Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

[ASK] Kesalahan Update Bios


Aziz29

Recommended Posts

Posted

Jadi ceritanya begini. pas malem ane kan gabut terus searching updatean laptop ane. nah ketemu tuh update bios, pas w install normal normal aja tuh. 3 hari kemudian mulai penyakitan, mulai dari suara beep beberapa kali sama kadang ga mau booting. masalah nya sekarang malah ga mau di nyalain sama sekali. indikator power nandain kalo cpu failure. nah kalo gitu benerin nya selain ganti mobo gimana yak ? apakah bisa di re hot processor nya ? atau flash bios lewat usb programmer ?. mohon bantuan nya ( btw kalo ganti mobo sama ae kek beli laptop lagi )

Laptop : Dell Alienware 15 r3

spek singkat

  • Intel(R) Core(TM) i7-7820HK (Quad-Core, 8MB Cache, Overclocking up to 3.9 GHz)
  • 15.6 inch FHD (1920 x 1080) 120Hz TN+WVA Anti-Glare 400-nits Display
  • 16GB DDR4, 1TB 7200RPM SATA 6Gb/s (Storage) + 512GB PCIe SSD (Boot)
  • NVIDIA(R) GeForce(R) GTX 1070 with 8GB GDDR5X
Posted
57 minutes ago, Aziz29 said:

Jadi ceritanya begini. pas malem ane kan gabut terus searching updatean laptop ane. nah ketemu tuh update bios, pas w install normal normal aja tuh. 3 hari kemudian mulai penyakitan, mulai dari suara beep beberapa kali sama kadang ga mau booting. masalah nya sekarang malah ga mau di nyalain sama sekali. indikator power nandain kalo cpu failure. nah kalo gitu benerin nya selain ganti mobo gimana yak ? apakah bisa di re hot processor nya ? atau flash bios lewat usb programmer ?. mohon bantuan nya ( btw kalo ganti mobo sama ae kek beli laptop lagi )

Laptop : Dell Alienware 15 r3

spek singkat

  • Intel(R) Core(TM) i7-7820HK (Quad-Core, 8MB Cache, Overclocking up to 3.9 GHz)
  • 15.6 inch FHD (1920 x 1080) 120Hz TN+WVA Anti-Glare 400-nits Display
  • 16GB DDR4, 1TB 7200RPM SATA 6Gb/s (Storage) + 512GB PCIe SSD (Boot)
  • NVIDIA(R) GeForce(R) GTX 1070 with 8GB GDDR5X

Kalau itu menurut saya bukan ke hardware mas, lebih ke software yang error karen fatal kalau kena windows dan jangan pernah iseng update update untuk sistem begitu, paling saran saya bisa reinstall windows. 

Soalnya itu laptop udah bagus lah istilahnya 

atau

 

Spoiler

Cara mengembalikan atau recovery BIOS karena gagal update, atau memperbaiki BIOS yang rusak (korup). Recovery BIOS adalah usaha mengembalikan (memperbaiki) BIOS setelah terjadi kegagalan dalam proses update BIOS atau kerusakan BIOS karena sebab lain. Cara memperbaiki PC/laptop gagal booting karena kerusakan BIOS, perbaiki gagal booting & layar gelap setelah update BIOS.

BIOS adalah sesuatu yang amat spesifik dalam kaitannya dengan produksi (merk/series) PC/Laptop.
Artinya setiap PC bisa memiliki BIOS dan metode flashing dan metode recovery yang berbeda.
Tindakan paling bijak saat menghadapi problem BIOS adalah dengan mencari informasi prosedure recovery dari produsen PC ybs. Ini bisa dengan mengunjungi website produsen ataupun dengan membaca manual yang tersedia.
Jangan (mudah) menyama-ratakan penanganan problem BIOS komputer satu dengan yang lainnya, amat ber-resiko.

Artikel ini adalah bagian dari artikel serial “Memperbaiki BIOS Korup” : sebaiknya Anda membacanya.

BIOS Gagal Update 1 : Panduan Umum Mengatasi Update BIOS Gagal atau BIOS Korup.
BIOS Gagal Update 2 : Cara Memperbaiki BIOS Korup atau Gagal Update . . . . artikel ini.
BIOS Gagal Update 3 : Cara Memperbaiki BIOS Award, Phoenix, AMI dan metode Hot Flash.

Menghadapi BIOS Korup ?
Inilah yang (sebaiknya) perlu anda lakukan :

Jangan panik !
Gunakan PC lain untuk download file BIOS original dan software flash tool untuk PC/laptop anda, di website produsennya – baca/download juga manual penggunaannya. Kedua file tsb. akan dipergunakan untuk mengembalikan BIOS pada bentuk “asli-nya”. Urusan update BIOS bisa dilakukan nantinya. Dari pengalaman, ini akan lebih memudahkan dari pada me-recover langsung dengan file Update BIOS (yang sudah gagal). Singkatnya kita akan mengembalikan BIOS pada versi sebelum update (tapi jika anda ingin langsung me-recover versi update-nya juga tidak apa-apa).
Membuat media USB-DOS-bootable, dan masukkan file BIOS versi original & flash tool (versi DOS) yang sudah anda download ke dalam media tsb. Bagaimana caranya, bisa dibaca di manual PC atau di website produsen PC/laptop anda. Lupakan flash-tool versi Windows karena tidak akan bisa digunakan dalam kasus ini.
Note : Jika menggunakan vga-onboard, layar monitor tidak akan menampilkan apapun (gelap). Jika menggunakan vga-card (add on), kadang layar akan bisa berfungsi.
Setelah media DOS-bootable selesai dibuat, saatnya anda kembali ke PC yang bermasalah.

