Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Semua tanggung jawab terkait ini sudah diserahkan penuh ke pihak hosting provider. ×

jull77

New Member
  • Posts

    2
  • Joined

  • Last visited

1 Follower

Profile Information

  • Primary Game
    JG:RP

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

jull77's Achievements

Newbie

Newbie (1/7)

0

Reputation

  1. 1. Ya 2. Kurang dari sebulan 3. Buat baru 4. Tidak 5. Tidak 6. Dirumah
  2. Matthew Gracia Di suatu hari yang cerah pada tanggal 24 July 2002, lahirlah seorang bayi laki-laki yang tampan dan imut. Bayi itu diberi nama Matthew Gracia oleh ayahnya. Matthew ditelantarkan oleh ibunya untuk selama-lamanya sejak ia baru lahir ke dunia. Matthew dibesarkan oleh ayah dan kakek neneknya di sebuah desa terpencil dan sangat kecil di Amerika, yaitu desa Supai yang berada di belakang Grand Canyon. Seiring berjalannya waktu, Matthew akhirnya mengetahui kebenaran penyebab kematian ibunya yaitu ibunya dibunuh oleh preman dalam perjalanan pulang, dan saat itu Matthew baru berusia 1 bulan. Matthew mengetahui hal itu dari ayahnya yang memberitahunya ketika dia berusia 10 tahun. Ayah Matthew berkata, “Sayangku, sebenarnya ibumu meninggal bukan karena melahirkanmu, tapi dia dibunuh oleh preman.” Sejak saat itu, Matthew membenci "gangster". Waktu berlalu, Matthew sudah berusia 17 tahun, dan dia bertekad untuk meninggalkan desa kecil tempatnya tinggal saat itu. Matthew sudah memiliki KTP, paspor dan segala keperluan untuk bepergian ke luar negeri. Matthew pamit pada ayah dan kakek nenek tercinta. Mereka sedih dan tidak ingin anak laki-laki yang mereka cintai pergi. Tapi mau bagaimana lagi, keputusan Matthew sudah bulat dan tidak bisa diganggu oleh siapapun. Mereka juga memikirkan masa depan Matthew. Matthew tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak di desa kecil itu, tidak ada sekolah, hanya sampai SMA. Akhirnya dengan berat hati, Matthew diperbolehkan pergi oleh ayah dan kakek nenek tercintanya. Tapi dengan syarat, Matthew wajib memberi kabar secara rutin dan Matthew setuju. Ayahnya mengantar Matthew ke bandara dan memeluk ayahnya untuk terakhir kalinya. Tiket yang ditujukan ke "Los Santos" sudah dipegang pria berusia 17 tahun itu. Matthew masuk ke dalam pesawat dan tertidur dalam mimpi hingga tiba di tempat tujuan. Matthew memilih kota penuh kejahatan karena ibunya juga. Dia telah mencari info dari internet tentang "gangster" yang diceritakan ayahnya. Dan ya, para "gangster" ini ada di kota itu. Setelah berjam-jam di udara, Matthew tiba di bandara Los Santos. Matthew melangkah perlahan keluar dari bandara dan melihat sekeliling. Ramai, Matthew berpikir untuk pertama kalinya tentang kota yang dia kunjungi. Matthew mencari penginapan atau mini hotel di sekitar bandara sebentar. Matthew mulai mencari pekerjaan kecil keesokan harinya. Matthew bertemu dengan kerumunan yang tampak menyeramkan, semuanya bertato di tubuh mereka dan masing-masing membawa senjata. "Gangster...", pikir Matthew saat melihat mereka. Beberapa dari mereka menggodanya. Matthew menolak ketika Matthew diajak masuk ke dalam mobilnya hingga tertangkap kain oleh salah satu dari mereka, dan ternyata kain tersebut mengandung obat bius yang membuat Matthew tidak sadarkan diri secara tiba-tiba. Matthew terbangun dari pingsannya. Kepala Matthew terasa pusing. Matthew melihat sekeliling, dia berada di sebuah rumah yang cukup besar dan berbau rokok serta bau aneh yang belum pernah dia hirup sebelumnya. Matthew ingat bahwa dia diculik oleh gangster. Matthew melihat barang-barangnya, masih lengkap. Terdengar langkah kaki dari belakang Matthew. Matthew berbalik dan melihat orang-orang yang menculiknya. Matthew merasa takut dan sedikit menjauhkan diri dari mereka. Salah satunya menyadari ketakutan Matthew. Dia berkata, "Jangan takut ... Kami tidak akan membunuhmu jika kamu tidak melawan dan memanggil polisi." Matthew masih ragu karena penampilan mereka yang sangat menyeramkan. Matthew diminta untuk memperkenalkan diri. "M-nama saya... M-Matthew Gracia. Saya dari Grand Canyon. Saya baru saja tiba di kota ini kemarin, ja-jadi ya... Dan, a-siapa kamu? Saya a- sedikit takut..." kata Matthew dengan nada rendah gemetar. Mereka mengangguk mengerti. Matthew diberi minum oleh salah satu dari mereka. Matthew curiga dengan kandungan air tersebut dan tidak langsung meminumnya, namun ia terpaksa dan yakin bahwa air minum tersebut tidak mengandung apa-apa dan aman. Matthew pun meminum air tersebut karena dia juga merasa sangat haus. Ternyata, mereka meminta Matthew untuk bergabung dengan gangster mereka. Mereka kekurangan anggota untuk "digunakan" sebagai alat. Matthew merasa jijik dan menolak. Setelah melalui beberapa argumen dan tawaran yang masuk, Matthew menerima dan bergabung dengan mereka. Tapi tidak sepenuhnya, Matthew ada disana untuk mengumpulkan beberapa informasi atas kasus pembunuhan ibunya dan membocorkan sedikit info ke polisi. Sekitar 4 tahun berlalu, satu per satu anggota gangster yang mengikuti Matthew meninggal dunia. Beberapa dipenjara seumur hidup dan ditembak mati oleh polisi. Dan ada juga yang menghilang ke luar kota dan tidak ada kabarnya. Di satu sisi, Matthew merasa sedih. Dan di satu sisi, Matthew merasa terancam karena takut masuk penjara atau ditembak mati seperti mereka. Matthew pun memutuskan untuk keluar dari kota Los Santos. Matthew menenangkan diri untuk sementara waktu. 2 tahun kemudian, Matthew memutuskan kembali ke Los Santos. Tapi tidak kembali ke mereka, para gangster. Matthew tinggal di pinggiran Los Santos dengan harapan bisa tenang dari kejahatan. Questions Character Story Pertama: Yes Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya jull77 selaku pemilik account UCP juicyy bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Matthew Gracia) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
×
×
  • Create New...