Nurfa Bebek Posted 5 hours ago Posted 5 hours ago Nama pelapor: Menzy Junior Nama pelanggar: Willy Hampton Peraturan yang dilanggar: ngatain "miskin" dan "yatim" pada character Apa yang terjadi: saya kan lagi cek cek iklan dan ketemu iklan dia, terus saya chat itu nomor nya nanya nanya dan sampe pada pembahasan harga nya mahal kemudian dia bilang "lu ga hitung nitro dan lain lain?" terus saya bilang coba sebutin dan dia sebutin tuh. kemudian saya bilang harga xflow aja 1290 mas dan dia lansung nelpon nomor ic ku tuh kemudian dia ngata ngatain character saya dan saya ikutin rp nya tuh dan pas mau selesai dia malah bilang "dasar yatim" pada character saya, terus saya sms tuh nomornya saya bilang "kalau ga laku mah jangan marah marah" terus dia bilang laku dan dia chat lagi "miskin miskin" untuk selengkapnya di bawah Bukti: [11:52:30] PHONE: {FF0000}Number 1019 {FFFFFF}is trying to call you, use '{FFFF00}/p{FFFFFF}' to answer call [11:52:31] SMS: {FFFF00}Message sent to {00FFFF}number 1019 [11:52:31] MESSAGE: {FFFF00}wheels juga ga sampe 500 [11:52:31] AME: {C2A2DA}types something to his cellphone [11:52:34] CELLPHONE: {ffffff}Anda telah menjawab telpon. [11:52:34] CELLPHONE: {ffffff}Gunakan chat biasa untuk berkomunikasi lewat telpon, '/h' untuk menutup telpon. [11:52:35] Male Caller [phone]: Kamu tolol apa gimana? [11:52:36] Menzy Junior [phone]: Apa [11:52:39] Male Caller [phone]: Sudah saya sebutin [11:52:39] Menzy Junior [phone]: Apasih ngentod [11:52:42] Male Caller [phone]: Masih bego [11:52:46] Male Caller [phone]: Sekolah apa tidak sih kamu? [11:52:48] Menzy Junior [phone]: Tolol [11:52:53] Male Caller [phone]: Pura pura bego apa bego beneran [11:52:58] Male Caller [phone]: Unschool banget jadi orang [11:52:59] Menzy Junior [phone]: Yahaha ga laku [11:53:2] Male Caller [phone]: Kalau gua sih malu [11:53:6] Male Caller [phone]: Kata siapa gak laku? [11:53:10] Male Caller [phone]: Emang elu gak ada duit [11:53:13] Male Caller [phone]: Masih mau nawar [11:53:15] [ASK] {FFFFFF}Menzy Junior[93]: {FFFF00}min ngatain ga sekolah di ic itu gpp kah [11:53:16] Male Caller [phone]: Duit pas pasan [11:53:20] [ANS] {00FFFF}raihanrawadi90: {FFFF00}gapapa [11:53:22] Male Caller [phone]: Sms orang lagi jualan [11:53:22] Menzy Junior [phone]: Yua totol [11:53:27] Male Caller [phone]: Kan ada konsep nego bego [11:53:31] Male Caller [phone]: Tolol banget jadi orang [11:53:34] Male Caller [phone]: Dasar yatim lo [11:53:42] Telepon terputus... [11:53:44] Menzy Junior says: Kalau sekedar ga laku mah ga laku aja [11:53:54] [ASK] {FFFFFF}Menzy Junior[93]: {FFFF00}min ngatain orang yatim di chat ic boleh? [11:54:39] [ID:179] {FFFFFF}Willy_Cassano (level 1), Ping: 55, Online: 40 minutes, Client: SA:MP 0.3.7-R5, PL: 11.2% [11:54:39] [ID:293] {FFFFFF}Willy_Hampton (level 47), Ping: 98, Online: 9 minutes, Client: SA:MP 0.3.DL-R1, PL: 0.0% [11:55:24] REPORT: {ffffff}Your report has been issued to the queue, use '{ffff00}/reports{ffffff}' to see your report [11:55:56] SMS: {FFFF00}Message sent to {00FFFF}number 1019 [11:55:56] MESSAGE: {FFFF00}kalau ga laku jangan marah marah bego [11:55:56] AME: {C2A2DA}types something to his cellphone
