Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

Alghasa

New Member
  • Posts

    15
  • Joined

  • Last visited

Profile Information

  • Primary Game
    JG:RP

Recent Profile Visitors

294 profile views

Alghasa's Achievements

Newbie

Newbie (1/7)

0

Reputation

  1. @bendhardyonas sudah 2x24 jam, admin. Bagaimana kelanjutan proses pemeriksaan cs saya?
  2. 1. Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Tidak) 2. Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( 5 tahun lebih ) 3. Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Namechange) 4. Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Tidak) 5. Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Tidak) 6. Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah)
  3. Kazuki_Shimada Kazuki Shimada was born on the 03 of May 2000 in Japan into a humble household where responsibility, hard work, and respecting others was emphasized from a very young age. Kazuki was always a calm and observed child, not prone to drawing attention. He was not shy or introverted but preferred the small circles he knew, comfortable around those whom he trusted due to the lessons his family had instated that everyone approached how they show care different. Kazuki was raised by two supporting parents who always encouraged whatever path Kazuki chose to pursue. His father was a discipline person and teaching how to strive in whatever. Kazuki’s mother was more gently and always reminding the young adult not to ignore others, though at first when Kazuki decide a path that would take responsibilities like the aviation field his family felt concern, they gave support nonetheless, and the family perceived piloting as more than just flying plane but the carrier of thousands people believe. It all began at the tender age of 8 years old when Kazuki started developing an interest in the skies above seeing the planes passby every single day, imagining their capacity to carry people across great distances. Over time this passion grew and as Kazuki turned 18 he pursued the aviation training program in pursuit of his dream. A long and challenging process, one filled with extensive training, high pressure situations, and the necessity of decision-making under stress. However, Kazuki's steady pace of dealing with obstacles and lack of easily giving up ensured that nothing would stop his progress. At 21, after having earned his license, Kazuki began his career as an ambitious, up and coming airline pilot, the next years providing extensive training and education on the enormous responsibility of transporting the trust and life of countless strangers safely to their destinations. Despite building a promising career as he approached young adulthood, Kazuki's personal life remained unchanged in essence, a life of humbleness that was void of the desire for fame or worldly extravagances; one driven by the sheer pleasure and satisfaction of accomplishing his work diligently. A quiet individual, Kazuki, like most would suppose, would lead a simple routine life, arriving well before each flight, a few moments of tranquil reflection before his profession beckoned and would be engaged in reading, listening to music, or contemplating the city from his quiet vantage. Notwithstanding the outward impression of reservation, Kazuki appreciated casual conversation and enjoyed forming connections with those who chose to get closer to him. Between the ages of 24-25 Kazuki grew to feel a need for new challenges, a growing desire to develop and grow professionally outside his comfortable life in Japan. Upon being presented with the opportunity to establish himself in the city of Los Santos at 26, Kazuki regarded it as a chance for expansion, growth and a fresh start. It was a decision that weighed on Kazuki for a great deal before he finally made it but he knew that to expand, you must first break your comfort zones. Unlike so many, Kazuki didn’t arrive in Los Santos with the objective to attain a reputation or seek confrontations but rather to start a new chapter as a pilot, create genuine bonds and experiences beyond his previous understanding. Kazuki carries with him an air of calm resilience that would help him integrate and flourish in a new and challenging environment. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih URL Namechange: https://jogjagamers.org/topic/380922-cn-nariaki-kochi-to-kazuki-shimada-alghasa/ Account UCP yang saya miliki: alghasa Account Forum yang saya miliki: @Alghasa Saya Alghasa selaku pemilik account UCP alghasa bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Kazuki_Shimada) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  4. 1. Apakah jumlah story anda sudah sesuai dengan ketentuan? Sudah sesuai 2. Apakah jumlah SS sudah sesuai dengan ketentuan? Sudah sesuai 3. Apakah /mp anda sudah dalam kondisi bersih? Sudah bersih 4. Jenis kasus apa yang anda buat untuk melakukan CK? Perampokan 5. Apakah karakter anda sudah di dalam penjara? Sudah
