Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

All Activity

This stream auto-updates

  1. Past hour
  2. ga ada, tapi streamer paling soft spoken ya ini @imelda
  3. Quentin Moore https://imgur.com/a/arqshQZ#fFknacL Quentin Moore lahir dan besar di kawasan South Side, Chicago. Ia merupakan anak tunggal yang dibesarkan oleh ibunya, Angela Moore, seorang perawat yang bekerja shift malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Quentin tidak pernah mengenal ayahnya dengan baik karena sang ayah meninggalkan keluarganya saat ia masih kecil. Sejak muda, Quentin dikenal sebagai anak yang disiplin dan berbakat dalam olahraga football. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil menjadi salah satu pemain terbaik di sekolahnya dan memperoleh tawaran beasiswa atletik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bagi Quentin, football bukan sekadar hobi, melainkan jalan keluar dari lingkungan yang penuh kriminalitas dan kemiskinan. Namun kehidupannya berubah ketika mengalami cedera ligamen lutut yang serius pada pertandingan penting di tahun pertama kuliahnya. Cedera tersebut mengakhiri karier atlet yang selama ini menjadi harapan masa depannya. Beasiswa dicabut dan Quentin terpaksa keluar dari kampus karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Setelah kembali ke Chicago, Quentin bekerja di berbagai pekerjaan serabutan untuk membantu ibunya membayar tagihan rumah dan biaya pengobatan. Dalam masa sulit itu, ia mulai bergaul dengan orang-orang yang menawarkan pekerjaan dengan bayaran lebih besar dibanding pekerjaan legal yang tersedia baginya. Awalnya Quentin hanya mengantar paket dan menjalankan tugas sederhana. Ia selalu meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanyalah sementara sampai kondisi ekonominya membaik. Namun semakin lama, ia semakin terjebak dalam dunia yang memberinya uang cepat sekaligus risiko besar. Menyadari bahwa kehidupannya di Chicago tidak lagi memiliki masa depan yang jelas, Quentin memutuskan meninggalkan kota kelahirannya dan pindah ke Los Santos untuk memulai hidup baru. Ia datang dengan kemampuan mekanik dasar yang dipelajari dari teman-temannya, pengalaman hidup yang keras, dan tekad untuk membangun sesuatu yang lebih besar bagi dirinya sendiri. Di balik penampilannya yang tenang dan dingin, Quentin sebenarnya adalah sosok yang menghargai loyalitas di atas segalanya. Ia tidak mudah percaya kepada orang lain, tetapi akan mempertaruhkan segalanya untuk orang yang dianggap keluarga. Pengalaman kehilangan mimpi masa mudanya membuat Quentin selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan jarang bertindak tanpa perhitungan. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya candra aang selaku pemilik account UCP Bryann13 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Quentin Moore) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  4. Employee Name: David Karsovach Activity Description: Menyusun box es krim Screenshot:
  5. 1. Ya 2. Kurang dari 1 bulan 3. Buat baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Dirumah @Nadeez
  6. 1.ya 2.1-3 bulan 3.buat baru 4.tidak 5.tidak 6.keduanya
  7. 1. Ya 2. Kurang 1 bulan 3. Buat baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Di rumah
  8. Employee Name : Trevon Marquis Activity Description : Menyapu Lantai sampai bersih. Screenshot:
  9. Employee Name: Trevon Marquis Activity Description: Menuangkann minyak yang baru dan membuang minyak yang lama. Screenshot:
  10. Employee Name: Trevon Marquis Activity Description: Mengecek jumalh uang di meja kasir screenshoot:
  11. Employee Name: Kenyatta Osei Activity Description: Menganti papan menu dengan yang baru Screenshot:
  12. Employee Name: Kenyatta Osei Activity Description: Sedang memberikan pesanan pizza ke pelangan Screenshot:
  13. Kivon Gardner Kivon Gardner was born on March 12 2007 in Los Santos, San Andreas, and raised between Jefferson and Glen Park. Around those parts, nobody expects much from life. If you want respect, money, or a safe place to sleep at night, you have to do it yourself. Kivon learned street smarts before he ever went to school. Growing up, he spent most of his free time outside of liquor stores and apartment buildings watching older guys do their hustle on the corner. The hustlers always wore stylish clothes and had money in their pockets. For him, this equaled success. Before long, he started helping out with little jobs running errands, delivering packages, or keeping watch from afar when the cops showed up. By the age of 13, Kivon was already gaining a reputation in Jefferson for being aware of the dark alleys, houses where stolen goods were sold, and the people involved in crime from his neighborhood. He was not loud and reckless, but he was dependable and did the job right when handed an assignment without asking too many questions. However, as time passed, his work became more serious, leading to car thefts, burglaries, and stealing parked cars becoming part of his daily life. Jefferson and Glen Park were filled with people forced to survive on the streets, and Kivon became another product of this environment. Each dollar that he made was linked to the risk of going to jail or getting arrested. Eventually, he became involved in the local drug trade. Initially, he only took small packages for older dealers, but gradually, after establishing trust with the right people, he managed to organize