Allzan Ahmad
Allzan Ahmad membuka matanya setiap pagi dengan aroma tanah basah yang melekat di ingatannya. Lahir pada 26 Mei 2000 di sebuah desa kecil yang dikelilingi hamparan sawah hijau, ia tumbuh menyaksikan ayahnya membungkuk di ladang dari fajar hingga senja. Tangan-tangan kasar ayahnya yang penuh kapalan selalu bercerita tentang pengorbanan dan harapan. Meski hidup sederhana, orang tuanya tidak pernah lelah menanamkan satu pesan yakni pendidikan adalah jembatan menuju kehidupan yang lebih baik. Setiap malam, di bawah lampu minyak yang redup, Allzan belajar dengan tekun sambil mendengar suara jangkrik di luar jendela. Ketika usianya menginjak dua puluh empat tahun keputusan besar itu datang, ia harus merantau ke kota Los Santos untuk melanjutkan pendidikan dan mencari peluang yang tidak pernah ada di desanya.
Langkah pertama di Los Santos terasa seperti melompat ke dunia yang berbeda. Gedung-gedung menjulang tinggi menggantikan pepohonan, dan keramaian kendaraan menggantikan kicauan burung pagi. Allzan tinggal di sebuah kamar kos sempit di pinggiran kota, berbagi dapur dengan lima orang asing lainnya. Setiap hari ia bekerja paruh waktu di sebuah toko kelontong sambil kuliah di malam hari. Rasa lelah sering menyergap, namun wajah ayahnya yang tersenyum bangga saat mengantarnya ke terminal bus selalu menjadi pengingat mengapa ia bertahan. Ada hari-hari ketika ia merindukan suara ayam berkokok dan hangatnya sarapan buatan ibu, tetapi Allzan tahu bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri.
Bulan berganti bulan, Allzan mulai menemukan ritmenya sendiri di kota besar ini. Ia belajar bahwa kehidupan di Los Santos bukan tentang melupakan akar, melainkan membawa nilai-nilai desa dalam setiap langkahnya. Kejujuran yang diajarkan ayahnya membuatnya dipercaya oleh pemilik toko, dan kerja kerasnya mulai membuahkan hasil akademik yang membanggakan. Di tengah hiruk pikuk kota, Allzan menemukan teman-teman baru yang juga pejuang dari berbagai daerah. Mereka saling menguatkan, berbagi cerita tentang kampung halaman, dan bermimpi bersama tentang masa depan yang lebih cerah. Allzan tahu perjalanannya masih panjang, namun setiap malam sebelum tidur, ia berbisik pada dirinya sendiri "Ini semua akan sepadan. Suatu hari nanti, aku akan pulang dengan kepala tegak dan membuat orang tua bangga."
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: 3 - 6 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
allzanAhmad
Account Forum yang saya miliki:
Legen Dary
Saya Legen Dary selaku pemilik account UCP allzanAhmad bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Allzan_Ahmad) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.