Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

Ahmad_Saifullah [Cyber_Depok]


Recommended Posts

Posted

Character: Ahmad_Saifullah

Story:

 

23lh8qv.png

    Ahmad Saifullah lebih dikenal dengan sebutan 'Mamad' atau 'Ipul' adalah pria yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Kota yang dijuluki sebagai Kota Metropolitan karena penduduknya yang padat dan ramai. Karena kota Jakarta memiliki penduduk yang sangat padat dan ramai, Mamad merasa dirinya sulit untuk mendapatkan pekerjaan oleh karena itu Mamad memutuskan untuk berangkat menuju ke Los Santos. Namun, niat itu sempat digagalkan oleh orang tuanya yang tidak ingin anaknya pergi ke luar negeri, tapi Mamad bersihkukuh untuk tetap berangkat ke Los Santos dengan pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya.

 

    Ketika sesampainya Mamad di Los Santos pada tahun 1999, Mamad merasa tenang karena sudah tenang dan merasa lega dari sulitnya mencari kerja. Hari pertama, Mamad memulai kehidupannya dengan melakukan job sampingan menjadi supir bus yang disediakan oleh Pemerintah Los Santos. Dengan mudah Mamad mendapatkan uang di Los Santos pada hari pertamanya, Namun ternyata tidak semudah itu hidup di Los Santos. Pada hari pertamanya ia mendapatkan uang dan ingin pulang ke Apartemen yang disewanya dengan harga murah, Sekelompok gang datang menghampirinya dan melakukan tindakan keji dengan merampas uang yang sedang dipegang oleh Mamad. Mamad bonyok seketika di tempat dan tidak berdaya karena telah dikeroyok oleh gang setempat, Warga pun tidak berani sama sekali untuk menolong Mamad yang sedang dikeroyok oleh gank setempat. Namun, kemudian datang lah seseorang bernama Alwi Husain yang menolong Mamad setelah dikeroyok oleh gank setempat dan langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat.

 

    Sudah 2 minggu Mamad tinggal di Los Santos dan kenal Alwi yang terkenal dengan kebaikannya, Mamad mulai merasa nyaman dengan kepergiannya dari Jakarta dan memulai kehidupan baru di Los Santos. Alwi sering membantu Mamad dalam segala hal yang dibutuhkan oleh Mamad hingga suatu saat Mamad tidak memiliki sedikit uang pun Alwi dengan suka rela membantunya tanpa pamrih dengan memberikan modal untuk mencari pekerjaan di Los Santos. Mereka menjalani persahabatan yang baik hingga suatu saat Mamad sukses menjadi seorang mekanik yang handal di Los Santos dan memiliki bengkel ternama dengan uang yang telah dimodalkan oleh Alwi. Ketika itu, Mamad ingin menceritakan kesuksesannya dan membayar seluruh kebaikan yang telah diberikan oleh Alwi, Namun saat Mamad menghubungi Alwi. Dia mendapatkan kabar dari orang tua Alwi, bahwa dia yang telah membantu banyak Mamad telah menghembuskan nafas terakhirnya. Mamad pun jatuh ke lantai dengan badan yang lemas dan meneteskan air mata. Dia pun merasakan kesedihan yang sangat dalam selama 2 tahun.

 

