Alexander_Hayden
Pada suatu hari di kota Wembley, lahirlah anak bernama Alexander Hayden, ia lahir pada tanggal 23 April 1865. Ayahnya, Alex Mufiger adalah seorang pekerja di pabrik baja. Ibunya, Marrin Howledge seorang penjahit yang menjahit pakaian untuk keluarga kaya di kota London. Sejak kecil Alexander sering bermain di tepi rel kereta api Wembley. Ia terpesona setiap melihat lokomotif uap yang melesat dengan tenaga yang luar biasa. Baginya, itu lebih indah dari apapun. Pada suatu malam ibu Alexander berkata bahwa sebuah kecepatan melambangkan kebebasan, Alexander yang mendengar itu menjadikan kata yang ibu nya ucapkan sebagai kompas hidupnya.
Di usianya yang ke 15 tahun, Alexander mulai bekerja di bengkel tua dekat sebuah taman. Di situlah ia mengenal mesin uap. Tangannya sering terluka, tapi matanya selalu bersinar setiap kali eksperiment yang ia lakukan berhasil. Dengan sisa besi tua dari bengkel ia merakit kereta mini dengan mesin uap, pada percobaan pertama mesinnya sering meledak dan orang-orang di sekitarnya menertawakan Alexander, tapi Alexander tidak pantang menyerah. Pada percobaan kesekian kalinya, ia berhasil membuat sebuah kereta mini dengan mesin uap.
Saat dewasa, Alexander menetap di Wembley. Ia bekerja serabutan, Ayahnya meninggal karena kecelakaan pabrik, sedangkan ibunya wafat karena sakit parah. Alexander hampir menyerah, namun ia mengingat perkataan ibunya saat ia masih kecil. Sejak saat itu Alexander mulai bekerja keras dan mendapatkan mobil pertamanya, ia langsung mencobanya dengan ikut balap jalanan liar
Pada tahun 1923, sebuah ajang balap baru di umumkan di Prancis yaitu 24 Hours of Le mans, balapan ketahanan paling bergengsi di dunia. Alexander yang saat itu berumur 58 tahun dan masih tinggal di Wembley mendengar kabar itu dan memutuskan untuk mengikuti ajang balapan tersebut, awalnya orang-orang menertawakan bahkan sampai mengejek nya, namun Alexander tidak peduli, ia bekerja keras dan menabung untuk pergi ke Prancis dan mengikuti ajang balap tersebut. Pada sampai akhirnya ia berhasil untuk mengikuti ajang balap tersebut dengan tim kecil berasal dari Inggris.
Saat Alexander melihat kondisi mobil nya seorang pria dari Jerman dengan pakaian balap lengkap datang ke garasi nya. Wajahnya terlihat muda, penuh percaya diri, dan matanya melihat ke Alexander dengan sinis. Ia kebingungan dengan Alexander yang sudah tua, namun masih mengikuti balapan ketahanan ini, ia mengolok Alexander dengan sebutan "Pak Tua". Alexander yang mendengar ejekan tersebut tidak terima, namun ia hanya memiliki 1 cara untuk membuktikan bahwa umur bukanlah penghalang untuk balapan,
Balapan dimulai. Suara mesin menggema di penjuru jalanan Le Mans yang sempit dan licin karena hujan. Alexander menjaga kecepatan dan ketahanan dari ban nya. Sementara itu pembalap Jerman yang tadi mengoloknya melesat dengan cepat, memimpin lap demi lap. Malam pun tiba, kabut mulai menebal, lampu jalan di sekitar jalanan mulai berkelip, Alexander tetap menjaga kecepatan nya dan menjaga ritme, sementara mobil pembalap Jerman itu mulai terlihat goyah karena di pacu terlalu keras.
Di tikungan tajam dekat jembatan, pembalap Jerman itu mendekati Alexander dari belakang dan menabrak bagian belakang mobil Alexander. Mobil Alexander berputar dan hampir menabrak pagar kayu. Penonton bersorak, mekanik merasa panik dari paddock. Namun Alexander dengan pengalamannya walau tangan nya begetar sekalipun ia akan melanjutkan balapan tersebut. Pembalapa dari Jerman tersebut terkena masalah akibat terlalu memaksakan kecepatan nya dan mulai hilang kendali. Mobilnya terguncang, roda patah, lalu ada api yang menjalar. Penonton ketakutan, sementara panitia berlari memadamkan api. Alexander yang melihat menghela nafas panjang, ia tidak merasa puas juga tidak merasa iba.
Ketika matahari terbit, hanya beberapa mobil yang berhasil bertahan. Mobil Alexander masih bertahan dan ia berhasil menyelesaikan balap ketahanan paling keras tersebut dengan selamat. Ia tidak menjadi juara namun ia berhasil menunjukan bahwa seseorang miskin dan tua dapat bertahan dari balapan paling panjang di dunia.
Pada usia 60 tahun, Alexander pergi meninggalkan Wembley kota masa kecilnya. Ia menerima undangan untuk menjadi mekanik dari rekan tim nya pada balapan 24 Hours Of Le Mans yang mempunyai bengkel di kota Los Santos.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
AlexPeak
Account Forum yang saya miliki:
SapiqPargo
Saya SapiqPargo selaku pemilik account UCP AlexPeak bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Alexander_Hayden) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.