Cara Memperbaiki atau Recover BIOS.

Pastikan PC/laptop kondisi OFF. Pindahkan jumper/DIP-switch (jika ada) ke posisi “Recovery Mode”.
Pasang media DOS-bootable (USB Flashdisk DOS bootable) yang telah dibuat sebelumnya.
ON kan PC/laptop; dalam kasus ini bisa jadi layar akan tetap gelap, meski demikian kita masih bisa “memonitor” dari nyala lampu floppy-drive (lampu flashdisk) dan PC-speaker (buzer). Jika ada bunyi “beep” dan lampu floppy (flashdisk) menyala, itu artinya sedang dilakukan peng-copy-an file BIOS ke motherboard. Saat lampu floppy-drive/flashdisk padam dan terdengar bunyi “beep” (biasanya 2x) menandakan proses copy sudah selesai.
Note : selama proses copy kadang tampak seperti berhenti (pause) tidak ada aktifitas PC, tunggulah barang 1-2 menit untuk memastikan bahwa proses sudah benar-benar selesai.
Setelah yakin proses selesai, OFF kan PC. Jika sebelumnya telah memindahkan posisi Recovery-jumper, kembalikan ke posisi normal-nya.
Selanjutnya ON kan PC/laptop dan periksa apakah BIOS sudah bisa normal seperti sebelum dilakukan update yang gagal. Pasang kembali HDD (jika sebelumnya telah dilepas), dan periksa apakah sistem Windows bisa kembali beroperasi normal.
Selanjutnya jika diinginkan, anda bisa meng-update BIOS nya kembali baik dari dalam Windows ataupun menggunakan DOS.

Langkah di atas adalah metode umum dalam melakukan recover BIOS yang rusak atau korup. Bisa jadi PC/laptop anda memerlukan cara khusus untuk recover BIOS, cari informasinya pada manual/website ybs.

Memperbaiki (recovery) BIOS AWARD.
Buatlah sebuah bootable DOS floppy disk (USB flashdisk).
Langkah di bawah ini adalah contoh memperbaiki (recover) BIOS Award pada motherboard Biostar, menggunakan media DOS-bootable floppy diskette. Untuk merk lain pada prinsipnya sama.

Ketika update BIOS gagal dan sistem tidak bisa boot normal, maka Boot Blocker akan aktif dan menampilkan pesan tertentu. Contohnya : “BIOS checksum error” atau “Insert system disk and press Enter to recover BIOS” dsb.
Note : Jika menggunakan vga-onboard, layar monitor tidak akan menampilkan apapun (gelap). Jika menggunakan vga-card (AGP/PCI add on), kadang layar akan bisa berfungsi.

Copy program AWDFLASH.exe dan file (update) BIOS yang sesuai PC anda, ke dalam media DOS bootable tsb.
Pasang media bootable DOS yang telah dibuat. ON kan PC dan tekan tombol ENTER.
Sistem akan booting ke DOS prompt (jika bisa tampak pada monitor).
Pada prompt yang muncul ketik awdflash xxxxxxx.bf /sn/py/r , tekan Enter.
Note : xxxxxxx.bf adalah nama file BIOS. BIOSTAR juga support format selain ekstensi bf/bs, mis. ekstensi ddr.
Sistem akan mulai melakukan update (recover) BIOS, dan otomatis akan restart jika prosesnya telah selesai.
Setelah restart, BIOS akan normal kembali. Mungkin anda perlu untuk me-reset BIOS atau clear CMOS terlebih dahulu, lakukan jika memang diperlukan.

Jika layar tidak memberi tampilan apapun.

Maka kita perlu membuat sebuah batch-file dengan nama Autoexec.bat. Dibuat pada PC lain yang normal.
Kemudian tambahkan (copy) file tsb. ke dalam DOS bootable disk yang telah dibuat. File Autoexec.bat akan otomatis menjalankan DOS dan semua perintah yang diperlukan untuk recover BIOS.
Cara membuat batch-file yang akan digunakan untuk recover BIOS Award :
Buka Notepad (pada PC lain), ketik awd802.exe backup.bin /sn /py /r , lalu Save dengan nama Autoexec.bat.
Note : Untuk BIOS lain, ganti awd802.exe & backup.bin dengan nama flashtool & file update BIOS yang diperuntukkan BIOS ybs.
File tsb. akan memerintahkan sistem DOS untuk menjalankan (dalam contoh ini) Autoexec.bat dari bootable media (diskette, USB Flash), kemudian menjalankan program-flash awd802.exe, dan menggunakan file-BIOS backup.bin untuk meng-update BIOS. Switch-nya (/sn, /py, /sb, /cc, /cd) bisa bervariasi sesuai program flash-nya. Switch terakhir (/r) memerintahkan untuk melakukan restart setelah proses selesai seluruhnya.

