiri Ricky dan Tony. Agus mulai mencari Ricky, karena rumah Agus dan Ricky tidak terlalu jauh jaraknya. "Rick! Ricky! bantu aku! pamanku ditangkap! Ricky! buka pintunya!" teriak Agus, namun jawaban dari rumah Ricky adalah nihil, Ricky tidak ada dirumahnya. Tak ada jalan lain, Agus pun mendobrak pintu rumah Ricky, saat pintu terbuka, Agus menemukan Ricky tak sadarkan diri dengan tali tambang dileher-nya dengan posisi berdiri di atas atap rumah-nya beserta sepucuk surat yang ditulis oleh Ricky, Ricky tewas gantung diri. Surat itu bertuliskan "Padang 2 Juli 2006, Aku berharap aku tak pernah melakukan ini, namun keadaan memaksaku, aku tahu ini bukanlah hal yang baik, dan tentu saja sangat berdosa. Aku tidak bisa mengatasi kecanduanku, ayahku menikah lagi dan ibuku pergi entah kemana. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku hanya ingin kalian tahu betapa sedihnya menjadi diriku ini! aku menyesal terlahir sebagai diriku! aku berharap memliki keluarga yang harmonis layaknya teman temanku! Hanya Agus dan Tony lah yang mengerti diriku. Untuk kalian, jika kalian membaca pesan ini, berarti aku sudah bahagia di tempat-ku, kalian harus kuat, aku tidak akan melupakan kalian, tidak akan pernah! kalian adalah teman terbaikku!. Penuh sayang, Ricky". Setelah membaca surat itu pun, Agus segera menghampiri Tony yang tinggal di dekat SD Angkasa I, tempat dimana Agus bersekolah dulu. Sesampainya disana, rumah Tony tampak kosong dan sepi, tidak ada kakaknya dan tidak ada Tony itu sendiri, saat agus ingin mengetuk pintu rumahnya, tiba tiba ada yang berteriak "Hei nak! kemarilah!" teriak seorang satpam disekitar rumah Tony. "Iya pak? ada apa bapak memanggil saya? apakah bapak tahu kemana Tony dan kakaknya?" tanya Agus dengan kebingungan. "Tony dan kakaknya telah pindah, mereka kembali ke Jakarta karena ada urusan lain, tapi tadi Tony menitipkan pesan untukmu, dia bilang bahwa kabur lah sejauh mungkin dan selagi bisa!" kata pak satpam "Kabur? maksudnya apa pak?" tanya Agus. "Saya juga tidak tahu, sebaiknya kau lakukan saja apa katanya! saya banyak urusan" seru pak satpam. Mendengar hal itu pun Agus tidak tinggal diam, karena ternyata mereka bertiga sedang diincar oleh pemerintah setempat, kabarnya mereka akan di letakkan dipusat rehabilitasi. Agus pun tidak tinggal diam, Agus segera bersiap dan meninggalkan kota Padang untuk selama lama-nya. Pada 4 Juli 2006, Agus pun bersiap untuk melarikan diri dari kota Padang, ia mulai membuka tabungan-nya, menjual barang barang-nya dan mencuri agar bekal-nya cukup sampai ke tempat tujuan-nya. Ia pun hendak berangkat ke Bandara dengan tujuan ke kota Las Venturas, dengan sepeda-nya Agus berangkat menuju bandara. Sesampai-nya di Bandara, ia malah disambut dengan kehadiran beberapa polisi yang mencari keberadaan Ricky, Tony, dan Agus. Dengan cepat Agus pun mengayuh sepeda-nya menuju ke tempat persembunyian, sampai sekiranya ia aman dari kejaran polisi. Beberapa jam kemudian, Agus merasa sudah aman karena suara sirine polisi sudah mulai menjauh, Agus pun mengayuh sepeda-nya dengan cepat menuju stasiun. Sesampainya di stasiun, Agus pun berlari menuju ke loket pembelian tiket. "Tolong saya pesan 1 tiket menuju kota Las Venturas!" ucap Agus dengan tergesa-gesa kepada petugas loket. "Wah maaf dik!, tapi kereta dengan tujuan ke kota Las Venturas sudah berangkat tadi dini hari! baru datang besok hari, apa kamu mau?" tanya petugas loket. Mendengar hal itu Agus pun mulai panik dan salah mengucap "Yasudah, tiket apa yang tersedia, dan ke kota mana?" tanya Agus. "Kalau kamu mau, ini ada tiket dengan tujuan ke kota Los Santos, kamu bisa berangkat 30 menit lagi!" jawab petugas loket. Dengan sigap Agus pun membeli tiket tersebut, dan segera menunggu di tempat antri dengan membawa barang bawaan-nya. 30 menit terlewat Agus pun segera menaiki kereta-nya, dengan penampilan yang lusuh dan barang bawaan yang banyak, banyak penumpang lain yang merasa iba dan banyak juga yang melihat dengan tatapan sinis. Agus pun tak memperdulikan-nya dan mulai memfikirkan apa yang akan dilakukan-nya di kota Los Santos. Agus duduk di seat-2 bersama seorang kakek-kakek yang sudah cukup renta. "Kemana orang tua mu nak? mengapa kau sendirian di kereta ini? apa kau butuh bantuan?" tanya kakek kepada Agus. "Tidak pak, orang tua ku sudah pergi entah kemana, aku sendirian karena ada urusan yang harus aku urus di kota Los Santos" jawab Agus dengan nada bicara pelan. Kakek itu pun tidak menjawab jawaban Agus dan mulai tertidur, Agus pun juga tertidur karena kelelahan saat mengayuh sepeda-nya. Sesampainya ditujuan, Agus pun terbangun karena dibangunkan oleh petugas kereta "Hei bangun! kau sudah sampai ditujuanmu nak!" ucap