Shinji Kobayashiki
Shinji Kobayashiki lahir pada tanggal 6 Januari 2005 di Yokohama, Jepang. Ia tumbuh besar dalam keluarga kelas pekerja yang terbilang sederhana namun sangat harmonis. Ayahnya bekerja sebagai seorang supir truk ekspedisi antarkota, sementara ibunya adalah seorang penjaga kasir di sebuah pasar swalayan lokal yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka. Sejak masih kecil, Shinji sudah sangat akrab dengan aroma oli dan bisingnya suara mesin kendaraan. Saat sedang libur sekolah, ayahnya sering kali mengajaknya ikut serta mengantarkan berbagai macam muatan melintasi berbagai kota di Jepang. Pengalaman yang berulang kali ia rasakan ini perlahan menumbuhkan ketertarikan yang sangat mendalam dalam diri Shinji terhadap dunia transportasi dan juga permesinan. Di sekolah, Shinji memang bukanlah seorang murid yang terlalu menonjol dalam bidang akademik. Ia justru lebih sering menghabiskan waktu sore harinya di bengkel milik paman tetangganya, melihat dengan teliti cara kerja mesin motor, dan belajar memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dengan tangannya sendiri.
Kehidupan masa remaja Shinji berjalan sangat normal dan tenang hingga sebuah kejadian buruk menimpa keluarganya tepat setelah ia baru saja lulus dari sekolah menengah atas. Ayahnya mengalami kecelakaan kerja yang cukup parah saat sedang membongkar muatan berat, hingga menderita cedera punggung bagian bawah yang sangat serius. Akibat kecelakaan tersebut, sang ayah divonis oleh dokter tidak bisa lagi bekerja mengemudikan truk seperti biasanya. Tabungan keluarga mereka perlahan habis terkuras demi membiayai pengobatan rumah sakit serta terapi pemulihan sang ayah. Merasa memiliki tanggung jawab yang sangat besar sebagai anak laki-laki satu-satunya, Shinji terpaksa membatalkan niat utamanya untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan teknik mesin. Ia langsung memutuskan untuk mencari pekerjaan dan akhirnya diterima sebagai seorang buruh angkut di pelabuhan kargo Yokohama. Pekerjaan tersebut sangat menguras fisiknya karena ia diharuskan mengangkat barang berat dan mengoperasikan mesin angkut dari pagi hari hingga larut malam. Namun, di pelabuhan inilah ia mulai bergaul secara intens dengan para pekerja kapal asing yang sering menceritakan tentang kerasnya perjuangan hidup di jalanan dan besarnya peluang meraup uang di daratan Amerika.
Mendengar berbagai cerita dari para pelaut itu, Shinji nekat ingin merantau untuk memperbaiki nasib keluarganya. Awalnya, kedua orang tuanya menentang keras ide tersebut. Namun setelah terus dibujuk, mereka akhirnya rela melepas anak laki-lakinya pergi. Shinji pun menggunakan seluruh tabungan dari hasil keringatnya di pelabuhan untuk membeli selembar tiket pesawat ke Los Santos. Saat menginjakkan kaki di kota itu, ia hanya membawa tas ransel berisi pakaian seadanya dan uang saku yang menipis. Sayangnya, realita di Los Santos langsung menamparnya. Kehidupan di sana jauh lebih keras daripada bayangannya selama di Jepang. Bahasa Inggrisnya yang masih berantakan serta budaya yang serba asing membuat Shinji sering kebingungan. Selama beberapa bulan pertama, ia ditolak berkali-kali setiap kali mencoba melamar pekerjaan tetap karena masalah komunikasi. Terpaksa, Shinji menyambung hidup dengan bekerja serabutan, mulai dari menyapu jalanan kota hingga menjadi kuli kasar di pabrik. Walau jalannya terasa berat, ia tidak mau menyerah. Ia terus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, berharap suatu saat nanti impiannya untuk membuka bengkel mobil sendiri bisa menjadi kenyataan.
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya sopansantan selaku pemilik account UCP masukkeluar bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Shinji Kobayashiki) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.