Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

Aqil Said

New Member
  • Posts

    4
  • Joined

  • Last visited

About Aqil Said

  • Birthday 05/04/1998

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Primary Game
    JG:RP

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

Aqil Said's Achievements

Newbie

Newbie (1/7)

0

Reputation

  1. Sebelum melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Ya/Tidak) = Ya Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( Kurang dari 1 bulan / 1 - 3 bulan / 4 - 6 bulan / 6 bulan - 1 tahun / 1 tahun lebih / 3 tahun lebih / 5 tahun lebih ) = Kurang dari 1 bulan Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru/Namechange)=Buat baru Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Ya/Tidak)=Tidak Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Ya/Tidak)=Tidak Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah / Di warnet)=Di rumah
  2. Marlon_Elijah Dahulu kala ada seorang anak bernama Marlon Elijah atau yang biasa dipanggil Marlon. Marlon lahir di sebuah pulau kecil di Liberty City pada tanggal 18 September 2000. Marlon memiliki dua saudara laki-laki yaitu Pablo Salamanca dan Marco. Ayahnya adalah seorang polisi di Liberty City dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Pada suatu hari, ayah Marlon Elijah yang merupakan seorang polisi mendapati bahwa anaknya, Marco, atau abang dari Marlon, adalah seorang pengedar obat-obatan terlarang. Mendapati hal itu, ayahnya bukannya marah, tetapi malah ikut terjerumus menggunakan obat-obatan terlarang tersebut. Ibu Marlon yang mengetahui bahwa suami dan anaknya, Marco, sudah terjerumus ke dalam dunia obat-obatan terlarang, secara diam-diam melaporkan hal tersebut kepada kepolisian melalui telepon genggamnya. Namun, yang tidak diketahui oleh ibunya, Marlon justru sengaja memberi tahu ayahnya mengenai laporan tersebut. Ayah Marlon yang mengetahui hal itu langsung mengambil pistol dari kamarnya untuk menembak ibu Marlon. Marlon yang menyadari bahwa ayahnya ingin membunuh ibunya langsung mencoba menghentikannya, namun hal itu sudah terlambat. Usaha Marlon sia-sia karena ayahnya sudah kehilangan akal sehat. Ayah Marlon yang menemui istrinya langsung mengacungkan pistol ke kepala ibu Marlon dan menembaknya. Ibu Marlon langsung meninggal dunia, dan karena ayah Marlon sudah mengalami depresi berat, ia pun mengakhiri hidupnya sendiri. Hal ini disaksikan oleh Marlon yang masih remaja dengan mata kepalanya sendiri. Setelah kejadian itu, Marco ditangkap oleh kepolisian Liberty City, sehingga kini Marlon hanya tinggal bersama Pablo Salamanca atau abang keduanya. Sejak saat itu, Marlon menyimpan kebencian terhadap polisi. Baginya, polisi bukan simbol keadilan, melainkan simbol tragedi. Sepuluh tahun setelah kejadian itu, Marlon dan Pablo meninggalkan Liberty City akibat tekanan dan rasa trauma berat dari kejadian masa lalu. Mereka pindah ke Los Santos untuk memulai kehidupan baru. Namun, hidup di kota baru tidak semudah yang mereka bayangkan, mereka hidup dibawah tekanan ekonomi dan masa lalu yang kelam. Di kota Los Santos inilah, kisah Marlon Elijah baru saja dimulai.
×
×
  • Create New...