Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

[REPORT] Austin Almero


framz get

Recommended Posts

Posted (edited)

Nama pelapor: Olaaf Gotthard

Nama pelanggar: Austin Almero

Peraturan yang dilanggar:

PASAL 23 : Non Behav RP/ Force RP. PASAL 21 ayat 2 : Deathmatch

Apa yang terjadi:

Saya ini masih kurang puas dengan jawaban admin tanpa menghilangkan respect dan hormat kepada admin tapi saya ini buat video dari saya sendiri

Bukti:

 

Boleh dilihat tanggapan saya akan kasus ini.

 

 

https://youtu.be/EgeIoIsagrA

 

 

Edited by framz get
Menambahkan
Posted

Hi saya akan mengurus laporan ini. Mohon dimengerti dulu tahap-tahap yang perlu kamu patuhi dalam prosess Report Player :

  1. Terlapor diberikan waktu 1x24 jam untuk menjelaskan kasus ini, terhitung dari thread ini dibuka.
  2. Pelapor dipersilahkan menunggu hasil penjelasan dari terlapor sesuai dengan waktu yang ditentukan.
  3. Staff akan mengambil tindakan netral atas topic ini dan tidak memihak ke siapapun.

 

PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini!

  1. Dilarang melakukan junk di thread report ini, selain pihak terkait pada topic ini.
  2. Tidak boleh melakukan bump pada topic ini.
  3. Jangan melakukan tag atau mention staff yang merespond thread ini.

 

Posted

Saya selaku staff yang menangani kasus ini sebelumnya ingin menjabarkan atas penjelasan yang ada.

  • Mengenai mask yang bersifat OOC atau '/togmask' yang disebutkan pelapor itu berbeda dengan aksesoris mask '/dyoc' yang digunakan untuk menutupi wajah karakter agar pemain lain tidak dapat mengenali secara IC. Jadi bisa disimpulkan mengenali wajah orang tanpa aksesoris mask itu diperkenankan, tambahan juga dalam kasus ini pelapor dari segi penampilannya tidak berubah sejak konflik awal.
  • Terlapor saat melakukan RP mengingat pelapor itu valid dilakukan, karena down bukan berarti selalu pingsan ataupun tidak dapat mengenali orang-orang di sekitarnya. Mungkin memang ada sedikit membingungkan karena tidak adanya roleplay yang jelas setelah terlapor down, melainkan setelah RP mengingat baru menjelaskan kondisi karakternya saat itu. Tapi, apabila berdasarkan jawaban '/do ...sakit brader' dari terlapor saat menjawab efek dari injakkan pelapor itu dapat menandakan karakter terlapor tidaklah pingsan dan masih dalam kondisi sadar.
  • Untuk masalah Non RP Behavior, saya dapat katakan terlapor tidak mengganggu roleplay karena pelapor sendiri mengaku sedang melakukan kegiatan OOC akibatnya pelapor AFK untuk beberapa detik/menit, yang mana seharusnya itu tidak dilakukan saat berada di tempat publik walaupun di situ terlihat pelapor tidak AFK karena terlapor datang bahkan sebelum pelapor mengirim SMS. Berhubungan juga dengan Force RP, ini pun sebenarnya lebih ke arah kesiapan dari pelapor saat menerima roleplay dari terlapor, saat baru login pun kita diharuskan siap menerima roleplay yang ada. Saya beranggapan saat itu terlapor memastikan RP pembalasan dendamnya berhasil dengan membuat down pelapor lalu dilanjutkan dengan roleplay yang lainnya, mungkin karena itu juga terlapor tidak memberikan roleplay opsional berupa '/do' untuk menanyakan reaksi dari aksi yang telah terlapor lakukan terhadap pelapor. Dibandingkan melakukan PM terhadap terlapor saat itu, ada baiknya pelapor bisa mencoba kabur dari situ karena dilihat masih memiliki kesempatan untuk kabur (health-bar masih 3/4) agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.
  • Pelapor yang menolak/memperlambat RP karena tidak ingin melanjutkan RP dari terlapor dengan melakukan chat OOC berulang kali, yang harusnya seperti itu diminimalisir dan memilih untuk melaporkan terlapor dibandingkan melanjutkan roleplay yang ada. Apabila hanya sekedar ingin mengingatkan/menegur bahwa yang bersangkutan lakukan salah menurut pandangan pelapor saat itu bisa dilakukan namun hanya sesekali saja, tapi roleplay tetap dilanjutkan sebagai mestinya. Setelah roleplay diselesaikan, baru laporkan dengan catatan pelapor telah meyakini yang bersangkutan memang bersalah.
  • Deathmatch, berdasarkan dengan alasan konflik IC yang memang terjadi terhadap terlapor untuk melakukan RP Revenge itu di in-game dapat diterima karena terlapor terlihat meyakini apa yang dia lakukan benar atas penusukan tersebut. Memang ada sedikit membingungkan terhadap terlapor mengenai apa yang menyebabkan dia sudah yakin bahwa pelapor yang menginjak bagian tubuhnya, padahal sebelumnya terlapor secara IC masih terlihat ragu. Namun yang perlu diperhatikan ialah konflik antar pelapor dengan terlapor tersebut memang terjadi sebelumnya dan itu bukanlah cerita buatan serta yang dilakukan terlapor itu didasari oleh prinsip sebab-akibat, jadi ini semua masuknya masih ke IC.

