Macdavies Lawson
Macdavies Lawson lahir pada 14 Juli 1998 di Germany. Ia tumbuh di lingkungan yang sederhana dan menjalani masa kecil seperti kebanyakan anak lainnya. Tidak ada hal yang benar benar istimewa dalam hidupnya saat itu. Ia lebih sering menghabiskan waktu berjalan jalan di sekitar tempat tinggalnya atau duduk mengobrol bersama beberapa temannya. Di sekolah, ia bukan murid yang paling pintar maupun yang paling bermasalah. Kehidupannya berjalan biasa saja dan ia tidak pernah terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan. Meskipun begitu, ia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kedua orang tuanya. Mereka selalu mendukung apa pun yang ingin ia lakukan selama itu tidak merugikan dirinya sendiri.
Pada usia 20 tahun, Macdavies mulai bekerja dan mencoba menjalani hidup secara mandiri. Ia sempat berpindah pindah pekerjaan karena merasa belum menemukan tempat yang benar benar cocok. Beberapa tahun kemudian, ia memutuskan meninggalkan Germany dan merantau ke Los Santos. Keputusan itu muncul karena ia ingin merasakan suasana baru dan melihat kehidupan di tempat yang berbeda. Setibanya di Los Santos, ia mulai membangun kehidupannya dari awal. Ia menyewa tempat tinggal sederhana dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Walaupun tinggal jauh dari keluarga, ia masih sering menghubungi kedua orang tuanya untuk menanyakan kabar dan mendengar cerita tentang keadaan di rumah.
Pada usia 28 tahun, Macdavies menerima kabar bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Kabar tersebut membuatnya terdiam cukup lama karena ia tidak pernah membayangkan akan kehilangan mereka secepat itu. Hari hari setelahnya terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi suara yang biasa ia dengar saat menelepon, tidak ada lagi pesan singkat yang menanyakan keadaannya. Beberapa waktu kemudian, ia datang seorang diri ke makam kedua orang tuanya. Ia berdiri di depan nisan tanpa mengatakan apa pun. Angin berhembus pelan sementara suasana di sekitar terasa sunyi. Saat melihat nama kedua orang tuanya terukir di batu nisan, semua kenangan yang pernah ia lalui bersama mereka kembali teringat. Perlahan air matanya mulai jatuh. Ia duduk di depan makam cukup lama sambil menangis dan menundukkan kepala. Hari itu tidak ada yang ia pikirkan selain rasa kehilangan yang selama ini berusaha ia tahan sendiri. Setelah itu ia tetap duduk di sana sampai langit mulai gelap dan tidak mengatakan sepatah kata pun.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Julio Dwi selaku pemilik account UCP SutipLmt bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Macdavies Lawson) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.