Dengan cara di atas, kita tidak perlu meng-ketik perintah apapun (karena layar gelap), hanya perlu ON-kan PC dan menunggu proses selesai. Cara ini sering disebut “blind update” 🙂
Yang penting diingat adalah pelajari baik-baik manual update/recover BIOS untuk PC anda, sebab beda merk/versi akan beda pula caranya.

Jadi, di dalam media DOS-bootable di atas akan berisi :
file DOS System (untuk booting), dan
file Autoexec.bat, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop
file program flash : Awd802.exe, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop
file Update BIOS : backup.bin, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop anda.

57 minutes ago, Aziz29 said:

Jadi ceritanya begini. pas malem ane kan gabut terus searching updatean laptop ane. nah ketemu tuh update bios, pas w install normal normal aja tuh. 3 hari kemudian mulai penyakitan, mulai dari suara beep beberapa kali sama kadang ga mau booting. masalah nya sekarang malah ga mau di nyalain sama sekali. indikator power nandain kalo cpu failure. nah kalo gitu benerin nya selain ganti mobo gimana yak ? apakah bisa di re hot processor nya ? atau flash bios lewat usb programmer ?. mohon bantuan nya ( btw kalo ganti mobo sama ae kek beli laptop lagi )

Laptop : Dell Alienware 15 r3

spek singkat

  • Intel(R) Core(TM) i7-7820HK (Quad-Core, 8MB Cache, Overclocking up to 3.9 GHz)
  • 15.6 inch FHD (1920 x 1080) 120Hz TN+WVA Anti-Glare 400-nits Display
  • 16GB DDR4, 1TB 7200RPM SATA 6Gb/s (Storage) + 512GB PCIe SSD (Boot)
  • NVIDIA(R) GeForce(R) GTX 1070 with 8GB GDDR5X

BTW Upadatenya pakai windows flasher?

Jika menggunakan windows flasher

Spoiler
Yang Perlu Diperhatikan Jika Update BIOS Gagal, atau BIOS Korup.
  • Jika kita melakukan update BIOS dari dalam Windows (menggunakan software jenis Windows Flasher) dan ternyata gagal, maka tidak mungkin lagi untuk me-recover BIOS atau mengulangi proses update BIOS. Sebab dengan BIOS yang rusak (korup), maka PC tidak mungkin untuk re-boot dan masuk Windows.Anda mesti menyiapkan sebuah media yang bootable DOS.
  • Pada motherboard model lama, dimana chip BIOS (EPROM) terpasang menggunakan socket dan chip BIOS bisa dicabut, maka satu-satunya jalan untuk recovery BIOS adalah mencabut chip-nya lalu melakukan reflashing menggunakan alat ROM Programmer (Rom Burner). Motherboard seperti ini umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas "Recovery Jumper".
  • Pada motherboard model lebih baru, chip BIOS di-solder menyatu dengan board dan tidak bisa dicabut. Pada board seperti ini biasanya dilengkapi dengan fitur BIOS recovery. Rata-rata board Intel memiliki fasilitas Jumper Bios Recovery. Fitur ini bisa berupa "jumper" atau berupa "DIP-switch". Anda perlu membaca manual board tsb. atau cari informasi di situs mainboard ybs. tentang bagaimana menggunakannya. Umumnya dengan memindahkan jumper dari posisi Normal ke Recovery mode.
  • Pada motherboard "Dual BIOS Chip" memiliki 2-buah chip BIOS. Yang satu disebut Main BIOS Chip, dan yang ke-dua disebut Backup BIOS Chip yang berisi salinan utuh BIOS asli. Contoh : motherboard Gigabyte GA-EP45-DS3R (pc jadul yang saya pakai sehari-hari :).
    Ada beberapa cara untuk meng-aktifkan kembali Main BIOS Chip yang korup (karena berbagai sebab). Tergantung dari pabrik BIOS dan motherboard, atara lain :
    1. Backup Chip akan otomatis menyalin data di dalamnya, lalu meletakkannya ke Main Chip. Saat restart semuanya menjadi normal kembali.
    2. User harus mengatur Jumper khusus ke posisi tertentu.
    3. User harus menekan tombol tertentu pada keyboard saat proses booting.
    Cara apa yang paling benar, adalah dengan membaca manual motherboard/PC ybs.
  • Satu hal yang sama adalah, setelah update BIOS gagal atau BIOS korup, maka layar monitor tidak akan bisa menampilkan display apapun. 
  • Jika proses update BIOS gagal, tak usah panik dulu. Kebanyakan BIOS moderen memiliki Boot Block Protection. BIOS jenis ini di dalamnya terdiri dari 2-bagian.
    1. BIOS Boot Block, adalah area-data khusus dalam chip BIOS yang (jika tidak rusak) akan memungkinkan PC untuk booting jika mendeteksi adanya sebuah media "Bootable DOS" terhubung ke PC. Boot Block ini adalah "write protected", dan tidak bisa terhapus saat proses flashing (yang normal).
      • Medianya bisa berupa Bootable DOS USB Flashdisk, Bootable DOS Floppy Diskette (pada Win 98 disebut Startup Disk), atau Bootable DOS CD.
      • Setelah booting menggunakan media "bootable DOS" yang juga berisi utility flasher & file update BIOS, sistem akan mengulang proses update BIOS kembali.
      • Silahkan baca artikel Membuat Media USB Bootable DOS
    2. BIOS System Block, berisi semua informasi yang diperlukan untuk inisialisasi hardware lainnya dan melakukan POST. Bagian ini adalah "flashable", bisa dihapus dan ditulisi ulang saat flashing (update).
  • Kegagalan update BIOS atau BIOS korup hanya bisa diperbaiki dengan menggunakan atau dari dalam lingkungan Sistem Operasi DOS.
  • Karena monitor gelap, maka kita tidak mungkin menggunakan keyboard untuk ketik perintah DOS. Tetapi ini masih bisa diatasi dengan bantuan PC lain untuk membuat sebuah "file batch DOS" yang berisi beberapa baris perintah DOS yang diperlukan. Cara membuatnya dan perintah apa yang digunakan biasanya dicantumkan dalam manual board/PC, atau bisa dicari di situs produsen board/PC ybs.
    1. Semua perintah dalam file-batch akan dijalankan secara berurutan oleh sistem DOS.
    2. Lebih baik lagi jika file-batch tsb. diberi nama (di-rename) "autoexec.bat", sehingga file tsb. akan start secara otomatis saat boot.
    3. Dengan file-batch kita tidak lagi perlu mengetik perintah DOS (dan tidak juga memerlukan monitor). Sebut saja metode ini adalah "blind BIOS flashing" - flashing BIOS dengan mata terpejam  🙂