much bigger shipments. Kivon preferred to keep out of the spotlight. He minimized his chances of being caught by changing his habits and trusting only a limited number of people. Street life meant permanent conflict. Clashes over territories, unpaid debts, and personal insults quite often ended up with violence. Kivon understood from a very young age that a delay in action could cost everything. He avoided but never confrontation. When he was attacked, he responded. Given the seriousness of the police crackdown in Jefferson and Glen Park, it seems survival became increasingly harder. Kivon had to use reason instead of passion; he was aware of the fact that loyalty could be obtained but trust had to be constantly tested. At the mere age of 19, Kivon Gardner has become a widely known name in Jefferson and Glen Park. People know him as a hustler that can be relied on, while some remember him for stolen cars, robberies, or disputes. Whether they respect him or fear him is of no importance to Gardner. His only task is to survive and protect the loyal people around him. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 3 - 6 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: dearadonis Account Forum yang saya miliki: choadonis Saya choadonis selaku pemilik account UCP dearadonis bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Kivon Gardner) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  14. Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? Tidak Sudah berapa lama kamu main JG:RP? 1 tahun Lebih Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? Namechange Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? Tidak Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Tidak Dimana tempat kamu bermain sekarang? Di Rumah
  15. white crystal
  16. Kuro Hideys lahir pada tanggal 3 Juli 2000 di tengah dinginnya kenyataan dunia tanpa pernah mengenal siapa sosok ayah maupun ibunya. Tumbuh besar tanpa figur orang tua bukanlah hal yang mudah, tetapi Kuro memilih untuk tidak pernah meratapi nasib buruknya sejak kecil. Jalanan keras yang penuh dinamika menjadi tempat utama baginya untuk belajar tentang arti kehidupan dan pentingnya bertahan hidup. Tanpa adanya warisan nama besar, kasih sayang keluarga, atau kekayaan yang melimpah, pria ini sadar sejak dini bahwa satu-satunya orang yang bisa mengubah jalan hidupnya adalah dirinya sendiri. Kemandirian dan keteguhan hati pun tumbuh menjadi fondasi utama dalam jiwanya. Memasuki usia remaja, semangat kerja keras Kuro mulai terlihat sangat menonjol dibanding teman-teman sebayanya. Ia menyapu bersih segala bentuk pekerjaan jujur yang ada di depannya tanpa pernah mengeluh sedikit pun, mulai dari menjadi buruh angkut barang, pengantar pesanan hingga larut malam, hingga staf pembersih toko. Bagi Kuro, rasa lelah hanyalah sebuah ilusi sementara yang harus dikalahkan demi menggapai masa depan yang jauh lebih baik. Sementara anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, Kuro justru menyibukkan diri dengan mempelajari berbagai keterampilan baru dan mengumpulkan setiap keping uang yang berhasil ia dapatkan dari keringatnya sendiri. Perjalanan kariernya tentu tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan ataupun rasa sakit. Kegagalan demi kegagalan kerap datang menghampirinya, tetapi Kuro tidak pernah membiarkan dirinya terpuruk atau menyerah pada keadaan. Sikap pantang menyerah, ketelitian, serta kejujuran tingginya membuat banyak pihak mulai mempercayainya untuk memegang tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar. Kuro menginvestasikan kembali seluruh tabungannya ke dalam bisnis kecil dan proyek-proyek strategis yang menguntungkan. Penghematan ketat dan manajemen keuangan yang disiplin menjadi kunci utama bagaimana ia perlahan-lahan merangkak naik dari garis kemiskinan menuju kestabilan finansial yang kokoh. Hasil dari dedikasi dan konsistensi tanpa henti selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang sangat manis. Pada usia pertengahan dua puluhan, Kuro berhasil menapaki puncak kesuksesan finansial pertamanya dengan membeli hunian yang nyaman di kawasan elit Richman. Tempat tinggal berkelas tersebut melambangkan transformasi hidupnya yang sangat luar biasa, dari seorang anak tanpa keluarga yang tinggal di jalanan menjadi sosok pria mandiri dan sukses. Meskipun kini menetap di lingkungan yang serba mewah, Kuro tetap berdiri sebagai pribadi yang rendah hati dan tidak pernah melupakan akar perjuangannya di masa lalu. Kini di usianya yang telah menginjak 26 tahun, Kuro Hideys berdiri tegak sebagai bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kehidupan yang sangat nyaman di Richman tidak lantas membuatnya menjadi manja atau berpuas diri begitu saja. Kuro terus mencari peluang serta tantangan baru untuk memperluas jaringan bisnis dan pengaruh positifnya di kota ini. Bagi Kuro, tidak memiliki silsilah keluarga bukanlah sebuah kekecewaan, melainkan sebuah lembaran putih bersih yang memberinya kebebasan penuh untuk mencetak nama besarnya sendiri secara membanggakan.
  17. 1. Tidak 2. 1- 3 Bulan 3. Buat Baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Di Rumah
  18. 1. Ya 2. Kurang dari 1 bulan 3. Buat baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Di rumah
  19. Employee Name: Greesham Reinders Activity Description: Menyalakan radio sebelum membuka toko Screenshot:
  1. Load more activity
×
×
  • Create New...