Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

[REPORT] Jeevaa_Pritchard


Recommended Posts

Posted

Nama pelapor: Escanor_Demarco

Nama pelanggar: Jeevaa_Pritchard

Peraturan yang dilanggar:

[P4A1] Not Here to RP, [P18A1] Disrespect [Flamming via /b ketika Rp berlangsung]

Apa yang terjadi:

Saya down akibat luka tembak dan luka bakar. Selang beberapa menit akhirnya datang SAFD yang mengambil alih jalannya RP Medis yang lebih proper karena sebelumnya di handle SAPD. Namun ketika RP Medis berlangsung, terlapor beberapa kali melakukan PM dan cut /b ketika RP berlangsung. Hal ini terjadi atas ketidaksiapan terlapor untuk melakukan RP Medis. Jika terlapor tidak tahu seharusnya bisa memanfaatkan fitur OOC Faction untuk bertanya, bukan malah menyuruh saya bertanggung jawab jika di tegur oleh HC SAFD. Hingga akhir terlapor melakukan Flamming via /b dan menertawakan saya di hadapan player lainnya. Saya merasa tersinggung atas sikap Terlapor sudah RP tidak di balas dengan RP sekarang malah Flamming via /b.

Bukti:

Chatlog :

Spoiler

[12:11:2] Corbin Walles says: LOC U, GSW bleeding stopped, burn on his right arm.
[12:11:12] Corbin Walles says: Correction, left arm.
[12:11:32] * Jeevaa Pritchard Mengambil BLS kit dari dalam Ra unit, menaruh BLS kit di dekat Escanor Demarco
[12:11:33] * Escanor Demarco Burned in the car
[12:12:13] * Jeevaa Pritchard meletakan BLS di dekat korban, mengambil N. Gloves lalu memakainya 
[12:12:18] * Jeevaa Pritchard memeriksa kondisi korban dengan teliti, mencari luka yang tampak
[12:12:31] INSPECT: {FFFF00}Jeevaa Pritchard {FFFFFF}have requested an inspection, use '/accept inspect' to accept request
[12:12:54] (( PM from [11] Jeevaa_Pritchard: acc bos ))
[12:12:56] INSPECT: {FFFF00}Jeevaa Pritchard {FFFFFF}have requested an inspection, use '/accept inspect' to accept request
[12:12:57] INSPECT: {FFFF00}Jeevaa Pritchard {FFFFFF}have requested an inspection, use '/accept inspect' to accept request
[12:13:15] * Jeevaa Pritchard memiringkan kepala korban lalu mengangkatnya sedikit 
[12:13:17] * Jeevaa Pritchard menekan dahi korban dan menarik dagunya hingga airway terbuka 
[12:13:20] * Jeevaa Pritchard mengambil flashlight dari BLS, menyalakannya lalu memeriksa airway korban 
[12:13:24] apakah ada halangan di saluran pernafasan? Escanor Demarco ((Jeevaa Pritchard))
[12:13:47] * Escanor Demarco There is a blood clot that clots blocking the airway.
[12:14:0] (( PM from [11] Jeevaa_Pritchard: b indo aja. ))
[12:14:22] (( PM from [11] Jeevaa_Pritchard: b indo aja. ))
[12:14:34] (( PM to [11] Jeevaa_Pritchard: kenapa ? ))
[12:14:41] (( PM from [11] Jeevaa_Pritchard: biar ga ribet mas ))
[12:15:9] terdapat darah beku yang menggumpal, menghalangi jalur pernafasannya. ((Escanor Demarco))
[12:15:15] * Jeevaa Pritchard memiringkan kepala dan tubuh korban 
[12:15:17] * Jeevaa Pritchard memijat leher belakang korban hingga halangan keluar
[12:15:21] apakah halangan berhasil keluar? 247 ((Jeevaa Pritchard))
