Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

Liliana Bellenepia [usermine01]


Naee

Recommended Posts

Posted

Liliana Bellenepia


 

Character Name : Liliana Bellenepia

Origin : United Kingdom

Story :

8vSBb5H.jpg

 

Liliana Bellenepia lahir pada 29 jan 1997 di London, United Kingdom. Ayahnya bernama Albert Hisakata dan ibu yang bernama Rose Bellenepia. Lahir dari keluarga campuran Asia-Eropa tidak menghenrankan bila Liliana memiliki mata yang berwarna coklat keturunan ayahnya dan rambut hitam panjang seperti ibunya. Liliana tumbuh menjadi gadis yang cantik di keluarga yang baik dan berkecukupan. Hal tersebut membuat Liliana menjadi gadis yang periang, tidak sedikit orang yang menyukai Liliana karena sifat baik yang ia miliki dan paras wajah yang manis serta menggemaskan. Pada saat Liliana masuk ke taman kanak kanak ia sering mengikuti lomba menari dan selalu menjadi juara.Hal itu terlihat dari banyaknya piagam yang ia dapatkan semasa itu.

 

Saat usia 7 tahun ia pun diajak liburan ke Jepang oleh kedua orang tuanya karena berhasil menjuarai lomba matematika tingkat nasional. Namun pada 20 maret 2004 terjadi kecelakaan beruntun. Bis yang membawa Liliana dan keluarga terguling karena berusaha menghindari tabrakan dari pengemudi truck yang mabuk. Liliana selamat dari kecelakaan maut itu, namun sayang kedua orangtua Liliana meninggal dunia. Akhirnya Liliana di pulangkan ke London dan di rawat oleh paman serta bibinya. Selama tinggal di rumah pamannya Liliana disuruh mengerjakan pekerjaan rumah dan mendapat perlakuan kasar dari bibinya. Ia sering kali di marahi dan dipukul tanpa sepengetahuan pamannya dan hal itu terus berlanjut sampai Liliana lulus dari sekolah dasar. Sampai suatu hari pamannya secara tidak sengaja mendengar Liliana menangis di dalam kamarnya, karena penasaran pamannya pun bertanya kepadanya apakah terjadi sesuatu hal buruk tanpa sepengetahuan pamannya. Pada awalnya Liliana enggan untuk menjawab hal itu, namun setelah pamannya meyakinkan Liliana untuk bercerita kepadanya ia pun akhirnya mulai membicarakan kekerasan yang selama ini dilakukan oleh bibinya. Mendengar hal tersebut pamannya merasa malu dan menyesal atas perbuatan istrinya. Tanpa berpikir panjang pamannya menyuruh Liliana pindah dari rumahnya dan tinggal sendirian dengan catatan ia akan selalu di berikan uang saku setiap bulan untuk membayar sewa serta uang jajan kesekolah. Namun Liliana yang berusia belasan tahun saat itu tidak diperbolehkan untuk tinggal sendirian oleh kebijakan setempat. Akhirnya Liliana pun dipindahkan untuk tinggal di panti asuhan Saint Lawarance dan tetap dikirimi uang saku dari pamannya.

 