Cara Membuat Batch_File "Autoexec.bat" untuk Recover/flash BIOS.

Batch-file kadang diperlukan dalam usaha me-recover (memperbaiki) kerusakan BIOS, terutama jika layar tidak menampilkan apapun :
  1. Buka Notepad (pada PC lain), ketik :  [nama flashtool.exe] [namafile update BIOS.(ekstensi)] /sn /py /r ,
    Contoh : awd802.exe backup.bin /sn /py /r , lalu Save dengan nama Autoexec.bat.
    Note : Untuk BIOS lain, ganti awd802.exe & backup.bin dengan nama flashtool & file update BIOS yang diperuntukkan BIOS ybs.
  2. File tsb. akan memerintahkan sistem DOS untuk menjalankan Autoexec.bat dari bootable media (diskette, USB Flash), kemudian menjalankan (dalam contoh ini) program-flash awd802.exe, dan menggunakan file-BIOS backup.bin untuk meng-update BIOS. Switch-nya (/sn, /py, /sb, /cc, /cd) bisa bervariasi sesuai program flash yang digunakan. Switch terakhir (/r) memerintahkan untuk melakukan restart setelah proses selesai seluruhnya.
  3. Selanjutnya, copy file Autoexec.bat  tsb. dan letakkan dalam media bootable DOS yang telah dibuat sebelumnya. Jadi di dalam media bootable DOS akan berisi : file Sistem DOS + file Autoexec.bat + file Program Flashtool + file Update BIOS.
Langkah Awal Perbaiki (Recover) BIOS setelah Update Gagal.
Sebelum melakukan recovery BIOS, lakukan hal dibawah ini :
  1. Lepaskan koneksi HDD, agar kita bisa leluasa meng-ON/OFF kan PC tanpa takut merusak HDD.
  2. Reset BIOS terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan dengan memindah jumper Clear CMOS, atau dengan melepas batery RTC beberapa saat, kemudian mengembalikan jumper ke posisi Normal, atau mengembalikan batery ke posisi semula.  Beberapa jenis board PC/laptop tidak menggunakan jumper tetapi menggunakan DIP Swiitch (sakelar mini).
  3. Jika sebelumnya telah memindah posisi jumper Recovery mode, kembalikan dulu ke posisi Normal mode.
    Note : Pada saat akan melakukan recovery BIOS, ubah posisinya kembali ke posisi Recovery.
  4. Kemudian ON kan PC (boot ulang). Jika ternyata bisa booting, berarti BIOS normal dan tidak perlu melakukan recovery BIOS.
    Note : Setelah selesai melakukan update BIOS, reset-jumper HARUS dilakukan. Ini adalah prosedur utama (standar) dalam update (flash) 
    BIOS.
  5. Sebaliknya, jika ternyata boot-ulang gagal.
    • Periksa, adakah disk Driver CD yang berisi file Update BIOS (kadang dinamakan "Crisis CD"). Beberapa board ASUS menyertakan CD tsb. di dalam kemasan motherboard orisinil-nya.
    • CD ini bisa digunakan untuk booting (dalam DOS) dan akan langsung me-recover BIOS kembali.
    • Anda hanya perlu menunggu beberapa menit, sambil mengikuti petunjuk dalam manualnya.
      Note : CD/DVD Instalasi Windows tidak bisa digunakan di sini.
    • Jika tidak tersedia Crisis_CD, gunakan media (disket, USB Flash, CD) yang telah anda pergunakan untuk update sebelumnya. Tetapi periksa kembali, apakah versi file update BIOS nya sudah benar diperuntukkan bagi board/BIOS PC anda.
Jika hasil test di atas menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan recovery BIOS, maka anda mesti mengulang semua prosedur dalam melakukan Update (flash) BIOS secara benar. Ada baiknya membaca artikel Panduan Update BIOS untuk mengurangi terjadinya problem update BIOS. Artikel selanjutnya adalah : BIOS Gagal Update 2 : Cara Memperbaiki BIOS Korup atau Gagal Update - link diatas.

