PIO DESU Posted May 28 Posted May 28 (edited) Vill Campbell Keluarga Campbell adalah sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana di pinggiran kota New York, Amerika Serikat. Keluarga Campbell memiliki anggota keluarga yang terdiri dari ayah yang bernama John Campbell, ibu yang bernama Susan Campbell dan seorang anak laki-laki bernama Vill Campbell. Mereka adalah keluarga yang sangat baik dan sangat bersosialisasi dengan tetangga-tetangga mereka maupun orang-orang di tempat lain. Sang ayah yang bernama adalah seorang pegawai di sebuah perusahaan telekomunikasi, ia sudah bekerja selama 6 tahun di perusahaan tersebut dan dikenal sebagai orang yang bijak dan ambisius. Sedangkan sang ibu hanyalah ibu rumah tangga yang senang berkebun di halaman belakang rumahnya. Sang anak, yaitu Vill, ia adalah anak yang periang, aktif dan dapat dikatakan cukup pintar. Ia beberapa kali mengikuti aktivitas perlombaan di sekolahnya. Ia juga selalu masuk ke dalam peringkat 10 besar di kelasnya, dan ia pun dapat menyelesaikan sekolahnya dengan nilai yang memuaskan. Dengan nilai tersebut, VIll dengan mudah diterima di sebuah universitas bergengsi di New York dan sudah menjalani kehidupan kuliahnya selama satu semester. Pada suatu hari, di hari Minggu pagi, pukul 07.25 sang ayah mendapat telepon misterius dari seseorang yang tidak diketahui dan tidak dikenali nomornya. Ekspresinya pun berubah drastis menjadi panik. Keringat menetas dari ubun-ubun dan merasa panas dingin. Ia langsung menutup telepon tersebut dengan cukup keras sehingga anaknya, Vill pun heran dan bertanya kepadanya, "Ada apa, yah?". Sang ayah pun seperti berusaha menutup-nutupi sesuatu dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa dan bergegas menuju kamarnya. Tak lama kemudian ia keluar dengan mengenakan jas dan kemeja yang biasa ia kenakan untuk berangkat kerja. Ia berpamitan dengan istrinya untuk pergi ke kantor tempat kerjanya sebentar. Vill yang heran pun bertanya, "Mau ke kantor, yah? Hari libur begini tumben sekali ke kantor." Sang ayah pun menjawab dengan sedikit gugup bahwa sang atasan memintanya untuk bertemu di kantor. Dengan buru-buru, sang ayah pun langsung mengambil kunci mobil dan berjalan keluar rumah dengan menutup pintu sedikit kencang tanpa sengaja. Vill mengintip dari jendela rumahnya, melihat mobil ayahnya melaju meninggalkan pekarangan rumahnya. Tak disangka pagi itu adalah terakhir kalinya VIll dan ibunya, melihat sang ayah. Dua bulan berlalu, John tidak pernah sekalipun terlihat bak ditelan bumi. Sang ibu pun sudah sering kali berusaha sekuat tenaga untuk menemukan suaminya. Cara apapun Susan lakukan untuk mencari suaminya, dari menyebarkan poster dan selebaran hingga melapor ke pihak berwajib, namun hasilnya nihil. Sang ibu pun sudah menuntut pihak perusahaan dan kalah di persidangan dengan mudah karena tidak adanya bukti kuat yang berkaitan dengan perusahaan. Dengan hati dan mental yang hancur, sang ibu pun hanya bisa terpuruk di rumahnya. VIll pun berhenti berkuliah untuk membantu ibunya mencari sang ayah yang hilang entah kemana. Kepribadiannya pun berubah total, ia sekarang menjadi tertutup dan cenderung sensitif. Ia tak segan-segan memukul orang-orang yang membuat candaan soal poster ayahnya. Ia juga tenggelam dalam alkohol dan obat-obatan terlarang. Hancur sudah masa depan keluarga cemara tersebut. Suatu hari saat membagikan selebaran di pusat kota New York, di sebuah sela-sela gang sempit, Vill melihat sebuah mobil merah dari kejauhan. Mobil itu terasa sangat familiar baginya. Mobil sedan klasik dengan logo "plus" di bagian depan, bertuliskan Celebrity di bagian belakang, dan terbitan tahun '86. Tanpa pikir panjang, Vill langsung berlari mendekati mobil tersebut. Sebelum sampai ke mobil, ia mencium aroma yang sangat tidak enak. Ia pun langsung mengecek interior mobil, melihat-lihat apakah benar dengan yang ia pikirkan. Saat