Radipta Posted January 7, 2021 Posted January 7, 2021 (edited) Radipta Wijaya Radipta Wijaya adalah seorang pria kelahiran 8 November 2000. Ia termasuk golongan orang bipatride karena kedua orang tuanya berasal dari New York tepatnya di Columbus, sementara ia lahir di Indonesia. Lahirnya Radipta di Indonesia dikarenakan suatu kejadian yang dialami oleh ayah dan ibunya sebelumnya. Dulu pada tahun 1999 dimana merupakan 1 tahun sebelum kelahiran Radipta, ayah dan ibunya telah mengalami cobaan berat karena bangkrutnya perusahaan Wolf Craft milik sang ayah. Hal itu terjadi karena pernah ditipu oleh investor yang saat itu menjadi buronan internasional dan sedang diselidiki jejaknya. Ayahnya bernama Alex Wolf telah menjalankan perusahaan mebel tersebut selama puluhan tahun dan telah menjadi distributor internasional bagi negara-negara di Benua Amerika sebagai pendukung utama infrakstuktur bangunan. Itulah mengapa si penipu dicap menjadi salah satu buronan internasional. Sayangnya, hasil tetap nihil walaupun telah dilakukannya pencarian pelaku selama berbulan-bulan. Hal itu hanya menghabiskan dana perusahaan yang cukup banyak. Mirisnya lagi karena kejadian tersebut, Alex Wolf mengalami kerugian yang cukup besar yang disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menangani permintaan pasar, sehingga harta kekayaan yang dimiliki pun hampir tak tersisa. Oleh karena itu, Alex Wolf dan istrinya, Morgan Turner memutuskan untuk memulai hidup baru di negara Indonesia dengan mencabut hubungan kerja sama di beberapa negara dan berbagai kontrak yang telah terjalin selama ini. Tak hanya itu, mereka juga mengganti identitas dengan harapan agar bisa hidup tenang dan terhindar dari dunia kejahatan. Musibah tersebut tentunya tidak membuat mereka patah semangat dalam menjalani hidup. Mereka terbang menuju Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2000 dengan keadaan sang istri hamil 6 bulan. Di sana mereka memulai hidup baru di Yogyakarta tepatnya di kota Bantul dengan rumah yang sederhana. 2 setengah bulan kemudian, saat itulah bayi laki-laki mungil yang diberi nama Radipta Wijaya mulai melihat dunia. Radipta termasuk anak prematur karena ia lahir sebelum genap 9 bulan berada di kandungan sang ibu, tetapi ia tergolong anak yang sehat. Dari situlah asal muasal cerita kehidupan Radipta dimulai. Dulu, Radipta merupakan anak kecil yang aktif bermain dengan teman satu kampung yang berbeda bahasa. Dari situ secara tidak langsung ia bisa fasih berbahasa Indonesia hanya dengan berkomunikasi dengan orang lain, padahal dulunya orang tua Radipta tidak pernah mengajarinya bahasa Indonesia karena mereka sendiri hanya menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-harinya. Radipta merupakan anak yang cerdas, rajin, disiplin, dan tentunya juga sayang dengan kedua orang tua. Dia juga memiliki hobi di bidang teknologi, baik hardware maupun software. Sejak kecil ia sudah cukup mahir dalam melakukan reparasi, modifikasi, upgrade, dan lain-lain pada alat komunikasi modern, seperti handphone, laptop, dan komputer. Dari hobinya tersebut, ia dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lumayan banyak karena hampir setiap minggu ada yang datang ke rumah mereka untuk menggunakan jasanya. Selain itu, ia dikenal sebagai murid teladan di sekolahnya dan hal itu dibuktikan juga dengan prestasi yang ia capai di berbagai olimpiade, baik di tingkat kabupaten sampai nasional. Kedua orang tuanya pun bangga atas apa yang telah dilakukannya. Kehidupan bahagia di Indonesia yang telah berjalan selama sekitar 18 tahun ini rupanya tidak akan berjalan selamanya. Sang ayah, Alex Wolf terkena kanker stadium 3 dan mengalami keterbatasan dalam beraktivitas, sehingga beliau tidak dapat bekerja seperti biasanya. Sang ibu tetap setia merawat ayahnya, namun kehidupan yang dijalani mereka terasa tidak seperti dahulu kala. Di suatu hari, sang ayah memberikan beberapa inspirasi kehidupan dan menceritakan secara detail bagaimana kehidupan beliau berlangsung. Di situ, Radipta merasa tergugah hatinya untuk melangkah ke level kehidupan yang selanjutnya. Ia telah membuat keputusan untuk merantau ke Los Santos setelah menyelesaikan belajarnya demi mencari pengalaman yang baru dan bertekad untuk meneruskan karir ayahnya. 