 

Posted
1 minute ago, Bernard Code said:

Kalau itu menurut saya bukan ke hardware mas, lebih ke software yang error karen fatal kalau kena windows dan jangan pernah iseng update update untuk sistem begitu, paling saran saya bisa reinsatall windows.

Boro boro mau install windows. masuk bios aja ga mau om

 

 

LIGHT PATTERN PROBLEM DESCRIPTION
2,1 CPU failure
Posted
1 minute ago, Aziz29 said:

Boro boro mau install windows. masuk bios aja ga mau om

 

 

LIGHT PATTERN PROBLEM DESCRIPTION
2,1 CPU failure

oh kelau begitu menurut pengalaman saya bisa flash bios

 

6 minutes ago, Bernard Code said:

Kalau itu menurut saya bukan ke hardware mas, lebih ke software yang error karen fatal kalau kena windows dan jangan pernah iseng update update untuk sistem begitu, paling saran saya bisa reinstall windows. 

Soalnya itu laptop udah bagus lah istilahnya 

atau

 

  Reveal hidden contents

Cara mengembalikan atau recovery BIOS karena gagal update, atau memperbaiki BIOS yang rusak (korup). Recovery BIOS adalah usaha mengembalikan (memperbaiki) BIOS setelah terjadi kegagalan dalam proses update BIOS atau kerusakan BIOS karena sebab lain. Cara memperbaiki PC/laptop gagal booting karena kerusakan BIOS, perbaiki gagal booting & layar gelap setelah update BIOS.

BIOS adalah sesuatu yang amat spesifik dalam kaitannya dengan produksi (merk/series) PC/Laptop.
Artinya setiap PC bisa memiliki BIOS dan metode flashing dan metode recovery yang berbeda.
Tindakan paling bijak saat menghadapi problem BIOS adalah dengan mencari informasi prosedure recovery dari produsen PC ybs. Ini bisa dengan mengunjungi website produsen ataupun dengan membaca manual yang tersedia.
Jangan (mudah) menyama-ratakan penanganan problem BIOS komputer satu dengan yang lainnya, amat ber-resiko.

Artikel ini adalah bagian dari artikel serial “Memperbaiki BIOS Korup” : sebaiknya Anda membacanya.

BIOS Gagal Update 1 : Panduan Umum Mengatasi Update BIOS Gagal atau BIOS Korup.
BIOS Gagal Update 2 : Cara Memperbaiki BIOS Korup atau Gagal Update . . . . artikel ini.
BIOS Gagal Update 3 : Cara Memperbaiki BIOS Award, Phoenix, AMI dan metode Hot Flash.

Menghadapi BIOS Korup ?
Inilah yang (sebaiknya) perlu anda lakukan :

Jangan panik !
Gunakan PC lain untuk download file BIOS original dan software flash tool untuk PC/laptop anda, di website produsennya – baca/download juga manual penggunaannya. Kedua file tsb. akan dipergunakan untuk mengembalikan BIOS pada bentuk “asli-nya”. Urusan update BIOS bisa dilakukan nantinya. Dari pengalaman, ini akan lebih memudahkan dari pada me-recover langsung dengan file Update BIOS (yang sudah gagal). Singkatnya kita akan mengembalikan BIOS pada versi sebelum update (tapi jika anda ingin langsung me-recover versi update-nya juga tidak apa-apa).
Membuat media USB-DOS-bootable, dan masukkan file BIOS versi original & flash tool (versi DOS) yang sudah anda download ke dalam media tsb. Bagaimana caranya, bisa dibaca di manual PC atau di website produsen PC/laptop anda. Lupakan flash-tool versi Windows karena tidak akan bisa digunakan dalam kasus ini.
Note : Jika menggunakan vga-onboard, layar monitor tidak akan menampilkan apapun (gelap). Jika menggunakan vga-card (add on), kadang layar akan bisa berfungsi.
Setelah media DOS-bootable selesai dibuat, saatnya anda kembali ke PC yang bermasalah.

Cara Memperbaiki atau Recover BIOS.

