Boris Tiandi
Disuatu hari pada 23 Maret 2000 di sebuah pemukiman kecil Bandung, Indonesia lahir anak bernama Boris Tiandi ia lahir di keluarga yang kurang mampu yang dimana ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai buruh pabrik, ibu dan ayahnya sudah berpisah sejak ia umur 8 tahun dan sudah punya keluarga baru, Boris dirawat oleh neneknya dan dinafkahi oleh ayahnya ia sejak kecil dimanja oleh ayah dan ibunya tetapi setelah berpisah ia sudah jarang bermain bersama temannya karena merasa dia tidak ada tempat pulang yaitu ibunya. Memasuki umur 19 tahun ayahnya dipecat karena phk pabrik dan sudah tidak tahu mencari uang dimana, tetapi ayahnya sekarang menjadi seorang mekanik rumahan bersama pamannya tetapi penghasilan dari itu tidak cukup. Boris berpikir dan berinisiatif lebih baik bekerja di negeri seseorang dibanding di negerinya karena inflasi dan ekonomi nya memburuk. Boris berniat pergi meninggalkan keluarganya untuk pergi ke Amerika Serikat karena disana dia kenal dengan seseorang. Sesampainya dibandara ia pergi tanpa diantar oleh anggota keluarganya sama sekali, dengan membawa sedikit uang dan perlengkapan sederhana ia pergi hanya membawa tekad, semangat, dan kegigihan.
Setibanya di Stasiun Unity, Los Santos, Boris merasa sangat asing dengan suasana kota yang begitu luas dan sibuk ia datang dengan bahasa inggris yang terbata bata. Tanpa membuang waktu lama, ia langsung menghubungi teman kenalannya yang bernama Henri untuk menanyakan pekerjaan apa saja yang bisa menerima Boris. Pekerjaan pertama yang ia terima yaitu pembersih jalanan atau sweeper ia masuk kerja berkat bantuan Henri, dan dihari pertama bekerja ia sangat semangat dan ramah pada rekan kerjanya dan tidak hanya itu setelah beberapa minggu bekerja ia mendapat tawaran dari rekannya yaitu Juarez untuk bekerja sebagai kolektor sampah, Boris menerima tawarannya karena ia merasa bekerja sebagai sweeper tidak cukup dan dia juga banyak waktu luang. Dipagi hari ia bekerja sweeper dan di siang hari bekerja kolektor sampah.
Setelah beberapa bulan menghemat uang dan bekerja siap disuruh suruh, Boris akhirnya berhasil membuat lisensi mengemudi dan mencoba bekerja sebagai supir bus kota. Dari sini, mentalnya semakin teruji karena ia harus menghadapi macetnya jalanan Los Santos dan berbagai macam sifat penumpang. Namun, ambisi dan kegigihan Boris tidak berhenti di situ. Ia kemudian memutuskan untuk beralih menjadi supir truk box dan mulai bekerja mengantarkan kotak logistik ke berbagai gudang di wilayah Dilimore dan sekitarnya. Pekerjaannya jauh lebih menantang dan menghasilkan uang yang lebih banyak. Di sela-sela kesibukannya bekerja keras setiap hari, Boris selalu menyempatkan diri untuk pergi memancing di Pantai Santa Maria Beach atau terkadang menyewa kapal ke tengah laut jika sedang libur bekerja. Baginya, memancing adalah satu-satunya cara untuk melepas penat, ia juga menjual hasil memancing nya kepada penjual ikan di Pier. Setelah seharian lelah mengantar barang dan siklus kerjanya terus di ulang di hari esok hingga esok. Kini, Boris dikenal sebagai pekerja keras yang tidak pernah pilih-pilih pekerjaan. Meskipun hidup jauh dari keluarga, ia tetap semangat menjalani hari-harinya di Los Santos demi impian besarnya, yaitu bisa memiliki bisnis sendiri dan membahagiakan orang tuanya di Indonesia.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Fadil_01 selaku pemilik account UCP FadilHidayat bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Boris Tiandi) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.