Tymoon Wesker
Tymoon Wesker lahir di sebuah desa kumuh, tumbuh tanpa pernah mengenal hangatnya pelukan orang tua. Masa kecilnya habis di gang-gang sempit yang lembap, tempat segala jenis kriminalitas menjadi pemandangan sehari-hari. Sejak bayi, Tymoon tidak pernah tahu siapa ayah dan ibunya; ia dibesarkan oleh paman dan bibinya yang selalu bungkam setiap kali ia bertanya tentang asal-usulnya. Di peternakan kecil milik mereka, Tymoon menghabiskan hari-harinya mengurus babi. Hewan-hewan itu menjadi satu-satunya teman bicaranya di tengah kesunyian. Namun, ekonomi keluarga mereka sering kali mencekik. Ketika hasil penjualan daging tidak mencukupi, pamannya, Dalwez Kordiguez, terpaksa turun ke jalanan untuk mengamen. Rasa lapar yang melilit perut bukan lagi hal asing bagi Tymoon. Ia belajar memulung sisa makanan dari tempat sampah, bahkan sesekali terpaksa mencuri demi menyambung nyawa. Di balik ketegaran fisiknya, Tymoon kecil menyimpan kelelahan yang luar biasa dan tangis yang selalu ia telan sendiri. Baginya, hidup terasa seperti lorong gelap yang tak berujung.
Memasuki masa remaja, beban hidupnya justru semakin berat. Pamannya jatuh sakit dan hanya bisa terbaring lemah akibat kanker paru-paru. Bagi Tymoon, kesembuhan sang paman adalah prioritas utama. Ia mulai bekerja membanting tulang hingga larut malam demi mengumpulkan biaya pengobatan. Bibinya sering menatapnya dengan penuh kekhawatiran; Tymoon adalah putra dari adik kesayangannya, Lauriel Tesy, yang tewas dalam sebuah insiden penembakan tragis bertahun-tahun silam. Meski dilarang bekerja terlalu keras, Tymoon tetap bersikeras demi keluarga. Namun, takdir berkata lain. Dalwez Kordiguez akhirnya mengembuskan napas terakhir. Hari itu, pertahanan Tymoon runtuh; ia menangis sejadi-jadinya, merasa kehilangan arah setelah separuh dunianya pergi.
Beberapa bulan kemudian, Tymoon memutuskan untuk mengadu nasib di kota Los Santos bersama bibinya. Di sana, ia bekerja serabutan—mulai dari memulung sampah, menyapu jalanan, menjadi kurir paket, hingga sopir taksi. Sementara itu, bibinya berjualan susu dari pagi hingga malam demi membantu ekonomi mereka. Di saat kehidupan mereka perlahan mulai stabil, tragedi kembali menghantam. Sang bibi menjadi korban tabrak lari dan mengalami koma akibat cedera kepala yang fatal. Tymoon bergegas ke rumah sakit dengan jantung berdegup kencang, namun ia terlambat. Bibinya dinyatakan meninggal dunia. Melihat sosok terakhir yang ia cintai kini terbujur kaku tak bernyawa, hati Tymoon hancur berkeping-keping. Kesedihan itu kemudian mengkristal menjadi dendam yang dingin. Di hadapan jasad bibinya, ia bersumpah akan memburu pelaku penabrakan itu hingga ke ujung dunia. Hidupnya kini tidak lagi tentang bertahan, melainkan tentang pembalasan.
Questions
Character Story Pertama: Ya
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tymoon
Account Forum yang saya miliki: Tymoon
Saya Tymoon selaku pemilik account UCP Tymoon bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Tymoon Wesker) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.