Devon Washington
Devon Washington lahir pada tanggal 27 November 2000 di kota Detroit. Hidupnya di Detroit terasa seperti jalanan rusak parah di pinggiran kota, penuh lubang dan bahaya. Devon hanya tinggal bersama ayahnya yang kecanduan alkohol, sementara Ibunya pergi meninggalkannya setelah bercerai dengan ayahnya, tidak tahan dengan kelakukan mantan suaminya tersebut. Bagi Devon, rumah hanyalah sekedar tempat untuk tidur, ditemani dengan suara menyebalkan ayahnya yang mabuk berat sambil mengomel. Tak heran, ia lebih sering menghabiskan waktu di luar untuk bekerja mencari uang.
Sejak SMP, Devon sudah memulai kerja serabutan. Ia menerjang dinginnya Michigan dengan mengantar koran dan susi di pagi buta, Pulang sekolah, ia menjadi kurir pengantar makanan dan malam ia habiskan menyapu stasiun bawah tanah Detroit yang pengap dan penuh grafitti. Tidak banyak yang bisa dilakukan Devon untuk mendapatkan uang untuk hidup layak, karena hanya bisa melakukan pekerjaan serabutan. Sementara teman-temannya mulai memakai sepatu mahal, ponsel baru, baju mewah dan makan yang enak. Rahasianya? tentu saja menjual narkoba dan mencuri dompet di stasiun bawah tanah.
Awalnya Devon merasa takut, namun rasa iri mulai menguasai dirinya. Tergiur uang cepat, ia mulai mencari tahu bagaimana cara menjadi pengedar. Hasilnya, Ray, tetangganya mulai memberikannya pekerjaan tersebut. Dimulailah fase baru dalam kehidupan Devon, menjadi kriminal. Devon merasa campur aduk, takut namun juga senang saat mendapat uang instan. Uang datang lebih mudah, membeli jaket untuk menghangatkan diri pada musim dingin bukan lagi hanya angan belaka. Sesekali ia membelikan makanan untuk ayahnya. Namun, tiap kali melihat ayahnya tenggelam dalam botol alkohol, hatinya remuk dan sakit. Pertengkaran adalah hal yang paling biasa baginya saat berhadapan dengan ayahnya.
Tragedi datang di pagi hari. Sepulang mengantarkan barang "haram", Devon heran karena rumah terasa sepi, tak seperti biasanya yang selalu dihiasi suara ocehan ayahnya. Ia memasuki kamar ayahnya dan menemukan ayahnya sudah terbaring dingin dan kaku, botol alkohol masih masih melekat di genggamannya. Ya, Overdosis alhokol. Devon hanya bisa terpaku, jatuh berlutut di lantai, rasa bersalah dan marah menguasai dirinya. Ayahnya pergi meninggalkannya, sendiri dan kelam, menyisakan kesepian yang mendalam bagi dirinya.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Execlown selaku pemilik account UCP execlown bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Devon Washington) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.