Jump to content

Allen_west

New Member
  • Content Count

    16
  • Joined

  • Last visited

Community Reputation

0 Normal JG member!

About Allen_west

  • Rank
    Newbie

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. Character: Basyari_Hanif Story: Bass, begitu mereka memanggil Ku. Ini nama panggilan ku yang berasal dari nama panjang ku, yaitu Basyari Hanif. Sudah dua tahun Aku menimba ilmu pendidikan di Indonesia ini, Desa Kunang yang juga telah membesarkan ku . Besok, Aku akan pergi ke kota Los Santos untuk menimba ilmu agar dapat menjadi seorang Sarjana. Tentu Kota itu akan lebih megah dari Desa ku ini. Tentu penuh dengan mereka yang berkulit putih dan hitam, berambut lurus dan keriting yang berwarna hitam kuning merah putih atau pun hijau. Apa pun itu akan Ku lihat di sana nantinya. 22 jam sudah perjalanan Ku, dari kampung terpencil ke kota yang sangat ramai ini. Bayangkan saja, saat ini jam 2 subuh, dari dalam bus ini ku lihat masih banyak mereka yang duduk-duduk di tepi jalan. Ku lihat mereka senyum-senyum dan tertawa-tawa bahagia bersama sama, disana juga ada beberapa Wanita muda lo. “Nak, jangan cari cewek yang suka keluyuran malam-malam, biasanya itu wanita tidak benar” terniang di pikiran ini pesan sang Ibu, saat Ku lihat pakaiannya yang cukup terbuka di malam yang dingin saat itu. Namun ku coba memahami, kota ini bukanlah kampung ku yang dulu. Kini sudah tiga bulan ku tinggal di Los Santos ini, rambut Ku tidak lagi seperti tempurung kelapa, tidak lagi bercelanakan jeans yang lusuh itu. Sedikit trendi seperti mereka yang asli di Kota ini, berbajukan kemeja panjang kotak-kotak dan celana jeans ala-ala botol gitu. Aku juga sudah bersetatuskan seorang mahasiswa. Banyak sahabat di sekitar ku mulai dari mata yang sipit hinga yang jelalatan. Namun mereka sahabat yang baik dan bisa menerima Aku apa adanya. Malam itu ada sesuatu yang berbeda. Aku pergi bersama seorang teman baik ku, yang berasal dari Los Santos yang mana dia sejalan dalam materi juga pergaulan. Aku dan Keke (sapaan akrabnya ini) pergi untuk bertemu seorang teman di sebuah kios kecil di dekat sebuah jembatan besi yang tepat di depannya ada sebuah pohon ara besar dan tua. Di situ kami menjumpai seorang gadis yang sangat belia, amat menarik namun sedikit aneh dengan matanya yang berukirkan tinta sepidol itu. Serupa dengan lipstick hitamnya. Wanita itu memberikan selembaran uang seratus ribuan kepada pemilik kios itu dan mengambil sebuah bungkus. Bungkus pelastik bening dengan obat seperti obat batuk. “Dia mungkin sakit makanya membeli obat. Tapi obat demam kok belinya di kios bensin ya??,” itu yang tersirat dipikiran ku saat