2 tahun kemudian, pemuda berumur 20 tahun lulusan S2 ilmu kehutanan yang tak lain lagi adalah Radipta, bersiap-siap untuk terbang ke Los Santos. Tangis dan haru diiringi ketika mereka saling berpisah. Penyakit yang diderita ayahnya pun semakin parah, sehingga hal tersebut membuat Radipta merasa bimbang meninggalkan keluarganya. Dengan tekad yang bulat, hal yang bisa dilakukan oleh Radipta saat itu hanyalah berdoa memohon kesembuhannya. Ia berjanji kepada kedua orang tuanya bahwa akan terus memberikan kabar setiap hari dan memberikan uang setiap minggu guna meringankan beban orang tua. Setelah itu, dengan berat hati ia beranjak keluar menuju bandara menggunakan taxi panggilan. Tepat pada tanggal 25 Desember 2020 ia mendarat ke kota Los Santos. Di situ, ia tidak terlalu terburu-buru karena ia harus mengatur keuangannya dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal pertama yang ia lakukan adalah menyewa kost-kostan yang murah sebagai tempat tinggalnya. Ia memiliki rencana untuk bekerja sebagai taxi, karena pada saat itu ia masih buta jalan dan belum mengetahui secara detail kondisi geografis yang dibutuhkan. Hal itu dibutuhkan untuk menggapai cita-citanya, yaitu melanjutkan karir sang ayah. Dari situ ia secara perlahan mengumpulkan uang untuk membeli taxi dengan menjalankan berbagai pekerjaan sampingan tiap harinya dari pagi sampai malam, seperti pembersih jalanan, pengangkut sampah, dan mengumpulkan tanaman buah berry liar untuk dijual. Tak lupa, ia juga menelepon orang tuanya setiap malam sehabis pulang kerja untuk saling tanya kabar. Beberapa hari kemudian, ia telah mendapat cukup uang untuk membeli sebuah taxi dan bekerja sebagai sopir taxi sampai saat ini. Upah yang ia terima dari pekerjaan sopir taxi tersebut selalu ia sisihkan 50% untuk biaya hidup orang tua. Ia pun juga bertekad untuk menjadi penebang pohon, sehingga perlahan-lahan dari pengalaman kerja yang ia peroleh, bisa membantunya dalam mewujudkan cita-cita. Questions Tujuan membuat character story: Agar pengalaman bermain lebih baik dengan mengakses fitur lanjutan. Account UCP yang saya miliki: Radipta Account Forum yang saya miliki:Radipta Berapa lama saya sudah main di JGRP: Kurang dari 1 bulan Saya biasa main JGRP di: Hanya di rumah Saya Radipta selaku pemilik account UCP Radipta bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Radipta_Wijaya) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain. Edited January 7, 2021 by Radipta Tambahan & perbaikan kalimat.
newlyzer Posted January 7, 2021 Posted January 7, 2021 Selagi saya me-review CS kamu, mohon jawab pertanyaan di bawah ini terlebih dahulu: Sudah mencapai level berapa character kamu saat ini? Apakah kamu mempunyai UCP yang lain?
Radipta Posted January 7, 2021 Author Posted January 7, 2021 (edited) 8 minutes ago, cybermrw123 said: Selagi saya me-review CS kamu, mohon jawab pertanyaan di bawah ini terlebih dahulu: Sudah mencapai level berapa character kamu saat ini? Apakah kamu mempunyai UCP yang lain? Sebelumnya saya minta maaf karena saya kira yang ada diformulir itu menyebutkan character yang saya punyai, ternyata account UCP (Edited). Character saya saat ini sudah mencapai level 5. Hanya 1, yaitu dengan username Radipta. Edited January 7, 2021 by Radipta
newlyzer Posted January 7, 2021 Posted January 7, 2021 To @RadiptaI am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to APPROVE your request. Please read the following guide to activate your link your store to your In-Game account: Sincerely,@cybermrw123JG:RP Staff Team.
Recommended Posts