Wynee Wattkins
Wynee Wattkins berusia 18 tahun, dan sebagian besar hidupnya dia lalui di desa kecil Palomino di bagian pedalaman Amerika Serikat. Desa ini tidak terlalu jauh dari jalan raya utama, tapi rasanya seperti berada di dunia yang berbeda ada banyak ladang jagung yang luas, rumah-rumah kayu bersebar, dan sungai kecil yang selalu mengalir tenang. Semua berubah ketika tahun lalu, ayahnya yang bekerja sebagai pekerja ladang sakit parah dan tidak bisa lagi bekerja, sementara ibunya harus pergi ke kota besar untuk mencari uang lebih banyak. Awalnya Wynee tinggal dengan kakeknya yang tinggal di tepi desa, tapi setelah kakeknya meninggal karena penyakit lama, dia tidak punya tempat lain untuk berpijak. Dia mulai menginap di gudang lama yang tidak terpakai dekat lokasi bekas kilang susu desa, karena tempat itu bisa menghindarkan dia dari hujan dan panas matahari yang menyengat. Meskipun hidupnya penuh dengan kesulitan, Wynee tidak pernah mengeluh dia tahu bahwa dia harus kuat sendiri kalau tidak ingin terjatuh lebih dalam. Setiap pagi dia bangun sebelum matahari terbit untuk membantu petani lokal memanen jagung atau membersihkan kebun sayur, agar bisa mendapatkan sedikit uang atau makanan yang cukup untuk sehari-hari.
Hidup sehari-hari Wynee bukanlah hal yang mudah. Kadang kala cuaca ekstrem membuatnya tidak bisa keluar untuk mencari pekerjaan sampingan – saat musim hujan datang, jalan-jalan desa akan penuh lumpur yang membuatnya sulit bergerak, dan saat musim kemarau panjang, panasnya membuatnya hampir tidak bisa bernapas di dalam gudangnya yang tertutup. Dia sudah tidak bisa melanjutkan sekolah sejak kakeknya meninggal, karena tidak ada yang bisa membantunya dengan biaya sekolah dan dia harus fokus untuk mencari cara untuk makan. Namun, Wynee tidak pernah berhenti mencoba belajar dia sering mengumpulkan buku bekas yang diberikan oleh guru sekolah lokal atau ditemukan di kotak buku bebas yang ada di depan kantor desa. Dia suka duduk di tepi sungai kecil saat sore hari, membaca buku sambil mengamati burung-burung yang terbang pulang ke sarangnya. Kadang dia juga mengumpulkan kaleng bekas dan botol plastik dari sekitar desa untuk dijual ke pengepul di kota terdekat, dan sebagian uangnya selalu dia sisakan untuk membeli buku catatan dan pulpen agar bisa menuliskan apa saja yang dia pelajari sendiri.
Meskipun hidupnya penuh dengan rintangan, Wynee masih menyimpan impian yang kuat di dalam hatinya. Dia ingin bisa kembali sekolah dan nantinya menjadi insinyur pertanian, karena dia melihat betapa banyak petani di desa Palomino yang kesusahan karena tidak punya pengetahuan cukup tentang cara mengelola lahan dengan baik. Kadang dia bertemu dengan anak-anak seusianya yang sedang berjalan ke sekolah pagi hari, dan dia tidak merasa iri malahan dia menggunakan itu sebagai semangat untuk terus berusaha. Beberapa petani di desa sudah sangat mengenalnya dan sering memberikan makanan tambahan atau sedikit uang ketika dia membantu mereka bekerja. Ada juga pak Jeb yang berjualan peralatan pertanian di pinggir jalan desa, yang sering mengajaknya berbincang dan mengajarkan dia cara memperbaiki alat-alat kecil seperti sekop atau gerinda. Wynee tahu bahwa jalan menuju impiannya masih panjang dan banyak rintangan yang harus dihadapi, tapi dia benar-benar yakin bahwa kalau dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha keras, suatu hari nanti impiannya pasti akan terwujud.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki: elbelieveble
Account Forum yang saya miliki: aurielll
Saya aurielll selaku pemilik account UCP elbelieveble bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Wynee Wattkins) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.