Pastikan PC/laptop kondisi OFF. Pindahkan jumper/DIP-switch (jika ada) ke posisi “Recovery Mode”.
Pasang media DOS-bootable (USB Flashdisk DOS bootable) yang telah dibuat sebelumnya.
ON kan PC/laptop; dalam kasus ini bisa jadi layar akan tetap gelap, meski demikian kita masih bisa “memonitor” dari nyala lampu floppy-drive (lampu flashdisk) dan PC-speaker (buzer). Jika ada bunyi “beep” dan lampu floppy (flashdisk) menyala, itu artinya sedang dilakukan peng-copy-an file BIOS ke motherboard. Saat lampu floppy-drive/flashdisk padam dan terdengar bunyi “beep” (biasanya 2x) menandakan proses copy sudah selesai.
Note : selama proses copy kadang tampak seperti berhenti (pause) tidak ada aktifitas PC, tunggulah barang 1-2 menit untuk memastikan bahwa proses sudah benar-benar selesai.
Setelah yakin proses selesai, OFF kan PC. Jika sebelumnya telah memindahkan posisi Recovery-jumper, kembalikan ke posisi normal-nya.
Selanjutnya ON kan PC/laptop dan periksa apakah BIOS sudah bisa normal seperti sebelum dilakukan update yang gagal. Pasang kembali HDD (jika sebelumnya telah dilepas), dan periksa apakah sistem Windows bisa kembali beroperasi normal.
Selanjutnya jika diinginkan, anda bisa meng-update BIOS nya kembali baik dari dalam Windows ataupun menggunakan DOS.

Langkah di atas adalah metode umum dalam melakukan recover BIOS yang rusak atau korup. Bisa jadi PC/laptop anda memerlukan cara khusus untuk recover BIOS, cari informasinya pada manual/website ybs.

Memperbaiki (recovery) BIOS AWARD.
Buatlah sebuah bootable DOS floppy disk (USB flashdisk).
Langkah di bawah ini adalah contoh memperbaiki (recover) BIOS Award pada motherboard Biostar, menggunakan media DOS-bootable floppy diskette. Untuk merk lain pada prinsipnya sama.

Ketika update BIOS gagal dan sistem tidak bisa boot normal, maka Boot Blocker akan aktif dan menampilkan pesan tertentu. Contohnya : “BIOS checksum error” atau “Insert system disk and press Enter to recover BIOS” dsb.
Note : Jika menggunakan vga-onboard, layar monitor tidak akan menampilkan apapun (gelap). Jika menggunakan vga-card (AGP/PCI add on), kadang layar akan bisa berfungsi.

Copy program AWDFLASH.exe dan file (update) BIOS yang sesuai PC anda, ke dalam media DOS bootable tsb.
Pasang media bootable DOS yang telah dibuat. ON kan PC dan tekan tombol ENTER.
Sistem akan booting ke DOS prompt (jika bisa tampak pada monitor).
Pada prompt yang muncul ketik awdflash xxxxxxx.bf /sn/py/r , tekan Enter.
Note : xxxxxxx.bf adalah nama file BIOS. BIOSTAR juga support format selain ekstensi bf/bs, mis. ekstensi ddr.
Sistem akan mulai melakukan update (recover) BIOS, dan otomatis akan restart jika prosesnya telah selesai.
Setelah restart, BIOS akan normal kembali. Mungkin anda perlu untuk me-reset BIOS atau clear CMOS terlebih dahulu, lakukan jika memang diperlukan.

Jika layar tidak memberi tampilan apapun.

Maka kita perlu membuat sebuah batch-file dengan nama Autoexec.bat. Dibuat pada PC lain yang normal.
Kemudian tambahkan (copy) file tsb. ke dalam DOS bootable disk yang telah dibuat. File Autoexec.bat akan otomatis menjalankan DOS dan semua perintah yang diperlukan untuk recover BIOS.
Cara membuat batch-file yang akan digunakan untuk recover BIOS Award :
Buka Notepad (pada PC lain), ketik awd802.exe backup.bin /sn /py /r , lalu Save dengan nama Autoexec.bat.
Note : Untuk BIOS lain, ganti awd802.exe & backup.bin dengan nama flashtool & file update BIOS yang diperuntukkan BIOS ybs.
File tsb. akan memerintahkan sistem DOS untuk menjalankan (dalam contoh ini) Autoexec.bat dari bootable media (diskette, USB Flash), kemudian menjalankan program-flash awd802.exe, dan menggunakan file-BIOS backup.bin untuk meng-update BIOS. Switch-nya (/sn, /py, /sb, /cc, /cd) bisa bervariasi sesuai program flash-nya. Switch terakhir (/r) memerintahkan untuk melakukan restart setelah proses selesai seluruhnya.

Dengan cara di atas, kita tidak perlu meng-ketik perintah apapun (karena layar gelap), hanya perlu ON-kan PC dan menunggu proses selesai. Cara ini sering disebut “blind update” 🙂
Yang penting diingat adalah pelajari baik-baik manual update/recover BIOS untuk PC anda, sebab beda merk/versi akan beda pula caranya.

Jadi, di dalam media DOS-bootable di atas akan berisi :
file DOS System (untuk booting), dan
file Autoexec.bat, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop
file program flash : Awd802.exe, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop
file Update BIOS : backup.bin, harus sesuai dengan BIOS PC/laptop anda.