mencoba membuka, ternyata mobil tersebut tidak terkunci, sontak ia langsung masuk dan menggeledah mobil tersebut. Ajaibnya, semuanya tampak bersih, tidak ada jejak perampokan apapun. Ia pun baru menyadari bahwa kunci mobil tersebut masih tertancap di tempatnya. Ia pun menghela napas berat karena tidak menemukan apapun di dalam mobil. Saat memandangi mobil tersebut, ia menyadari ada yang aneh di bagian bagasi mobil. Baunya sangat buruk, lebih buruk dari sampah rumah tangga yang sudah seminggu. Ia terkejut, melihat ada bercak merah di dekat huruf C dari merek mobil itu. Tanpa memikirkan apapun, Vill langsung membuka bagasi dengan kunci yang ia temukan. Dengan mata terbelalak, jantung yang terasa meledak, dan keringat mengucur deras, ia pun menyingkan sebuah bungkusan plastik hitam berair tersebut, yang tidak lain tidak bukan adalah tubuh dari sosok yang ia cari-cari selama ini. Malam hari, di rumah sakit, Vill memeluk ibunya yang sedang menangis histeris. Dengan hati hancur, ia hanya bisa menenangkan ibunya, padahal ia sendiri tahu bahwa tidak akan berdampak apapun. Seorang petugas autopsi menjelaskan kepada Vill, mereka menemukan dua peluru bersarang di wajah ayahnya, dan beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya. Tanpa penjelasan lanjutan, pikiran Vill langsung tertuju pada satu hal, perusahaan ayahnya. Namun ia hanya bisa menerimanya saat ini. Tiga hari berlalu, sang ibu kembali mengangkat kasus ini, dan hasilnya pun sama saja. Karen tidak ditemukan bukti yang kuat, kasus penghilangan nyawa ini pun ditutup dengan pernyataan "pengakhiran hidup sendiri akibat terlilit hutang". Vill dan ibunya hanya bisa pulang dengan tangan kosong tanpa mendapat keadilan apapun. Sesampainya di rumah, Vill meminta ibunya untuk beristirahat, sedangkan dirinya hendak keluar membeli makanan untuk mereka berdua. Ia membeli dua paket ayam goreng cepat saji di outlet dekat rumahnya. Setengah jam berlalu, Vill pun pulang dengan menenteng plastik berisikan dua bungkus makanan yang ia beli sebelumnya. Namun ada yang terasa aneh di rumahnya, semuanya terasa sangat sepi. Suara tangis ibunya yang biasa terdengar pun tidak ada. Ia pun memanggil ibunya tapi tidak ada jawaban terdengar. Untuk sejenak ia pun berpikir bahwa mungkin ibunya sangat lelah setelah seharian berusaha tanpa hasil. Vill pun menuju kamar ibunya, hendak membangunkannya untuk makan malam. Ia mendekat ke ranjang ibunya, namun tersandung dengan sebuah botol di lantai. Setelah VIll mengambil botol tersebut, ternyata tidak ada tutupnya dan botol tersebut bertuliskan "pemutih". Dengan hati bergejolak, mata terbuka lebar, botol yang ia pegang pun jatuh ke lantai. Dengan cairan putih seperti buih di mulutnya, Susan pergi menyusul sang suami. Hari demi hari dan malam pun berganti. Vill, yang kini hidup sebatang kara pun tidak tahu harus berbuat apa. Ia sudah lelah dengan semua hal yang telah menimpanya. Ia sering kali melakukan untuk mengakhiri hidupnya, namun ia tidak punya cukup keberanian untuk melakukannya. Uang dari asuransi kedua orangtuanya pun ia pakai untuk obat-obatan dan minuman keras. Ia menjadi mengurung diri di rumahnya yang usang. Setiap hari hanya ia habiskan untuk duduk di sofa dan menonton televisi sembari menengguk minuman keras yang ia pegang di tangan kirinya. Suatu hari, saat Vill hendak membuang sampah di depan rumah ia dihampiri oleh sekelompok orang tidak dikenal. Mereka semua mengenakan pakaian serba hitam, rapih, dan menggunakan parfum yang sepertinya mahal jika dihirup aromanya. Mereka semua sudah menunggu Vill keluar rumah hari itu. Ternyata mereka sudah lama memperhatikan kehidupan VIll yang memilukan itu. Mereka pun meminta ijin Vill untuk masuk ke rumahnya. VIll meminta maaf karena rumahnya sangat berantakan dan tidak terurus. Namun, sekelompok orang itu tidak mempedulikan hal tersebut. Mereka pun mulai berbicara tentang masa lalu