Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

[CN] Theodore Ashbury to Malekh Osborne (Idell)


Recommended Posts

Posted

UCP Name: Idell

Old Character: Theodore Ashbury

Old Character Story:

 

 


New Character: Malekh Osborne

Gender: Laki-laki (Male)

Origin: United States of America

 


Reason for name change request:

Ingin merasakan cerita roleplay yang baru

 

Screenshots of '/myid' and '/mp':

Bukti

viWoDyN.png

 

ECRTSfG.png

 

h3kqbvv.png

 

CK Story:

Spoiler

Theodore dan Brayzen adalah dua teman lama yang memiliki jalan hidup yang sangat berbeda. Theodore berhasil menjadi orang yang sukses, kaya, dan selalu sibuk dengan pekerjaan. Kesibukannya membuat ia jarang memiliki waktu luang untuk bertemu temannya. Sebaliknya, Brayzen menjalani hidup yang tidak jelas. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap, hidup susah, dan hampir setiap hari menghabiskan waktunya di kasino untuk berjudi dengan harapan mendapatkan keuntungan instan. Kenyataannya, kebiasaan tersebut justru membuat uangnya semakin habis dan masa depannya semakin tidak jelas. Pada suatu hari, Theodore akhirnya memiliki waktu luang dan memutuskan untuk menemui Brayzen. Dengan niat menghabiskan waktu bersama sekaligus melihat keadaan temannya, Theodore mengajak Brayzen jalan-jalan menggunakan mobil miliknya.

Selama perjalanan, Theodore terus menyindir kebiasaan berjudi Brayzen dan membandingkannya dengan dirinya yang sukses. Maksud Theodore sebenarnya adalah menyadarkan temannya agar berhenti berjudi dan mulai memperbaiki hidupnya sebelum semuanya terlambat. Namun, cara penyampaiannya yang penuh sindiran justru membuat Brayzen merasa direndahkan. Rasa iri, kecewa, dan sakit hati semakin menumpuk. Lalu ketika mereka berhenti untuk makan di sebuah restoran, Theodore masih terus meledek keadaan hidup Brayzen. Tanpa disadari Theodore, setiap ucapan yang dianggap sebagai motivasi justru dipahami sebagai penghinaan yang melukai harga perasaan temannya. Sejak saat itu, Brayzen mulai menyimpan kebencian yang perlahan menguasai pikirannya hingga ia berniat membalas semua perlakuan Theodore yang menurutnya telah mempermalukan dirinya.

Setelah selesai makan, Brayzen mengajak Theodore singgah ke flat tempat tinggalnya untuk mengambil sesuatu. Theodore menerimanya tanpa rasa curiga karena menganggap pertemuan mereka berjalan seperti biasa dan percaya bahwa hubungan pertemanan mereka masih baik. Namun, setibanya di flat, kemarahan Brayzen yang telah dipendam sejak awal akhirnya meledak. Dalam emosi yang tidak terkendali, ia menyerang Theodore hingga menyebabkan teman lamanya meninggal dunia. Setelah itu terjadi, Brayzen langsung melarikan diri dari flatnya menggunakan mobil Theodore. Keesokan harinya, Brayzen baru menyadari bahwa ia telah salah mengartikan niat Theodore yang sebenarnya ingin menyadarkannya agar meninggalkan kebiasaan berjudi. Penyesalan pun datang terlambat, karena amarah sesaat telah mengakhiri pertemanan mereka dan menghancurkan hidup keduanya. Peristiwa itu menjadi bukti bahwa kesalahpahaman, ditambah dengan emosi yang tidak terkendali, akan berujung pada kehilangan yang tidak akan pernah bisa diperbaiki.

 

CK Screenshots:

Bukti

iZfKq0h.png

 

Ji6qTQD.png

 

tIyHln3.png

 

pjzlmS8.png

 

yQdd2m2.png

 

Xw4niLa.png

 

GjfF3sW.png

 

OC1RmLn.png

 

LsaTq8k.png

 

15bh6Ph.png

 

nBKggUW.png

 

GTNppSc.png

 

U8qlpiZ.png

 

pozPJt1.png

 

JmgsBWe.png

 

0Q7d7cJ.png

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...