BTW Upadatenya pakai windows flasher?

Jika menggunakan windows flasher

  Reveal hidden contents
Yang Perlu Diperhatikan Jika Update BIOS Gagal, atau BIOS Korup.
  • Jika kita melakukan update BIOS dari dalam Windows (menggunakan software jenis Windows Flasher) dan ternyata gagal, maka tidak mungkin lagi untuk me-recover BIOS atau mengulangi proses update BIOS. Sebab dengan BIOS yang rusak (korup), maka PC tidak mungkin untuk re-boot dan masuk Windows.Anda mesti menyiapkan sebuah media yang bootable DOS.
  • Pada motherboard model lama, dimana chip BIOS (EPROM) terpasang menggunakan socket dan chip BIOS bisa dicabut, maka satu-satunya jalan untuk recovery BIOS adalah mencabut chip-nya lalu melakukan reflashing menggunakan alat ROM Programmer (Rom Burner). Motherboard seperti ini umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas "Recovery Jumper".
  • Pada motherboard model lebih baru, chip BIOS di-solder menyatu dengan board dan tidak bisa dicabut. Pada board seperti ini biasanya dilengkapi dengan fitur BIOS recovery. Rata-rata board Intel memiliki fasilitas Jumper Bios Recovery. Fitur ini bisa berupa "jumper" atau berupa "DIP-switch". Anda perlu membaca manual board tsb. atau cari informasi di situs mainboard ybs. tentang bagaimana menggunakannya. Umumnya dengan memindahkan jumper dari posisi Normal ke Recovery mode.
  • Pada motherboard "Dual BIOS Chip" memiliki 2-buah chip BIOS. Yang satu disebut Main BIOS Chip, dan yang ke-dua disebut Backup BIOS Chip yang berisi salinan utuh BIOS asli. Contoh : motherboard Gigabyte GA-EP45-DS3R (pc jadul yang saya pakai sehari-hari :).
    Ada beberapa cara untuk meng-aktifkan kembali Main BIOS Chip yang korup (karena berbagai sebab). Tergantung dari pabrik BIOS dan motherboard, atara lain :
    1. Backup Chip akan otomatis menyalin data di dalamnya, lalu meletakkannya ke Main Chip. Saat restart semuanya menjadi normal kembali.
    2. User harus mengatur Jumper khusus ke posisi tertentu.
    3. User harus menekan tombol tertentu pada keyboard saat proses booting.
    Cara apa yang paling benar, adalah dengan membaca manual motherboard/PC ybs.
  • Satu hal yang sama adalah, setelah update BIOS gagal atau BIOS korup, maka layar monitor tidak akan bisa menampilkan display apapun. 
  • Jika proses update BIOS gagal, tak usah panik dulu. Kebanyakan BIOS moderen memiliki Boot Block Protection. BIOS jenis ini di dalamnya terdiri dari 2-bagian.
    1. BIOS Boot Block, adalah area-data khusus dalam chip BIOS yang (jika tidak rusak) akan memungkinkan PC untuk booting jika mendeteksi adanya sebuah media "Bootable DOS" terhubung ke PC. Boot Block ini adalah "write protected", dan tidak bisa terhapus saat proses flashing (yang normal).
      • Medianya bisa berupa Bootable DOS USB Flashdisk, Bootable DOS Floppy Diskette (pada Win 98 disebut Startup Disk), atau Bootable DOS CD.
      • Setelah booting menggunakan media "bootable DOS" yang juga berisi utility flasher & file update BIOS, sistem akan mengulang proses update BIOS kembali.
      • Silahkan baca artikel Membuat Media USB Bootable DOS
    2. BIOS System Block, berisi semua informasi yang diperlukan untuk inisialisasi hardware lainnya dan melakukan POST. Bagian ini adalah "flashable", bisa dihapus dan ditulisi ulang saat flashing (update).
  • Kegagalan update BIOS atau BIOS korup hanya bisa diperbaiki dengan menggunakan atau dari dalam lingkungan Sistem Operasi DOS.
  • Karena monitor gelap, maka kita tidak mungkin menggunakan keyboard untuk ketik perintah DOS. Tetapi ini masih bisa diatasi dengan bantuan PC lain untuk membuat sebuah "file batch DOS" yang berisi beberapa baris perintah DOS yang diperlukan. Cara membuatnya dan perintah apa yang digunakan biasanya dicantumkan dalam manual board/PC, atau bisa dicari di situs produsen board/PC ybs.
    1. Semua perintah dalam file-batch akan dijalankan secara berurutan oleh sistem DOS.
    2. Lebih baik lagi jika file-batch tsb. diberi nama (di-rename) "autoexec.bat", sehingga file tsb. akan start secara otomatis saat boot.
    3. Dengan file-batch kita tidak lagi perlu mengetik perintah DOS (dan tidak juga memerlukan monitor). Sebut saja metode ini adalah "blind BIOS flashing" - flashing BIOS dengan mata terpejam  🙂

Cara Membuat Batch_File "Autoexec.bat" untuk Recover/flash BIOS.