[12:15:52] tidak berhasil dikeluarkan secara keseluruhan, dibutukan alat bantu medis ((Escanor Demarco))
[12:16:10] * Jeevaa Pritchard mengambil tweezer dari BLS lalu mencoba mengambil halangan di airway korban 
[12:16:16] fail ((Jeevaa Pritchard))
[12:16:55] (( PM from [11] Jeevaa_Pritchard: ga ada alat nya mas, alatnya cuman ada di teknik jika kepala terluka ))
[12:17:39] Escanor Demarco: (( rp mas jangan kebanyakan pm, kalo ga ada alatnya yah ic kan aja gimana caranya ))
[12:17:51] Escanor Demarco: (( saya bisanya juga bisa di pakein tweezer ))
[12:18:48] Jeevaa Pritchard: (( hmm ))
[12:18:58] Jeevaa Pritchard: (( mas, tweezer itu buat luka yang ada di kepala ))
[12:19:9] Jeevaa Pritchard: (( dan ini di lapangan, tidak boleh mengeluarkan tweezer, itu kan mencabut ))
[12:19:36] Escanor Demarco: (( rp saya alat medis mas, asal ga di rogoh pake tangan aja ))
[12:19:44] Jeevaa Pritchard: (( siapa yang rogoh? ))
[12:19:48] Jeevaa Pritchard: (( itu di di pijit leher ))
[12:20:7] Jeevaa Pritchard: (( ya alat apa? mas nya tau ga? ))
[12:20:22] Jeevaa Pritchard: (( di handbook yang di kasih dari SAFD, hanya itu saja, ga bisa ada gebrakan baru ))
[12:20:40] Jeevaa Pritchard: (( jika saya kena tegur HC, memangnya mas nya mau tanggung jawab? )
[12:20:45] Escanor Demarco: (( yang rp FD masnya, saya di rp in fd lain ga tau pake alat apa ))
[12:20:49] Escanor Demarco: (( biasanya tweezer ))
[12:20:55] Jeevaa Pritchard: (( ALLAHUMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ))
[12:21:0] Jeevaa Pritchard: (( TWEZER BUAT LUKA KEPALAA ))
[12:21:6] Jeevaa Pritchard: (( memangnya mas nya ada luka di kepala? ))
[12:21:23] terdapat darah beku yang menggumpal, menghalangi jalur pernafasannya. ((Escanor Demarco))
[12:21:50] Jeevaa Pritchard: (( hmm ))
[12:22:13] jalur pernafasanya terhalang oleh object yang begitu lama ((Escanor Demarco))
[12:22:19] perlahan otaknya kekurangan oksigen ((Escanor Demarco))
[12:22:28] Jeevaa Pritchard: (( wwk ))
[12:22:33] Jeevaa Pritchard: (( maksa pk amat mas ))
[12:22:57] Escanor Demarco: (( Rp di balas Rp bukan flaming di /b maksa pk ))
[12:23:7] Jeevaa Pritchard: (( gimana balesnya? orang teknik medisnya hanya itu ))
[12:23:12] Jeevaa Pritchard: (( apa bisa buat? dari safd nya langsung gitu ))
[12:23:55] [ID:11] {FFFFFF}Jeevaa_Pritchard (level 47), Ping: 46, Online: 3 hours, Client: SA:MP 0.3.DL-R1, PL: 1.2%
[12:24:2] * Jeevaa Pritchard mengambil tweezer dari BLS lalu mencoba mengambil halangan di airway korban 
[12:24:6] apakah halangan berhasil keluar?  ((Jeevaa Pritchard))
[12:24:12] berhasil di keluarkan ((Escanor Demarco))
[12:24:21] * Jeevaa Pritchard mendekatkan kuping ke hidung korban, memfokuskan ke pergerakan dada korban 
[12:24:24] berapa jumlah pernafasan korban? (12-20 normal)  ((Jeevaa Pritchard))
[12:26:2] berapa jumlah pernafasan korban? (12-20 normal)  ((Jeevaa Pritchard))
[12:26:44] 0 LpM, He passed away due to lack of oxygen for such a long time and severe burns. ((Escanor Demarco))
[12:27:38] Travis Colburn: (( sabar lor ))
[12:27:46] Cestlavie Terracciano: (( akwowakwaoaw ))