    Setelah semua kejadian yang berlalu, Mamad kembali bangkit dan ingin sahabatnya tersenyum di surga sana karena mengetahui Mamad sahabat dekatnya menjadi sukses di Los Santos. Dia pun beranjak pergi dan kembali membangun bengkel yang sudah lama dia tinggalkan karena kesedihan yang sangat dalam. Semenjak bengkelnya berdiri kembali, banyak sekali pelanggan yang berdatangan karena sudah lama tidak memperbaiki kendaraannya di bengkel ternama pada masanya. Namun, ketika itu bengkel mamad kerampokan dan dibakar oleh gank setempat dan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Diperkirakan penyebabnya ada bengkel lain yang tidak suka terhadap kembali berdirinya bengkel Mamad. Mamad pun jatuh miskin dan menjadi seorang berandalan tapi ia memberanikan diri untuk masuk ke salah satu gank yang berada di kota itu untuk membalaskan dendamnya. Setelah proses penerimaannya masuk ke dalam gang, ia mulai menceritakan tentang masalah yang dialaminya dan berkeinginan para anggota gang membantunya dalam membalaskan dendam. 1 minggu kemudian, telah direncanakan penyerangan pada gank yang telah merampok dan membakar bengkel Mamad waktu itu. Mamad dengan rasa dendam yang sangat dalam melakukannya sekuat tenaga untuk menyerang dan membunuh anggota gang lawannya dengan senjata yang telah dipersiapkan. Penyerangan pun dilakukan dan banyak korban berjatuhan hingga Mamad terluka pada kaki kirinya dan memutuskan untuk pergi menjauh dari tempat kejadian. Mamad merasa lega terhadap penyerangan tersebut karena dendamnya terbalaskan atas kejadian yang dialaminya waktu dulu. Dia pun melakukan aktivitas sehari-harinya sebagai anggota gang seperti merampok, menjual barang illegal, melakukan pembunuhan, dan lainnya. Mamad pun terus menerus menjadi buronan polisi hingga pada akhirnya dia masuk penjara selama 3 tahun atas tindakan pembunuhan.

 

    Pada tahun 2004, Mamad keluar dari penjara dan masih menjadi salah satu anggota gang. Namun, Dia merasa bosan atas segala apa yang dilakukannya selama menjadi anggota gang karena terus menerus melakukan pembunuhan. Dia memutuskan untuk keluar dari gang tersebut tetapi tidak semudah apa yang dia pikirkan. Bos gang tidak menginginkan dia untuk keluar begitu saja, karena syarat untuk keluar dari gang tersebut adalah dibunuh supaya rahasia gang tetap aman. Mamad pun melarikan diri sejauh mungkin dari tempat tersebut. Dia berlari mencari tempat berlindung dari kejaran anggota gang yang ingin membunuhnya. Beruntungnya dia bertemu dengan salah satu anggota polisi yang memang kebetulan sedang merasakan bagian hari libur bekerjanya. Anggota polisi itu bernama Marco Dias, Marco yang kebetulan bertemu Mamad dalam keadaan panik langsung membawanya pergi ke Rumahnya. Marco yang merasa bingung dengan apa yang dialami Mamad langsung menyuruhnya untuk bercerita, kemudian Mamad menceritakan semua yang dialaminya. Marco pun merasa kasian dengan apa yang dialaminya dan tidak ingin menghakiminya begitu saja, Tanpa basa basi Marco menyiapkan rencana besar untuk melakukan penangkapan anggota gang tersebut. Keesokan harinya, Marco dengan tim kepolisiannya menyergap markas gang tersebut dengan informasi yang diberikan oleh Mamad waktu itu. Seluruh anggota gang berhasil dibekuk oleh tim kepolisiannya hingga bos dari gang tersebut berhasil dilumpuhkan ketika hendak melarikan diri dari sergapan polisi. Marco yang telah melakukan rencana tersebut langsung menceritakannya kepada Mamad dan Mamad langsung berterima kasih sampai berlutut kepadanya karena telah membantunya. Pada akhirnya, Mamad memutuskan untuk hidup menjadi penjual makanan keliling dan berbuat baik kepada yang lebih membutuhkan hingga akhir hayatnya untuk menebus segala kesalahan yang telah dia perbuat selama menjadi anggota gang.

 

Saya cyber_depok selaku pemilik account UCP Cyber_Depok bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Ahmad_Saifullah) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Posted

Hi,

Saya telah mereview character story kamu dan menemukan bahwa story kamu sudah memenuhi kriteria yang kami berikan. Dengan itu kami telah ACCEPT character story yang kamu buat. Mohon ikuti panduan di bawah ini untuk mengaktifkan character story kamu:

 

 

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...