Batch-file kadang diperlukan dalam usaha me-recover (memperbaiki) kerusakan BIOS, terutama jika layar tidak menampilkan apapun :
  1. Buka Notepad (pada PC lain), ketik :  [nama flashtool.exe] [namafile update BIOS.(ekstensi)] /sn /py /r ,
    Contoh : awd802.exe backup.bin /sn /py /r , lalu Save dengan nama Autoexec.bat.
    Note : Untuk BIOS lain, ganti awd802.exe & backup.bin dengan nama flashtool & file update BIOS yang diperuntukkan BIOS ybs.
  2. File tsb. akan memerintahkan sistem DOS untuk menjalankan Autoexec.bat dari bootable media (diskette, USB Flash), kemudian menjalankan (dalam contoh ini) program-flash awd802.exe, dan menggunakan file-BIOS backup.bin untuk meng-update BIOS. Switch-nya (/sn, /py, /sb, /cc, /cd) bisa bervariasi sesuai program flash yang digunakan. Switch terakhir (/r) memerintahkan untuk melakukan restart setelah proses selesai seluruhnya.
  3. Selanjutnya, copy file Autoexec.bat  tsb. dan letakkan dalam media bootable DOS yang telah dibuat sebelumnya. Jadi di dalam media bootable DOS akan berisi : file Sistem DOS + file Autoexec.bat + file Program Flashtool + file Update BIOS.
Langkah Awal Perbaiki (Recover) BIOS setelah Update Gagal.
Sebelum melakukan recovery BIOS, lakukan hal dibawah ini :
  1. Lepaskan koneksi HDD, agar kita bisa leluasa meng-ON/OFF kan PC tanpa takut merusak HDD.
  2. Reset BIOS terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan dengan memindah jumper Clear CMOS, atau dengan melepas batery RTC beberapa saat, kemudian mengembalikan jumper ke posisi Normal, atau mengembalikan batery ke posisi semula.  Beberapa jenis board PC/laptop tidak menggunakan jumper tetapi menggunakan DIP Swiitch (sakelar mini).
  3. Jika sebelumnya telah memindah posisi jumper Recovery mode, kembalikan dulu ke posisi Normal mode.
    Note : Pada saat akan melakukan recovery BIOS, ubah posisinya kembali ke posisi Recovery.
  4. Kemudian ON kan PC (boot ulang). Jika ternyata bisa booting, berarti BIOS normal dan tidak perlu melakukan recovery BIOS.
    Note : Setelah selesai melakukan update BIOS, reset-jumper HARUS dilakukan. Ini adalah prosedur utama (standar) dalam update (flash) 
    BIOS.
  5. Sebaliknya, jika ternyata boot-ulang gagal.
    • Periksa, adakah disk Driver CD yang berisi file Update BIOS (kadang dinamakan "Crisis CD"). Beberapa board ASUS menyertakan CD tsb. di dalam kemasan motherboard orisinil-nya.
    • CD ini bisa digunakan untuk booting (dalam DOS) dan akan langsung me-recover BIOS kembali.
    • Anda hanya perlu menunggu beberapa menit, sambil mengikuti petunjuk dalam manualnya.
      Note : CD/DVD Instalasi Windows tidak bisa digunakan di sini.
    • Jika tidak tersedia Crisis_CD, gunakan media (disket, USB Flash, CD) yang telah anda pergunakan untuk update sebelumnya. Tetapi periksa kembali, apakah versi file update BIOS nya sudah benar diperuntukkan bagi board/BIOS PC anda.
Jika hasil test di atas menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan recovery BIOS, maka anda mesti mengulang semua prosedur dalam melakukan Update (flash) BIOS secara benar. Ada baiknya membaca artikel Panduan Update BIOS untuk mengurangi terjadinya problem update BIOS. Artikel selanjutnya adalah : BIOS Gagal Update 2 : Cara Memperbaiki BIOS Korup atau Gagal Update - link diatas.

 

Bisa baca ini om

 

Posted
4 minutes ago, Aziz29 said:

oke dicoba...

Kalau tambah rusak kabarin hehehehe, menurut saya ya Mas kalau cpu failure bukan reballing cpu lagi ganti cpu mas.

Soalnya kalau di reballing kan benerin kaki kaki, nah itu pasti gaada masalah ke kaki kaki processor, jadi paling parah ya ganti processor solder ulang, dia gabakal sampe ganti motherboard kok

Posted
44 minutes ago, Bernard Code said:

Kalau tambah rusak kabarin hehehehe, menurut saya ya Mas kalau cpu failure bukan reballing cpu lagi ganti cpu mas.

Soalnya kalau di reballing kan benerin kaki kaki, nah itu pasti gaada masalah ke kaki kaki processor, jadi paling parah ya ganti processor solder ulang, dia gabakal sampe ganti motherboard kok

Udah ane coba flash bios lewat flashdisk tetep ga bisa om. yang pertama make file bios terbaru trs ganti nama jadi bios_img.rcv tetep ga mau eksekusi dia nya, yang ke dua make file bios recovery bawaan dell juga ga mau nge run. yodahlah jalan satu satunya copot chip bios terus flash make rom programmer

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...