[12:34:18] [ASK] {FFFFFF}Escanor Demarco[247]: {FFFF00}sedang rp lalu di cut /b terus di flaming, saya rp tapi di balas /b, saya tersinggung apakah bisa direport
[12:36:6] [ANS] {FF0000}BGenk: {FFFF00}jika flammingnya berlebihan dan mengarah ke disrespect, silahkan /report jika sudah selesai Roleplaynya
[12:40:52] REPORT: {ffffff}Your report has been issued to the queue, use '{ffff00}/reports{ffffff}' to see your report
[12:42:50] RESPOND: {ff0000}BGenk {FFFFCC}has responded to your report
[12:42:50] RESPONSE: {ffffcc}silahkan forward ke forum beserta bukti yang valid

 

SS:

Spoiler

samp_01_01_2026_12_35_58.png

samp_01_01_2026_12_51_00.png

 

Posted

Hi saya akan mengurus laporan ini. Mohon dimengerti dulu tahap-tahap yang perlu kamu patuhi dalam prosess Report Player :

  1. Terlapor @Jeevaa diberikan waktu 1x24 jam untuk menjelaskan kasus ini, terhitung dari thread ini dibuka.
  2. Pelapor @Tokusatsu dipersilahkan menunggu hasil penjelasan dari terlapor sesuai dengan waktu yang ditentukan.
  3. Staff akan mengambil tindakan netral atas topic ini dan tidak memihak ke siapapun.

 

PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini!

  1. Dilarang melakukan junk di thread report ini, selain pihak terkait pada topic ini.
  2. Tidak boleh melakukan bump pada topic ini.
  3. Jangan melakukan tag atau mention staff yang merespond thread ini.

 

Posted

Baik mas, saya akan memberikan pembelaan terhadap masalah saya sekarang, Mungkin di posisis tadi mas hanya membenarkan apa yang menurut mas, kalau rp saya itu salah. Tapi perlu diluruskan, Rp yang saya keluarkan itu sudah benar dan sesuai prosedru handbook dari SAFD.

 

Mas nya mencatumkan, airway mas nya terhalang dengan gumplan darah yang membeku. Dalam kondisi seperti ini, gumpalan darah yang membeku dengan teknik manual, salah satunya melakukan pemijatan di area leher. Kecuali kalau yang menghalangi itu peluru atau partikal keras, barulah diperlukan alat khusus.

 

Masalah utama nya di situasi tadi, mas nya memaksakaan harus menggunakan tweezer yang dimana tweezer itu

 

1. Alat penjepit

2. Secara logikan, darah tidak bisa di jepit

3. Gumpalan darah beku itu bukan benda padat seperti peluru

 

Saya sudah bilangin mas nya berkali kali, Namun mas nya tetep ingin merasa benar, seolah olah saya tidak paham Rp medis, padahal Rp yang saya lakukan tidak asal asalan dan sesuai dengan apa yang di ajarkan di handbook.

 

Yang membuat saya saya keberatan, dalam situasi tadi, saya takut di marahin atasan saya akibat saya memunculkan gebrakan baru, padahal posisi saya sebenarnya

 

1. Menjalankan prosedur sesuai handbook SAFD

2., Mempratikkan apa yang memang di ajarkan

3. Tidak melakukan pelanggaran RP medis

 

untuk tanya di ooc faction, saya bertanya pas mas nya tetep maksa untuk rp tweezer tesebut

 

ini chatlognya:

 

[12:21:23] terdapat darah beku yang menggumpal, menghalangi jalur pernafasannya. ((Escanor Demarco))

[12:22:13] (( Jeevaa Pritchard: ini ada sus ngeyel, ga ada luka di kepala, tapi maksa ngeluarin halangan di airway make tweezer, gimana tu

[12:22:19] perlahan otaknya kekurangan oksigen ((Escanor Demarco))

[12:23:12] (( Zac Whittle: Gapapa pake aja tweezer, debatin di breathing ))

 

Saya merasa mas seolah olah merasa lebih tahu RP nya, tanpa mempertimbangkan bahwa teknik yang saya gunakan sudah sesuai prosedur yang di ajarkan. Dari sisi saya, semua tindakan yang saya lakukan masuk akal dan secara prosedur.