Pada saat tinggal di panti asuhan Liliana memiliki banyak sekali teman, karena selama ini dia terlihat murung akibat perlakuan dari bibinya. Saat di panti asuhan Liliana belajar akan banyak hal, karena Liliana termasuk orang yang mudah penasaran akan hal baru. Dipanti asuhan tersebut Liliana belajar merajut, membuat kue, dan banyak hal lainnya. Namun dari semua itu Liliana terlihat lebih tertarik dan fokus kepada photography. Ia sangat tertarik akan dunia photography karena ia merasa ia dapat mengabadikan sesuatu moment dan dapat di ingat terus seiring berjalannya waktu melalui sebuah foto. Liliana termasuk berbakat dalam mengambil sebuah gambar, hal itu bisa di jelaskan dengan banyaknya piala yang dia dapatkan dari lomba lomba Photography. Akan tetapi banyak orang yang tidak mengetahui hal ini di karenakan setiap lomba Liliana selalu menggunakan nama samarannya "Apple". Sampai pada saat Liliana SMA ada seorang laki laki bernama Max dengan usia kurang lebih 9 tahun lebih tua di atasnya menguak identitas "Apple" yang sebenarnya. Laki laki ini adalah orang yang sering menyumbangkan uangnya kepada pihak panti asuhan dan terlihat baik kepada semua anak anak di panti. Setelah itu mereka pun terlihat menjadi sangat dekat, mereka sering membicarakan tentang teknik pengambilan foto yang baik, pencahayaan yang bagus, effect yang dapat di hasilkan kamera dan lain lain. Setelah mengenal satu sama lain dengan baik Liliana merasakan keberadaan "Ayah" yang berada pada sosok Max karena perlakukan kepada dirinya. Sampai suati hari disaat Liliana ingin masuk ke sebuah Universitas ia pun melakukan taruhan kepada Max jika ia berhasil masuk universitas ternama maka Max harus mau menjadi ayahnya. Mendengar taruhan Max awalnya Hanya tertawa, namun setelah menanyakan keseriusan Liliana ia pun menyanggupi taruhan aneh yang dibuat Liliana. Mendengar hal tersebut Liliana senang dan giat belajar agar bisa masuk universitas ternama di London.

 

Pada saat pengumuman penerimaan mahasiswa Liliana yang di dampingi Max terlihat begitu cemas. Dengan tangan yang gemetar ia pun mencari namanya sembari menyebut nama tuhan dengan pelan. Sekitar 15menit mencari akhirnya ia menemukan namanya terdaftar sebagai calon mahasiswa yang lolos di kampus tersebut. Dengan muka yang terlihat gembira dan menahan air mata kemenangan ia pun meminta Max untuk menepati janjinya. Namun dengan muka yang sedikit masam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun Max pergi meninggalkan Liliana. Liliana yang melihat raut muka dan tingkah laku Max merasa sangat sedih dan kecewa lalu pulang kembali ke panti dengan lesu. Selang beberapa hari setelah pengumuman, Liliana dipanggil ke ruangan kepala panti. Tanpa berpikir alasan mengapa ia dipanggil ia pun bergegas ke ruangan kepala panti. Sesampainya Liliana di ruangan kepala panti, ia merasa terkejut karena melihat Max juga berada disana. Setelah kepala panti menjelaskan situasinya bahwa Max secara resmi sudah mengadopsi Liliana sebagai anak. Liliana terlihat begitu senang dan tidak sanggup menahan air matanya. Liliana yang tidak sanggup menahan luapan emosi senang pun memeluk Max dengan erat dan tidak menyangka bahwa Max akan menepati janjinya meski saat itu wajahnya terlihat masam. Saat masih di pelukan Liliana, Max pun menjelaskan bahwa sekarang ia dan Liliana sudah menjadi satu keluarga jadi jangan sungkan untuk memanggilnya ayah seperti beberapa waktu yang lalu. Beberapa hari kemudian Max berkata bahwa ia harus pergi ke Los Santos untuk melakukan pemotretan. Liliana bersikeras untuk ikut bersama Max namum Max menolaknya. Max berkata kepada Liliana untuk lulus kuliah terlebih dahulu lalu diperbolehkan menyusulnya ke Los Santos. Dengan berat hati Liliana merelakan kepergian Max dan menyemangati dirinya agar bisa menjadi lulusan terbaik. Setelah 4 tahun kuliah Liliana pun lulus dan langsung pergi menyusul ayahnya ke Los Santos.

 


 

Saya Naee selaku pemilik account UCP usermine01 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Liliana Bellenepia) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Posted

Questions

Tujuan membuat character story:
Memenuhi sayat dan ketentuan bermain JGRP

 

Account UCP yang saya miliki:
usermine01

 

Account Forum yang saya miliki:
Naee

 

Berapa lama saya sudah main di JGRP:
1 - 2 tahun

 

Saya biasa main JGRP di:
Hanya di warnet

Posted

Image


To @Naee

I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to APPROVE your request. Please read the following guide to activate your link your store to your In-Game account:

 


Sincerely,

Tiak
JG:RP Staff Team.

 
  • Tiak locked this topic
Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...