Vill. Oleh karena hal itu, Vill pun marah dan sedih, ia juga bingung kenapa orang-orang itu dapat mengetahui masa lalunya. Dengan suara berat dan serak, seorang pria berbicara kepada VIll tentang kesempatan untuk melanjutkan hidupnya. Ia menawari Vill uang yang melimpah, rumah yang megah dan tentunya, kehidupan yang lebih baik. VIll awalnya menolak dengan keras, ia marah karena menganggap penderitaannya dapat dihilangkan dengan mudah hanya dengan uang dan kekayaan. Namun, setelah merenung sejenak akhirnya Vill pun mulai memikirkan perkataan pria tersebut. Setelah berkata hal demikian, sekelompok orang itu pun berpamitan kepada VIll dan beranjak pergi meninggalkan rumah Vill. Sebelum benar-benar pergi, seorang wanita dengan kacamata hitam meninggalkan secarik kertas dengan nomor telepon di atasnya. "Hubungi aku jika kamu benar-benar berubah pikiran," ucap wanita itu. Setelah itu, mereka benar-benar pergi, tidak pernah terlihat lagi. Dua hari sejak kedatangan kelompok misterius itu, Vill menjadi sangat bimbang, ia merasa akan dipermainkan namun di satu sisi, ini adalah kesempatan emas baginya untuk bangkit dari keterpurukan. Setelah mondar-mandir dan berpikir keras, ia pun memberanikan diri untuk menghubungi nomor yang ditinggalkan wanita berkacamata hitam. Setelah tiga kali terdengar suara sambungan telepon, suara wanita itu terdengar, "Aku tau kamu akan menghubungiku.." VIll kebingungan tidak tahu harus berkata apa, "..Sekarang pergilah ke pelabuhan di sudut kota. Aku menunggumu di sana." Belum paham maksud perkataan wanita berkacamata, telepon terlebih dahulu terputus. Dengan hati berdebar, Vill langsung bergegas berlali meninggalkan rumahnya. Tanpa membawa satu benda apapun ia berlari meninggalkan rumahnya yang penuh dengan kenangan itu. Setelah setengah jam berlari, ia pun sampai di tempat parkir pelabuhan, terlihat wanita berkacamata hitam dan dua orang pria sedang berdiri di dekat sebuah mobil klasik berwarna hitam. Vill pun berlari mendekat dan sampai di depan wanita berkacamata hitam. "Sekarang yang perlu kamu lakukan hanyalah hidup di sebuah negara kecil bernama San Andreas, di sana ada banyak hal yang bisa kamu pelajari." Kata wanita itu. Vill yang tidak tahu apapun mengenai San Andreas pun bertanya letak negara tersebut. Namun tiba-tiba dua pria yang dari tadi hanya berdiri sekarang berjalan kearahnya. Wanita berkacamata hitam hanya mengatakan satu kalimat, "Carilah makna hidup yang berharga dan kamu akan mendapatkan semuanya." TIba-tiba tinju dari salah satu pria yang di dekatnya melayang tepat di wajah VIll sehingga membuatnya tidak sadarkan diri. Itulah terakhir kalinya VIll melihat wanita berkacamata hitam. Dengan sakit kepala yang hebat dan badan yang terasa sangat berat, Vill terbangun di sebuah dermaga dekat pantai. Ia sangat kebingungan, tempat itu sangat asing baginya. Ia pun berjalan ke pinggir jalan dan melihat-lihat. Ia pun menyadari bahwa dirinya sudah berada di negara kecil yang dimaksud oleh wanita berkacamata hitam. San Andreas, negara kecil dengan beberapa kota dan Los Santos adalah pusatnya. Ia pun masih mengingat kata-kata terakhir yang keluar dari mulut wanita itu, "Carilah makna hidup yang berharga dan kamu akan mendapatkan semuanya." Dengan berpegang kepada kalimat tersebut, ia pun berjalan meninggalkan area dermaga, dan disinilah semuanya bermula. VIll Campbell, seorang pria muda yang awalnya hidup bahagia dan jatuh terperosok kedalam jurang sengsara, memulai kisah barunya untuk mencari makna hidup. == Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya PIO DESU selaku pemilik account UCP VillYamazaki bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Vill Campbell) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain. Edited May 28 by PIO DESU
PIO DESU Posted May 30 Author Posted May 30 On 5/28/2026 at 1:33 PM, bendhardyonas said: Review. ini bagaimana kelanjutannya sir?
