Natfm Posted 1 hour ago Posted 1 hour ago (edited) Jeckie Forsen Di sebuah desa kecil bernama Sukamaju yang terletak di balik perbukitan hijau, Jeckie Forsen lahir dan dibesarkan sebagai anak laki-laki yang lembut hati serta sangat mendengarkan nasihat orang tuanya. Sejak usia dini, ia sudah terbiasa membantu ayahnya di ladang sawah yang luas, mulai dari menanam padi, membawa air dari sungai, membersihkan pekarangan rumah, hingga menjaga adik-adiknya yang masih kecil. Kehidupan keluarga mereka memang sangat sederhana, tapi dipenuhi kebahagiaan sejati. Setiap sore, ibunya selalu menyanyi pelan sambil menyiapkan makan malam, sementara ayahnya pulang dengan cerita lucu tentang hari-harinya di sawah. Suasana hangat itu membuat Jeckie merasa dunia mereka tak akan pernah berubah. Namun, semua keindahan itu perlahan hancur ketika ayahnya mulai terjerumus ke dalam kebiasaan berjudi yang tak terkendali. Ia sering kalah telak hingga hutangnya membengkak menjadi jumlah yang sangat besar. Tak lama kemudian, para rentenir berdatangan ke rumah mereka hampir setiap hari. Ancaman kasar, teriakan marah, dan tatapan ganas membuat suasana rumah yang dulu damai berubah menjadi tempat yang penuh ketegangan dan ketakutan. Pada suatu malam yang gelap gulita ditemani hujan deras yang tak henti-hentinya, tiba-tiba pintu depan rumah didobrak dengan kasar oleh sekelompok pria bersenjata. Mereka langsung mengarahkan senjata ke arah ibu dan adik-adik Jeckie sambil berteriak meminta pelunasan hutang. Suasana menjadi sangat mencekam. Ayah Jeckie berdiri gemetar dengan wajah pucat pasi, lalu menoleh ke arah anak sulungnya dengan mata penuh penyesalan dan keputusasaan. “Lari sekarang, Nak! Jangan menoleh lagi!” serunya sambil mendorong Jeckie keluar pintu belakang. Meski hatinya sangat berat, Jeckie akhirnya berlari sekuat tenaga menyusuri jalan setapak yang licin karena hujan. Baru beberapa ratus meter menjauh dari rumah, ia mendengar suara tembakan yang memekakkan telinga bertubi-tubi, diikuti oleh jeritan-jeritan kesakitan yang memilukan. Tubuh Jeckie langsung membeku ketakutan, tapi dorongan untuk mengetahui keadaan keluarganya membuat ia berbalik dan berlari kembali menuju rumah. Sesampainya di depan pintu, Jeckie melihat adegan yang sungguh menghancurkan jiwanya. Seluruh anggota keluarganya terbaring tak bernyawa di lantai ruang tamu yang sudah penuh genangan darah. Bau anyir dan pemandangan mengerikan itu membuatnya jatuh berlutut sambil menangis tersedu-sedu. Air matanya bercampur dengan air hujan yang masih turun deras. Rasa sedih yang mendalam bercampur dengan amarah yang membara di dalam dada. Dengan sisa tenaga yang ada, Jeckie bangkit dan melarikan diri ke dalam kegelapan malam yang pekat. Sambil berlari tanpa arah yang jelas, ia menggenggam tinjunya erat-erat dan mengucapkan sumpah balas dendam di dalam hati, “Aku akan kuat. Aku pasti akan kembali suatu saat nanti dan membalas semua penderitaan ini.” Questions Character Story Pertama: Yes Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya Natfm selaku pemilik account UCP Zarrzz bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Jeckie Forsen) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain. Edited 1 hour ago by Natfm
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now