George Reagan
Di suatu hari yang cerah, George Reagan berdiri di depan etalase toko antiknya, memandangi pantulan dirinya sendiri di kaca yang sedikit berdebu. Pria itu menyeka keringat di dahinya dengan lengan kemeja flanel yang sudah menipis, menatap tajam ke arah jam saku tua yang baru saja selesai ia perbaiki semalam. Bagi orang lain, benda itu mungkin hanyalah bongkahan logam kuno yang tidak berharga, namun bagi George, detak jarum jam itu adalah detak jantung yang membangkitkan memorinya tentang masa-masa sulit di pabrik baja yang dulu hampir merenggut jiwanya. Ia menarik napas dalam, membiarkan aroma kayu cendana dan debu tua memenuhi paru-parunya, sebuah kontras yang menenangkan dibandingkan dengan bau solar menyengat yang dulu bertahun-tahun menempel di kulitnya.
Hidup George memang tidak pernah mudah, penuh dengan lika-liku pekerjaan kasar dan ketidakpastian ekonomi yang membuatnya sering kali terjaga hingga larut malam. Ia bukanlah pria yang suka mengumbar janji atau memamerkan pencapaian, lebih memilih diam dan membiarkan jemarinya yang kapalan bekerja melakukan keajaiban pada barang-barang antik yang ia selamatkan dari tempat pembuangan. Di balik wajahnya yang datar dan sorot matanya yang terkadang terlihat lelah, tersimpan ketangguhan seorang pejuang yang telah melewati badai hidup tanpa pernah sekalipun menyerah pada keadaan. Setiap goresan pada barang yang ia perbaiki adalah simbol dari bekas luka hidupnya sendiri, yang kini justru menjadi aset berharga karena ia tahu betul bagaimana cara menghargai sesuatu yang pernah rusak dan hampir terlupakan.
Saat matahari mulai beranjak turun dan cahaya keemasan menyusup masuk melalui celah pintu kayu tokonya, George tersenyum tipis, sebuah pemandangan langka yang jarang disaksikan oleh orang lain. Ia menyadari bahwa perjalanan panjangnya dari seorang buruh yang tertindas hingga menjadi pemilik toko kecil yang penuh dengan sejarah adalah bentuk kemenangan kecil yang paling berarti baginya. Ia tidak lagi mengejar harta yang berlimpah atau pengakuan dunia, melainkan hanya ingin terus menjaga agar benda-benda berharga ini tetap hidup, sejalan dengan napasnya yang kini lebih ringan. Dengan menempatkan jam saku itu di posisi paling utama di etalase, George menutup tokonya dengan perasaan damai, siap menyambut hari esok dengan harapan baru yang kini ia bangun sendiri dengan tangannya yang gigih.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya bindbaru selaku pemilik account UCP Onlyvaa bersedia jika Character saya yang disebut di atas (George Reagan) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.