Northiz Posted 5 hours ago Posted 5 hours ago Hi saya akan mengurus laporan ini. Mohon dimengerti dulu tahap-tahap yang perlu kamu patuhi dalam prosess Report Player : Terlapor diberikan waktu 1x24 jam untuk menjelaskan kasus ini, terhitung dari thread ini dibuka. Pelapor dipersilahkan menunggu hasil penjelasan dari terlapor sesuai dengan waktu yang ditentukan. Staff akan mengambil tindakan netral atas topic ini dan tidak memihak ke siapapun. PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! Dilarang melakukan junk di thread report ini, selain pihak terkait pada topic ini. Tidak boleh melakukan bump pada topic ini. Jangan melakukan tag atau mention staff yang merespond thread ini.
$Syrendra$ Posted 1 hour ago Posted 1 hour ago Dengan hormat, izinkan saya terlebih dahulu untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus keberatan atas laporan yang diajukan oleh Menzy Junior, terkait dugaan penghinaan terhadap karakter dengan menggunakan kata "miskin" dan "yatim". Sebelum masuk ke pokok perkara, ada satu hal mendasar yang menurut saya wajib diperjelas terlebih dahulu disini, seluruh percakapan yang terjadi dan dipermasalahkan dalam laporan tersebut terjadi murni dalam konteks In Character. Tidak ada satu pun momen di mana komunikasi berpindah ke ranah Out of Character, baik lewat chat OOC, PM pribadi, maupun ucapan yang secara eksplisit ditujukan langsung ke pemain di balik karakter. Ini penting untuk digarisbawahi di awal, karena seluruh penilaian terhadap laporan ini semestinya berangkat dari konteks tersebut, bukan dari kalimat yang dicomot begitu saja dari percakapan. Dengan demikian menurut pandangan saya, peristiwa yang telah terjadi harus terlebih dahulu ditempatkan dalam konteks Roleplay In Character secara perspektif utama, jangan adanya anggapan mengenai prespektif ketiga yang tidak saya lakukan. Soal kedudukan komunikasi sebagai komunikasi dari In Character. Server kita, lewat dalam Pasal 12, mengatur mengenai penggunaan chatting dan sudah membedakan dengan jelas antara chat IC dan OOC. Chat IC pada dasarnya adalah bagian dari dunia roleplay itu sendiri, bukan pernyataan personal dari pemain satu ke pemain lain. Dalam perkara kasus yang telah terjadi, seluruh percakapan komunikasi berlangsung lewat telepon IC dan sepenuhnya antar-character. Yang mengartikan bahwa, apa yang saya ucapkan di sana adalah dialog character terhadap character, bukan saya sebagai pemain menyerang Menzy Junior secara pribadi. Hal tersebut menjadi penting karena perbedaan ini bukan sekadar formalitas, dikarenakan ada beda yang cukup jauh antara: penghinaan terhadap character dalam konteks IC, yang memang lazim terjadi dalam dinamika roleplay tergantung konteks yang terjadi, dengan penghinaan terhadap player secara OOC, yang jelas melanggar. Dan sejauh yang bisa saya lihat dari bukti yang dilampirkan sendiri oleh pelapor, tidak ada indikasi peralihan dari IC ke OOC di dalam percakapan itu. Situasi yang terjadi percakapan ini dua arah, bukan sepihak. Saya tidak akan menyangkal bahwa ada kata-kata kasar yang saya ucapkan. Tapi saya keberatan kalau kalimat "dasar yatim lo" diambil sendiri, dilepas dari konteksnya, seolah itu penghinaan sepihak yang muncul begitu saja. Kalau kita lihat log yang dilampirkan pelapor sendiri, jelas kelihatan bahwa percakapan itu saling balas. Sebelum