Maxwel Kimberly
Maxwel Kimberly seorang pria kelahiran 04-07-1989 sekarang berusia 36 tahun yang tumbuh dalam keluarga yang tidak pernah memberikan kasih sayang yang cukup. Sejak kecil, ia selalu merasa kesepian meskipun kedua orang tuanya selalu ada di rumah. Ayahnya yang bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan besar selalu terbenam dalam pekerjaannya, sementara ibunya yang merupakan seorang dokter, lebih fokus pada karirnya daripada urusan rumah tangga. Maxwel tak pernah merasakan pelukan hangat atau perhatian yang diinginkan oleh anak-anak seusianya. Mereka lebih memperlakukan Maxwel seperti seorang anak yang harus hidup mandiri, tidak perlu diurus. Kebiasaan itu membuat Maxwel belajar untuk hidup sendiri, namun juga menumbuhkan perasaan terabaikan dan kurang dihargai. Bahkan, saat ia mencoba berbicara tentang perasaannya, orang tuanya lebih memilih untuk mengabaikan atau memberi solusi logis yang terasa dingin baginya.
Kini maxwel bekerja sebagai supir taksi dikota Losantos. Ia memilih pekerjaan ini karena fleksibilitasnya, pekerjaan ini memberinya kebebasan untuk menghindari keterikatan emosional dengan orang lain, sekaligus menjaga jarak dari dunia yang seringkali ia anggap penuh dengan kekecewaandan kehampaan. Setiap hari, Maxwel mengendarai mobil taksiinya menelusuri jalanan-jalanan kota, menjadi saksi bisu bagi cerita-cerita penumpang yang datang dan pergi. Dari segala jenis penumpang yang ia bawa, ia sering mendengarkan keluh kesah tentang keluarga, masalah cinta, dan masalah hidup lainnya. Kadang, ia merasa iri, tapi kadang ia juga merasa tidak ingin terlibat dalam drama emosional yang tak ada habisnya. Namun, meski ia berusaha menjaga jarak, di setiap percakapan yang singkat, ia merasakan kehampaan yang semakin dalam. Ia selalu merasa bahwa kehidupannya tidak lebih dari rutinitas yang membosankan dan tidak memiliki makna sama sekali.
Di balik kepribadiannya yang terlihat tegas dan tidak mudah dekat dengan orang, Maxwel sebenarnya menyimpan keinginan besar untuk dicintai. Maxwel selalu berusaha keras untuk membuktikan dirinya kepada kedua orang tuanya, meskipun dalam hatinya ia tau bahwa mereka tidak akan pernah memberi perhatian yang lebih baik. Bahkan, saat ia mengemudikan taxinya di malam hari dan merenung sendirian, ada rasa hampa yang sulit diungkapkan. Setiap kali ia mengingat masa kecilnya, ia bertanya-tanya apakah bisa suatu hari nanti menemukan kedamaian dalam dirinya atau jika ia bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, saat ia melihat senyuman para penumpangnya yang telah menemukan kebahagiaan dalam keluarga mereka, ia selalu merasa kesendirian itu semakin menekan dirinya dalam kehampaan.
Questions
Character Story Pertama: Ya
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Asraf M selaku pemilik account UCP AsrafM bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Maxwel Kimberly) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.