Mohon maaf apabila sebelumnya tidak ada putusan yang lengkap dari saya, semoga ini dapat membantu.

Posted (edited)

Saya selaku Austin Almero sudah melihat video nya, dan mengucapkan terima kasih sebelumnya, karena videonya cukup menghibur bagi saya. kenapa saya katakan menghibur ? karena tuduhan tuduhan nya itu bener bener tidak mendasar bahkan sampe salah kaprah antara Non RP Bheavior dan Metagaming soal name tag, perlu di ketahui berdasarkan bukti apapun saya tidak pernah menyebut nama anda disini saat di ingame / IC jadi gak ada tuh istilahnya saya ngeliat name tag anda, tapi disini jelas saya mengingat wajah anda dan penampilan anda di IC karena sebelumnya anda memang tidak pake penutup wajah dan juga anda menggunakan penampilan yang sama. lalu anda beralasan ketika injek biji saya /togmask ? mas /togmask itu OOC, lanjut ke bagian anda bilang saya  bisa mengingat waktu pingsan ? mas saya itu lagi gak pingsan saya hanya lebam setelah di hajar oleh temen temen anda dan disitu saya anda rp injek saya dan anda nanya di /do berefek ? saya jawab berefek karena tendangan anda, kenapa saya pura pura lingung ? saat setelah bangung bukan saya tidak ingat tapi saya menghindar sementara untuk tidak di gebukin sama temen temen anda di MC dan menyusun strategi untuk balas dendam. jadi ini tuh masih ranah IC anda aja yang baperan kaga terima down ini tuh server RP kalau gak mau di RP in ya jangan main di server RP lah kok sampe bilang gak mau di RP in enak bener kalau begitu yang ngerob ada PD bisa bialng kayak elu " gue gak mau di rp in sama lu " please bro RP tuh kewajiban soal lu alibi ada urusan di IRL ya itu resiko lu lagipula sebelumya lu ada jawab SMS kok, dan juga lu bilang gua force RP ? bro pas gua ame dan tusuk lu kan lu bisa lari ? kenapa lu malah diem dan /b /b terus ? ini tuh server RP bro jadi Kewajiban setiap player untuk beroleplay apalagi emang ada alur RP sebelumnya ya harus terima konsekuensi nya jangan kek apa apa di bawa bawa OOC, satu lagi Soal penjelasan lu di video itu soal PPKO, PPKO itu pengartianya luas bukan cuma orang report lagi AFK, tapi menuduh tanpa bukti mencari cari kesalahan player atau bisa merujuk arti aslinya PPKO ( PLAYER PENCARI KESALAHAN ORANG ) itu termasuk jika lu menuduh tanpa bukti bahkan sudah di nyatakan tak bersalah masih lu cari terus. padahal jelas player itu tidak bersalah maka itu jatohnya udah PPKO brader.

Edited by Keong_Racun
Posted

Terima kasih atas penjelasannya kepada Pelapor maupun Terlapor.

 

Saya telah me-review atau cek ulang perihal kasus ini. Kasus ini sebetulnya bisa kalian selesaikan secara In-Game tanpa adanya perdebatan di forum ini. Pada kasus kali ini seharusnya Pelapor bisa menerima alur Roleplay yang terjadi pada saat itu dan tanpa adanya '/b' ketika beroleplay dari pihak Terlapor maupun Pelapor yang menjadikan masalah ini melebar kemana-mana. Pelapor sebetulnya juga bisa me-roleplaykan kembali Terlapor dengan menggunakan '/do' atau beroleplay se-kreatif mungkin tanpa adanya penolakan dalam be-roleplay. Maka dari, itu saya beserta staff yang sebelumnya menangani kasus ini sepenuhnya menangani kasus ini se-netral mungkin dan tidak sembarang mengambil tindakan. 