  5. UCP Name: alghasa Old Character: Nariaki Kochi Old Character Story: https://jogjagamers.org/topic/246817-nariaki_kochi-alghasa/ New Character: Kazuki Shimada Gender: Laki-laki (Male) Origin: Japan Reason for name change request: Menghilangkan Crime Record dan memulai Roleplay baru Screenshots of '/myid' and '/mp': CK Story: CK Screenshots:
  6. Req anison dong, aku nyoba sendiri gabisa
  7. Nariaki_Kochi Pada tanggal 12 Desember 1992 di Kota Banyuwangi, Jawa Timur lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Nariaki Kochi. Kochi adalah anak pertama dari 4 bersaudara dan memiliki kedua orang tua yang berbeda asal. Ayahnya berasal dari Jepang dan Ibunya berasal dari Banyuwangi. Ayahnya adalah seorang pengusaha makanan instan. Suatu hari terjadi peristiwa yang tidak diinginkan yang menyebabkan usaha ayahnya menjadi bangkrut. Aset dan properti disita oleh bank dan kini keluarganya jatuh miskin. Setiap hari Kochi merasa gelisah karena masih menjadi beban keluarganya. Setiap waktu Kochi merenung memikirkan nasib dan perekonomian keluarganya yang sangat miris. Kochi sempat berpikir untuk melangkahkan kaki untuk keluar dari kota kelahirannya. Hingga pada suatu sore, Kochi memberanikan diri untuk membicarakan niatnya kepada kedua orang tua dan adik-adiknya. Dengan perasaan gelisah, Kochi memanggil mereka. Kochi dan keluarganya berkumpul di teras belakang rumah dan membicarakan tentang niatnya yang akan mengais rezeki di tanah orang. Dengan tegas Kochi menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil mereka. Dia meminta izin kepada kedua orang tuanya bahwa dia ingin pergi keluar negeri untuk bekerja. Tujuannya adalah ke Los Santos. Kedua orang tua dan adiknya cukup terkejut dengan keputusannya, namun mereka menyetujui keputusan Kochi, bahkan mendukungnya juga. Ayahnya berpesan untuk tidak melupakan keluarga dan tanggung jawabnya. Ibunya juga berpesan agar jangan melakukan hal-hal yang bersifat buruk di tempat orang lain. Adik-adiknya sangat sedih dengan keputusan Kochi, karena biasanya dia mengajak adik-adiknya bermain, menonton dan sebagainya ketika dia sedang ada waktu tenggang. Tak terasa matahari sudah mulai tenggelam. Kochi segera mandi dan melaksanakan ibadah Salat Maghrib. Setelah salat, Kochi berdoa kepada Allah swt. supaya diberikan kemudahan dan keselamatan dalam mengambil keputusannya itu. Setelah salat, Kochi merapikan pakaian, alat-alat, dan perlengkapan lainnya kedalam tas dan koper. Setelah itu dia langsung tidur untuk mempersiapkan hari esok. Keesokan harinya Kochi pergi ke bandara bersama keluarganya menggunakan taxi. Setelah sampai, mereka menunggu pesawat. Sembari menunggu pesawat mereka bercanda gurau dan bercerita tentang masa lalu. Tak lama kemudian, pesawat sudah siap untuk terbang. Ibunya memberikan sebuah gantungan kunci agar ingat kepada keluarga. Kochi pun berpamitan kepada kedua orang tua dan adik-adiknya. Mereka menyapa seolah mereka menunggu kedatangannya lagi di suatu hari nanti. Setibanya di Los Santos Airport, Kochi langsung bernafas lega karena telah sampai ketempat tujuannya dengan selamat. Setelah keluar bandara, Kochi melihat sebuah kecelakaan kecil yang melibatkan seorang pengendara mobil dan pengendara motor. Namun sang pengendara mobil kabur. Kochi langsung menghampiri dan menolong bapak-bapak yang mengendarai motor. Untung saja tidak ada luka yang serius. Bapak itu berterimakasih dengan wajah yang tulus. Setelah Kochi menolongnya, beliau memberitahukan nama nya. Pak Jarot, beliau bekerja sebagai supir truk. setelah Pak Jarot mempekenalkan dirinya, dia menanyakan nama, asal dan tujuan Kochi. Dengan senang hati Kochi menjawab pertanyaan dari Pak Jarot. Pak Jarot cukup terkejut setelah mengetahui bahwa Kochi berasal dari Indonesia. Ternyata Pak Jarot juga dari Indonesia. Pak Jarot memberikan sebuah penawaran kepada Kochi berupa tempat tinggal dan pekerjaan yang cukup mudah. Dengan hati gembira Kochi langsung menerima tawaran itu, tawaran yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya. Dan dari sinilah kehidupan Kochi dimulai bersama dengan Pak Jarot… Questions Character Story Pertama: Ya Durasi bermain di JG:RP: 3 - 6 bulan URL Namechange: - Account UCP yang saya miliki: alghasa Account Forum yang saya miliki: @Alghasa Saya Alghasa selaku pemilik account UCP alghasa bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Nariaki_Kochi) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
×
×
  • Create New...