David Maccer
David Maccer lahir tanggal 15 Mei 1996 di Jakarta Selatan, di kamar rumah sakit yang lebih mirip suite hotel bintang lima. Ayahnya, jonathan Maccer, punya perusahaan konstruksi yang membangun setengah gedung pencakar langit di Sudirman. Ibunya, livia, selalu pakai tas Hermes ke acara arisan dan punya kebiasaan aneh yaitu mengecek harga saham sambil sarapan. David kecil terbiasa bangun pagi ditemani suara koki Filipina menyiapkan omelet truffle. Tapi di balik kemewahan itu, ada aturan tak tertulis: nilai harus sempurna, baju harus rapi, emosi harus terkontrol. Adiknya, michelle, lebih berani melawan, sementara dia pernah kabur dari sekolah ballet dan pulang dengan rambut diwarnai biru. Ya, begitulah. David? Dia hanya diam.
Semuanya berubah pas ulang tahunnya yang ke-21. Seperti itulah kenyataannya. Jonathan mengumpulkan keluarga di ruang makan dan mengeluarkan kontrak dari map cokelat. "Ini surat perjanjian. Kalau mau tetap jadi ahli waris, harus kerja di perusahaan mulai besok. " Michelle langsung teriak, tapi David cuma menggeser gelas anggurnya pelan. Malam itu, buat pertama kalinya, dia nongkrong di warung kopi dekat stasiun sampai jam 3 pagi. Memang begitu adanya. Ketemu Rian, anak seni yang ngajarinya ngerokok sambil cerita soal hidup di kosan sempit.
"Lu kaya banget tapi kayak zombie," kata Rian sambil ketawa. David pulang dengan bau asap rokok menempel di jasnya. Dua minggu kemudian, dia keluar dari rumah dengan satu koper dan rekening bank yang isinya buat hidup 10 tahun.. Gagal jadi barista karena selalu salah takar susu. Tanpa disadari, gagal kuliah lagi karena ternyata gak suka ekonomi. Akhirnya nemuin tempat di komunitas fotografi, jepretin gedung-gedung tua yang dulu dibangun keluarganya. Pernah hampir putus asa waktu kamera favoritnya dicuri pas pameran di Pasar Santa. Tapi ada Siska, kurator galeri yang ngasih pinjaman kamera bekas dan bilang, "Karya lu itu dingin, tapi jujur. " Sekarang David tinggal di apartemen kecil di Tebet.
Pagi-pagi selalu beli kopi hitam di kedai langganan, terus jalan kaki ke co-working space tempat dia edit foto. Temen-temennya bilang dia cool banget, jarang marah, jarang seneng. Memang begitu adanya. Tapi mereka gak tau kalau tiap malam dia masih buka album foto keluarga di laptop, ngeliatin foto Michelle yang sekarang tinggal di Berlin. Kadang dia pesan martabak keju telur jam 2 pagi, duduk di balkon lantai 17. Mikirin apa artinya "cukup" buat orang yang dari lahir dikasih segalanya.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 2 tahun
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
IscoAXEE
Account Forum yang saya miliki:
@manca latt
Saya manca latt selaku pemilik account UCP IscoAXEE bersedia jika Character saya yang disebut di atas (David Maccer) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.