Hanzy Velasco
Hanzy lahir dari Mecta Diningrat yang bekerja sebagai tukang kayu pembuat kursi dan meja pesanan, serta Nadine Velasco yang berprofesi sebagai tukang cuci keliling. Rumah mereka sangat sederhana dan terletak di belakang pasar desa Dilliomore. Isi rumah itu hanya gergaji, palu, ember, dan tali jemuran yang selalu penuh setiap sore. Sejak kecil Hanzy sudah terbiasa bangun pagi. Setiap jam 5 dia mendengar suara gergaji dari bengkel bapak, dan setiap jam 8 malam dia mendengar suara sikat baju dari ibu.
Pada usia 9 tahun Hanzy sudah bisa menghaluskan kayu dengan amplas dan menutup celah dengan dempul. Ketika berumur 12 tahun dia mulai membantu bapak mendorong gerobak untuk mengantar pesanan mebel ke rumah pelanggan. Di umur 14 tahun dia ikut ibu memikul karung berisi cucian dari satu komplek ke komplek lain. Tangan Hanzy penuh kapalan karena kayu dan sabun, tetapi dia tidak pernah mengeluh. Baginya setiap kursi yang selesai dibuat dan setiap baju yang selesai dicuci berarti ada nasi di meja makan malam itu. Hidup mereka memang pas-pasan, tetapi cukup dan penuh kerja keras.
Perubahan besar datang ketika ada perusahaan pengembang masuk ke desa. Mereka ingin menggusur pasar untuk dijadikan ruko. Semua pedagang diminta pindah, tetapi bapak menolak karena bengkel itu warisan dari kakek. Sebulan setelah penolakan itu bengkel kayu mereka terbakar habis. Semua alat, kayu, dan pesanan pelanggan ikut musnah. Pihak kepolisian mengatakan penyebabnya korsleting. Dua minggu kemudian ibu dituduh mencuri perhiasan di rumah majikan. Padahal ibu tidak pernah masuk ke kamar majikan tersebut. Ibu harus mendekam di penjara selama 3 bulan. Ketika keluar, kondisi tubuh ibu sudah sangat lemah. Sebulan setelah itu ibu meninggal karena sakit.
Warga sekitar menyebut keluarga Hanzy sedang sial. Namun di antara abu bengkel yang terbakar, Hanzy menemukan selembar sobekan nota. Nama perusahaan di nota itu sama dengan nama yang tertera di surat panggilan untuk ibu ke kantor polisi. Di usia 18 tahun Hanzy menjual semua sisa peralatan yang masih bisa dijual. Dia membawa uang 3 juta dan berangkat ke Kota Los Santos pada tanggal 1 Januari 2024. Dia bersumpah akan bekerja sampai memiliki tempat sendiri. Di Los Santos Hanzy bekerja tiga kali dalam sehari. Pagi dia menjadi kuli panggul di pasar, siang dia mencuci motor dan mobil, dan malam dia menerima servis kursi serta pintu panggilan. Dia hanya tidur sekitar 4 jam setiap hari.
Dari hasil menabung, dia membeli sebuah motor bekas dan merestorasi sendiri. Motor itu diberi nama "Sanchezz" dan harganya 800 dolar. Bagi Hanzy motor itu bukti bahwa barang yang patah masih bisa diperbaiki dan dikuatkan lagi. Beberapa bulan lalu dia melihat spanduk besar di jalan. Perusahaan yang dulu menggusur pasar Dilliomore sekarang sedang membangun mall di Los Santos. Nama direkturnya sama. Perusahaan itu juga mulai membeli semua bengkel kecil di sekitar lokasi proyek. Tujuan Hanzy sekarang ada dua. Pertama dia ingin membuka bengkel kayu dan laundry kecil untuk para buruh. Kedua dia ingin mencari bukti siapa yang membakar bengkel bapak dan memfitnah ibu. Kelebihan Hanzy adalah sabar, kuat, ahli dalam pertukangan, dan cermat dalam mengurus kain. Kelemahannya adalah trauma terhadap api dan suara sirine. Barang yang selalu dia bawa hanya motor Sanchez, meteran kayu peninggalan bapak, dan ember biru peninggalan ibu. Saat ini nama Hanzy masuk ke dalam daftar pengganggu proyek karena dia menolak menjual sisa tanah warisan milik keluarganya.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Frhanzz selaku pemilik account UCP Frhanzz bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Hanzy Velasco) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.