 

Mungkin pada saat itu mas nya waktu itu rp dengan fd dan luka mas nya itu ada di kepala, makanya fd tersebut bisa mengasih mas nya teknik tweezer.

 

Dan untuk pasal yang mas berikan kepada saya, mas nya keberatan dimana mas? menertawakan seperti apa? dan not here to rp apa? respect nya ada dimana? dari awal masnya aja sudah ngeyel yang padahal saya ga ada ngeribetin masnya, malah mas nya yang berusahan untuk meribetkan saya.

 

Saya rasa pembelaan dan klarifikasi dar saya cukup sampai disini. Selanjutnya saya serahkan sepenuhnya kepada admin yang menangani.

Mohon maaf jika ada kesalahan atau kekurangan dari saya. Beberapa minggu yang lalu saya baru saja keterima menjadi bagian dari SAFD, dan saya berusaha untuk lebih baik lagi kedepannya, sekali lagi saya meminta maaf

 

Terima kasih.

  • 2 weeks later...
Posted

Melihat dari chatlog, saya bisa menarik kesimpulan bahwasanya pelapor mengira roleplay mengeluarkan gumpalan darah beku bisa menggunakan tweezer (pinset) namun seperti yang dilampirkan terlapor bahwa roleplay menggunakan tweezer dilakukan pada fenomena khusus seperti luka di kepala atau apabila terdapat benda keras seperti peluru, karena darah tidak bisa diambil menggunakan tweezer. Namun disini yang jadi highlight adalah perlakuan terlapor terhadap pelapor, yang mana penggunaan /b sensitif pada saat roleplay medis sedang dilakukan:
 

[12:20:55] Jeevaa Pritchard: (( ALLAHUMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ))
[12:21:0] Jeevaa Pritchard: (( TWEZER BUAT LUKA KEPALAA ))
[12:22:33] Jeevaa Pritchard: (( maksa pk amat mas ))
 

Disini saya tidak sepenuhnya menyalahkan terlapor karena memang roleplay medis tidak bisa semena mena dilakukan dan harus sesuai handbook yang berlaku. Tapi saya juga tidak membenarkan penggunaan /b yang dilakukan oleh terlapor walaupun bisa dibilang masih dibatas hal wajar dan tidak terlalu parah sampai mengarah pada Pasal 18. Solusi yang saya berikan mungkin bisa saling memaafkan dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Silahkan @Jeevaaakan saya berikan waktu untuk meminta maaf kepada @Tokusatsu.

Posted

Selamat pagi Escanor Demarco, Saya Jeevaa Pritchard,  saya meminta maaf sekali lagi kepada anda yang sebesar besarnya jika saat kejadian anda merasa sakit hati kepada saya, saya akan jadikan kejadian kemarin menjadi pelajaran terhadap saya, sekali lagi saya meminta maaf, Terima kasih. @Tokusatsu

Posted

Terimakasih atas respondnya mas @FilthyKikz dan @Jeevaa.

Sejak laporan ini dibuat hingga hari ini sebenarnya saya masih kesal kok RP sampai flaming lewat /b. Namun apa boleh buat semua perbuatan pasti ada pertanggungjawaban-nya. Jadikan kejadian ini menjadi pelajaran dan acuan untuk berubah menjadi lebih baik. Silahkan ditindak sesuai rules server yang berlaku sebagai permintaan maaf. Terimakasih

Posted

Flamming yang dilakukan tidak parah dan tidak mengarah ke pasal 18. Dari awal sudah dijelaskan oleh terlapor bahwasanya roleplay medis di lapangan terbatas dan harus sesuai handbook, namun pelapor memaksakan roleplay tersebut. Saya berlakukan verbal warning untuk keduanya baik terlapor dan pelapor, semoga hal serupa tidak terulang kembali, case closed.

Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...