RaiDen17 Posted February 8 Author Posted February 8 Lu bilang nggak pernah ngetik 'sering ketemu', tapi di balasan lu sebelumnya lu jelas ngetik: 'karena kita ketemu bukan satu kali doang'. Jadi maksud lu apa kalau bukan pengen nunjukin kalau lu udah sering liat cara gue RP? Lu sendiri yang ngetik begitu, sekarang lu sendiri yang bantah. Di sini lu malah menghindar dan nggak menjawab pertanyaan simpel gue, 'Jadi tepatnya sudah berapa kali kita ketemu?' Gue tanya ini karena lu berani banget menyimpulkan 'siklus RP' gue. Kalau lu nggak bisa jawab, berarti bener kalau lu itu cuma sok tahu dan cuma nyari nyari alasan buat nembak gue. Gue bantah keras tuduhan lu yang bilang gue kebelet cari konflik atau demen maki maki doang. Gue di MC itu kerja jadi mekanik dan cari interaksi IC secara normal. Lu jangan asal nuduh dan bikin label negatif seolah-olah gue cuma dateng buat rusuh. yaudah jangan dilanjutin kedepannya, ibarat persidangan masa hakim lu panggil bro. ya gua pikir semuanya udah tersampaikan tinggal admin yang menentukan, kalau misalkan belum ya silahkan dilanjutin, jangan bilang 'menurut lu' dong, kan emang melanggar. Lu sendiri akhirnya mengakui kalau tindakan lu itu berlandaskan ASUMSI. Di server ini, lu nggak bisa nembak orang sampai mati cuma modal asumsi pribadi atau merasa 'masuk akal' menurut versi lu sendiri. Itu definisi Deathmatch. waduh waduh udah jauh nih malah bahas ic lain, mungkin bisa mandiri untuk membuat laporan lain ya, Jangan bawa bawa kejadian lain buat nyari pembenaran atas kesalahan lu nembak orang pas udah pingsan di kasus ini.
$Derylxsofyan$ Posted February 8 Posted February 8 dicerna aja lagi ya bro @RaiDen17 apa apa yang udah gua ketik
RaiDen17 Posted February 8 Author Posted February 8 lagi lagi bro berasumsi bahwa gua ga paham apa yang dia ketik
Pakuwo Posted February 10 Posted February 10 Sebenarnya rasis secara IC itu masih bisa di roleplay kan, kalau tujuan roleplaynya jelas. Dan dalam kasus ini, terlapor menurut saya melakukan hal yang wajar ke pelapor. Namun hal tersebut wajar hingga saat membawa pelapor ke suatu tempat dan menghabisinya. Yang jadi permasalahan, tolong kurang kurangi roleplay yang seharusnya bisa tanpa senjata api, tapi malah harus membawa senjata api. Dalam hal ini saya setuju dengan pelapor, senjata api itu bukan hal yang bisa menyelesaikan masalah. Menurut saya, terlapor bisa melakukan roleplay lain, seperti menggunakan senjata tumpul, senjata tajam dan mungkin bisa menggunakan tangan kosong, karena disini terlapor saya lihat sudah menang jumlah. Jadi kenapa harus menggunakan senjata api pada akhir roleplay. Jadi dalam kasus ini, saya mau kedua belah pihak mengambil pembelajaran kedepannya, masih ada roleplay yang lebih bagus dilakukan ketimbang nanti menjadi masalah kedepannya jika harus melakukan roleplay tersebut. Untuk kali ini, saya akan memberikan verbal warning kedua belah pihak, dan saya anggap, roleplay diatas tidak pernah terjadi dan tidak pernah dilakukan ya. Jika ada yang dirugikan, bisa hubungi saya.
Recommended Posts