Alberto_Connally
Alberto Connally dilahirkan tanggal 27 Maret 1993 di Los Santos, AS. Ayahnya, Francisco Connally, pengacara campuran darah Spanyol–Belanda, sikapnya teguh tetapi tidak semena-mena. Ibunya, Hana Connally, dosen asal Jepang, wataknya tenang meski kuat menghadapi tekanan. Suasana rumah mereka rapi seperti jarum jam, tertib, terstruktur, hanya saja selalu ramai dengan canda, obrolan panas ringan, juga harum kopi tiap subuh. Dari situ Alberto mulai paham kalau ketekunan dibareng usaha keras bukan sekadar pakem keluarga, melainkan dasar hidup yang membuat jati diri dan arah masa depannya terbentuk.
Pada umur tujuh tahun, keluarganya hijrah ke Utrecht karena ayahnya mendapat pekerjaan di kantor hukum internasional. Pergeseran ini membuat hidupnya goyah total. Bahasa yang tidak dikenal, udara dingin menusuk, suasana asing, semua membuat dia terasa kesepian. Tetapi sepakbola malah menjadi pintu masuknya agar bisa berbaur dengan orang sekitar. Tiap hari menjelang petang, Alberto bermain sepakbola di taman kota bersama anak-anak sekitar, hujan turun, salju turun, atau angin menerjang, dia tetap datang. Saat itulah salah satu pelatih setempat memperhatikan bakatnya lalu menawarkan untuk ikut latihan di akademi Jong Utrecht FC.
Kariernya melesat cepat. Tak cuma cerdas secara taktik, Alberto juga memiliki operan tepat serta naluri dalam membaca permainan yang tajam. Gelandang ini tenang, berpandangan jauh, mentalnya tak gampang goyah. Di usia 19 tahun, dia dikontrak profesional bersama FC Utrecht. Cita-citanya untuk bermain di kompetisi top Eropa kini makin nyata. Tetapi saat pertandingan derby melawan Ajax Amsterdam, tekelan keras bek lawan membuat lututnya retak. Cedera ACL berat ini mengubah semua rencana.
Usai menjalani pembedahan lama serta pemulihan yang melelahkan, Alberto mencoba kembali ke lapangan, tetapi kemampuannya tidak seperti dahulu lagi. Saat umur baru 23 tahun, dia memutuskan untuk pensiun dari sepakbola secara resmi. Walau sulit diterima, dia tidak mau pasrah begitu saja. Lewat kenalan sang ayah, dia mulai merintis usaha di bidang otomotif, khusus untuk mengimpor mobil-mobil premium. Perlahan bisnisnya melesat, sampai masuk ke sejumlah kota penting di Eropa.
Tetapi wabah Covid-19 membuat semua berantakan. Omzet langsung merosot tajam, rekan kerja menarik diri satu per satu, hingga akhirnya usahanya harus gulung tikar. Meski nyaris karam oleh kegagalan, Alberto menjual habis aset miliknya buat kembali ke AS. Tak lagi main-main, dia bersumpah untuk mulai kembali dari nol. Sekarang yang dibawa tidak hanya luka lama, tetapi ilmu serta semangat yang tak gampang patah.
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
llakamumu
Account Forum yang saya miliki:
l1akamumu
Saya l1akamumu selaku pemilik account UCP llakamumu bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Alberto_Connally) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.