itu, namun seiring teguran Keke yang menepuk punggung ku, hal tersebut berlalu begitu saja. Tak lama kemudian, Aku dan Keke dijemput mereka, ya mungkin teman-temannya si pemilik kios itu. “Aku tidak kenal mereka, tapi apa salahnya jika menambah teman,” dengan pikiran ini Aku pergi bersama Mereka dan Keke ke sebuah Kedai. Penerangan di tempat itu sedikit redup, namun tempat itu juga berhias lampu yang kelap-kelip berwarna biru, hijau dan kuning. Musik yang sebelumnya berlantun khas dengan lagu-lagu daerahnya berganti dengan dentuman-dentuman khas diskotik tepat saat tengah malam menjelang. Ketika itu, salah seorang dari rombongan yang bersama ku tadi menghampiri. “Dunia memang sempit untuk kita, namun Dunia adalah milik kita” katanya. Seiring dia mengatakan hal itu ku lihat di tangannya terdapat bungkusan dan obat yang sama seperti obat batuk yang tadi dibeli seorang Perempuan belia di Kios bensin.“ Ini harganya 100, Ini harganya 50” terangnya kepada ku dan Keke semabari mengoyang-goyangkan bungusan bening yang berisikan obat batuk dan bubukan yang menyerupai garam itu. “Kalian bisa menghasilkan keuntungan yang besar apabila kamu menjalan kan bisnis ini, kuliah tidak lagi bebani Orang tua, duit banyak,” Ungkapnya lagi sambil tertawa. Kala itu, Aku hanya berfikir, "wah betul juga, Aku bisa menghasilkan uang sendiri dan tidak menyusahkan Orang tua di Kampung". “kalau kamu mau gabung minggu depan kumpul lagi dengan Kita,” tawarnya kepada Ku dan Keke yang saat itu sedang menikmati dentuman-dentuman sound sitem kedai itu. “iya Bang” jawab Ku dengan cukup tertarik. Di tempat itu, Aku juga tersadar tawaranya itu tentu akan menghasilkan uang yang lumayan cukup dengan Obat batuk dan Butiran garam itu. “Hidup berkecukupan dan tidak lagi merepotkan Orang tua,” itu yang terpikir oleh ku saat itu. Aku dan Keke langsung pulang ke Kos-kosan tempat kami tinggal setelah pertemuan dengan teman-teman baru yang tak satu pun memperkenalkan Namanya itu. Kini, 5 tahun sudah semenjak malam bersejarah itu. Aku sadari kenyataannya tentu sangat menguntungkan dengan Illegal bisnis itu. Sekarang Aku dan Keke menjadi bandar penjual obat batuk tersebut. semua berjalan seperti apa yang Aku dan Keke pikirkan dan kini, AKu dan Keke hidup bahagia di Los Santos bersama Pelanggan-pelanggan setia pembeli barang ilegal tersebut. Saya Allen_west selaku pemilik account UCP basyari bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Basyari_Hanif) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  2. min ko karna modem lepas saya jadi di penjara 3 jam, kalo emng tuduhannya /q saat mobil terbalik. ledakin aja mobil saya yang tadi dan hapus warns nya. 