kalimat itu keluar, dari pihak pelapor sudah ada kalimat seperti "apasih ngentod", "yahaha ga laku", "yua totol". Baru setelah itu muncul balasan dari saya, "masih bego", "pura pura bego apa bego beneran", "emang elu gak ada duit", "duit pas pasan", "tolol banget jadi orang", sampai akhirnya "dasar yatim lo". Jadi ini bukan penghinaan satu arah tanpa sebab. Ini interaksi verbal dua arah yang terjadi dalam konteks roleplay, dan kalau mau dinilai adil, ya kedua sisi percakapan ini harus dilihat utuh, bukan cuma potongan yang menguntungkan salah satu pihak. Mengenai persoalan pada Pasal 20 tentang SARA. Kalau laporan ini bermaksud memasukkan kata "yatim" sebagai pelanggaran SARA, menurut saya perlu diluruskan dulu maka perlu dilakukan pembedaan secara normatif. Pasal 20 mengatur soal Suku, Adat, Ras, dan Agama secara eksplisit. Kata "yatim" itu sendiri, secara tekstual, tidak masuk ke kategori mana pun dari keempat itu. Jadi tidak ada dasar yang cukup kuat untuk menarik kata itu masuk ke ranah Pasal 20. Kalau staff menilai ini lebih ke arah ejekan, mungkin yang lebih relevan justru Pasal 18 soal Respect, khususnya bagian bahasa kasar atau ejekan antar player. Tapi ya, sama seperti poin sebelumnya, penerapan Pasal 18 pun tetap harus melihat konteks keseluruhan, termasuk fakta bahwa ini murni komunikasi IC dan berlangsung dua arah. Soal tuduhan kata "miskin". Terkait tuduhan ini, saya tidak akan menyangkal bahwa kalimat tersebut ada saya ucapkan dalam rangkaian percakapan itu. Namun saya ingin menempatkan pernyataan ini pada konteksnya secara utuh, bukan dilihat sebagai ucapan yang berdiri sendiri. Pertama, ucapan tersebut keluar di tengah pertukaran kata kasar yang sudah berlangsung dua arah sejak awal telepon, di mana pelapor sendiri lebih dulu melontarkan kalimat seperti "apasih ngentod", "yahaha ga laku", dan "yua totol". Kalimat saya soal "duit pas pasan" dan sejenisnya keluar sebagai respons dalam alur percakapan yang sama, bukan sebagai serangan yang muncul tiba-tiba tanpa provokasi. Kedua, saya sudah menelusuri seluruh 34 pasal dalam rulebook server, dan tidak ada satu pasal pun yang secara eksplisit melarang penyebutan kata "miskin" atau istilah semacamnya sebagai kategori yang dilindungi dari ejekan. Ini berbeda dengan Pasal 20 soal SARA yang closed list dan spesifik menyebut Suku, Adat, Ras, dan Agama. Kalau memang mau dikenakan sanksi, seharusnya lewat Pasal 18 soal Respect, yang mengatur "bahasa kasar atau ejekan" secara umum tapi pasal ini pun tidak memberi definisi jelas soal batas ejekan yang wajar dalam konteks RP konfliktual dan yang murni ditujukan untuk merendahkan orang lain di luar konteks RP. Saya tidak bermaksud membenarkan ucapan tersebut. Saya hanya ingin menekankan bahwa kalau memang dinilai sebagai pelanggaran, penilaiannya semestinya proporsional, mengingat pelapor juga melontarkan kata-kata kasar terlebih dahulu dalam percakapan yang sama, dan rulebook sendiri belum secara eksplisit mengatur batas yang jelas untuk situasi semacam ini. Tidak Ada Unsur Membawa Konflik ke Ranah OOC. Poin yang paling ingin saya tegaskan adalah sekalipun saya tidak menyangkal ada kata-kata kasar yang saya ucapkan dalam percakapan itu, saya tidak pernah membawa konflik ini keluar