Baru-baru ini lewat di beranda sosial media saya (fyp tiktok) yang memperdebatkan tentang subathon. Sebelum membahas tentang subathon alangkah baiknya mencari tahu terlebih dahulu apa itu subathon.
Subathon
Dilansir dari kumparan, Subathon adalah kependekan dari subscribe marathon. Pada dasarnya, ini merupakan challenge alias tantangan yang dilakukan streamer untuk melangsungkan live streaming berdasarkan jumlah penonton dan subscribers yang mereka raih secara real time. Di sini yang dapat saya simpulkan secara tidak langsung para streamer menambah durasi live streamingnya berdasarkan seberapa banyak para penonton melakukan subscribe kepada mereka. Setiap 1 subscribe akan bertambah waktunya (hal ini bergantung kepada streamer yang mematok durasinya).
Kemudian, streamer dari tiktok yaitu RRQ FFroody dan temannya (svvagybwse) ada salah satu video yang membahas tentang subathon. Video tersebut diupload pada tanggal 6 Agustus 2024, svvagybwse berkata "Subathon itu lebih kearah kalo ada yang subscribe ke lu, timernya nambah". Tetapi, saya seringkali melihat banyak orang yang salah paham mengenai subathon. Sebenarnya istilah ini berasal dari twitch, platform tersebut mengharuskan para penonton membayar ke streamer apabila ingin berlangganan / subscribe.
Donathon
Dilansir dari GitHub, Donathon adalah alat untuk streamer. Ini secara otomatis menambah waktu streamer untuk menyumbang atau acara lainnya. Kesimpulannya, ini sama seperti subathon namun dibedakan dengan caranya. Umumnya hal ini (donathon) digunakan untuk para streamer YouTube, dalam sumbangan dari para penonton untuk nominal tertentu maka durasi dari waktu livestream tersebut akan bertambah.
Lalu apa masalahnya dengan streamer?
Banyak streamer yang melakukan livestream dengan embel-embel atau judul "Subathon" dan memasang timer end livestream. Namun sudah mematikan livestream-nya padahal timer-nya belum selesai. Ini menjadi pertanyaan saya, mengapa memasang atau memberikan tantangan subathon sedangkan mereka (para streamer) tidak sanggup menghabiskan waktunya?