    1. Nezactra18

      Nezactra18

      Cek /mywarns kamu ada 5warn.

    2. Allen_west

      Allen_west

      emang bener kesenggol, klo emng gitu ledakin aja mobilnya gapapa. potong hukuman saya trus ilangin warns yang /q

  3. Sudah saya edit itu bang coba di cek lagi
  4. Karakter: Allen_West Cerita: Allen West tinggal bersama adiknya yang bernama Tonny di kota jakarta. Tonny adalah adik satu yang dimiliki Allen saat ini. Allen berasal dari keluarga bapak jhon dan ibu sara west, yang lahir pada 04 Maret 1996. Sebuah tragedi terjadi menimpa Kedua Orangtua Allen, yang menyebabkan Orang tua Allen meninggal dunia. Semenjak kejadian itu, sekarang Allen harus membiayai kebutuhan-kebutuhan adiknya juga kebutuhannya sendiri. Tonny masih duduk di bangku sekolah menengah, tentu saja Allen harus memiliki cukup uang untuk membiayai adiknya, agar adiknya dapat tetap mendapatkan pendidikan sampai jenjang yang lebih tinggi. Disinilah awal mula perjuangan Allen. untuk mempertahan keluarga yang tersisa, hanya Allen bersama adiknya, Tonny. Allen benar-benar terpuruk di dalam kesedihan yang sangat dalam. Sampai suatu saat, Allen berada di tepi danau. Tanpa sengaja Allen bertemu dengan Temannya yang bernama Wiliam, dia sedang pulang ke Indonesia untuk berlibur. Allen dan Wiliam saling berbagi kabar, yang pada akhirnya Wiliam mengetahui bahwa Allen baru saja ditinggalkan kedua orangtuanya. Tak lama Allen membagikan kabar dengan wiliam, Wiliam-pun menawarkan pekerjaan kepada Allen. Karena kondisinya yang seperti ini Allen tidak dapat menolak tawaran ini. Juga membuat Allen harus meninggalkan negaranya, untuk mempertahankan keluarganya. Allen di ajak William untuk bekerja sebagai petani sekaligus pengolah dari ladang pribadinya william, Allen pun mulai belajar bagaimana cara budidaya tumbuhan yang baik dan benar. Dari awal Allen bekerja, Allen selalu menunjukan hasil panen yang terbaik. Dari sayuran sampai buahan. Sampai suatu hari, Allen sedang membeli bibit untuk di tanam di ladang. Tiba-tiba datang pria tak dikenal, menawarkan bibit untuk tanaman marijuana. Allen menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Dan pria tersebut menjelaskan bahwasanya tanaman ini dapat memberikan untung yang sangat tinggi. Allen pun tetap mengacuhkan pria tersebut, dan Allen pun meninggalkan pria tersebut. Sebelum alen pergi meninggalkan pria tersebut melemparkan kertas ke dalam mobil Allen tanpa Allen sadari. Sesampainya dirumah. Seperti biasa Allen membawa bibit-bibit yang barusan Allen beli untuk dirapihkan agar mudah ditanamnya esok hari. Pada saat Allen sedang asik-asiknya merapihkan bibit, tanpa sengaja Allen menemukan remukan bola kertas. Allen pun mengambilnya dan membawa remukan kertas tersebut dan memasukan kedalam saku di celananya, juga melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Saat Allen sedang membawa karung bibit terakhir, tiba-tiba telfonnya berdering. Allen pun cepat-cepat memindahkan karung bibit terakhir dan segera mengangkat telfon tersebut. Ternyata yang menelfon Allen itu adalah Tonny adiknya Allen. Allen pun menanyakan kabar dan Allen bingung, kenapa yang berbicara bukan Tonny. Lawan bicaranya Allen di telfon mengatakan, bahwa Tonny telah terlibat kecelakaan yang mengharuskan Tonny untuk mengoprasi kaki kanannya, Allen kaget mendengar kabar seperti itu Allen bingung tak tahu bagai mana cara membiayai oprasi Adiknya. Allen pun mematikan telfonnya dan terdiam untuk berikir, dari mana Allen dapat uang yang cukup untuk membiayai oprasi Adiknya. Dan pada saat Allen ingin memasukkan teleponnya ke saku, Allen ingat kalau tadi Allen menemukan sebuah remukan kertas di mobil dan di letakkan di dalam sakunya. Langsung saja. Allen-pun mengambil kertas tersebut dari sakunya, lalu membuka kertas tersebut. Ternyata isi di dalam kertas tersebut hanyalah nomor telfon dan tulisan yang bertuliskan, telfon jika berubah fikiran. Tanpa berlama-lama Allen-pun langsung menelfon nomor tersebut. Pada akhirnya Allen menerima tawaran pria tak dikenal tadi dan melakukan transaksi. Hari demi hari berlalu, kini Allen memfokuskan dirinya, untuk bertanam marijuana tanpa sepengetahuan wiliam. Tonny-pun sekarang dapat berjalan seperti biasa lagi. Juga kini Allen memiliki harta lebih dari cukup, yang di dapat hasil dari budidaya marijuana. Saya Allen_west selaku pemilik akun UCP Allen_west menerima jika Karakter saya yang disebut di atas ( Allen_West ) dibanned permanen jika karakter cerita yang saya buat di atas berisi plagiat dari cerita milik orang lain.
×
×
  • Create New...