dari konteks IC menuju ranah personal atau OOC. Tidak ada satu pun bagian dari percakapan itu yang menyerang identitas pribadi pelapor di dunia nyata, tidak ada yang menyinggung kehidupan pribadinya di luar karakter, dan tidak ada komunikasi OOC yang saya lakukan untuk merendahkan pemain di balik character tersebut. Seluruh kalimat yang dipermasalahkan, termasuk yang paling tajam sekalipun, diucapkan oleh character saya kepada character pelapor, dalam rangkaian dialog telepon IC yang sama, dan sebagai bagian dari alur percakapan yang memang sudah bernada konfrontatif dari kedua belah pihak sejak awal. Ini yang menurut saya jadi pembeda penting. Ada perbedaan mendasar antara: ucapan kasar yang keluar sebagai bagian dari dialog character dalam situasi RP yang memang sedang panas (dalam hal ini, RP negosiasi yang berujung adu mulut); dengan serangan personal yang ditujukan untuk merendahkan pemain di baliknya, di luar konteks karakter. Yang terjadi dalam kasus ini murni kategori pertama. Saya tidak pernah keluar dari peran character saya untuk mengejek Menzy Junior sebagai pribadi, tidak pernah menyebut hal-hal di luar dunia RP, dan tidak ada jejak komunikasi OOC dalam bentuk apa pun terkait perkara ini. Karena itu, kalaupun ucapan-ucapan tersebut tetap dinilai memenuhi unsur Pasal 18 soal Respect, saya rasa perlu dibedakan dulu antara pelanggaran yang menyerang sesama player secara personal, dengan dialog character yang meskipun kasar, tetap berada dalam bingkai roleplay yang wajar terjadi dalam situasi konflik semacam ini. Rulebook sendiri, sepanjang penelusuran saya, tidak membuat pembedaan eksplisit soal ini, sehingga saya mohon staff mempertimbangkan konteks tersebut sebelum menyimpulkan bahwa ini setara dengan penghinaan personal ke ranah OOC. Kesimpulan. Saya memohon agar laporan ini tidak dinilai hanya dari satu kalimat yang dilepas dari konteksnya. Kalau dilihat dari bukti yang dilampirkan pelapor sendiri, faktanya: seluruh komunikasi terjadi lewat mekanisme IC, tidak ada peralihan ke OOC, percakapan berlangsung dua arah dengan kata-kata kasar dari kedua pihak, kata "yatim" secara tekstual tidak masuk kategori SARA di Pasal 20, terkait kalimat yang menyinggung kondisi ekonomi, saya tidak menyangkalnya, namun itu keluar dalam konteks pertukaran ejekan dua arah dan tidak ada pasal yang secara eksplisit melarangnya, dan tidak ada bukti saya membawa konflik ini ke ranah personal pemain. Dengan pertimbangan itu, saya mohon kepada Staff JG:Roleplay untuk menilai perkara ini berdasarkan konteks roleplay secara utuh, bukan sepotong kalimat saja, dan tetap mempertimbangkan asas objektivitas serta kesetaraan dalam menilai kedua belah pihak yang terlibat. Sebagai penutup, saya ingin mengutip asas hukum yang relevan dengan situasi ini: Nullum delictum, nulla poena sine praevia lege poenali, tidak ada tindak pidana dan tidak ada hukuman tanpa aturan yang lebih dulu mengaturnya secara jelas. Prinsip inilah yang mendasari permohonan saya agar penilaian dilakukan secara proporsional, bukan lewat perluasan penafsiran pasal yang ada. Saya menghormati sepenuhnya kewenangan Staff dalam mengambil keputusan akhir sesuai peraturan server yang berlaku.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now