bendhardyonas Posted Monday at 04:04 PM Posted Monday at 04:04 PM Sebelum melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Ya/Tidak) Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( Kurang dari 1 bulan / 1 - 3 bulan / 4 - 6 bulan / 6 bulan - 1 tahun / 1 tahun lebih / 3 tahun lebih / 5 tahun lebih ) Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru/Namechange) Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Ya/Tidak) Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Ya/Tidak) Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah / Di warnet) PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Tahoma, atau Verdana). Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri menggunakan tombol pada toolbar di atas. Tidak boleh ada plagiarisme! ( Silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: https://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standar bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph. Gunakan huruf kapital sesuai penempatan kata dan juga yang baik dan benar. Untuk mengubah story / cerita character kamu, gunakan feature edit yang sudah disediakan: Spoiler
PIO DESU Posted Tuesday at 11:09 AM Author Posted Tuesday at 11:09 AM 19 hours ago, bendhardyonas said: Sebelum melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Ya/Tidak) Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( Kurang dari 1 bulan / 1 - 3 bulan / 4 - 6 bulan / 6 bulan - 1 tahun / 1 tahun lebih / 3 tahun lebih / 5 tahun lebih ) Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru/Namechange) Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Ya/Tidak) Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Ya/Tidak) Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah / Di warnet) PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Tahoma, atau Verdana). Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri menggunakan tombol pada toolbar di atas. Tidak boleh ada plagiarisme! ( Silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: https://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standar bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph. Gunakan huruf kapital sesuai penempatan kata dan juga yang baik dan benar. Untuk mengubah story / cerita character kamu, gunakan feature edit yang sudah disediakan: Reveal hidden contents 1. Ya 2. Kurang dari 1 bulan 3. Buat baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Di rumah
bendhardyonas Posted Wednesday at 08:19 AM Posted Wednesday at 08:19 AM Jawab pertanyaan ini: 1. Apakah kamu menggunakan AI dalam pembuatan CS ini? 2. Apakah ada UCP selain VillYamazaki ? Jawaban jujur sangat saya hargai, dan menentukan arah diterima atau tidaknya CS ini.
PIO DESU Posted Wednesday at 12:09 PM Author Posted Wednesday at 12:09 PM 3 hours ago, bendhardyonas said: Jawab pertanyaan ini: 1. Apakah kamu menggunakan AI dalam pembuatan CS ini? 2. Apakah ada UCP selain VillYamazaki ? Jawaban jujur sangat saya hargai, dan menentukan arah diterima atau tidaknya CS ini. 1. Tidak 2. Tidak
bendhardyonas Posted yesterday at 02:04 AM Posted yesterday at 02:04 AM Jogjagamers Reality Project Helper Team Character Story Dear @PIO DESU, I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to ACCEPT your request. Please read this guide to activate your character story In-Game via our UCP Website. We hope that you may use this character story to further develop your character. Sincerely, @bendhardyonas JG:RP Helper Team
Recommended Posts