petugas kereta. Agus pun terbangun, dan menemukan sepucuk surat di kantong bajunya. Tak disangka, surat itu dari sang kakek yang duduk disebelah Agus, "Nak, aku tahu kau siapa, aku kenal dirimu, ayahmu, pamanmu, bahkan keluargamu, asal kau tahu saja, kota Los Santos bukanlah kota yang baik, namun itu kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi, kau harus hati hati dan kuat, larilah sejauh mungkin, kaburlah, terbanglah!" isi surat kakek itu pun membuat Agus terkejut dan terheran-heran, bagaimana bisa kakek tersebut mengetahui Agus? Agus pun mulai membawa barang bawaannya dan turun dari kereta, di kota inilah Agus mulai bertumbuh dewasa, ia mengamen, dan melakukan beberapa pekerjaan sampingan agar ia bisa bertahan hidup sampai ia berusia 36 tahun, Agus masih tinggal dikota ini, ia bekerja sampingan untuk memenuhi kehidupan-nya Agus mulai mengetahui dan terbiasa dengan segala hal yang ada dikota ini. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Agus kedepan-nya, dengan penuh harapan Agus memiliki masa depan yang baik, semoga saja. Questions Tujuan membuat character story: Agar bisa mengakses fitur lengkap dan bisa ber roleplay lebih baik dan lebih meyakinkan Account UCP yang saya miliki: hanya satu, AgusDapvaGokil Account Forum yang saya miliki: agus dapvagokil Berapa lama saya sudah main di JGRP: Kurang dari 1 bulan Saya biasa main JGRP di: Hanya di rumah Saya agus dapvagokil selaku pemilik account UCP AgusDapvaGokil bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Agus Dapva) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain. @Fajar14mohon dicheck kembali bang untuk csnya, terimakasih
$Javanicus66$ Posted June 12, 2021 Posted June 12, 2021 Hi, @agus dapvagokil Terimakasi sudah ngirim character stories. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu dijawab: 1. Level berapa karakter kamu saat ini? 2. Sebutkan UCP yang kamu punya? 3. Apakah nama karakter kamu dan UCP sudah benar? 4. Apakah kamu sudah membaca dan memahami ketentuan pembuatan character story dan siap menanggung resikonya? 5. Dimana kamu bermain? Rumah atau warnet? Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! 1. Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Calibri, atau Tahoma),Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) 2. Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri 3. Tidak boleh ada plagiarisme (silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: http://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) 4. Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standard bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). 5. Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph.
agus dapvagokil Posted June 12, 2021 Author Posted June 12, 2021 1 hour ago, Javanicus66 said: Hi, @agus dapvagokil Terimakasi sudah ngirim character stories. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu dijawab: 1. Level berapa karakter kamu saat ini? 2. Sebutkan UCP yang kamu punya? 3. Apakah nama karakter kamu dan UCP sudah benar? 4. Apakah kamu sudah membaca dan memahami ketentuan pembuatan character story dan siap menanggung resikonya? 5. Dimana kamu bermain? Rumah atau warnet? Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! 1. Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Calibri, atau Tahoma),Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) 2. Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri 3. Tidak boleh ada plagiarisme (silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: http://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) 4. Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standard bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). 5. Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph.
agus dapvagokil Posted June 12, 2021 Author Posted June 12, 2021 1. level 5 2. hanya 1 akun saja, bernama AgusDapvaGokil 3. saya yakin sudah benar 4. sudah dan saya siap menanggung segala resiko bila saya terbukti melanggar 5. dirumah saya sudah membaca syarat dan ketentuan pembuatan character story, saya harap admin dapat segera mengaccept character story karangan saya, terimakasih admin
agus dapvagokil Posted June 13, 2021 Author Posted June 13, 2021 @Fajar14 dan @Javanicus66 mohon mengecheck kembali character story saya, saya mohon segera di acc, karena sudah 2x24 jam, terimakasih admin.
$Javanicus66$ Posted June 14, 2021 Posted June 14, 2021 To @agus dapvagokil I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to APPROVE your request. Please read the following guide to activate your link your store to your In-Game account: Sincerely,@Javanicus66JG:RP Staff Team.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now