Izin menjelaskan secara lengkap dari sudut pandang saya. Saya berperan sebagai Matias Cavalleria. Pada kejadian tersebut, saya bersama Tunde dan Erlan sama sekali tidak menggunakan cheat dan tidak memiliki niat atau keterlibatan dalam tindakan terorisme dalam bentuk apa pun. Semua tindakan yang terjadi murni berangkat dari alur RP yang kami jalani saat itu.
Awalnya, saya mengetahui bahwa Tunde telah menjadi korban RP robber oleh pelapor. Informasi tersebut saya terima setelah kejadian berlangsung, dan dari situ muncul niat saya untuk membantu teman saya yang sebelumnya dirugikan dalam RP tersebut. Tindakan yang kemudian kami lakukan merupakan bentuk RR (retaliation roleplay) atau membalas kejadian robber yang telah terjadi sebelumnya, bukan tindakan yang direncanakan secara sepihak tanpa sebab.
Dalam situasi tersebut, saya tidak mengetahui bahwa Emily sebelumnya sudah di-PK oleh pelapor (robber). Selain itu, saya juga tidak mengetahui bahwa Emily menggunakan cheat. Pada saat kejadian berlangsung, Emily menggunakan mask, sehingga saya tidak dapat mengenali identitasnya secara jelas dan tidak memiliki informasi apa pun terkait kondisi atau status sebelumnya. Semua yang saya lakukan murni berdasarkan apa yang saya lihat dan pahami pada saat itu di dalam RP.
Perlu saya tekankan bahwa fokus utama saya hanyalah membantu Tunde, karena ia baru saja mengalami RP robber oleh pelapor. RR yang terjadi merupakan reaksi spontan dalam alur RP, bukan tindakan dengan niat melanggar aturan server. Tidak ada unsur kerja sama untuk menggunakan cheat, tidak ada perencanaan teror, dan tidak ada maksud untuk menyalahgunakan mekanik server.
Intinya, tindakan saya sepenuhnya didasari oleh alur roleplay membalas robber yang sebelumnya terjadi terhadap teman saya. Apabila dalam prosesnya terdapat kesalahpahaman atau hal yang di luar sepengetahuan saya, itu bukan merupakan unsur kesengajaan, melainkan keterbatasan informasi yang saya miliki saat kejadian berlangsung.