 

Penjelasan dari staff yang sebelumnya menangani kasus ini saya rasa sudah sangat jelas.

Spoiler

Saya selaku staff yang menangani kasus ini sebelumnya ingin menjabarkan atas penjelasan yang ada.

  • Mengenai mask yang bersifat OOC atau '/togmask' yang disebutkan pelapor itu berbeda dengan aksesoris mask '/dyoc' yang digunakan untuk menutupi wajah karakter agar pemain lain tidak dapat mengenali secara IC. Jadi bisa disimpulkan mengenali wajah orang tanpa aksesoris mask itu diperkenankan, tambahan juga dalam kasus ini pelapor dari segi penampilannya tidak berubah sejak konflik awal.
  • Terlapor saat melakukan RP mengingat pelapor itu valid dilakukan, karena down bukan berarti selalu pingsan ataupun tidak dapat mengenali orang-orang di sekitarnya. Mungkin memang ada sedikit membingungkan karena tidak adanya roleplay yang jelas setelah terlapor down, melainkan setelah RP mengingat baru menjelaskan kondisi karakternya saat itu. Tapi, apabila berdasarkan jawaban '/do ...sakit brader' dari terlapor saat menjawab efek dari injakkan pelapor itu dapat menandakan karakter terlapor tidaklah pingsan dan masih dalam kondisi sadar.
  • Untuk masalah Non RP Behavior, saya dapat katakan terlapor tidak mengganggu roleplay karena pelapor sendiri mengaku sedang melakukan kegiatan OOC akibatnya pelapor AFK untuk beberapa detik/menit, yang mana seharusnya itu tidak dilakukan saat berada di tempat publik walaupun di situ terlihat pelapor tidak AFK karena terlapor datang bahkan sebelum pelapor mengirim SMS. Berhubungan juga dengan Force RP, ini pun sebenarnya lebih ke arah kesiapan dari pelapor saat menerima roleplay dari terlapor, saat baru login pun kita diharuskan siap menerima roleplay yang ada. Saya beranggapan saat itu terlapor memastikan RP pembalasan dendamnya berhasil dengan membuat down pelapor lalu dilanjutkan dengan roleplay yang lainnya, mungkin karena itu juga terlapor tidak memberikan roleplay opsional berupa '/do' untuk menanyakan reaksi dari aksi yang telah terlapor lakukan terhadap pelapor. Dibandingkan melakukan PM terhadap terlapor saat itu, ada baiknya pelapor bisa mencoba kabur dari situ karena dilihat masih memiliki kesempatan untuk kabur (health-bar masih 3/4) agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.
  • Pelapor yang menolak/memperlambat RP karena tidak ingin melanjutkan RP dari terlapor dengan melakukan chat OOC berulang kali, yang harusnya seperti itu diminimalisir dan memilih untuk melaporkan terlapor dibandingkan melanjutkan roleplay yang ada. Apabila hanya sekedar ingin mengingatkan/menegur bahwa yang bersangkutan lakukan salah menurut pandangan pelapor saat itu bisa dilakukan namun hanya sesekali saja, tapi roleplay tetap dilanjutkan sebagai mestinya. Setelah roleplay diselesaikan, baru laporkan dengan catatan pelapor telah meyakini yang bersangkutan memang bersalah.
  • Deathmatch, berdasarkan dengan alasan konflik IC yang memang terjadi terhadap terlapor untuk melakukan RP Revenge itu di in-game dapat diterima karena terlapor terlihat meyakini apa yang dia lakukan benar atas penusukan tersebut. Memang ada sedikit membingungkan terhadap terlapor mengenai apa yang menyebabkan dia sudah yakin bahwa pelapor yang menginjak bagian tubuhnya, padahal sebelumnya terlapor secara IC masih terlihat ragu. Namun yang perlu diperhatikan ialah konflik antar pelapor dengan terlapor tersebut memang terjadi sebelumnya dan itu bukanlah cerita buatan serta yang dilakukan terlapor itu didasari oleh prinsip sebab-akibat, jadi ini semua masuknya masih ke IC.

 

 

Maka dari itu, Kasus ini akan saya tutup dengan tidak ada nya tindakan yang saya ambil. Masalah seperti ini bisa kalian selesaikan baik baik di In-Game dan Untuk tidak menggunakan '/b' ketika be-Roleplay. 

 

No Action Taken,

L&A. 

Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...